Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Pemanasan Serasa Pertarungan (2)


__ADS_3

Tengah hari kemudian


"Benar-benar sangat berantakan sekali." Gumam Pang Lang melihat Padang rumput yang awalnya berwarna hijau, kini sudah dipenuhi retakan dan juga kawah dimana-mana. "Ya setidaknya itu sangat menghibur lah." Timpal To Mu disebelah Pang Lang.


Pang Lang mengepalkan tangannya ketika melihat pertarungan antara Ling Feng dan Long Tian. Ia merasa kecil dan yakin bisa mati kapan saja jika melawan orang yang seperti keduanya. To Mu yang menyadari tatapan gelisah yang terpancarkan dari Pang Lang hanya meliriknya saja, tidak berniat untuk mengatakan apapun. Ia sedang menunggu sikap apa yang akan diambil oleh Pang Lang setelah melihat pertarungan keduanya.


"Diantara semuanya, akulah yang terlemah saat ini." Batin Pang Lang mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia merasa sangat gelisah tentunya ketika melihat pertarungan tersebut. Ia sangat merasakan betapa lemah dirinya itu. "Aku tidak ingin menjadi beban bagi semuanya dan tuan muda. Aku ingin berguna untuk tuan muda, tidak ada gunanya mengeluh tentang betapa lemahnya diriku. Menjadi kuat adalah jalannya." Batin Pang Lang mengepalkan tangannya menyakinkan dirinya.


To Mu yang memperhatikan raut wajah Pang Lang yang sudah tidak gelisah bahkan terlihat bersemangat. Menghela nafas. "Sepertinya aku tidak perlu khawatir." Batin To Mu kembali mengalihkan pandangannya ke Ling Feng dan Long Tian.


Ling Feng dan Long Tian benar-benar sangat bersemangat. Terlihat dari raut wajah keduanya saja. Ling Feng sudah menggunakan kedua pedangnya sedangkan Long Tian masih menggunakan tinjunya. Namun, walaupun seperti itu, Ling Feng lah yang tertekan saat ini.


Booooommmm


"Ughhkkk…Belum menggunakan senjatanya saja sudah sekuat ini. Apalagi ia menggunakannya nanti." Batin Ling Feng batuk darah karena menahan serangan tinju Long Tian. "Oioioi Feng'er aku masih belum selesai jangan membatin yang tidak perlu." Kata Long Tian langsung muncul dengan cepat di sisinya dan melayangkan tinjunya lagi ke arah tulang rusuk kanan tubuh Ling Feng.


Ling Feng terbang menebus kebawah tanah. Long Tian pun menunggu kepulan debu tempat Ling Feng menebus tanah pun menghilang, akan tetapi sesuatu tidak terduga terjadi. Ling Feng tiba-tiba muncul dibawah pijakan Long Tian dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti membuat Long Tian tidak sempat bereaksi dan tinju Ling Feng pun meluncur mulus mengenai dagu Long Tian.


Membuat Long Tian langsung terbang melesat ke udara. Tidak hanya di situ saja, Ling Feng langsung mengejar Long Tian sembari melancarkan beberapa tebasan pedang ke arahnya.


Swusssshhhh

__ADS_1


Swusssshhhh


"Teknik Halilintar Langit: Tebasan Tanpa batas."


"Teknik Pedang Yin Yang: Pedang Yin Kehampaan."


Ling Feng melancarkan dua teknik pedang secara beruntun. Long Tian tidak bisa melihat teknik tersebut, karena masih tertekan dengan tinju yang dilancarkan oleh Ling Feng tepat mengenai dagunya. Alhasil teknik berpedang Ling Feng pun mengenai telak dirinya.


Crassssshhh


Crassssshhh


Tebasan garis lurus terukir tepat di dada Long Tian serta bercak darah yang keluar akibat dari tebasan Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu masih belum selesai, ia lalu meletakkan pedang hitamnya dibawah kakinya lalu sedikit menjongkok kan tubuhnya kemudian mendorongnya dan terbang tepat didepan Long Tian.


Booooommmmmmmmmm


Kawah yang sangat dalam tercipta sangat besar menimbun kawah yang beberapa waktu lalu tercipta disana. Ling Feng yang masih di udara pun melesat turun dan mendarat dengan sangat mulus disana. Ling Feng terengah-engah. Begitu pula dengan Long Tian yang juga terengah-engah.


"Bagaimana Feng'er? Apakah sudah merasa nyaman lagi." Kata Long Tian yang tergeletak disana sembari tersenyum mengalihkan pandangannya ke Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu terkejut bukan main, karena ia tidak menyangka bahwa Long Tian menyadarinya.


