
"Sekte bayangan ini hanyalah awal dari semua yang akan kalian terima." kata Ling Feng dengan nada sinis dan dendam yang masih hangat. Lalu terdengar teriakan yang memanggilnya.
"Kakak...." teriak seorang anak kecil yang tidak lain adalah Hao Xiang sembari melambai-lambaikan tangannya kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu mendekatinya lantas berkata.
"Kenapa kau kembali lagi Feng'er bukankah aku memintamu untuk pergi dengan ayahmu ketempat yang aman sampai aku menyusul kalian." kata Ling Feng menyentil dahi Hao Xiang membuat anak kecil yang belum genap sepuluh tahun itu mengaduh kesakitan.
"Aku ingin melihat pertarungan kakak melawan orang-orang jahat itu." kata Hao Xiang mengelus-elus dahinya yang disentil oleh Ling Feng.
"Bukankah kau sudah melihat pertarungan kakak dengan orang-orang jahat itu kemarin." kata Ling Feng merasa aneh dengan anak kecil didepannya ini.
"Entah kenapa jika aku melihat pertarungan kakak sungguh selalu menakjubkan untuk dilihat." kata Hao Xiang bersemangat dengan mata yang bersinar cerah.
"Sudahlah tidak perlu seperti itu kita temui ayahmu sekarang." ucap Ling Feng kepada Hao Xiang. Lalu sedetik kemudian memandang Hao Xiang lagi merasa seperti ada yang hilang.
"Hao Xiang...Kemana Laohu gemuk bukankah aku menitipkannya kepadamu." kata Ling Feng melihat bahwa Hao Xiang hanya sendirian saja kesini tanpa membawa kucing gemuk itu.
"Entah kenapa aku selalu kesal melihat wajah kucing gemuk itu kakak, padahal kucing-kucing biasa aku tidak seperti ini. Tetapi, ketika melihat kucing milik kakak entah kenapa aku sangat kesal dengan tatapannya itu." kata Hao Xiang yang masih kesal dengan tatapan dari seekor kucing yang memandangnya remeh tadi.
"Mereka tidak berubah sama sekali ya, padahal sudah bereinkarnasi." ucap Long Tian mengirimkan transmisi suara sembari terkekeh.
"Phoenix dan harimau putih sejak dahulu kala memang tidak pernah akur saat sudah bertemu. Entah itu siapa yang pertama kali memulai. Ujung-ujungnya pasti akan ada perdebatan yang tidak terelakkan. Walaupun seperti itu, kedua beast tersebut adalah rekan terbaik bila sudah bekerja sama." lanjut Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu ikut menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kita kembali menemui ayahmu Hao Xiang." kata Ling Feng menuju tempat para warga desa mengungsi. Setelah sampai ditempat persembunyian para warga. Bertempat dibelakang desa tersebut ada sebuah goa yang cukup besar. Ling Feng yang melihat goa itu cukup kagum dengan kamuflasenya walaupun tidak bisa menutupi semuanya namun, jika tidak jeli orang biasa tidak akan bisa melihatnya.
"Ayo kakak, kita masuk ayah dan yang lainnya ada didalam." kata Hao Xiang lebih dulu masuk kedalam gua diikuti oleh Ling Feng yang mengekor dibelakangnya. Setelah Ling Feng masuk kedalam gua tersebut, dirinya cukup terkejut merasakan perubahan aura yang berbeda dari yang luar.
"Apa ini, sekejap sebelum memasuki gua auranya hanya biasa saja. Tetapi, perasaan ini....Aura ini, aura yang sangat pandat dan sangat kuat." batin Ling Feng.
Awalnya ketika sudah masuk gua tersebut tidak memiliki penerangan sama sekali, tetapi setelah berjalan masuk lebih dalam, mulai banyak sesuatu yang bersinar mengelilingi gua. Ling Feng yang melihat itu cukup kagum dengan bersinar-sinar gua tersebut. Saking kagumnya Ling Feng sampai tidak sadar bahwa ada yang berteriak kepadanya.
"Siapa kalian, pergi atau jangan harap bisa kembali." ucap suara tersebut membuat Ling Feng yang sedang menikmati keindahan gua tersebut, langsung mengalihkan pandangannya.
"Ini aku kepala desa, Hao Xiang. Sekarang sudah tidak apa-apa. Orang-orang jahat itu sudah dihabisi semua oleh kakak tadi." kata Hao Xiang menjawab suara tersebut. Setelah Hao Xiang berkata seperti itu keluar tergesa-gesa seorang pria sepuh dengan membawa kucing diperlukannya.
