
"Jadi apa yang akan kita lakukan setelah ini." Kata Hao Xian membuka suara. Long Tian yang mendengar itu berkata, "Hei anak kecil di bawah umur dilarang berkeliaran di waktu malam. Lebih baik kau diam saja di penginapan temani Lin'er." Kata Long Tian tanpa beban.
Hao Xiang yang mendengar itu dengan tegas berkata, "Apa-apaan itu?! sejak kapan ada peraturan seperti itu?! ini namanya diskriminasi umur aku tidak menerimanya. Mentang-mentang aku anak kecil kalian orang dewasa bebas melakukan hal seperti itu." Kata Hao Xiang tidak terima.
"Kau boleh mengeluh, kalau kau sudah menginjak usia remaja." Kata To Mu. Hao Xiang yang mendengar itu merasakan sakit, namun tidak berdarah mendengar perkataan itu. Sampai Ling Feng datang dan berkata, "Ya Hao'er ikut pun tidak apa-apa paman…Jangan terlalu menekankan nya seperti itu." Kata Ling Feng.
Hao Xiang yang mendengar itu menatap Ling Feng berbinar-binar bagaikan menatap seorang malaikat. "Guru memang yang terbaik." Kata Hao Xiang dengan mata berbinar-binar. "Akhirnya aku akan menjadi dewasa ketika sudah meminum arak. Paman Tian dan Paman Mu tidak akan mendiskriminasikan aku lagi. Merdeka untuk guru, Kejayaan untuk guru." Batin Hao Xiang berteriak keras.
"Baiklah mari kita pergi. Aku sudah mendapatkan kursinya." Kata Ling Feng sembari mengeluarkan sebuah kartu berwarna platinum dan ada terukir gambar bulan dan matahari disana. Long Tian yang melihat itu matanya benar-benar berbinar. Lalu berkata dengan semangat 45. "Ayo Feng'er kita harus segera ke sana sebelum tempat VIP nya di ambil oleh orang nantinya." Kata Long Tian sangat bersemangat.
To Mu yang mendengar itu hanya menghela nafas panjang, Sedangkan Pang Lang menggelengkan kepalanya, lalu Hao Xiang berdecak kesal ketika mendengarnya. "Tenang dulu paman tempatnya tidak mungkin akan kehabisan lagipula ini milik Qing Xian jadi tenang saja." Kata Ling Feng terkekeh.
"Laohu kau ingin ikut dengan wujud kucing itu atau wujud yang lainnya." Kata Ling Feng kepada Ling Laohu yang kini tempat tidurnya pindah ke kepala Ling Feng. Mendengar Ling Feng bertanya seperti itu Ling Laohu merenggangkan tubuh kucing kecilnya itu. "Aku akan berubah wujud sebentar. Tunggu di sini." Kata Ling Laohu melompat dari kepala Ling Feng dan menuju gang kecil disana.
__ADS_1
Pang Lang sudah tidak terkejut lagi. Ia sudah bingung ingin bereaksi seperti apa lagi, satu-satunya cara untuk menanggapi ini hanyalah dengan terbiasa saja. "Harus terbiasa, harus terbiasa, harus terbiasa. Bisa-bisa aku cepat mati karena sering melihat kejutan nantinya." Batin Pang Lang kepada dirinya sendiri.
Tidak lama kemudian keluarlah sosok pemuda yang tidak berbeda jauh dari Ling Feng berwajah santai, namun memiliki rahang yang tegas. Ya itu adalah Ling Laohu dengan wujud manusianya. "Hoammmm seluruh tubuh ku kaku semua sekarang…Padahal tadi sudah perenggangan." Kata Ling Laohu merenggangkan kembali tubuhnya.
"Cihhhhh dasar maniak tidur." Sindir Long Tian. Ling Laohu yang mendengar itu berkata, "Jangan berkata seperti itu kakak pertama mau bagaimana pun tidur ku bukan hanya sekedar tidur biasa saja." Kata Ling Laohu selesai merenggangkan tubuhnya.
