Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Hari Damai, Tetapi Tidak Untukku


__ADS_3

Sebelum mulai nulis, sekarangkan sudah malam nisfu sya'ban. Jadi author pribadi mau minta maaf jika ada salah kepada para reader. Selamat malam nisfu sya'ban mohon maaf lahir dan batin 🙏🏼. Oke lanjut ceritanya....


NB : Jangan lupa baca Yasin 3x nya sedulur²


...>>>>>_____<<<<<...


...Hal yang baik bagi orang lain adalah hal yang selalu betul-betul membahagiakan...


...(Aristoteles)...


...>>>>>_____<<<<<...


"Pemuda yang sangat misterius ya." kata Tetua Han diangguki oleh Bing Xian.


"Ya aku merasa berbicara dengan dua orang dalam satu tubuh. Sifat kejamnya keluar jika ada yang menghina Keluarganya Namun, dia akan bersikap baik jika ada yang menghargainya....ya walaupun terlihat acuh tak acuh." kata Bing Xian membenarkan perkataan Tetua Han.


"yang membuat diriku tidak menyangka, Jiao'er bisa dekat dan bahkan sangat akrab dengan tuan muda Feng. Putriku yang terkenal dingin terhadap orang asing selain orang terdekatnya, bisa akrab dengan tuan muda Feng yang notebatenya orang asing." Bing Xian yang sampai sekarang tidak habis pikir. Tetua Han yang mendengar itu hanya terkekeh lalu mengalihkan pandangannya ke arah tetua Ling yang hanya diam saja selepas Ling Feng pergi.


"Saudaraku apakah terjadi sesuatu ?" tanya Tetua Han kepada tetua Ling. Tetua Ling yang ditanya tersebut tidak menggubrisnya dan hanya masih berkecamuk dengan pikiran-pikiran yang muncul di otaknya.


"Tetua Ling ada apa denganmu ? apakah kau baik-baik saja ?" tanya tetua Han, kali ini dirinya menepuk pelan pundak tetua Ling membuat dirinya terkejut.


"Eh, iya tetua Ling ada apa ?" perkataan spontan keluar dari mulutnya tetua Ling. Tetua Han dan Bing Xian yang melihat tingkah aneh tetua Ling merasa aneh.


"Kau kenapa tetua Ling ? sepertinya masih ada hal yang menggangu mu sampai kau tidak mendengarkan pembicaraan kami." kata tetua Han. Bing Xian hanya diam namun juga penasaran dengan tingkah tetua Ling yang aneh akhir-akhir ini.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa tetua Han." kata tetua Ling menolak memberitahu. Tetua Han yang mendengar itu hanya menghela nafas tingkah saudaranya ini mudah ditebak namun sifat enggan merepotkan orang lainnya sudah menjadi ciri khas saudaranya itu.


"Kau masih menganggap bahwa tuan muda Feng itu ada kaitannya dengan anakmu." kata tetua Han the point membuat Bing Xian cukup terkejut mendengarnya. Bing Xian yang penasaran pun tidak tahan untuk bertanya.


"Maksud tetua ada kaitan dengan anak tetua Ling apa maksudnya ?" tanya Bing Xian kepada tetua Han. Tetua Han yang mendapatkan pertanyaan itu melirik tetua Ling, tetua Ling yang dilirik seperti itu oleh saudaranya menganggukkan kepalanya mengiyakan.


"Sebenarnya...." kata tetua Han menjelaskan.


Kembali ke Ling Feng


Ling Feng setelah menyampaikan informasi tersebut langsung kembali keruangan pesta diadakan. Terlihat disana Long Tian yang sedang duduk ditemani To Mu sedang berbicara entah apa yang dibicarakan. Ling Feng langsung mendekati mereka berdua. Long Tian dan To Mu yang menyadari kedatangan Ling Feng, langsung menyambutnya.


"Oh kau sudah selesai bicaranya Feng'er." kata To Mu pertama kali. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. "sudah paman." kata Ling Feng singkat.


