
"D-darimana tuan muda bisa mendapatkan bibit-bibit muda yang seperti ini. Walaupun mereka masih anak-anak tapi melihat dari tatapannya saja aku sudah tau. Mereka sangat setia kepada tuan muda." Batin Pang Lang kagum. Ia tidak menyangka bahwa akan melihat ketakjuban itu pada sekelompok anak berumur sepuluh tahun kurang.
"Aku senang mendengarnya jika kalian termotivasi seperti itu. Lakukanlah yang terbaik jika itu memang pilihan kalian." Ucap Ling Feng disertai senyuman tulus diwajahnya. Sekelompok anak-anak tersebut menganggukkan kepalanya dengan tegas dan berkata serempak. "Dimengerti tuan muda." Jawab mereka serempak. Ling Feng menganggukkan kepalanya lalu berkata kembali.
"Jadi apakah kalian ingin ikut dengan ku ke dunia luar?" Ucap Ling Feng seraya membuka portal menuju dunia luar. Sekelompok anak-anak tersebut saling pandang hingga Xiao sebagai yang tertua mewakili berbicara. "Kami semua sudah berjanji dan bertekad bahwa tidak akan keluar dari dunia jiwa jika ranah kultivasi kami masih rendah." Kata Xiao dengan tegas anak-anak yang lainnya pun menganggukan kepalanya membenarkan.
Ling Feng menghela nafas sembari tersenyum lantas ia berkata, "Baiklah jika itu keinginan kalian semua maka aku akan menghormatinya." Kata Ling Feng ia lalu mengalihkan pandangannya kepada Pang Lang lalu berkata, "Aku titipkan mereka kepada paman." Kata Ling Feng sembari menepuk-nepuk pundak Pang Lang.
Pang Lang menganggukkan kepalanya berkata, "Tenang saja tuan muda akan kulakukan semampu ku dan mencapai hasil terbaik sesuai ekspektasi anda." Kata Pang Lang. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.
Lin kecil lantas menatap teman-temannya yang memilih untuk berdiam di dunia jiwa saja. Melihat Lin kecil yang murung Xiao mendekatinya dan berkata. "Kenapa Lin'er bukankah seharusnya kau senang karena kau bisa melihat dunia luar lagi." Tanya Xiao ia sebenarnya mengetahui mengapa Lin kecil menjadi seperti itu.
"Kau tidak perlu khawatir dengan kami disini dan pergilah." Ucap Xiao mengelus-elus puncak kepala Lin kecil. Anak-anak yang lainnya pun ikut-ikutan berkata juga.
"Ya Lin'er. Apa yang dikatakan Kakak Xiao itu benar. Kau tenang saja di dunia luar, asal jika sudah kembali kami titip jajanan yang banyak ya." Kata salah satu anak laki-laki terkekeh dengan gaya berandal nya.
__ADS_1
"Ya Lin'er. Pergilah dengan tuan muda, lalu ketika kau kembali kami semua pasti akan menjadi lebih kuat nantinya. Oleh karena itu kau tidak perlu mengkhawatirkan hal yang tidak perlu." Kata anak kecil lainnya menenangkan Lin kecil.
Lin kecil yang mendengar itu malah semakin berkaca-kaca ketika mendengarnya. Namun ia tahan sekuat yang ia bisa dan berkata, "Baiklah Lin'er pasti akan membawakan banyak oleh-oleh dan jajanan-jajanan yang enak nantinya untuk kakak-kakak." Kata Lin kecil dengan suara serak. Sembilan bocah termasuk Xiao yang mendengar terkekeh ketika Lin kecil berkata seperti itu.
Ling Feng dan Pang Lang tersenyum mendengar hal itu. Setelah berbincang-bincang cukup lama, Lin kecil pun berlari-lari kecil mendekati Ling Feng. Ling Feng dengan sigap langsung memangku Lin kecil. "Baiklah aku kembali dulu. Jika urusan didunia luar telah selesai aku akan kembali lagi." Ucap Ling Feng.
Lin kecil pun melambai-lambai tangannya sembari berkata, "Dadah kakak-kakak sampai Lin'er kembali jangan mati dulu ya!" Teriak Lin kecil. Sembilan anak kecil tersebut hanya bisa tersenyum pahit Lin kecil berteriak seperti itu. "Lalu paman Lang jangan bunuh saudara-saudara ku dulu. Tunggu sampai mereka mencicipi enaknya jajanan baru boleh." Ucap Lin kecil pada Pang Lang. Pang Lang yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya saja mengiyakan agar tidak rumit.
