Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Dalam Perjalanan


__ADS_3

“Kau berisik...! Jangan berdesir seperti itu. Telinga ku jadi sakit ketika mendengarnya.” Ucap Ren Hu yang melesat cepat ke arah beast tersebut seraya melayangkan sebuah pukulan tepat di bagian dada beast itu.


Bughhhhkk


Kiiiiieekkk


Boooommm


“Jangan langsung selesai dulu... Aku masih belum selesai soalnya.” Ucap Ren Hu langsung terjun bebas dengan cepat ke bawah, dimana ia menghempaskan beast tersebut ke tanah.


Boooommm


>>>>>_____


“Wahhh ini sangat lezat tuan muda... Aku tidak menyangka bahwa daging bakar akan menjadi seenak ini hanya dengan di taburi oleh daun-daun yang telah dihaluskan.” Ucap Ren Hu dengan mata yang berbinar memakan daging bakar yang telah di siapkan oleh Ling Feng. Tanpa sadar, Ren Hu makan dengan lahap dan hanya dalam beberapa menit saja, satu porsi daging bakar lenyap dalam sekejap.


Ling Feng yang melihat Ren Hu makan dengan lahap, hanya terkekeh dan berkata, “Begitu, kah... Ya syukurlah jika itu sesuai dengan lidah mu. Kalau begitu makanlah lagi. Toh, semua yang ada di sini sebagian besar juga kau yang dapatkan. ”Ucap Ling Feng. Ren Hu yang mendengar pernyataan Ling Feng, kedua matanya berbinar-binar kembali dan tanpa sungkan, langsung mengambil tusuk daging yang kedua dan memasukkan nya ke dalam mulutnya, menyantapnya dengan lahap.


Berbeda dengan Ren Hu yang semangat, Pang Lang menyantapnya dengan tenang, namun ia juga tidak bisa menyembunyikan raut wajahnya, karena mungkin daging bakar yang dibuat oleh Ling Feng benar-benar sasngat lezat untuk di santap. Ling Feng hanya terkekeh melihat tingkah kedua orang tersebut dan menyantap daging porsinya.


Beberapa jam sebelum nya, dimana Ling Feng dan yang lainnya memutuskan untuk berhenti, sekedar untuk beristirahat sejenak. Tepat ketika memasuki area hutan, Ren Hu dan Pang Lang yang turun tangan langsung untuk membantai habis beast-beast yang mendekat, awalnya Ling Feng juga ingin ikut membantu, namun Ren Hu meminta dirinya untuk memperhatikannya saja. Bukan hanya Ren Hu, Pang Lang pun ikut mengatakan permintaan yang sama dengan Ren Hu. Alhasil Ling Feng mau tak mau mengiyakan permintaan keduanya, karena keduanya sampai memintanya seperti itu.


Beast yang datang pun tidak tanggung-tanggung. Mereka datang secara berkelompok untuk menyerang Ling Feng dan yang lainnya. Akan tetapi, semua itu tidaklah menjadi masalah bagi keduanya, karena dalam sekejap, Pang Lang dan Ren Hu akan langsung menghabisi sekelompok beast yang datang mendekati dirinya.

__ADS_1


Ling Feng dan yang lainnya menerjang maju terus ke depan. Sampai ketiganya pun sampai di suatu tempat, dimana tempat tersebut tidak ada tanda-tanda beast untuk menyerang. Bukan hanya itu saja, bahkan ada mata air yang mengalir di sana, tentunya yang paling aneh adalah, para beast yang tidak menyerang mereka.


Melihat situasi itu, Ling Feng pun memutuskan untuk beristirahat dulu, karena tempat yang mereka datangi kemungkinan besar tidak akan di datangi oleh para beast, tidak, lebih tepatnya para beast tidak akan bisa datang kemari, karena suatu hal.


“Ahhh aku kenyang sekali... Daging bakar yang di buat oleh tuan muda benar-benar sangat enak sekali.”Ucap Ren Hu, sosok yang telah melahap habis lima tusuk daging bakar berturut-turut.


“Bukankah kau makan terlalu banyak? Bahkan tuan muda saja tidak sampai menghabiskan dua porsi, sangat berbeda dengan dirimu.” Ucap Pang Lang menyindir Ren Hu yang makan banyak.


“Kau ini apa sih... Toh, tuan mudanya saja mengizinkan, kenapa malah kau yang tidak senang?” Ren Hu balik menyindir, membalas perkataan yang di lontarkan Pang Lang kepadanya.


