
Tepat setelah puas mencicipi hampir semua jajanan yang berada di pusat kota, Lin kecil akhirnya selesai juga setelah membeli cumi bakar untuk yang ke empat kalinya. Ling Feng hanya bisa takjub dengan Lin kecil yang sanggup menyantap habis seluruh jajanan yang ia beli.
Setelah puas jajan di pusat kota, Ling Feng pun pergi menuju rumah makan Bulan Matahari. Rumah makan Bulan Matahari untungnya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Jadi tidak memakan waktu yang lama menuju ke sana.
Ketika Lin kecil melihat rumah makan Bulan Matahari, Matanya memandang takjub rumah makan tersebut. "Wah Tempat ini indah sekali tuan muda." Kata Lin kecil memandang takjub rumah makan tersebut. Karena hampir menjelang malam, rumah makan Bulan Matahari memang terkenal keindahannya jika sudah menjelang malam.
Ling Feng yang memangku Lin kecil akhirnya langsung masuk kedalam rumah makan Bulan Matahari.
Kringggg
"Selamat datang di rumah makan Bulan Matahari. Ada yang bisa saya bantu tuan muda." Sapa pelayan yang sudah bersiap di dekat pintu masuk. Ketika Ling Feng masuk kedalam, sontak ia langsung menjadi pusat perhatian. Banyak pasangan mata yang memandang takjub dirinya, namun Ling Feng memilih untuk acuh tak acuh terhadap keadaan sekitarnya.
"Panggil manajer mu bilang saja ada anak kecil yang ingin bertemu dengannya." Kata Ling Feng tanpa beban. Pelayan yang mendengar itu tidak bisa untuk tidak terkejut, bahkan orang yang berada disana pun terdiam tidak ada yang bersuara. Seketika Lantai satu rumah makan Bulan Matahari langsung menjadi sunyi.
Pelayan tersebut masih terdiam, Ling Feng mengangkat sebelah alisnya heran ketika melihat sikap pelayan tersebut. Ling Feng lantas melambai-lambaikan tangannya. Pelayan tersebut pun akhirnya tersadar. "Ah maaf tuan muda kalau begitu saya akan datang lagi." Kata pelayan tersebut. Ia lantas bergegas menuju lantai atas untuk menemui Qing Xian.
Setelah pelayan tersebut pergi, Orang-orang yang berada di lantai satupun mulai saling berbisik-bisik.
"Apa yang ia katakan tadi apakah benar? Aku tidak menyangka bahwa Nona muda Keluarga Qing sudah mempunyai anak yang sebesar itu. Dan lihat pria itu apakah ia adalah suami tersembunyi Nona muda Keluarga Qing."
"Aku juga tidak menyangka bahwa Wanita yang terkenal acuh tak acuh dengan sekitarnya, ternyata sudah menikah secara sembunyi-sembunyi dan mempunyai anak pula."
__ADS_1
"Atau pria itu mengaku-ngaku sebagai suami dari nona Keluarga Qing. Lagipula tidak menutup kemungkinan ada yang ingin merusak reputasi miliknya."
"Aku perasaan tadi pernah melihat pria itu dan anaknya pada saat di pusat kota disana aku juga melihat ada seorang wanita yang dekat dengan anak itu. Jangan bilang wanita yang bercadar tadi adalah Nona Keluarga Qing.
"Ya kita tidak ada yang tau, lagipula kebenarannya akan terungkap sebentar lagi ketika pelayan yang sedang ke atas kembali lagi nanti."
Dalam hatinya, Ling Feng mengutuk dalam-dalam kecerobohannya. "Pantas saja seketika hening tadi. Mereka semua salah sangka terhadap aku dan Lin'er. Ughhkkk Sial." Batin Ling Feng ingin rasanya berkata kasar kepada dirinya sendiri, namun ia tidak bisa.
Tidak lama kemudian terdengar langkah kaki turun terburu-buru. Sontak orang-orang yang berada di lantai satu fokus ke sumber suara. Ketika mengetahui siapa yang turun sontak mereka terkejut bukan main. Yang turun bukanlah pelayan lagi.
Melainkan yang turun Qing Xian langsung yang menemuinya. Qing Xian turun dari lantai atas menuju lantai pertama berlarian. Ia bahkan sampai terengah-engah, karena berlarian.
Ketika sudah sampai dilantai pertama, ia mengabaikan semua padangan mata yang fokus kepadanya. Ia hanya fokus kepada satu pria dan anak kecil dalam pangkuannya.
