Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pembicaraan Di Aula Pertemuan


__ADS_3

Ling Feng yang mendengar salah satu tetua berkata seperti itu, wajah Ling Feng refleks berkedut. Sementara itu Ling San yang di belakangnya terkekeh ketika mendengar hal itu. Hal itu pun di sadari oleh ketua sekte.


“Tetua Ling apa yang membuat mu tertawa?” Tanya Ketua sekte yang heran, karena menurutnya tidak ada yang lucu saat ini. Hal itu pun menarik perhatian para tetua yang lainnya juga. Tetua Ling masih terkekeh, namun ia berkata, “Ya wajar saja saya tertawa, pemuda-pemuda yang kalian perbincangkan saat ini, tepat berada didepan kalian.” Ucap Tetua Ling.


Sekali lagi aula pertemuan pun menjadi hening. Ketua sekte pun langsung memecah keheningan dengan bertanya kepada Tetua Ling, “Ehhh... Tunggu Tetua Ling. Aku masih tidak mengerti maksud dari ucapan mu itu?” Tanya Ketua Sekte yang jelas-jelas merasa bingung. Tetua Ling tidak mengatakan apapun hanya melirik ke arah Ling Feng, sontak perhatian pun terarah kepada Ling Feng, yang terlihat memasang wajah tidak nyaman.


“S-sebenarnya... Pemuda itu adalah diriku.” Ucap Ling Feng seraya menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Satu kalimat yang keluar dari mulut Ling Feng, seketika membuat ketua sekte dan para tetua, sekali lagi dikejutkan dengan fakta yang benar-benar tidak terduga. Ling San Tertawa puas, ketika melihat reaksi para tetua yang sama persis dengan dirinya ketika mengetahui kebenaran itu.


>>>>> _____


“Baiklah, sekarang kita mulai saja rapat nya hari ini, namun sebelum itu aku ingin mengucapkan terima kasih kepada mu Feng’er atas insiden penyelamatan mu di kota Cheng Du. Aku sudah melaporkan hal ini pada Kekaisaran, dan kekaisaran sangat berterima kasih kepada mu. Pihak kekaisaran juga mengatakan ingin bertemu dengan mu dan mengucapkan terima kasih secara langsung kepada dirimu.” Ucap Ketua sekte berterima kasih kepada Ling Feng seraya menyampaikan pesan yang ia terima.


“Ehhh. bagaimana ketua sekte mengetahui bahwa aku juga ikut terlibat atas insiden peperangan di kota Cheng Dua?” Tanya Ling Feng yang cukup terkejut bahwa ketua sekte mengetahui dirinya ikut terlibat, pasalnya ia sudah mengatakan kepada Wali Kota Bing untuk tidak mengatakan informasi apapun tentang dirinya sebagai persyaratan nya, wali kota Bing mengiyakan permintaan Ling Feng, ia bahkan sampai bersumpah atas namanya sebagai bukti bahwa ia tidak akan mengingkari janjinya.


Ketua sekte tersenyum penuh arti mendengar Ling Feng yang bertanya penuh rasa penasaran dan rasa terkejut. “Kalau bisa jangan panggil ketua sekte, panggil kakek Chang, atau kakek Jin saja. Tidak perlu seformal itu berbicara dengan diriku.” Ucap ketua sekte yang memperkenalkan namanya, Chang Jin dengan wajah penuh harap bahwa Ling Feng mau memanggilnya seperti itu.


“Ehh jika begitu, rasanya tidak sopan. Feng’er tidak bisa memanggil selancang itu kepada sosok pemimpin sekte.” Ucap Ling Feng yang menolak itu, karena menurutnya memang tidak sopan memanggil sosok yang paling di hormati. Mendengar penolakan sepihak dari Ling Feng, Chang Jin langsung mengubah raut wajahnya menjadi sedih dan itu di sadari oleh para tetua dan Ling Feng. Tentunya Ling Feng menjadi serba salah ketika melihat itu, sampai kemudian ia pun terpikirkan sesuatu.