Long Tian yang mendengar itu terkejut lalu berkata, "Eh, bagaimana kau tau bahwa hasilnya aku yang menang? padahal kau tidak ikut tadi" Tanya Long Tian mengangkat sebelah alisnya. "Sudahlah bagaimana aku mengetahuinya itu tidak mungkin jadi, kita berangkat sekarang, kan." Kata Ling Laohu mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah kita pergi sekarang." Kata Ling Feng berjalan diikuti oleh yang lainnya dibelakang. "Oh ya kakak Wanita itu tidak ikut dengan kita?" Tanya Hao Xiang. "Bukan wanita itu, tapi kakak. bersikap sopanlah kepada yang lebih tua." Kata Ling Feng. "Haihhh iya iya akuunta maaf…Jadi kenapa Kakak itu tidak ikut dengan kita?" Kata Hao Xiang mengulang pertanyaannya.
Banggggg
"Mulut mu itu tajam sekali ya…Kalau kau sebegitu khawatirnya kepada Lin'er, aku kan sudah bilang untuk menemaninya saja daripada ikut dengan kami." Kata Long Tian kesal. Hao Xiang yang mendengar itu menjadi diam sekarang, membuat Long Tian bertanya lagi. "Kenapa kau diam sekarang? bukankah tadi kau bilang khawatir kepada Lin'er." Kata Long Tian.
__ADS_1
"Aku sudah tidak khawatir. Kan kakak waktu itu bilang bahwa Kakak wanita dari Keluarga Qing itu orangnya baik. Jadi sekarang baik-baik saja." Kata Hao Xiang tanpa beban dengan benjolan dikepalanya.
Long Tian yang mendengar itu geram segeram-geramnya ignin memukul kepala Hao Xiang lagi, namun langsung ditahan oleh Pang Lang. "Lepaskan aku adik keempat aku ingin sekali memukul kepala bocah itu satu kali lagi." Kata Long Tian yang sangat geram. "Sudahlah kak, Hao'er masih bocah…Wajar saja ia plin pan saat ini." Kata Pang Lang menenangkan Long Tian.
Sementara sang empu yang ingin dipukul wajahnya hanya bersikap acuh tak acuh tidak berani menengok kebelakang. Ling Feng pun tidak mencegahnya ia hanya membiarkannya saja. Kebersamaan, kah" Gumam Ling Feng sambil berjalan. "Ada apa Feng'er? apa yang kau gumamkan tadi?" Tanya To Mu.
Ling Feng menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Tidak. Aku tidak berkata apa-apa paman." Kata Ling Feng. Mereka pun menyusuri jalanan ramai kota Anyi pada saat waktu malam menuju rumah makan Bulan Matahari.
Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menuju kesana, karena dijalan juga sedang ramai, dan bangunan Rumah makan Bulan Matahari yang sangat mencolok dibandingkan yang lainnya membuat mudah ditemukan. Ling Feng lantas masuk kedalam rumah makan itu diikuti oleh uang yang lainnya.
Baru saja mereka masuk kedalam rumah makan itu, Ling Feng dan lainnya sudah disuguhi pemandangan yang cukup energik. "Apa-apaan ini?! aku dan teman-teman ku ingin makan di ruang itu mengapa tidak boleh pantaskah kalian pelayan rendahan berkata seperti itu kepada aku yang bangsawan ini?!" Kata orang tersebut dengan angkuhnya.
"Maafkan aku tuan muda, tapi ada peraturan yang ditetapkan oleh nona. Jika ingin masuk ke sana harus mempunyai kartu VIP yang diberikan kepada nona. Jika tidak memiliki maka kami dengan sangat. Tidak bisa mengijinkan anda untuk menggunakan ruangan VIP itu." Kata Pelayan tersebut berusaha menjelaskan dengan lembut.
__ADS_1
Tidak terima dengan itu, Orang angkuh itu mengangkat sebelah tangannya ingin menampar wajah pelayan tersebut, namun ada sebuah tangan yang menghalaunya. "Kawan tidakkah kau terlalu kasar kepada seorang wanita?" Kata Ling Feng yang menggenggam erat tangan orang angkuh tersebut.
>>>>>> Bersambung