Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Berlatih Alkemis


__ADS_3

"Bagaimana? Kau sudah melihat nya kan maka coba lakukan." Kata Tua Tao kepada Ling Feng yang masih terdiam melihat apa yang ditunjukkan oleh Tua Tao. Melihat Ling Feng yang masih melamun Tua Tao langsung mengangkat sebelah tangannya dan memukul kepala Ling Feng.


Banggggg


"Aduh…?! Kenapa guru malah memukul sih?!" Kata Ling Feng yang langsung mengaduh kesakitan, sesaat setelah dipukul Tua Tao. Orang yang memukulnya malah berdecak. "Makanya kalau orang sedang berbicara itu dengerin." Kata Tua Tao kesal yang diabaikan.


Ling Feng yang mendengar alasan daripada Tua Tao ingin sekali membalasnya, namun apalah daya. Bahkan hanya pukulan biasa saja sudah membuat dirinya mengaduh kesakitan, jadi alhasil sadar diri.


"Guru bolehkah aku bertanya?" Tanya Ling Feng. Tua Tao yang mendengar nada bicara mengesalkan Ling Feng hilang digantikan dengan nada penasaran pun mengangkat sebelah alisnya.


"Katakan apa yang ingin kau tanyakan." Jawab Tua Tao menanggapi pertanyaan Ling Feng. "Sebenarnya guru ini sudah berada di ranah apa? Aku merasa bahwa perbedaan diriku dengan guru saat ini sangat lah jauh sekali." Ling Feng mengutarakan rasa penasarannya.


Tua Tao tersenyum lebar. Ling Feng yang melihat senyuman itu entah mengapa, merasakan firasat buruk dan dengan cepat kembali berkata. "Tidak, tidak, tidak perlu dijawab pertanyaan receh ku itu guru. Aku hanya ambigu saja tadi hehehehe…" Kata Ling Feng dengan cepat setelah merasakan firasat buruk.


Tua Tao yang mendengar itu mengerutkan keningnya bingung. "Eh…Padahal aku ingin sedikit menunjukkan dan memuaskan rasa penasaran mu dengan kekuatan ku saat ini." Kata Tua Tao. Ling Feng yang mendengar itu lantas berkata, "Bagaimana guru menunjukkan hal itu?" Tanya Ling Feng sembari menelan sulit salivanya.


"Kau masih bertanya tentang hal itu…Bukankah dengan cara memukuli mu." Jawab Tua Tao dengan wajah tanpa beban sama sekali. "O-orang tua ini dengan mudahnya mengatakan hal tersebut dengan wajah tanpa beban sama sekali." Batin Ling Feng.


"Sudahlah jika kau tidak bertanya lagi lebih baik kau mulai melakukan apa yang tadi kulakukan. Jika sampai beberapa hari kemudian tidak menunjukkan tanda-tanda peningkatan sedikit pun, maka terpaksa aku harus sedikit menunjukkan sedikit dari kekuatan sebenarnya dari guru mu ini." Kata Tua Tao menggulung lengan pakaian nya dan memasang ancang-ancang.

__ADS_1


Dengan cepat Ling Feng menjawab tanpa berpikir panjang lagi. "Murid ini tidak akan mengecewakan guru. Guru cukup perhatikan dan tenang saja." Kata Ling Feng langsung duduk di atas batu dekat dengan gubuk disana dan langsung masuk kedalam posisi lotus.


"Dasar murid sia*an…Ya setidaknya ia mempunyai semangat dan sudah paham dengan apa yang ku praktik kan tadi. Jadi tidak perlu repot-repot la…" Gumamnya terhenti ketika mendengar sang murid memanggilnya.


"Guru…Hal yang kau praktik kan tadi bisa menjelaskannya dengan kata-kata?" Kata Ling Feng sembari menggaruk bagian belakang kepalanya dan terkekeh-kekeh. Tua Tao menatap nya acuh tak acuh.


Bammmmmm


"Aduhhhh…kenapa aku malah dipukul lagi guru…??!!!" Teriak Ling Feng melesat tinggi ke atas.