“Feng’er memang tidak bisa memanggil ketua sekte dengan panggilan lancang seperti itu, tapi sebagai gantinya bagaimana dengan ‘Kakek Patriark’?” Ucap Ling Feng yang seketika mengubah raut wajah gelap Chang Jin mendadak menjadi cerah. Melihat perubahan sikap Chang Jin, membuat para tetua yang melihat itu hanya bisa memaklumi sikap tidak terduganya itu. “Benarkah itu? Kau tidak berbohong, kan Feng’er akan memanggil ku ‘kakek’?” Tanya Chang Jin yang langsung kembali bersemangat.

__ADS_1


“I-iya... Jika dengan panggilan itu, Feng’er rasa masih bisa.” Ucap Ling Feng seraya menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. Chang Jin yang mendengar kepastian itu langsung mengangguk puas, lalu melirik ke arah Ling San seraya tersenyum penuh arti. Ling San yang melihat senyuman Chang Jin, entah mengapa mendadak merasa kesal dan terprovokasi dengan senyuman tersebut.


Para tetua yang mengetahui maksud dari senyuman itu hanya bisa menghela nafas, melihat sikap ke kanak-kanakan ketua sekte mereka. “Baik ketua sekte hentikan sikap ke kanak-kanakan mu itu. Kalau Anda terus-menerus bersikap seperti itu, rapat ini tidak akan selesai-selesai.” Ucap tetua yang dudul di sebelah Ling San sekaligus tetua yang mengajukan pertanyaan kepada Ling Feng tadi.


“Ah iya... M-maafkan aku.” Ucap Chang Jin seraya batuk kering sedikit lalu sedikit menarik nafasnya mengubah raut wajahnya menjadi lebih serius. “Baiklah kita mulai pertemuan kita, dan alasan aku meminta para tetua untuk berkumpul di sini.” Ucap Chang Jin dengan nada serius sangat jauh berbeda dengan Chang Jin beberapa saat yang lalu.


Ling Feng bahkan sempat ragu, bahwa pria yang duduk di kursi ketua sekte, apakah masih orang yang sama saat ini.


>>>>>_____


“Baiklah. Alasan aku mengadakan pertemuan mendadak ini, karena ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan para tetua semua, sekaligus juga meminta pendapat kalian mengenai hal yang ingin ku bicarakan ini.” Ucap Chang Jin dengan nada serius. Para tetua menganggukkan kepalanya mendengarkan perkataan Chang Jin dengan seksama, ya walaupun mereka sudah mengetahui sedikit apa yang hendak di bicarakan yaitu, tentang kelompok misterius yang menyerang kota Cheng Du.


“Tunggu. Jadi maksud Patriark, sekelompok misterius yang menyerang kota Cheng Du itu bukanlah kelompok manusia ataupun kelompok sekte hitam. Melainkan ras iblis, begitu maksud anda, patriark?” Ucap tetua perempuan yang duduk di sisi kiri Chang Jin. Chang Jin tanpa keraguan sedikit pun langsung menganggukan kepalanya mengiyakan kebenaran itu.


“Benar tetua keempat.” Ucap Chang Jin mengiyakan. “Detail lebih jelasnya aku kurang tahu, namun ada yang lebih mengetahui tentang itu, karena terjun langsung pada saat kejadian itu terjadi.” Ucap Chang Jin seraya melirik ke arah Ling Feng. “Baiklah saya pertegas kembali bahwa apa yang dikatakan Kakek Patriark adalah kebenarannya, bahwa yang menyerang kota Cheng Du memanglah ras iblis.” Ling Feng mempertegas ucapan Chang Jin.