"Hahahaha baguslah kalau sudah. Sekarang, tugas kita menikmati pesta yang susah-susah dibuat oleh walikota itu." kata Long Tian tertawa sembari mengangkat gelas yang berisikan arak itu. Ling Feng dan To Mu yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Cuma arak dunia biru tidak akan membuat ku mabuk Feng'er." kata Long Tian memainkan gelas yang berisikan arak tersebut kemudian berkata kembali.


"Tapi, cukup ku akui arak ini lumayan enak untuk seukuran buatan dunia biru yang kurang dengan aura." lanjut Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu tidak paham dengan perkataan Long Tian. Long Tian yang melihat tatapan mata tidak paham Feng'er hanya berkata.


"Jelas kau tidak paham, tingkat kenikmatan arak tergantung dari cara pembuatannya dan cara pembuatannya arak yang nikmat bergantung dengan aura langit dan bumi di dunia biru ini." Jelas Long Tian. To Mu yang mendengar itu hanya kesal dan menimpali.


"Naga kang mabuk ini, jika sudah berhubungan dengan arak tidak ada yang tidak ia tau. Bahkan sampai cara pembuatan arak, hal itu sudah dikuasainya. Dasar maniak arak" kata To Mu kesal. Long Tian yang mendengar itu bukannya kesal malah sebaliknya. Ia meninggikan dadanya merasa bangga. To Mu yang melihat semakin jengkel dan berkata lagi


"Itu bukan pujian naga sialan." kata To Mu ditelinga Long Tian. Membuat sang empu melirik sinis kearahnya.

__ADS_1


"Cih, aku tidak butuh pendapat mu itu orang aneh, dan lagi kau tidak berhak berkata seperti itu." kata Long Tian menatap sinis kesal karena, telinga menjadi korbannya. Akhirnya perdebatan diantara kedua orang tersebut kembali terpecah.


Ling Feng yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. Melihat Long Tian dan To Mu seperti itu bagaikan air dan api yang tidak bisa menyatu.


"Aihhh kalian berdua ini sudah tua kelakuan seperti anak yang jika memperebutkan sesuatu saja. Sadar kita sudah menjadi pusat perhatian ini" kata Ling Feng yang lama kelamaan jadi malu karena, menjadi pusat perhatian.


Namun Long Tian dan To Mu mengabaikan hal itu dan tetap berdebat membuat Ling Feng menjadi jengah dan akhirnya memutuskan memisahkan diri dari kedua orang tua yang ingat umur itu.


"Sudah tua kelakuan masih tidak ada bedanya dengan anak yang masih seperti bocah." kata Ling Feng memilih ke balkon menikmati hembusan angin.


"Hari yang tenang." kata Ling Feng melihat pemandangan kota Cheng Du saat itu yang damai walaupun masih terlihat cukup berantakan. "Namun itu tidak berlaku untuk diriku." tatapan lurus matanya seketika langsung tajam ingat kembali tentang pembantaian didesanya. Namun seketika langsung kembali lagi karena, merasakan kehadiran yang mendekatinya.


"Aura mu sangat suram, sepertinya tuan muda Feng sedang tidak dalam suasana hati yang baik." kata orang tersebut yang tidak lain adalah Qin Mei.


"Jika nona sudah mengetahui itu, cepat sampaikan ada urusan apa. Nona sendiri sudah tau aku sedang tidak dalam suasana hati yang baik." kata Ling Feng tidak ingin basa-basi. Qin Mei yang melihat itu cukup tau diri.


"Tidak perlu sesintimal itu." kata Qin Mei sembari melemparkan sebuah token dan langsung ditangkap oleh Ling Feng.


"Itu akan berguna untuk mu jika memperlukan sesuatu di Paviliun Qiancheng." kata Qin Mei langsung pergi meninggalkan Ling Feng.


Ling Feng yang mendengar perkataan itu hanya mengangkat sebelah alisnya dan berkata.


"Sulit dimengerti hal itulah yang selalu ada di wanita." kata Ling Feng yang tidak paham apa yang diinginkan Qin Mei.


>>>>> Bersambung

__ADS_1


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )


( Blizzardauthor)


__ADS_2