Sekali lagi sembilan anak kecil tersebut ingin sekali memukuli Si bungsu itu, walaupun ia berkata dengan nada sedih. Akan tetapi perkataannya tidak membuat sedih sama sekali. Ling Feng terkekeh ketika mendengar hal itu. Lalu dalam sekejap ia telah keluar dari dunia jiwa dan kembali ke tempat asal.
Portal pun tertutup. Pang Lang lalu membalikkan badannya menghadap ke sembilan anak tersebut dan berkata, "Baiklah kita mulai sesi latihan membuat kalian menjadi yang tidak terkalahkan." Ucap Pang Lang. Sembilan anak kecil termasuk Xiao menelan salivanya kasar. Walaupun mereka tau pelatihannya akan berat, namun mereka tetap bertekad untuk menjalaninya.
Ling Feng lalu keluar dari gang tersebut dan Lin kecil memandang seluruhnya dengan mata berbinar-binar. Ling Feng yang melihat reaksi Lin kecil yang seperti itu terkekeh kecil terutama ketika ia melihat kios salah satu jajanan disana.
"Tuan muda, tuan muda, tuan muda." Panggil Lin kecil cepat dengan mata berbinar-binar. Ling Feng mengikuti arah pandangan Lin kecil kepada salah satu kios jajanan minuman. Namun itu bukan hanya minuman saja didalam minuman tersebut ada sebuah benda berkilau didalamnya.
__ADS_1
Lin kecil yang melihat itu matanya tidak bisa berhenti untuk menatap itu. "Lin'er ingin jajanan itu?" Tanya Ling Feng tertawa lagi Melihat reaksi Lin kecil yang sungguh menarik dimatanya. "Iya tuan muda. Lin'er ingin mencoba minuman itu dan benda berkilau-kilau yang berada didalamnya." Lin'er sudah tidak kuasa lagi bersikap tenang. Ia sungguh sudah lupa dan hanya memikirkan tentang jajanan saja saat ini.
Tuan tolong minuman berwarna merah dan permennya yang warna hijau satu gelas besar." Kata Ling Feng kepada sang penjual minuman tersebut. Mendengar pesanan Ling Feng, penjual tersebut langsung bergegas membuatkan pesanan Ling Feng. Sementara Lin kecil sudah tidak sabar melihat proses pembuatan minuman tersebut yang menurutnya sangat lama.
"Ini tuan muda pesanannya semuanya jadi lima koin perunggu." Kata penjual minuman tersebut sembari memberikan minuman yang Ling Feng pesan. Ling Feng lantas mengambil minuman tersebut serta memberikan satu koin emas kepada sang penjual.
Terkejut itu yang dirasakan penjual minuman itu. Ia awalnya ingin berkata, namun langsung dipotong oleh Ling Feng. "Ambil saja kembaliannya." Kata Ling Feng sebelum penjual minuman itu berkata.
"Ini dia minumannya putri kecil." Ucap Ling Feng sembari memberikan minuman berwarna merah dengan permen berwarna hijau terang didalamnya. Lin kecil sekali lagi berbinar kedua matanya. Ia layaknya mendapatkan harta Karun yang sangat berharga saat ini.
"Wah…Didalam minumannya terdapat bintang yang bersinar-sinar tuan muda." Kata Lin kecil yang kelewat senang. Ling Feng tersenyum senang melihat itu ia lantas meminta Lin kecil untuk meminum tersebut.
Lin kecil lalu meneguk minuman itu satu tegukan atas permintaan Ling Feng. Ketika ia meminum itu awalnya terdiam sebentar, Ling Feng pun sedikit heran dengan reaksi Lin kecil. Bahkan ia mengira bahwa Lin kecil tidak menyukai minuman itu, tapi reaksi tidak terduga muncul kemudian.
"Wah…Minumannya sangat enak tuan muda. Walaupun awalnya ketika meminumnya sedikit terasa geli menyakitkan, namun setelahnya sangat menyegarkan dan enak sekali tuan muda." Ucap Lin kecil mendeskripsikan rasa dari minuman tersebut.
__ADS_1
Ling Feng tertawa renyah kali ini. Ia sudah tidak bisa tahan melihat ekspresi Lin kecil yang beragam saking lucunya. Bahkan Ling Feng dan Lin kecil kini sudah menjadi pusat perhatian disana, dikarenakan tawa renyah yang memikat dan seorang anak kecil yang manis dan menggemaskan.
>>>>> Bersambung