“Nak Feng’er apakah kau yakin akan hal tersebut?” Tanya tetua ke lima yang duduk di sebelah kanan tetua ke empat dengan nada serius. “Ya tetua. Aku sangat yakin, karena aku sendirilah yang berhadapan langsung dengan salah satu petinggi mereka.” Jawab Ling Feng dengan sorot mata yang tegas kepada tetua ke lima, menandakan bahwa ia tidak sedang bercanda. Tetua ke lima balik menatap kedua mata Ling Feng dan mendapati bahwa Ling Feng tidak berbohong dengan apa yang ia katakan. “Ling Feng mengatakan yang sebanarnya. Ia tidak berbohong.” Ucap tetua ke lima menegaskan. Mendengar pernyataan dari tetua ke lima, para tetua pun baru percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Ling Feng dan mulai mendengarkan dengan seksama apa yang ia katakan.


“Feng’er lanjutkan kembali penjelasan mu.” Ucap Chang Jin. Ling Feng yang mengerti maksud dari perkataan Chang Jin, melangkah maju ketengah-tengah mulai menjelaskan tentang apa yang terjadi pada saat di kota Cheng Du. Ling Feng juga mulai bercerita dari awal mula ia pertama kali bertemu dengan iblis dan bertarung beberapa kali dari mereka. Tidak hanya itu saja, ia juga memberitahukan seluruh informasi yang ia ketahui, namun tidak sampai seluruhnya, melainkan hanya tentang informasi umumnya saja, hal itu Ling Feng lakukan, karena dirinya ingin menunggu keputusan yang diambil Patriark sekte dan para tetuanya.

__ADS_1


Seluruh penghuni pertemuan tidak ada yang mengalihkan perhatian mereka sama sekali dari perkataan yang Ling Feng ucapkan.


>>>>>_____


“Begitulah sekiranya yang aku ketahui tentang informasi ras iblis.” Ucap Ling Feng selesai menyampaikan informasi ras iblis yang ia ketahui. Para tetua yang hadir, seketika memasang raut wajah yang rumit ketika mendengar penjelasan Ling Feng.


“Terima kasih Feng’er atas penjelasan mu. Sekarang kau boleh kembali ke belakang Tetua Ling.” Ucap Chang Jin mempersilahkan Ling Feng kembali ke tempatnya. Ling Feng menganggukan kepalanya lalu kembali ke tempatnya.


“Begitulah sekiranya apa yang ingin ku bahas pada pertemuan mendadak ini. Jadi, aku ingin meminta pendapat kalian mengenai hal ini, tidak, lebih tepatnya bagaimana kalian akan merespon hal ini?” Tanya Chang Jin seraya menyapu pandanganya ke seluruh tetua yang ada di ruang pertemuan. Hening sejenak aula pertemuan, sampai beberapa detik kemudian, tetua yang duduk di sebelah kiri tetua ke empat berdiri yaitu, tetua ketiga.


“Bukankah jawabannya sudah jelas patriark. Mana mungkin kita akan diam saja, ketika melihat ras iblis yang datang dengan niat memperbudak kita. Jelas-jelas jawabannya adalah melawan.” Ucap tetua ketiga yang mengutarakan pendapatnya yang pertama. Ling San sebagai tetua pertama, ikut bangkit dari tempat duduknya juga dan berkata, “Aku setuju dengan Tetua ketiga. Para tetua yang lainnya pun saling berpandangan dan tersenyum, ikut bangkit juga menandakan bahwa semuanya setuju untuk melawan.


Chang Jin tersenyum simpul lalu melirik kembali ke arah Ling Feng seraya berkata, “Nah Feng’er kami semua sudah setuju sesuai dengan tebakan mu. Jadi bisa kita dengar lebih detail lagi tentang tujuan dari iblis ini sebenarnya.” Ucap Chang Jin seraya tersenyum simpul penuh arti kepada Ling Feng.


Ling Feng yang mendengar itu, membalasnya dengan senyuman juga. “Seperti yang di harapkan dari Ketua Sekte Naga Langit. Tidak ada yang bisa kusembunyikan darinya.” Batin Ling Feng terkekeh pelan, lalu Ling Feng pun mulai mengatakan semuanya, termasuk dengan tujuan dari iblis seperti yang dikatakan Chang Jin.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.

__ADS_1


__ADS_2