
Rumah makan Bulan Matahari Lantai atas
"Apakah kita tidak perlu memberitahu pihak kekaisaran terkait hal ini." Ucap Kepala Keluarga Qing mengutarakan pendapatnya. "Awalnya aku juga berpikir seperti itu, namun jika mengharapkan bantuan luar pastinya akan tiba-tiba beberapa hari kemudian. Sedangkan dari informasi yang telah diberikan oleh tuan tadi. Dapat kita simpulkan besok mereka akan menjalankan rencana mereka." Jelas Walikota Anyi.
Kepala keluarga Qing terdiam ketika mendengar alasan dari walikota Anyi. Ketua paviliun obat yang melihat raut wajah Qing Xian pun berkata. "Apa pendapat Nona muda Keluarga Qing terkait masalah ini." Ucap Ketua paviliun obat. Walikota Anyi dan kepala keluarga Qing refleks melirik Qing Xian ketika ketua paviliun obat berkata seperti itu.
"Pendapatku hanya satu dan itu adalah satu-satunya pilihan kita. Jika musuh menyerang cara terbaik untuk melawan itu adalah menyerang balik. Melihat dari informasi yang telah di berikan oleh tuan Long Tian tadi, dapat kita simpulkan bahwa mereka belum tau tentang bahwa kita sudah mengetahui rencana mereka. Kita bisa menggunakan ini untuk menghabisi mata-mata yang dikirimkan pihak yang akan menyerang." Kata Qing Xian mengutarakan pendapatnya.
"Lalu kita juga harus bersiap mulai dari sekarang dan rahasiakan persiapan ini serapih mungkin tanpa ada yang mengetahui tujuannya, semakin sedikit orang yang tau semakin bagus. Walaupun waktu persiapan ini terbilang singkat, namun itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Tentu Keluarga Qing akan ikut andil dalam hal ini." Kata Qing Xian sembari melirik kepala keluarga Qing. Kepala keluarga Qing yang dilirik menganggukkan kepalanya lalu berkata.
"Tentu saja. Mau bagaimana pun juga ini adalah kota tempat tinggal kita. Kita mempunyai sejarah panjang di kota ini, dan mempunyai kewajiban untuk melindunginya." Ucap Kepala Keluarga Qing.
"Dan untuk suplai obat-obatan aku harap pihak paviliun obat ikut andil di dalam juga tentang hal ini." Kata Qing Xian. Ketua paviliun obat mengelus-elus janggutnya yang panjang dan berkata, "Tenang saja, walaupun kami paviliun obat adalah pihak netral, namun kenyataan bahwa kami membenci aliran hitam tidak menutup fakta itu. Untuk suplai obat-obatan serahkan saja kepada paviliun obat ku" Ucap ketua paviliun obat.
Walikota Anyi, Kepala Keluarga Qing, dan Qing Xian sedikit tidak menduga bahwa paviliun obat akan mendukung penuh. "Terima kasih ketua paviliun obat. Mohon maaf telah membuat anda melakukan hal merepotkan seperti ini." Ucap walikota Anyi membungkukkan badannya. Melihat tindakan Walikota Anyi, ketua paviliun obat berkata.
"Tidak perlu meminta maaf. Malah harusnya aku yang berterima kasih sudah di undang kemari. Jika aku tidak datang kemari, mungkin aku akan melewatkan sesuatu yang amat sangat penting." Kata ketua paviliun obat. Walikota Anyi yang mendengar itu pun hanya bisa bersyukur bahwa ia mendapatkan banyak bantuan untuk menyelesaikan permasalahan ini.
__ADS_1
"Tunggu Xian'er. Bagaimana dengan anak kecil yang dibawa pemuda bermarga Ling itu. Apakah kita akan benar-benar membiarkan anak kecil berusia belasan tahun untuk terjun juga?" Kata kepala keluarga Qing. Qing Xian awalnya sempat berpikir seperti itu juga, namun semua keraguan itu langsung ditepis.
"Jika pemuda bermarga Ling itu berniat melakukan hal seperti itu, maka ia yakin bahwa anak tersebut memang mempunyai kualifikasi untuk hal tersebut. Ayah tidak perlu khawatir tentang apapun." Ucap Qing Xian. Walikota yang mendengar itu langsung menimpalinya, "Apakah kau lupa kejadian beberapa menit yang lalu? kau kira anak umur belasan tahun normal mempunyai kekuatan dan hawa sebuas itu." Timpal Walikota Anyi.
