
Jendral kota melesat cepat ke arah Lu Sii, akan tetapi sayang. Aura yang sangat pekat dan menekan keluar dari Lu Sii. Bukan hanya itu saja, bahkan ranahnya pun ikut melonjak naik dengan cepat bersamaan dengan aura kuat yang terpancar darinya. Jendral kota langsung terhempas kebelakang terkena pancaran aura kuat dari Lu Sii.
“Ini dia! Ini dia! Ini dia! Hahaha......!!” Teriak Lu Sii di iringin dengan pancaran aura yang sangat kuat keluar dari tubuhnya.
Swossssshhhh
“Ughhkk... Ini sepertinya benar-benar menjadi gawat.” Gumam jendral kota bangkit menatap jengkel ke arah Lu Sii yang diselimuti oleh aura hitam pekat. “Kekeke... Mari kita mulai ronde selanjutnya.” Ucap Lu Sii terkekeh mengerikan, tampil dengan penampilan yang berbeda dibandingkan dengan yang sebelumnya.
>>>>>_____
Lu Sii menyeringai menatap jendral kota, yang mana ia juga menatapnya seraya menggertakan giginya.
“Ia datang.” Batin jendral kota yang melihat Lu Sii mengambil langkah duluan untuk menyerang. Namun, hal yang di lakukan Lu Sii kemudian, benar-benar membuat jendral kota terkejut bukan main.
“Kau melihat ke mana, aku berada di sisi mu orang tua.” Ucap Lu Sii dengan nada mengejek. Dalam sekejap, Lu Sii sudah berpindah tepat di sisi jendral kota. Jendral kota membelalakkan kedua matanya terkejut bukan main. “Sangat Cepat.” Batin jendral kota yang terkejut berusaha untuk mengangkat kedua tangannya, namun sebelum kedua tangannya naik, Lu Sii dengan gerakan yang sangat cepat, langsung melesatkan pukulan telak di bagian perut jendral kota.
Baaaammmm
“Kughhhkk!?” Jendral Kota yang langsung batuk darah ketika terkena pukulan Lu Sii. Tidak sampai di situ saja, Lu Sii menyeringai dan mendorong tinjunya, menghempaskan jendral kota jauh ke belakang.
Swossshhhh... Booommmm...
“Uhukkk... Uhukkk... Kekuatan pukulannya... Bukan hanya penampilannya saja yang berubah drastis. Qi gelap yang terpancari dari tubuhnya juga berbeda dengan yang sebelumnya.” Gumam Jendral kota terbatuk-batuk seraya menyeka darah yang keluar di sisi mulutnya. “Kekeke... Kenapa kau malah melamun di situ, aku masih belum selesai loh.” Ucap Lu Sii yang tiba-tiba muncul di hadapan jendral kota. Tanpa pikir panjang, jendral kota langsung bereaksi cepat menghindar ke belakang.
__ADS_1
Booooommmm
“Hohhhh... Kau bisa menghindari nya, tapi hasilnya tetap saja... Kecepatan mu tidak ada apa-apanya di hadapan ku.” Ucap Lu Sii yang kembali melesat, kali ini dengan pedang yang terhunus ke depan. “Cihhh... Sial.” Umpat pelan jendral kota.
“Kekeke... Teknik Pedang Iblis Gerakan Kedua: Kegelapan Tanpa Ujung.” Ucapnya dan seketika sesuatu yang gelap keluar dari bayangan nya. Bayangan gelap itu awalnya berbentuk bulat, namun ketika Lu Sii merentangkan tangannya, seketika bola hitam itu berubah menjadi bagian-bagian terkecil berkumpul di sekeliling Lu Sii. “Kekeke... Terima ini!” Teriak Lu Sii seraya menggerakan bagian-bagian kecil hitam tersebut melesat cepat ke arah jendral kota.
Sheattttt
Sheattttt
Sheattttt
“Kughhkkk... Teknik Pedang Air Gerakan Ketiga: Badai Ombak Raksasa.” Ucap jendrall kota menggunakan seni berpedang yang sama. Ia kembali mengeluarkan ombak besar melawan bayangan hitam kecil yang di lancarkan oleh Lu Sii.
Swosssssshhhhh... Swossssshhhh...
Serangan milik Lu Sii pun melesat cepat tak tertahan kan menuju ke arah jendral kota dan mengenai dirinya telak. “Kughhkkk... Akhhhhh...!” Teriak Jendral kota terkena serangan telak. Ia langsung bertekuk lutut disertai batuk darah kembali, karena saat ini ia benar-benar terkena serangan fatal dari Lu Sii. “Kughhk...! Perbedaan... Kami berdua... Benar-benar sangat jauh... Uhukkk... Uhukkk...” Ucap pelan jendral kota detik kemudian tergeletak jatuh berbaring.