Beberapa Saat Setelah Itu


Setelah melesat terbang terkena pukulan Tua Tao sekali dan mendarat dengan menciptakan kawah, disinilah ia dengan luka lebam di wajahnya. "Ughhkkk…Guru benar-benar tidak menahan diri sama sekali." Batin Ling Feng yang merasakan pipi tempat dimana pukulan Tua Tao mendarat berdengung.


Tua Tao pun mengiyakan permintaan sang murid untuk menjelaskan nya dengan kata-kata. Ling Feng dengan raut wajah sungguh-sungguh atau lebih tepatnya wajah yang tidak ingin kena pukul lagi. Melakukan sesuai dengan yang dikatakan oleh Tua Tao.


"Bayangkan saja bentuknya dengan apa yang kau inginkan, lalu mulai bentuk secara nyata dengan api sebagai wujudnya." Gumam Ling Feng sembari menutup mata yang mengulang apa yang dikatakan Tua Tao. Perlahan-lahan api hitamnya mulai terbentuk menjadi sebuah sosok, akan tetapi…


Booooommmm

__ADS_1


"Kau terlalu banyak menggunakan kekuatan jiwa mu. Alhasil bayangan yang kau pikirkan itu harus sesuai dengan pengeluaran kekuatan jiwa seefisien mungkin." Kata Tua Tao memberikan sebuah saran dari kesalahan yang Ling Feng lakukan.


Asap berwarna hitam pekat yang mengelilingi Ling Feng pun mulai memudar. Terlihat wajah Ling Feng yang sudah berwarna hitam pekat. Tua Tao yang melihat wajah Ling Feng pun berkata sembari menahan tawanya.


"Murid ku…Kau benar-benar sangat tampan sekarang." Kata Tua Tao mengangkat sebelah tangannya dan menunjukkan ibu jarinya ke arah Ling Feng dengan raut wajah menahan tawa. Ling Feng yang diperlakukan seperti itu hanya membuang muka sembari berdecak kesal.


"Cihhhhh guru sia*an memang, bukannya memberi semangat atau apalah…Ini malah mengejek muridnya." Gerutu Ling Feng kesal. Tua Tao pun mendekati sang muridnya. "Kau ini baru gagal beberapa kali saja, sudah memasang wajah seperti itu." Kata Tua Tao lalu berkata lagi.


"Ya apapun itu lakukan sesuatu dengan wajah mu aku benar-benar tidak tahan lagi jika terus melihat nya." Kata Tua Tao masuk kedalam gubuk nya. Ling Feng yang mendengar itu itu hanya mendengus kesal lalu mulai membersihkan tubuhnya yang menjadi hitam legam selain wajahnya.


Setelah itu, ia pun mencoba lagi. Mencoba, gagal, mencoba, gagal, mencoba, gagal. Dua kata tersebut yang saat ini sedang menghantui Ling Feng.


Booooommmm


"Ughhkkk benar-benar sangat sulit. Walaupun aku memahami dan bisa membayangkan nya, tapi pada saat melakukan praktik nya benar-benar berbeda dari yang kubayangkan." Keluh Ling Feng menjatuhkan dirinya. Setelah mencoba selama beberapa jam dan telah gagal ratusan kali.


"Guru…Kau tidak mempunyai saran lagi apa untuk murid terkasih mu ini." Kata Ling Feng kepada Tua Tao yang sedang menikmati teh di dekat gubuk milik nya. "Aku sudah mengatakan nya pada saat itu, sisanya tergantung pada diri mu saja. Pahami dirimu dan cobalah lagi." Kata Tua Tao ambigu.


Ling Feng yang mendengar penjelasan ambigu Tua Tao, merenungi setiap kata yang di ucapkan oleh Tua Tao. "Tergantung pada dirimu serta pahami dirimu." Gumam Ling Feng. Tua Tao yang melihat tingkah muridnya hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Bisa atau tidaknya kau memahami perkataan ku, tergantung pada dirimu sendiri." Batin Tua Tao lalu menyesap teh nya kembali sembari menikmati udara yang berhembus lumayan kencang disana.


>>>>>> Bersambung


__ADS_2