"Anak bodoh kenapa kau malah keluar kembali hahhh" kata Pria tersebut yang tidak lain adalah Hao Lang langsung meninju kepala Hao Xiang membuat sang empu langsung mengaduh kesakitan.
"Sudahlah Hao Lang, Hao'er terlihat sangat kesakitan setelah dirimu itu." kata pria tua yang lebih sepuhnya.
"Anak nakal ini harus diberi pelajaran kepala desa supaya tidak menyusahkan kembali." kata Hao Lang menimpali perkataan pria tua tersebut yang tidak lain adalah kepala desa dari Hao Xiang.
"Sudahlah tidak perlu dibahas lagi, kau tidak lihat penyelamat desa kita yang bosan melihat tingkahmu itu." ucap kepala desa tersebut sembari mengelus-elus jenggotnya yang panjang lalu mengalihkan pandangannya ke Ling Feng.
"Pendekar muda terima kasih telah melindungi desa kami dari para kultivator hitam itu. Aku sebagai kepala desa secara pribadi berterima kasih karena sudah repot-repot mau melindungi desa kami. Jika ada sesuatu yang Pendekar muda inginkan saya akan berusaha untuk mewujudkannya." ucap kepala desa tersebut sedikit membungkukkan badan memberi hormat kepada Ling Feng diikuti para warga yang meniru kepala desanya memberi hormat kepada Ling Feng.
__ADS_1
Ling Feng tetaplah Ling Feng, entah Kenapa dirinya yang melihat itu menjadi semakin risih saja, namun kali ini sudah mulai terbiasa dengan sikap seperti itu. Hal itu wajar dilakukan didunia ini yang mana kekuatan adalah segalanya. Pengetahuan itu sudah tertanam dipikirkan
"Kepala desa tidak perlu sungkan, dan tidak perlu seperti melakukan seperti itu." kata Ling Feng biasa saja sembari mengeluarkan energi untuk membuat Kepala desa berdiri kembali. Tentu kepala desa yang merasakan itu cukup terkejut sekali lagi memandang Ling Feng.
"A-Aura penekanan yang sangat kuat. Apakah ini aura dari dewa sesungguhnya ?" batin Kepala desa tersebut memandang Ling Feng yang merasakan aura penekanan dari energi yang dikeluarkan saja.
"Aku ingin berbicara berdua saja dengan kepala desa, ini masalah penting." kata Ling Feng langsung serius memandang kepala desa. Kepala desa yang dipandang seperti itu langsung memandang Hao Lang memberi kode.
"Semuanya...Desa kita sudah aman sekarang......Silahkan semuanya kembali ke rumah masing-masing." kata Hao Lang. Para warga yang mendengar itu merasa senang lalu keluar berbondong dari gua tersebut temasuk Hao Lang dan anaknya Hao Xiang.
"Jadi Pendekar muda, apa yang ingin kau bicarakan dengan orang tua sepertiku." kata Kepala desa tersebut.
"Aura di gua ini tidaklah biasa...saat masuk kedalam gua pertama kali, perubahannya sangat berbeda dan hebatnya lagi aura ini tidak sama sekali keluar dari gua. Seperti ada sebuah penghalang yang tidak membiarkan aura tersebut bocor keluar" kata Ling Feng.
"Sepertinya hal ini juga yang dicari oleh orang-orang sekte bayangan itu." kata Ling Feng memandang Kepala desa tersebut yang diam saja.
"Haihhh, walaupun Pendekar muda tidak sepenuhnya benar namun hal itu juga tidak salah. Sepertinya sudah tidak bisa disembunyikan lagi." kata Kepala desa tersebut. Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya.
Melihat Ling Feng yang bingung kepala desa berkata. "Ikuti aku Pendekar muda." kata kepala desa berbalik masuk lebih dalam ke gua diikuti oleh Ling Feng yang mengekor dibelakangnya. Setelah berjalan lebih dalam beberapa saat terlihat didepannya sebuah tumbuhan yang memancarkan aura yang sangat kuat namun saling berlawanan. Ling Feng yang melihat itu menatap aneh tanamannya. Berbeda dari Ling Feng, Long Tian dan To Mu yang berada didalam dunia jiwa Ling Feng melihat tanaman itu sangat terkejut.
"I-Itu Harta itu.......tidak salah lagi, harta itu adalah Tumbuhan suci kegelapan." kata To Mu melihat harta langit dan bumi dari proyeksi dunia jiwa Ling Feng. Long Tian sendiri hanya diam saja saking tidak bisa berkata apa-apa melihat harta langit dan bumi itu.
__ADS_1
>>>>> Bersambung