"Sudahlah kalian berdua. Kita akan langsung melanjutkan perjalanan kembali, simpan saja perdebatan kalian untuk sekarang.” Ucap Ling Feng yang langsung menegur keduanya dan melerainya. Mendengar itu Pang Lang hanya mengalihkan pandangan nya, Ren Hu pun sama saja, namun ekspresi tidak senang, nampak jelas tercipta di wajahnya.


Ling Feng yang melihat itu, mengehela nafas pedek lalu ia bangkit dari tempat duduknya diikuti dengan Pang Lang dan Ren Hu yang juga ikut bangkit dengan Ren Hu yang memalingkan wajahnya. Ling Feng yang melihat itu tidak banyak hanya bisa tersenyum kecut dan kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Beberapa Jam Kemudian


Shringggg


Shringggg


Shringggg


“Benar-benar tidak ada habisnya ya. Mati satu, datang sekelompok, ya walaupun ranah dari masing-masing beast tidak tinggi sih.” Ucap Ren Hu mengibaskan darah beast yang menempel pada pedangnya.

__ADS_1


“Ya walaupun begitu, kehadiran beast yang tidak ada habis-habisnya, benar-benar cukup menjengkelkan.” Timpal Pang Lang di sisi yang lainnya, juga telah selesai dengan beast yang ia hadapi.


Entah sudah berapa sekian beast-beast yang telah keduanya habisi sejak memasuki area hutan, namun mereka tidak peduli dan tetap maju tanpa khawatir lebih lanjut lagi. Ling Feng yang melihat keduanya pun berkata, “Terima kasih. Kalian berdua sungguh telah bekerja sangat keras. Apakah kita perlu beristirahat lagi? Atau aku juga ikut membantu kalian juga?” Ujar Ling Feng.


“Tenang saja tuan muda. Jika hanya ini, tidak akan menjadi masalah bagiku, oleh karena itu, tunggu saja dan biarkan aku dan Pang Lang yang mengurus hal ini.” Ucap Ren Hu menimpali perkataan Ling Feng, yang diangguki oleh Pang Lang juga.


“Haihhh kalian berdua ini... Baiklah, baiklah, kali ini aku akan menjadi penonton saja.” Ucap Ling Feng yang hanya bisa pasrah mengiyakan perkataan dari Ren Hu dan Pang Lang. Ketiganya pun kembali melesat melanjutkan perjalanan.


Begitulah setengah hari berlalu begitu saja, Pang Lang dan Ren Hu benar-benar sangat bersemangat, ketika membabat habis sekelompok para beast dari masing-masing jenis yang berbeda. Sampai kemudian, secercah cahaya terlihat di hadapan ketiganya, dimana hutan tersebut benar-benar sangat lebat bahkan setelah tengah hari pun, cahaya matahari benar-benar sangat sulit untuk masuk.


Ling Feng yang melihat cahaya matahari samar-samar itu, berasumsi bahwa ia sudah sampai di ujung area hutan yang pertama. Oleh karena itu, mereka bertiga pun melesat cepat dan asumsi tersebut benar saja, bahwa mereka telah berhasil keluar dari area hutan pertama. “Kaghhhh... Hahhhh... Akhrinya keluar juga dari hutan tersebut.” Ucap Ren Hu terkekeh lega.


“Yap kita sampai lebih cepat dari yang kuduga.” Ucap Ling Feng seraya menyapu pandangan mereka, dimana saat ini ketiganya berada di hamparan padang rumput yang luas. “Ya setidaknya... Disini tenang, walaupun begitu panas.” Ucap Ren Hu seraya sedikit mendongakkan kepalanya, memandang matahari yang sedang terik-teriknya.


“Tenang, kah... Kurasa tidak begitu.” Ucap Ling Feng dan bertepatan dengan dirinya berkata seperti itu, guncangan di bawah kaki mereka terasa sangat jelas. Tanpa berkata apa-apa, ketiganya langsung mengindar dari tempat mereka berpijak dan...


Booommmm


Shaaaahhhh


“Ohh ayolah... Tidak hanya di dalam hutan, hamparan padang rumput pun tidak jauh berbeda dengan di dalam hutan rupanya.” Ucap Ren Hu menatap jelek sosok beast yang berupa cancing raksasa dengan mulut yang meraung-raung keras menanggapi nya.


>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2