Serangan yang di berikan oleh Lu Sii tadi, benar-benar sangat kuat sampai-sampai membuat tubuhnya berbaring kaku.
“Apa ini... Apakah hanya segini saja kekuatan dari jendral Kota Cheng Du, Jika iya? Benar-benar sangat mengecewakan. Ya kupuji kau, karena berhasil membuat diriku memakai kartu as ku, jadi... Matilah.” Ucap Lu Sii seraya mendekat dengan pedang terangkat ke atas dan langsung mengayunkan nya secara vertikal.
Jendral kota menatap Lu Sii seraya menggertakan giginya, “Sepertinya hanya sampai di sini saja ya aku dapat bertahan. Maafkan aku Tuan Wali Kota, Maafkan aku kakak, sepertinya ini akan menjadi akhir ku.” Batin Jendral kota dengan perasaan menyesal menggertakkan giginya seraya refleks memejamkan kedua matanya.
__ADS_1
Shringgg-
Ctanggggg
“Apa?!” Ucap Jendral kota dan Lu Sii bersamaan. Mereka berdua di kejutkan dengan kehadiran sosok berjubah hitam yang secara tiba-tiba muncul menghalau pedang Lu Sii, dan melakukan gerakan tangan yang rumit menghempaskan pedang dan Lu Sii kebelakang.
Sosok berjubah hitam itu memasang raut wajah acuh tak acuh lalu melirik ke arah jendral kota yang terbaring parah di tanah. “Apakah kau masih bisa bangkit jendral?” Tanya Pang Lang yang merupakan sosok dari orang yang berjubah hitam tersebut. “Ahh iya... Terima kasih.” Ucap Jendral kota menerima uluran tangan dari Pang Lang. Ia bangkit dengan susah payah, bahkan untuk sekedar berdiri saja membutuhkan banyak usaha.
Pang Lang yang melihat keadaan jendral kota yang mengenaskan itu, memberikan nya sebuah pil. “Terima ini. Murnikanlah, itu akan membuat tubuhmu menjadi lebih baik.” Ucap Pang Lang seraya melemparkan sebuah pil kepada jendral kota.
Mendengar itu, jendral kota memeriksa pil tersebut dan terkejut ketika melihat kualitas pil pemulih tersebut. “Pil Roh Tingkat Tinggi?!” Batin jendral kota ketika melihat pil tersebut seakan-akan seperti melihat harta karun. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, dan langsung menelan pil tersebut. Ia lalu mengambil sikap lotus untuk memurnikan pil tersebut.
“Cihhhh... Siapa kau! Kenapa kau menggangu pertarungan kami berdua?!” Kata Lu Sii dengan nada yang terdengar sangat jelas bahwa ia tidak senang. “Hanya ingin saja.” Jawab Pang Lang tanpa beban. Ia melayangkan ke arah Lu Sii dengan tatapan tidak tertarik. Menyadari tatapan tersebut, Lu Sii tentunya merasa terhina. “Aku tidak tahu siapa kau, tapi... Kau tidak akan bisa kembali dengan selamat.” Ucap Lu Sii dengan penekanan di setiap katanya.
“Hehhh... Siapa kau berani berkata seperti itu megenai diriku.” Ucap Pang Lang dengan acuh tak acuh. “Apa?!” Kata yang keluar dari Lu Sii ketika mendengar ucapan Pang Lang. “Kataku, memangnya kau siapa, berani-berani nya berkata seperti itu kepada ku.” Kata Pang Lang dengan nada merendahkan kali ini. “K-kau... Sia*an...” Gumam pelan Lu Sii seraya menggertakkan giginya.
“Aku melakukan hal apapun yang ingin ku lakukan.” Kata Pang Lang lagi. “Kau... Kep*rat...!” Teriak Lu Sii yang melesat cepat dan melakukan hal yang sama seperti kepada jendral kota yaitu, muncul tepat di sisi Pang Lang dalam sekali gerak. “Kekeke... Mati kau manusia sombong!” Teriak Lu Sii seraya mengayunkan pedangnya secara horizontal kepada Pang Lang.
Shringggg
“Mati? Sudah kukatakan... Kau tidak berhak menentukan kehidupan diriku.” Ucap Pang Lang yang secara mengejutkan tiba-tiba berada di belakang Lu Sii. “Tidak mungkin?!” Ucap refleks Lu Sii seraya menoleh ke arah Pang Lang, dan pada saat ia menolehkan kepalanya, sebuah pukulan melesat tepat ke pipi kirinya dan membuatnya terpental ke belakang.
“T-tidak mungkin?! S-sejak kapan ia berada di sana?!” Batin Lu Sii yang terkejut dengan Pang Lang yang secara tiba-tiba berada di belakang dirinya.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.