Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Berakhirnya Turnamen Hari Kedua


__ADS_3

Jdaarrrr


Jdaarrrr


>>>>>>______


Selang beberapa menit kemudian, getaran pada arena pertandingan kembali seperti semula. Hening sesaat setelah getaran tersebut. Para penonton tanpa menyadarinya sama sekali menahan nafasnya masing-masing, hanya ada satu pertanyaan yang sama di benak mereka semua.


“Siapa yang menang?” Pertanyaan sama yang berada di dalam benak pikiran mereka masing-masing. Asap tebal yang mengelilingi arena pun perlahan mulai menghilang. Terlihat seorang Qing Xian masih berdiri, walaupun terlihat sedikit acak-acakkan, karena pakaian yang yang menutupi lengannya telah rusak, mengekspos kulit putih mulusnya.


“Perwakilan kekaisaran Wu tidak sadarkan diri. Pemenangnya perwakilan dari kekaisaran Wei! Pertandingan kali ini juga merupakan penutup untuk turnamen empat benua di hari kedua, dan akan dilanjutkan kembali ke esokan harinya, dengan final Perwakilan dari Kekaisaran Han, Bing Jiao. Akan melawan perwakilan dari kekaisaran Wei, Qing Xian.” Teriak sang wasit setelah mengecek kondisi Fang Yin yang tergeletak tidak sadarkan diri di hadapan Qing Xian. Para penonton pun langsung bersorak sorai, tepat sang wasit membuat pernyataan.


>>>>>>______


Tempat Sisi Ling Feng


“Tepat seperti yang dikatakan tuan muda. Nona Qing Xian benar-benar memenangkan pertandingannya.” Kata Ren Hu yang baru saja tiba, sesaat di panggil oleh Ling Feng.

__ADS_1


“Wah aku tidak menyangkanya sama sekali. Pertandingan final esok hari sepertinya akan sangat menarik dan menyenangkan untuk dilihat. Tidak boleh di lewatkan sama sekali ini.” Timpal To Mu seraya terkekeh pelan. Bing Jiao yang berada di sebelahnya mengangkat sedikit alisnya, mendadak penasaran dengan maksud perkataan To Mu. Sementara Ling Feng hanya bisa tersenyum masam menanggapi perkataan To Mu, karena dirinya mengerti dengan maksud perkataan To Mu.


“Ayo kembali paman. Kita bicarakan terlebih dahulu tentang rencana yang akan dilakukan esok hari.” Kata Ling Feng mengalihkan topik pembicaraan nya lalu pergi dari sana. To Mu yang melihat sikap dari Ling Feng terkekeh puas, sedangkan Ren Hu memiringkan kepalanya, benar-benar tidak mengerti sama sekali dengan apa yang keduanya bicarakan saat ini.


>>>>>>______


Tempat VIP


“Hehehe... Sepertinya aku memenangkan pertaruhan ini tetua.” Ujar Tetua sekte lembah neraka terlihat senyum sumringah, merasa sangat bahagia. Sementara itu, Tetua dari Sekte Gadis Suci hanya bisa memasang wajah tidak puas melemparkan sebuah cincin kepadanya, lalu berkata, “Ya peraturan tetap pertaruran. Aku akan menempati janjiku.” Kata Tetua sekte gadis suci melemparkan sebuah cincin ruang kepada sekte lembah neraka.


Tetua sekte lembah neraka menangkap cincin ruanga itu lalu langsung menyimpan nya di cincin ruang miliknya. Sementara para tetua yang lainnya hanya bisa menggeleng kan kepala nya masing-masing merespon sikap dari kedua tetua tersebut.


>>>>>>______


“Kakak Xian, kakak xian. Kakak sangat hebat sekali. Aku tidak menyangka kakak mempunyai teknik pedang yang sama dengan kakak Feng. Itu benar-benar terlihat keren.” Kata Lin kecil menyambut Qing Xian seraya memberikan sebuah jubah kepadanya, karena pakaiannya yang memang telah rusak.


“Terima kasih. Teknik pedang ini memang di ajarkan olehnya waktu kemarin, dan kakak berhasil menyesuaikan nya dengan gaya yang kakak miliki.” Kata Qing Xian. “Ohhh ternyata begitu, pantas saja kakak pergi sangat lama.” Timpal Lin kecil ber oh ria.

__ADS_1


Qing Xian tersenyum tipis di balik wajahnya lalu mengacak-cak rambut dari gadis kecil dihadapannya itu. Baru kemudian instingnya merasakan ada seseorang yang sedang menatap intens dirinya, Qing Xian pun refleks langsung berbalik dan kedua matanya langsung berhadapan dengan tatapan tersebut. Terlihat Bing Jiao melayangkan tatapan dalam diam, sebelum akhirnya ia beranjak dari tempat duduknya pergi keluar dari arena pertandingan.


Lin kecil yang melihat Qing Xian mengalihkan pandangannya, sontak merasa penasaran dan mengikuti arah pandangannya. Sampai beberapa detik kemudian, Qing Xian pun berkata, “Kita kembali Lin’er.” Kata Qing Xian yang langsung diangguki oleh Lin kecil.


Begitulah akhri dari turnamen empat benua hari kedua. Terlihat banyak para penonton yang sedang berbincang-bincang dengan topik tentang babak final esok hari. Bahkan tidak tanggung-tanggung, banyak perjudian yang sudah di mulai di setiap-setiap kedai makanan yang ada.


>>>>>>______


Salah Satu Stand Makanan di jalanan kota


“Tidak kusangka sama sekali. Sepertinya takdir memang selalu mempertemukan kita di tempat yang tidak terduga sama sekali ya Nona Qing Xian.” Ucap Bing Jiao dengan nada yang anggun seraya terkekeh pelan.


“Aku pun tidak menyangka sama sekali kita akan bertemu di sini Nona Bing Jiao.” Timpal Qing Xian hampir sama seperti Bing Jiao. Meresponnya dengan anggun dan sebuah senyuman tipis di balik cadarnya, membuat keduanya matanya berbentuk bulan sabit.


“Ya aku rasa tidak buruk juga bertemu sebelum final esok hari. Mau jalan-jalan sebentar?” Kata Bing Jiao.


“Dengan senang hati.” Jawab Qing Xian tanpa ragu sama sekali.

__ADS_1


>>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2