Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Kuat Tidak Hanya di Nilai Dari Satu Aspek Saja


__ADS_3

“Aku tidak bercanda sama sekali Yang Sun. Walaupun kau beranggapan bahwa itu tidak ada istimewa-istimewanya, tapi bagiku hal itu adalah yang luar biasa.” Ucap Ling Feng dengan tegas. Mendengar hal itu, Yang Sun secara tiba-tiba mengingat kembali ingatan samar yang sudah ia kubur dalam-dalam, namun tiba-tiba secaa paksa muncul kembali ketika mendengar Ling Feng yang berkaca seperti itu.


Yang Sun secara tiba-tiba, mendadak berubah drastis menjadi diam seribu bahasa, membuat Ling Feng menjadi bingung ketika melihat sikap Yang Sun yang hanya diam saja tanpa berkata apa-apa.”"Luar biasa, kah... Sungguh aku terhibur dengan candaan yang kau katakan Feng.” Ujar Yang Sun setelah mengucapkan hal seperti itu langsung pergi begitu saja meninggalkan Ling Feng yang terheran-heran. Apa yang dapat ia pikirkan saat ini adalah Yang Sun salah paham akan maksud dari perkataanya.


Pada saat Ling Feng hendak memanggil Yang Sun, tiba-tiba terdengar dari arah belakang Ling San yang telah kembali dari aula pertemuan memanggil-manggil namanya. “Feng’er dimana kau?” Ling San yang memanggil-manggil namanya. Mendengar Ling San memanggil-manggil namanya, Ling Feng pun mengurungkan niatnya lalu melangkah mendekati ke arah Ling San berada.


Malam Harinya


Terlihat Yang Sun sedang duduk termenung di belakang kediaman seraya menatap langit-langit malam yang dipenuhi oleh lautan bintang, tanpa ada awan sama sekali di sana. Pemuda tersebut juga sesekali menghela nafas berat, Yang Sun memikirkan kembali apa yang ia katakan kepada Ling Feng, serta menyesalinya tindakannya itu. “Hahhh... Apa yang telah kulakukan sebenarnya.” Gumamnya seraya menghela nafas berat kembali teringat dengan apa yang dikatakan kepada Ling Feng dan menyesalinya.


Ia menarik kedua kakinya menenggelamkan wajahnya diantara kedua kakinya tersebut. Sampai tiba-tiba indera pendengarannya menangkap sebuah suara yang berasal dari sisinya. “Langitnya benar-benar sangat indah ya.” Yang Sun yang mendengar itu tentunya terkejut dan refleks mengangkat kepalanya, dan lebih terkejut lagi ketika mengetahui pemilik dari suara tersebut yang tidak lain adalah Ling Feng.


“T-tuan muda Feng.” Ucap Yang Sun yang refleks memanggil Ling Feng, dengan panggilan yang formal. Mendengar Yang Sun yang memanggilnya formal, Ling Feng sontak menghela nafas panjang dan berkata lagi, “Haihhh... Sepertinya kau memang tidak ingin menjadi teman ku lagi ya.” Ucap Ling Feng dengan nada yang di buat-buat. Yang Sun pun terkejut ketika Ling Feng berkata seperti itu dan refleks bertanya kepada Ling Feng, “E-eh... Kenapa t-tuan muda bisa berpikiran seperti itu?” Tanya Yang Sun mendadak merasa gugup.


Lalu, Ling Feng pun secara tiba-tiba langsung berkata dengan cepat, “Tuh, kan... Kau memanggilku dengan panggilan ‘tuan muda’ lagi, bukankah itu sama saja kau ingin menjaga jarak dariku dan tidak ingin berteman dengan ku.” Ucap Ling Feng masih dengan nada yang sama, Yang Sun yang mendengar perkataan Ling Feng mendadak bibirnya berkedut.


