Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Jia Kecil


__ADS_3

"T-tuan ini…" Kata Wanita tersebut melihat Ling Feng yang memberikan satu keping koin emas. Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya lalu berkata kembali, "Kurangkah…Kalau begitu." Kata Ling Feng mengeluarkan empat keping koin emas dan alhasil menjadi pas lima koin emas.


Wanita tersebut yang melihat Ling Feng memberikan lima koin emas semakin tidak enak dan langsung berkata, "Maksud ku tuan muda terlalu banyak membayar…Harga perkamar kami hanya dua puluh koin perak saja. Saya tidak bisa menerimanya" Jelas wanita tersebut sedikit gugup menjelaskan hendak mengembalikan, namun ditahan oleh Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu, berkata kembali.


"Kalau begitu kami akan menginap dengan jangka yang sesuai dengan harga lima koin emas tersebut bagaimana?" Ling Feng memberikan pilihan lain. Wanita tersebut yang mendengar tidak bisa menolak kembali dan hanya mengiyakan saja. Setelah selesai mengurusi pembayaran, Ling Feng langsung menuju ke kamarnya untuk istirahat begitu juga Long Tian yang masuk ke kamarnya sendiri.


Setelah masuk kedalam kamarnya, Ling Feng menyapu pandangannya ke seluruh ruangan terbaik yang ia pesan. Setelah selesai melihat ia cukup puas dengan kamar terbaik ini.


"Bersih, rapih, penataannya tepat. Cukup nyaman untuk seukuran penginapan kecil." Kata Ling Feng menilai lalu langsung menuju tempat tidur yang cukup besar disana.


"Lebih baik berkultivasi Jarang-jarang bisa mendapatkan ketenangan seperti ini ketika ingin berkultivasi." Gumam Ling Feng langsung mengambil sikap lotus terlebih dahulu. Setelah itu mengatur nafasnya untuk menenangkan hatinya. Baru setelah itu ia mulai menutup matanya berkultivasi. Lalu menggunakan metode kultivasi "melahap energi bintang". Ling Feng sengaja tidak berkultivasi beratapkan langit.


Jika ia berkultivasi beratapkan langit, otomatis energi bintang akan lebih cepat dan mudah ia serap, karena Ling Feng berkultivasi tepat dibawah bintang-bintang dan itu pasti akan membuat kegempaan dan membuat orang-orang menjadi panik. Alhasil ia memilih untuk berkultivasi di kamarnya saja supaya tidak menarik perhatian. Jika menggunakan "metode melahap energi bintang" untuk berkultivasi, tentunya jika tidak langsung beratapkan langit, penyerapan menjadi tidak sempurna. Alhasil menjadi tidak maksimal menyerap energi bintang.


Keesokan harinya

__ADS_1


Pada akhirnya Ling Feng berkultivasi semalaman penuh sampai menunggu bulan menyelesaikan tugasnya. Lalu setelah malam digantikan oleh pagi hari, ia menyudahi kultivasinya beranjak bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Ling Feng keluar dari kamar berniat untuk makan sesuatu dan berencana keluar saat ini. Namun, sebelum melakukan hal itu, Ling Feng menghampiri kamar Long Tian mengetuk pintunya beberapa kali sembari berkata,


Tok…Tok…Tok


"Paman, kau mau ikut aku jalan-jalan tidak sekarang?" Ucap Ling Feng sembari mengetuk-ngetuk pintu kamarnya. Merasa Long Tian tidak menjawabnya, Ling Feng kembali mengetuk pintu tersebut sampai terdengar suara orang bangun tidur dan menjawabnya dengan malas. Siapa lagi kalau bukan Long Tian yang baru bangun dari tidurnya.


"Oh ayolah Feng'er, kau ingin melakukan apa pagi-pagi buta ini." Ucap Long Tian malas menjawab terdengar dari nada bicaranya saja.


"Aku ingin jalan-jalan. Paman ingin ikut tidak?" Balas Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu dengan cepat tanpa pikir panjang menjawabnya.