Qing Xian berjalan sangat cepat, Ling Feng yang ditarik lengannya menyesuaikan langkahnya dengan Qing Xian. Setelah sampai di lantai teratas tepatnya, ruangan Qing Xian baru mereka berhenti.
Setelah masuk kedalam ruangan tersebut. Qing Xian dengan sigap menutup pintunya dan tanpa basa-basi langsung memojokkan Ling Feng ke pintu. "Jadi bisakah tuan muda Feng jelaskan kedatangan anda kemari." Kata Qing Xian dengan nada penekanan disetiap katanya.
"Ah itu…Aku kemari ingin berkunjung saja." Kata Ling Feng memilih tidak menatap kedua mata Qing Xian karena, tatapan yang ia miliki saat ini sudah setajam pedang.
"Anda ingin berkunjung, namun pesan yang anda katakan kepada pelayan saya sungguh sangat ambigu sampai-sampai saya yang mendengarnya saja sempat salam paham tadi." Kata Qing Xian masih tidak melepas itu.
__ADS_1
"Ahahahaha tentang itu…Adalah kecerobohan ku aku tidak menyangka bahwa semua orang akan berpikir seperti itu. Maafkan aku." Ucap Ling Feng tidak enak meminta maaf. Qing Xian menghela nafas panjang ketika mendengar itu. Lin kecil yang sedari awal diam akhirnya membuka suara.
"Kakak Xian yang cantik jangan marah kepada tuan muda ya. Sebenarnya Lin'er yang meminta tuan muda untuk bertemu dengan Kakak Xian." Kata Lin kecil membuka suaranya merasa sangat bersalah. Qing Xian yang mendengar itu langsung melambai-lambai tangannya dan berkata, "Ah Lin'er salah paham. Kakak Xian tidak marah kepada Tuan muda. Kakak Xian hanya bercanda tadi dengan tuan muda…benar, kan tuan muda Feng." Kata Qing Xian sembari memberi kode kepada Ling Feng.
"Ah ya Lin'er Aku hanya bercanda saja dengan kakak Xian. Kakak Xian tidak serius saat marah kepada ku tadi." Ucap Ling Feng. Lin kecil yang mendengar itu lantas berkata, "Apakah benar begitu…?" Kata Lin kecil. Kedua orang tersebut menganggukkan kepalanya cepat.
"Iya kami berdua hanya bercanda saja." Kata Ling Feng dan Qing Xian serempak. Mendengar itu Lin kecil menjadi cerah kembali, lalu Ia minta untuk diturunkan. Ia berjalan mendekati Qing Xian sembari memberikan jajanan yang ia beli sebelum kemari.
"Ini Kakak Xian Lin'er membelinya sebelum menuju kesini." Kata Lin kecil menyodorkan Cumi bakar yang ia beli di pasar. Qing Xian melihat Lin'er yang bersikap seperti itu kepadanya langsung menerima Jajanan tersebut sembari memeluknya. "Kyaa Lin'er memang malaikat kecil ku. Padahal tidak perlu repot-repot memberikan jajanan yang Lin'er beli kepada Kakak." Kata Qing Xian sembari mengelus-eluskan pipinya ke pipi Lin kecil yang seperti bakpao.
Lin kecil yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, "Aku membeli itu memang sengaja untuk kakak Xian. Kan kakak bilang kepada ku Bahwa kakak juga menyukai jajanan itu." Kata Lin kecil tersenyum dan matanya membentuk kedua matanya membentuk bulan sabit.
Membuat Qing Xian yang melihat itu sudah tidak tau lagi harus bereaksi seperti apa. Ling Feng yang melihat keakraban kedua orang tersebut sungguh tidak menyangka. "Apakah hanya perasaan ku saja. Lin'er lebih cepat akrab kepada Qing Xian daripada dengan ku." Gumam Ling Feng menatap kedua insan yang saling memuji itu.
Sampai suara pintu diketuk-ketuk cukup keras membuat perhatian mereka langsung menuju ke arah pintu. "Xian'er buka pintu ini sekarang juga! Aku tau kau dan suami sampah mu itu ada didalam cepat buka pintu ini sebelum ku hancurkan!" Teriak seseorang dari luar.
Qing Xian merasa familiar dengan suara tersebut. Belum sempat ia bangkit berdiri,
Booooommmm
Pintu ruangan miliknya sudah dihancurkan. Terlihat sosok yang menghancurkan pintu ruangan tersebut masuk kedalam.
__ADS_1
"Xian'er kita lihat sampai mana kau akan menutupi ini dari aku." Ucap sosok tersebut terdengar marah.
>>>>>> Bersambung