Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Hal Yang Dinanti-nanti


__ADS_3

3 Tahun Kemudian


Musim semi pun berlalu disana. Pada saat musim semi pohon-pohon pun bermekaran. Seperti itulah biasanya, mekar lalu berguguran, mekar kembali lalu berguguran kembali. Daun-daun pohon kembali mekar dan berguguran sebanyak tiga kali disana.


Di sana, di bawah sebuah pohon terlihat seorang pemuda sedang tenggelam dalam posisi lotusnya dengan aura alam yang sangat kuat mengitari seluruh tubuhnya. Wajah tenang nya dengan rahang yang tegas penampilan nya benar-benar sangat sempurna.


Bentuk tubuhnya yang tidak terlalu kurus dan tidak terlalu besar membuatnya sangat serasi dengan wajah tampannya. Rambut hitam panjang tebal dan lurus Membuat semuanya menjadi sangat sempurna.


Krakkkkkkkkkk


Krakkkkkkkkkk


Booooommmm


Booooommmm



"Akhir nya naik tingkat juga, tapi kenapa tidak datang ya…" Gumam Pemuda tersebut lalu membuka kedua matanya menatap telapak tangannya dan mengeratkan genggaman nya. Kemudian indra pendengaran nya menangkap suara yang mendekat.


Prok…Prok…Prok


"Ranah Saint bintang 1, Tulang Naga tingkat menengah. Bocah tengil sepertinya kau sudah semakin kuat ya, bagaimana kita latih tanding lagi." Kata sosok manusia berambut putih yang tidak lain adalah Tua Tao. Penampilan nya setelah tiga tahun berlalu tidak banyak yang berubah.


"Hehhhhh…Kau yakin berkata seperti itu…Aku berbeda dengan tiga tahun yang lalu loh, dan tentunya aku tidak menahan diri walaupun kau guruku." Kata Sosok pemuda tersebut yang tidak lain adalah Ling Feng yang telah berubah drastis.


"Hehhhhh Sepertinya kau lupa rasanya dipukuli oleh ku ya. Maka guru mu yang tampan ini akan membuat mu Ingat kembali." Kata Tua Tao merenggangkan kedua lengannya tersenyum lebar.


"Oh ya…Jika itu Ling Feng yang dulu mungkin bisa dibilang bola-bola lembut milik mu jika kau sedang kesal, tapi tiga tahun ini aku menahannya dan sudah berbeda dengan yang dulu." Kata Ling Feng tersenyum sinis lalu memasang kuda-kuda.


"Hehhhhh jika itu katamu, lepas semua beban yang selama ini berada di tubuhmu. Kemudian serang aku dengan kekuatan penuh mu. Biarkan ku kalahkan kekuatan penuh mu dengan kekuatan guru mu yang tampan ini." Kata Tua Tao. Ling Feng yang mendengar itu terkekeh.


"Seperti biasa wajah menjengkelkan guru itu benar-benar sangat membuat ku ingin memukulnya, dan kesempatan itu akhirnya telah datang saat ini. Maka jangan menyesal ya guru." Kata Ling Feng terkekeh sinis dan membuka seluruh pemberat yang berada di anggota tubuh dan tubuhnya.

__ADS_1


"Jika salah satu diantara kita tidak dalam kekuatan penuh, semuanya jadi tidak menarik kan." Kata Tua Tao terkekeh.


Hembusan angin dan daun-daun yang tersisa setelah berguguran pun terbang diantara kedua orang tersebut. Kedua orang yang sama-sama mencetak senyum licik di wajahnya. Tua Tao mengangkat sebelah tangannya lalu memberi isyarat kepada Ling Feng untuk maju terlebih dahulu.


"Hehhhhh jika itu mau mu…" Ling Feng langsung menghilang dari pandangan Tua Tao. "Bocah itu benar-benar berkembang sangat pesat melebihi ekspektasi ku." Batin Tua Tao tersenyum lebar sembari melirik-lirik mencari keberadaan Ling Feng.


"Bawah." Gumam Tua Tao langsung melompat mundur satu langkah.


Booooommmm


"Bocah tengil. Sepertinya kau harus lebih banyak belajar lagi jika ingin menyerang diriku diam-diam." Kata Tua Tao dengan nada meremehkan. "Siapa bilang aku berniat untuk menyerang dirimu diam-diam Orang Tua bau tanah." Balas Ling Feng langsung memutar tubuhnya cepat dan menendang Tua Tao dari samping.


