Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kau tidak Boleh Menyakiti Ibuku!


__ADS_3

Saat-saat terakhir sebelum dibunuh


"Ah aku kalah lagi…tidak kusangka orang yang membuat ku gagal adalah seorang bocah manusia yang kukira hanya beruntung saja. Orang yang kukira hanya bocah naif dan polos saja. Tidak kusangka aku melawan seorang manusia seperti ini." Batin Iblis tersebut memandang Ling Feng. Lalu tiba-tiba ia melihat sebuah bayang-bayang dibelakang Ling Feng yang membuatnya inget dengan seseorang.


"Dia lagi…Haih, walau tidak sama, pantas saja aku merasakan ada sesuatu yang familiar darinya. Ternyata dia anak dari orang itu." Batin Iblis tersebut melihat sosok yang sangat ia benci pada saat detik-detik Kematiannya.


"Ah…Ingin rasanya berteriak tidak terima, akan tetapi kematian ku sudah pasti…Kalah kedua kalinya dari seorang manusia yang ku anggap lemah. Namun, kalah dari orang yang kuat tidak buruk juga…Ya walaupun tidak terima." Batin Iblis tersebut masih tidak terima dan kepalanya langsung ditebas oleh Ling Feng saat itu juga.


Kembali ke Ling Feng


"Sampaikan salam ku kepada raja neraka di alam bawah sana" Ucap Ling Feng bersamaan dengan dirinya menebas kepala He Yuon, lebih tepatnya iblis yang merasuki tubuhnya.


Beberapa menit kemudian Long Tian datang menghampirinya lalu berkata, "Apakah sudah selesai Feng'er? tidak kusangka kau akan dipersulit dari orang setengah iblis ini." Ucap Long Tian terkekeh. Ling Feng yang mendengar itu hanya mendengus saja tidak berniat menjawab dan malah bertanya balik, namun Long Tian langsung menjawabnya.


"Aku sudah selesai sedari awal, kukira serangga-serangga itu akan mempunyai sesuatu yang menarik, namun semuanya sama saja tidak ada yang menarik perhatian ku sama sekali." Keluh Long Tian menghela nafas panjang. Ling Feng yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Lalu menyapu pandangannya, melihat kediaman He sudah seperti puing-puing bangunan besar saja sekarang.


"Jadi sekarang bagaimana?" Tanya Long Tian, Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya lalu berkata dengan heran, "Bukankah kita datang kemari untuk mengambil kompensasi dari keluarga ini. Keluarga bangsawan seperti ini pastinya mempunyai kekayaan dan sumber daya yang sangat banyak. Okeh karena itu, sayang rasanya jika kita datang kemari cuma untuk membunuh." Ucap Ling Feng sembari mendekati mayat He Yuon lalu melirik cincin ruangnya lalu diambil oleh Ling Feng.

__ADS_1


"Jika tentang yang seperti ini kau tidak ada bandingannya Feng'er." Kata Long Tian terkekeh sembari mengedikan bahunya. Ling Feng yang mendengar itu sedikit tersindir, ia tiba-tiba mengingat sesuatu lalu berkata.


"Tentu saja kediaman mewah seperti ini mempunyai arak yang sangat berkualitas pastinya, jika dijual mung-" Ucapan Ling Feng terpotong pada saat Long Tian melesat entah kemana.


"Cih, Maniak arak dasar. Naga tua itu sama sekali tidak introspeksi dirinya." Gumam Jengkel Ling Feng. Lalu Melihat-melihat ke kanan dan ke kiri. Lalu memutuskan mulai mencari ke gudang harta kediaman He. Tentu saja pada saat perjalanan ia bertemu dengan orang-orang Keluarga He dan tanpa pikir panjang membunuh semua orang yang ditemuinya. Bahkan anak-anak sekalipun tidak terlepas dari pandangannya.