“A-aku tidak bermaksud seperti itu t-tuan mud-“ Ucapan Yang Sun tidak selesai, karena Ling Feng keburu langsung memotongnya. “Kalau begitu, panggil aku seperti biasanya, jangan panggil aku dengan panggilan tuan muda lagi ya.” Ucap Ling Feng dengan cepat membuat Yang Sun pun hanya bisa pasrah mengiyakan permintaan nya saja.


“Baiklah, baiklah feng, akan tetapi sebelum itu aku ingin meminta maaf dulu kepada mu, karena telah berkata yang tidak-tidak tadi.” Ucap Yang Sun seraya meminta maaf dengan nada yang tulus benar-benat sangat menyesal, namun tanggapan dari Ling Feng, lagi-lagi di luar dugaannya. “Kau ini bicara apa sih? Tidak perlu meminta maaf seperti itu, kau kan tidak melakukan kesalahan apapun. Sebaliknya aku yang seharusnya meminta maaf, karena telah sembarangan mengatakan sesuatu yang menyinggung mu.” Ucap Ling Feng.

__ADS_1


Yang Sun pun terkejut, lalu dengan cepat melambai-lambaikan tangannya di hadapan Ling Feng. “Tidak perlu sampai segitunya, kau tidak mengatakan apapun yang salah, sebaliknya akulah yang terlalu sensitif tadi. Aku hanya teringat kembali kenangan-kenangan kelam yang telah lama ku kubur jauh di dalam diriku. Hanya itu saja.” Ucap Yang Sun. Ling Feng yang mendengar itu pun hanya diam saja tidak berkata apa-apa. Sebaliknya ia menatap raut wajah Yang Sun yang berusaha untuk menyembunyikan wajah terganggunya.


Sampai beberapa menit kemudian, Yang Sun pun kembali berkata, “Feng... Apakah kau mendengarkan sebuah cerita?” Yang Sun yang secara tiba-tiba berkata setelah diam selama beberapa menit. Ia mengatakan itu seraya menatap langit-langit dan tersenyum di wajahnya, walaupun ia tersenyum namun tidak terllihat sama sekali aura kegembiraan kecuali, kesedihan yang mendalam.


Ling Feng sendiri sudah sedikit mengetahui alasan mengapa Yang Sun bersikap seperti itu dari kakeknya, namun walaupun begitu...


“Selama kau tidak keberatan, aku pun sebagai pendengarnya untuk apa merasa keberatan.” Jawab Ling Feng. Yang Sun yang mendengar itu refleks menoleh ke arah Ling Feng dengan pandangan yang sulit di artikan, tentunya Ling Feng langsung mengangkat sebelah alisnya ketika di tatap seperti itu. “Ada apa Yang Sun? Apakah ada sesuatu yang aneh dari wajah ku?” Kata Ling Feng yang menyadarkan Yang Sun.


Pemuda itu pun tertawa kecil canggung dan berkata, “Tidak. Tidak ada apa-apa, akan tetapi apakah kau serius ingin mendengarkannya? Ceritanya sangat membosankan loh.” Ucap Yang Sun yang mulai tidak gugup kembali, Ling Feng yang menyadari itu pun tersenyum simpul seraya berkata, “Yang menilai membosankan atau tidaknya itu bukanlah dirimu, akan tetapi sang pendengarnya.” Ucap Ling Feng tanpa beban. Yang Sun yang mendengar itu pun terkekeh sejenak lalu mulai bercerita pada malam itu, lebih tepatnya Yang Sun bercerita tentang hal yang telah ia kubur lama di dalam dirinya.