"Ya paman aku sudah merasa sangat nyaman sekarang. Terima kasih." Jawab Ling Feng tersenyum juga. Ia lantas mengulurkan tangannya kepada Long Tian dan Long Tian menyambut uluran tangan Ling Feng. "Sebenarnya aku tidak mengetahui alasan yang membuat mu sangat kesal." Kata Long Tian yang tiba-tiba. "Akan tetapi, aku bisa mengetahui itu dari tinju pertama yang kau layangkan kepadaku. Emosi tercetak sangat jelas dalam tinju mu itu. Oleh karena itu pula, aku bisa mengetahuinya." Kata Long Tian lalu tersenyum.

__ADS_1


Ling Feng yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Namun, di satu sisi ia juga merasa sangat senang walaupun Long Tian terkadang suka menjengkelkan, Long Tian jugalah orang yang sangat mengenal dirinya.


"Ehhhhh…Kau sudah selesai Feng'er? Cihhhhh seharusnya kau buat dia babak belur sedikit lagi. Segini sih masih belum apa-apa baginya." Kata To Mu menggerutu. Ling Feng yang mendengar itu tertawa sedangkan Long Tian langsung menatap tajam To Mu. "Heii, bisa-bisanya kau berkata seperti itu kepada kakakmu ini." Kata Long Tian tidak terima.


To Mu yang mendengar itu hanya berdecak saja tidak ingin menanggapinya. Pang Lang yang melihat itu sudah tidak asing lalu menenangkan Long Tian untuk tidak terlalu diambil hati. Ling Feng pun mendudukkan Long Tian disana lalu mulai mengalirkan qi miliknya menyembuhkan Long Tian.


"Luka-luka mu sudah sembuh paman. Padahal awalnya aku mengira paman sudah cukup babak belur, ternyata hanya tebasan pedang terakhir ku saja yang mampu membuat mu terluka." Kata Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu langsung meninggikan dagunya. "Hehhhhh ras naga itu terkenal akan kekerasan tubuhnya. Dengan dirimu yang sekarang tidak akan mampu untuk melukai ku kecuali dengan tebasan pedang dari teknik berpedang Yin Yang. Tentunya juga dengan menggunakan kedua pedang tersebut." Kata Long Tian bangga.


"Sejak dahulu aku penasaran. Memangnya sekuat apa kedua pedang ini? dan kenapa pedang sekuat ini memilih ku? Lalu aku penasaran dengan identitas sebenarnya pemilik sebelumnya kedua pedang ini?" Tanya Ling Feng. To Mu dan Long Tian langsung terdiam membisu suasana sempat menjadi hening.


Sampai Long Tian berkata dengan nada serius. "Kau yang sekarang masih belum bisa mengetahuinya Feng'er. Setidaknya jika ranah mu sudah mencapai Saint aku akan memberikan sedikit informasi tentang rasa penasaran mu itu." Kata Long Tian dengan nada serius.


Ling Feng yang mendengar itu kembali menghela nafas. Setidaknya ia mempunyai setitik harapan untuk memuaskan rasa penasarannya tersebut. Sebelumnya Long Tian hanya berkata, bahwa ia harus kuat jika ingin mengetahuinya.


"Baiklah sekarang kita kembali ke kota. Setelah bertarung berjam-jam lamanya…Seluruh energi ku hilang semua dan jadi lapar." Kata Long Tian dengan tinggi. Ketiga orang tersebut yang melihat perubahan sikap Long Tian yang sangat cepat sungguh takjub sekali.


"Dulunya ia naga yang pendiam jika kalian tau." Kata To Mu diperjalanan. Pang Lang yang mendengar itu langsung menimpalinya. "Benarkah itu kakak kedua." Kata Pang Lang tidak percaya. To Mu menganggukan kepalanya membenarkan, tapi Long Tian dengan cepat membantah itu. "Jangan dengarkan dia adik keempat. Orang ini cuma asal kata saja." Kata Long Tian.


Ling Feng pun ikut menimpali. "Tidak hal itu benar adanya. Aku sempat membaca pikiran Paman Tian kala itu. Ia pernah termenung dengan sikap nya yang berubah drastis kala itu." Kata Ling Feng memperkuat argumen To Mu.


"Ehhhhh aku jadi penasaran bagaimana sifat kakak pertama jika memang berbeda." Kata Pang Lang penasaran. "Yang pasti ia yang sekarang benar-benar sangat menyebalkan." Jawab To Mu tanpa beban. Membuat Ling Feng dan Pang Lang tertawa mendengarnya. Dan Long Tian yang menatap kesal To Mu.

__ADS_1


>>>>> Bersambung


__ADS_2