
"Sekarang…Bisakah Xian'er jelaskan se-" Perkataan sosok tersebut tertahan, karena ia langsung diberi pukulan telak diwajahnya oleh Ling Feng yang dekat dengan pintu masuk. Sosok tersebut melesat keluar dari jendela ruang Qing Xian.
Bughhkkkkkk
"Kau terlalu berlebihan kawan. Bicara baik-baik apakah hanya suku kata saja." Kata Ling Feng langsung memukul telak wajah sosok tersebut. Qing Xian yang melihat itu terdiam.
"A-anu tuan muda Feng kenapa anda memukul orang tersebut?" Tanya Qing Xian. Ling Feng yang mendengar itu memasang raut wajah tanpa dosa sembari berkata, "Dia menyebalkan aku tidak tahan dengan semua tutur kata yang ia katakan tadi." Kata Ling Feng tanpa beban.
Qing Xian yang mendengar itu tidak bisa menyangkal bahwa apa yang dikatakan oleh Ling Feng adalah faktanya. Melihat wajah Qing Xian yang aneh Ling Feng pun bertanya, "Apakah anda mengenal orang tersebut?" Tanya Ling Feng.
Qing Xian yang mendengar itu terkekeh tidak enak sembari berkata, "Ah orang yang anda pukul barusan adalah orang dari keluarga saya. Dia adalah kakak ku." Kata Qing Xian mengatakan identitas orang tersebut. Bagaikan disambar petir lagi-lagi Ling Feng tidak menyangka bahwa hal yang tak terlintas di otaknya benar-benar kejadian saat ini.
Beberapa Menit kemudian Qing Xian menyuruh orang untuk menjemput kakaknya yang berada di luar saat ini. Tidak lama setelah itu orang yang baru saja Ling Feng pukul telak diwajahnya ia tidak datang dengan pelayan yang disuruh oleh Qing Xian melainkan diri sendiri.
Ia langsung masuk kedalam ruangan tersebut tanpa berbicara sedikit, seketika semua menjadi canggung ketika orang yang Qing Xian panggil kakak itu masuk. Kakak Qing Xian juga hanya diam saja, namun menatap tajam Ling Feng.
"Apa-apaan suami Xian'er ini?! sekilas ia hanya manusia biasa tanpa aura, tapi tinju yang baru saja ia lancarkan kepadaku bukanlah tinju biasa yang dimiliki oleh manusia biasa. Terlebih lagi aku sudah berada di ranah Mahaguru Bintang 6, dan dia bisa melayangkan ku dengan mudah. Bukankah berarti dia lebih kuat daripada diriku?!" Batin Kakak Qing Xian memandang Ling Feng tajam.
__ADS_1
"Ah itu selamat datang kembali kakak Hao. Kau tidak mengabari ku terlebih dahulu jika ingin pulang. Kalau tau begitu aku akan langsung memberitahu ayah ketika kau pulang." Kata Qing Xian basa-basi. Qing Lao yang mendengar itu mengangkat sebelah tangannya sembari berkata, "Tidak perlu. Lagipula aku juga sudah mampir ke kediaman beberapa saat yang lalu. Selain daripada itu Xian'er…Bukankah lebih baik kau menjelaskan tentang apa yang terjadi saat ini." Kata Qing Lao.
Mendengar hal itu Ling Feng langsung maju dan berkata, "Salam senior Lao. Sebelumnya aku minta maaf atas pukulan tadi. Junior ini reflek dan tidak sadar akan hal. Junior harap senior tidak mempermasalahkan hal ini lagi. Dan senior sepertinya salah paham, aku bukanlah suami dari nona Qing." Kata Ling Feng sembari memberikan sebuah pil kepada Qing Lao.
Wajahnya benar-benar kena pukulan telak oleh Ling Feng. Walaupun hanya terlihat seperti pukulan biasa, nyatanya rasa sakit dari pukulan tersebut masih terasa hingga saat ini. Qing Lao menerima pil tersebut.
"Apa maksud dari perkataan mu, bukankah anak itu adalah buktinya saat ini. Atau kau masih berani menyangkal bahwa itu bukanlah hasil hubungan gelap kalian berdua." Kata Qing Lao. Ia menyimpan pil yang diberikan Ling Feng ia memilih untuk mengkonsumsi pil penyembuh tingkat rendah.