"Aku tidak ikut Feng'er, aku masih ingin melan-maksudku berlatih sendiri untuk mendapatkan puncak kultivasi ku beberapa ribu tahun ini." Jawab Long Tian cepat tanpa pikir panjang. Ling Feng yang mendengar itu sedikit aneh dengan jawab Long Tian, akan tetapi tidak mempermasalahkannya. dan membiarkannya saja.


Melihat Ling Feng yang sudah keluar dari kamarnya, anak kecil tersebut tersenyum lebar melempar sembarang peralatan kebersihan yang ia pegang tadi. Ia berlari-lari kecil mendekati Ling Feng sembari memanggilnya dengan suara khas anak kecil.


"Kakak tampan bangun juga." Ucap anak kecil tersebut berlari-lari kecil dengan suara khas anak kecilnya. Ling Feng yang mendengar itu mensejajarkan tingginya dengan anak kecil tersebut sembari berkata, "Ada perlu apa sampai nona kecil ini mencari kakak." Ucap Ling Feng menggunakan nada bicara yang tidak biasanya.

__ADS_1


Anak perempuan tersebut menggelengkan kepalanya sembari berkata kembali, "Tidak ada hanya saja kakak bukan orang jahat." Ucap anak perempuan tersebut dengan suara anak kecilnya. Ling Feng yang mendengar perkataan itu keluar dari anak kecil yang beranjak dewasa awalnya heran, namun menepis jauh-jauh pemikiran tersebut.


Tidak lama datang wanita tersebut dengan langkah terburu-buru dan raut wajahnya yang cemas. Tanpa berkata apa-apa langsung datang dan membungkukkan badannya.


"Maafkan atas sikap tidak sopan anak saya tuan muda. Tidak biasanya ia bersikap seperti ini kepada orang luar, biasanya ia akan menjaga jarak terhadap orang asing yang tidak ia kenal, namun entah kenapa bersikap seperti ini. Mohon maafkan sikap anak saya yang membuat tuan muda menjadi risih." Ucap wanita tersebut memohon maaf kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya lalu berkata, "tidak apa-apa anakmu ini masih kecil sudah sewajarnya bersikap seperti anak kecil pada umumnya ya, kan." Ucap Ling Feng sembari mengelus-elus puncak kepala anak perempuan tersebut.


Mendengar hal itu, wanita tersebut menghela nafas lega setelah Ling Feng berkata seperti itu. Lalu berkata kembali, "syukurlah kalau tuan muda berkata seperti itu, selain itu apakah tuan muda memperlukan sesuatu?" Tanya wanita tersebut, Ling Feng yang mendengar itu menjawab.


"Apakah sarapannya sudah siap? Kalau sudah siap tolong sajikan." Ucap Ling Feng lalu mengalihkan pandangannya kembali ke anak kecil tersebut dan berkata, "Apakah nona kecil ini ingin ikut makan dengan kakak?" Kata Ling Feng. Anak kecil tersebut yang mendengar itu menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Aku sudah kenyang, tadi sudah makan dengan ibu, kakak sarapan dulu saja sekarang." Ucap anak kecil tersebut dengan suara khas anak kecilnya. Ling Feng yang mendengar itu sedikit gemas dan pada akhirnya mengelus-elus puncak kepala anak perempuan tersebut saking gemasnya.


"Oh iya, kakak ingin jalan-jalan setelah sarapan. Apakah nona kecil ini berkenan menemani kakak agar nanti kakak tidak tersesat di jalan, bagaimana?" Kata Ling Feng. Anak kecil tersebut berpikir sebentar. Ia ingin ikut menemani Ling Feng, tetapi ia tidak bisa meninggalkan ibunya begitu saja.


Melihat kegundahan hati dari anaknya, wanita tersebut memegang lantas pundak anaknya sembari tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Anak kecil tersebut yang melihat ibunya, dengan senyum lebar menatap Ling Feng berkata, " Baiklah, Jia akan ikut menemani kakak jalan-jalan." Ucap anak kecil tersebut dengan senyum lebar tercetak diwajahnya


>>>>> Bersambung

__ADS_1


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)


__ADS_2