>>>>>>______


Yang Sun membelalakkan kedua matanya, walaupun ia bereaksi terkejut, dirinya tetap mengajukan pertanyaan kepada Ling Feng, “Kenapa kau berpikiran seperti itu? Jelas-jelas pemuda itu tidak lebih dari sampah, karena tidak memiliki Qi di dalam tubuhnya.” Kata Yang Sun. Namun alih-alih menjawab, Ling Feng terkekeh mendengar hal itu lalu berkata, “Kekuatan itu tidak hanya di nilai dari Qi saja, seekor gajah yang besar pun bisa kalah dari semut yang hanya bertubuh kecil.” Ucap Ling Feng penuh arti lalu bangkit dari posisi rebahannya lalu menepuk pelan pundak Yang Sun dan kembali berkata, “Oleh karena itu, pemuda dalam ceritamu itu sangat kuat menurut sudut pandang ku. Ia mempunyai sesuatu yang lebih kuat dari para pembullynya.” Ucap Ling Feng lagi, baru kemudian ia pergi dari sana meninggalkan Yang Sun yang terdiam, merenungi apa yang dikatakan oleh Ling Feng.


Ling San yang memperhatikan kedua pemuda tersebut, hanya tersenyum saja lalu ikut pergi juga dari sana. Diam-diam Ling San bertekad untuk mengucapkan terima kasih kepada Ling Feng, karena telah membantu Yang Sun.


Keesokan Harinya


Malam yang tenang pun berganti dengan cepat menjadi pagi hangat. Ling Feng keluar dari kamarnya dan hendak menuju halaman, namun langkah kakinya mendadak berhenti, karena mendengar suara ayunan pedang dari arah belakang kediaman. Ling Feng yang mendengar itu pun berbalik, pergi ke arah halaman belakang. Melihat sosok pemuda yang mengayunkan pedangnya, Ling Feng menyadarkan tubuhnya di sudut pintu keluar kediaman sembari tersenyum simpul.

__ADS_1


Shringggg


Shringggg


Swossshhh


Pemuda tersebut tidak lain adalah Yang Sun yang sedang tenggelam dalam fokusnya mengayunkan gerakan-gerakan berpedangnya. Lalu pada saat gerakan terakhir mengayunkan pedangnya, aura samar-samar keluar dari pedang yang pemuda itu ayunkan. Ling Feng yang melihat aura samar-samar itu tentunya terkejut, pasalnya walaupun samar, Ling Feng mengetahui aura samar-samar tersebut.


“Terlihat lebih baik dari aura yang sebelumnya keluar di awal-awal.” Ucap Yang Sun yang merasa puas lalu menyarungkan pedangnya, menyudahi latihan berpedangnya. Pada saat ia hendak berbalik kembali ke kediaman, pada saat itulah ia mendapati Ling Feng yang sedang menatap serius kepadanya. Yang Sun pun tersenyum dan menegur Ling Feng, “Feng. Kau sejak kapan di sana? Apa jangan-jangan sudah sejak lama kau berdiri di sana? Maafkan aku,karena tidak menyadari kehadiran mu, aku terlalu asyik dengan latihan pedang ku.” Kata Yang Sun.


“A-ahh... Aku baru saja datang ke sini tidak begitu lama. Lebih daripada itu, aku mendengar kau mengatakan ‘lebih baik dari aura yang keluar sebelumnya’. Apa setiap kau mengayunkan pedangmu, aura samar-samar itu selalu keluar dari tebasan pedang mu?” Tanya Ling Feng dengan nada serius. Yang Sun tidak mengerti dengan maksud yang Ling Feng katakan, namun ia tetap menjawabnya, “Aku tidak terlalu mengeri tentang apa yang kau bicarakan ini, namun jika yang kau maksud aura samar-samar itu, jawaban ku iya. Memangnya kenapa Feng kau bertanya seperti itu?” Ucap Yang Sun sekaligus bertanya, karena penasaran akan hal tersebut.


“Jujur saja ini aneh, dan bahkan mustahil.” Ucap Ling Feng dengan nada serius membuat Yang Sun semakin tenggelam dalam rasa penasarannya.


"Maksud mu?" Tanya Yang Sun yang benar-benar tidak paham sama sekali.


>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.

__ADS_1


__ADS_2