Kepala keluarga Qing tidak menyangkal hal tersebut mengingat tentang suhu yang naik secara drastis. Namun menurut pandanganya, untuk menempatkan murid dalam keadaan seperti itu apakah hal itu normal bagi seorang guru.
"Bukan hanya itu saja, bahkan ketika gurunya meminta hal tersebut, ia tidak terlihat ragu sama sekali bahkan sebaliknya. Ia sangat percaya diri dan memiliki keyakinan dan juga tekad yang kuat. Metode pelatihan yang diterapkan oleh pemuda itu kepada murid kecilnya memang benar-benar ekstrim, namun aku mengakui bahwa itu sangat bermanfaat." Ucap ketua paviliun obat.
"Aku yakin anak kecil itu, sudah ribuan kalian berhadapan dengan situasi hidup dan mati. Melihat rasa percaya diri dan aura buas yang sangat mengintimidasi tadi. Pemuda itu benar-benar melatih keras murid kecil nya itu." Ucap ketua paviliun obat. Kepala keluarga Qing tidak menyangka bahwa ketua paviliun obat akan menyanjung sampai seperti itu.
"Hahaha tidak kusangka orang yang paling diam adalah orang yang tinggi memandang diriku. Kau mempunyai mulut yang cukup manis untuk mengatakan hal seperti itu." Ucap seseorang yang tidak lain adalah Hao Xiang di sudut ruangan. Membuat satu penghuni ruangan terkejut ketika mendengarnya.
"Jadi apakah tuan muda Ling sudah mempunyai rencana untuk esok hari." Tanya Qing Xian. Hao Xiang yang mendengar itu langsung menatap orang yang berbicara seperti itu dan berkata. "Kakak akan langsung pergi ke sekte bayangan." Ucap Hao Xiang.
Deggghhh
Langsung pergi menuju Sekte bayangan adalah sebuah rencana? bukankah itu sama saja dengan menghantarkan kematian pergi ke sarang musuh. Tidak peduli seberapa kuat dirinya, lawannya kali ini adalah sebuah sekte aliran hitam yang terkenal. Dilihat dari manapun hanya kematian yang akan menjemputnya.
__ADS_1
"Ada apa dengan raut wajah itu, kuberitahu kalian bahkan waktu sebelum kemari kakak sudah pernah membunuh tetua sekte bayangan dengan mudah tanpa kesulitan sedikitpun." Ucap Hao Xiang. Sekali lagi mereka terkejut mendengar hal itu, ketua paviliun obat yang penasaran lantas bertanya. "Siapa nama tetua sekte bayangan yang guru mu bunuh itu." Tanya ketua paviliun obat tidak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya.
"Namanya belakangnya aku tidak tau, namun aku pernah mendengar dari murid sekte bayangan yang ikut kala itu. Mereka memanggilnya tetua Xiaohu kalau tidak salah." Ucap Hao Xiang mengingat.
Jderrr
Bagaikan terkena sambaran petir disiang bolong. Sekali lagi mereka semua terkejut ketika mendengar hal itu. Dalam benak hati mereka hanya satu kata uang yang muncul.
"Monster. Guru bocah kecil ini adalah seorang Monster." Kata-kata yang muncul dalam benak hati mereka, ketika mendengar salah satu tetua utama sekte bayangan dihabisi dengan mudah oleh pemuda itu.
"Sudahlah abaikan cerita tentang kakak. Bagaimana dengan strategi esok hari." Kata Hao Xiang mengalihkan pembicaraan.
Esok Harinya
Waktu sore berganti malam dan malam pun berlalu terasa sangat cepat, namun matahari masih belum menampakkan wujudnya. Disalah satu penginapan tepatnya salah satu kamar. Seorang pemuda dengan pakaian khasnya sudah terlihat rapih.
"Paman apakah semua persiapannya sudah siap." Tanya Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu menganggukkan kepalanya disertai sebuah seringai. "Kita bisa berangkat kapan pun." Ucap Long Tian dengan seringai lebar sembari memanggul karung di pundaknya.
__ADS_1
>>>>> Bersambung