Ling Feng yang melihat itu, tanpa beban berkata, "Jika memang bisa sembuh dengan pil penyembuh tingkat rendah ataupun menengah silakan digunakan." Kata Ling Feng tanpa beban. Qing Lao yang mendengar itu merasa tertantang ia lantas mengkonsumsi pil tingkat rendah.
Sementara yang dipandang hanya memasang wajah senyuman tipis diwajahnya. Qing Lao pun mengkonsumsi pil penyembuh yang diberikan oleh Ling Feng, seketika rasa sakitnya pun langsung hilang saat itu. "Jadi Xian'er bisa kita dengar penjelasannya sekarang." Kata Qing Lao dengan nada yang tidak bisa dibantah.
Qing Xian yang mendengar itu menepuk dahinya. "Penjelasan apalagi kakak. Bukankah tuan muda Feng sudah menjelaskannya bahwa kami bukanlah pasangan suami istri diluar nikah." Kata Qing Xian bingung dengan pendengaran kakaknya.
"Kau masih menyangkal lagi, lalu bocah itu apa hahhh." Kata Qing Lao menaikkan nada bicaranya sembari menunjuk Lin kecil. Lin kecil yang ditunjuk seperti itu entah kenapa memasang langsung bergetar ketakutan. Seketika aura ruangan tersebut menjadi suram, Qing Xian dan Qing Lao menjadi terdiam ketika merasakan tubuh mereka menjadi sangat berat. Tidak lama kemudian Qing Lao langsung dipaksa bertekuk lutut oleh aura tersebut.
"Jangan menunjuk anak kecil seperti itu, kau tidak lihat dia sudah ketakutan ketika kau tunjuk. Lalu jangan menggunakan nada tinggi ketika berbicara didepan anak-anak, jika kau masih sayang nyawa." Ucap Ling Feng maju selangkah demi selangkah ia menuju Lin kecil yang ketakutan akibat dibentak oleh Qing Lao.
__ADS_1
Ling Feng langsung memangku Lin kecil sembari menepuk-nepuk punggung Lin kecil. "Cup, cup, cup, sudah Lin'er itu tidak apa-apa. Tuan muda ada disamping mu sekarang jadi sudah tidak apa-apa jangan takut lagi." Kata Ling Feng berusaha menenangkan Lin kecil yang bergetar ketakutan.
Kedua kakak dan adik Qing tidak bisa bergerak bahkan tubuh mereka sudah bergetar ketakutan setengah mati. Terutama Qing Lao, ia benar-benar merasa bahwa kematiannya sudah dekat, bahkan kilas balik dirinya sendiri terlihat saat itu.
"Sepertinya ada yang membuat dirimu marah." Ucap seseorang dengan langkah santai. Ling Feng yang mendengar itu memilih mengabaikannya dan terus menerus menenangkan Lin kecil.
Long Tian yang tidak mendapatkan jawaban dari Feng'er lantas menengok kebawah lalu ia berjongkok dan berkata, "Bocah apa yang kau lakukan sampai-sampai membuat tuan muda kami marah?" Tanya Long Tian kepada Qing Lao yang bertekuk lutut.
"Dan nona Qing seharusnya kau tempramen tuan muda ku. Walaupun bawaannya santai, ia orangnya tidak segan-segan." Kata Long Tian kepada Qing Xian yang berdiri terdiam mulutnya benar-benar kaku tidak bisa mengatakan apapun.
Kedua kakak adik tersebut benar-benar terdiam tidak berani bergerak sama sekali, bahkan mereka merasakan sesak nafas yang luar biasa sakitnya. Long Tian yang melihat Qing Lao yang pucat seluruh wajahnya, lalu menepuk pundak Ling Feng menenangkan.
"Sudahlah Feng'er bisa-bisa kau membunuh keduanya saat ini juga." Ucap Long Tian menenangkan Ling Feng. Seketika aura membunuh yang luar biasa pekatnya langsung menghilang. Kedua orang tersebut langsung bisa kembali bernafas lega.
Ling Feng tidak mengatakan apa-apa, ia lantas langsung pergi dari ruangan tersebut tanpa berkata apa-apa sama sekali. Ketika ia berjalan keluar ia sempat berpapasan dengan kepala keluarga Qing, namun ia abaikan orang tersebut dan tetap berjalan acuh tak acuh lalu menghilang menggunakan teknik elemen anginnya.
>>>>>> Bersambung
__ADS_1