Ia masalah kedalam salah satu kediaman cukup besar yang diduga adalah tempat tinggal kepala Keluarga dan para tetua disana. Tanpa basa-basi ia masuk kedalam sana dengan langkah ringan mulai memasuki satu persatu ruangan memeriksa, lalu jika bertemu dengan orang tanpa pikir panjang ia bunuh. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu keanehan dari Kediaman tempat ia berada saat ini. Ia lantas melirik kebawah pijakannya merasakan sesuatu dari bawah tanah disana.


"Ada tanda-tanda kehidupan dibawah Kediaman ini, dan itu sangat lemah. Haruskah aku kebawah sana." Gumam Ling Feng menimbang-nimbang, namun ketika ia sedang berfikir, datang seorang anak kecil dengan pedang kayu tiba-tiba menyerang Ling Feng sembari berteriak keras.


Sehingga anak kecil tersebut terhuyung-huyung kehilangan keseimbangan lalu jatuh dengan wajah menghadap tanah.


Bughhkkkkkk


Anak kecil tersebut tidak berkata apa-apa hanya bangkit kembali. Ling Feng yang melihat anak kecil tersebut tidak menangis setelah jatuh seperti itu, menjadi tertarik dengan anak kecil ini.


"Heh, tidak menangis, Lumayan tangguh untuk anak seusianya. padahal anak seusianya jika jatuh seperti itu pastinya akan nangis." Gumam Ling Feng seringai tipis tercetak diwajahnya.

__ADS_1


Anak kecil tersebut bangkit kembali, lalu mengambil pedang kayunya, serta membalikkan badannya menatap Ling Feng tajam dengan mata merah yang berkaca-kaca menahan air mata. Ling Feng yang melihat itu entah kenapa rasanya ingin tertawa ketika melihat wajah menahan tangis anak kecil tersebut.


"K-kau orang jahat aku tidak akan membiarkan mu masuk kedalam untuk menyiksa ibu ku seperti yang dilakukan para sampah keluarga ini!!" Ucap anak kecil tersebut dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangisnya, Ling Feng yang melihat itu berusaha sekuat tenang menahan rasa ingin tertawanya, namun hal itu ditahannya sekuat tenaga yang ia bisa.


Tidak lama kemudian terdengar langkah kaki orang tertatih-tatih mendekati Ling Feng dan anak kecil tersebut. Ling Feng dan anak kecil tersebut yang mendengar suara langkah kaki, sama-sama mengalihkan pandangannya, lalu melihat seorang wanita dengan luka-luka yang terlihat jelas disana. Wanita tersebut melihat Ling Feng dan anaknya saling berhadapan dengan cepat mengetahui situasinya.


Tanpa pikir panjang ia mendekati Ling Feng dan langsung bersujud didepan pemuda tersebut sembari berkata dengan sedu, "Tuan tolong ampuni sikap dari anak hamba yang keterlaluan ini. Sebagai gantinya tuan ambil saja nyawa hamba. Namun hamba mohon tuan lepaskan anak hamba." Ucap wanita tersebut yang tidak lain adalah ibu dari anak kecil didepan Ling Feng.


Anak kecil tersebut sontak terkejut membuang pedang kayunya ke sembarang arah, lalu mendekati ibunya yang sedang bersujud sembari berkata, "Ibu jangan berkata seperti itu." Ucap anak kecil tersebut sembari menggoyangkan tubuh ibunya menarik-nariknya.


Ling Feng yang mendengar itu maju mendekati pasangan anak dan ibu tersebut lalu berjongkok didepannya. Anak kecil tersebut yang melihat Ling Feng mendekati dirinya dan ibunya langsung pasang badan didepan ibunya yang sedang bersujud sembari berkata keras.


"Kau tidak boleh menyakiti ibuku!!" Teriak anak kecil tersebut tepat di wajah Ling Feng yang kali ini sejajar dengannya ditambah dengan sorot mata merah yang tajam.


Melihat sorot mata itu Ling Feng menjadi tertarik dengan anak kecil didepannya ini dalam hatinya ia bergumam, "Mendapatkan bibit bagus lagi, Anak ini bisa menjadi teman Hao'er berlatih nantinya." Batin Ling Feng.


>>>>> Bersambung

__ADS_1


__ADS_2