Banggggg


"Kena Kau orang Tua." Kekeh Ling Feng dengan sinis. Sementara itu Tua Tao berdecak kesal, "Bocah sia*an." Gumam kesal dan ia pun melesat terkena tendangan Ling Feng.


Swusssshhhh


Krakkkkkkkkkk


Booooommmm


Banggggg


Bammmmmm


Bughhkkkkkk


Bughhkkkkkk


Adu serangan dengan kecepatan tingkat tinggi, jual beli tinju yang tidak bisa diikuti dengan mata telanjang, benar-benar pertarungan tingkat tanah tertinggi. "Bocah tengil hanya segini kecepatan yang kau punya?" Kata Tua Tao dengan nada remeh melancarkan tinju demi tinju.


"Berisik Orang Tua tengik. Kau itu seharusnya banyak beramal daripada banyak tingkah." Kata Ling Feng menahan seluruh serangan Tua Tao dan melancarkan serangan balik dengan kecepatan yang melebihi Tua Tao.

__ADS_1


Tua Tao yang melihat serangan Ling Feng Mengeratkan giginya. "Bocah tengik ini…gumam nya sembari menahan serangan demi serangan yang Ling Feng lancarkan. "Hehehehe sepertinya aku yang menang guru." Kata Ling Feng dan kembali berhasil mengecoh Tua Tao dan melancarkan tinju ke arah dadanya. Akan tetapi…


Shreeeetttt


"Menghilang?!" Batin Ling Feng terkejut melihat hal tersebut. "Bocah kau cukup handal juga. Sampai-sampai memaksa ku menggunakan itu." Bisik Tua Tao yang berada di belakang Ling Feng saat ini.


"Ughhkkk aku lupa soal itu yang ia miliki." Batin Ling Feng memutar tubuhnya sembari melakukan sikut ke arah Tua Tao.


Banggggg


"Guru kau curang. Masa menggunakan elemen ruang?!" Protes Ling Feng. Tua Tao terkekeh dan berkata dengan santai, "Hei peraturan nya tidak menyebutkan melarang menggunakan elemen ruang kan." Kata Tua Tao tanpa beban.


"Cihhhhh." Ling Feng berdecak kesal lalu menghempaskan Tua Tao serta menjaga jarak. Ling Feng juga mengeluarkan kedua pedang andalan nya. "Hei bocah. Kau juga curang…Bukankah ini hanya latih tanding biasa saja? kenapa harus menggunakan kedua pedang sia*an itu?!" Tua Tao gantian protes.


"Aku tidak ingin mendengar keluhan dari orang yang berbuat curang." Kata Ling Feng maju melesat dengan kedua Pedang nya. "Lagipula guru yang bilang sendiri untuk tidak tanggung-tanggung bukan." Kata Ling Feng sembari terkekeh.


"Bocah sia*an…" Decak Tua Tao menggunakan berniat menggunakan elemen ruangnya kembali, namun Ling Feng langsung mencegahnya. "Tidak akan semudah itu tentunya guru." Ling Feng mengalirkan qi ke pedang hitamnya lalu menebaskan ke arah Tua Tao.


Shringgggggg


Tebasan pedang pun melesat dan langsung memotong elemen ruang Tua Tao. "Kali ini kau tidak bisa lari guru…Teknik Gabungan: Ledakan Dua Elemen." Kata Ling Feng menggunakan kekuatan elemen Es dan Api yang kuat secara bersamaan.


**Swusssshhhh


Crassssshhh**


Booooommmm


"Ughhkkk gawat Sepertinya aku berlebihan. Guru kau masih hidup, kan." Teriak Ling Feng ke arah kepulan asap yang sangat padat. Tapi, tidak ada jawaban sama sekali. "Orang Tua itu tidak menjawabnya jangan bilang…" Perkataan Ling Feng terhenti.


Banggggg


"Murid tidak tau di untung…Berani-beraninya menyumpahi guru mu sendiri." Kata sosok Tua Tao yang muncul dari belakang Ling Feng dan langsung memukul kepala nya.

__ADS_1


>>>>>> Bersambung


__ADS_2