
“Iya maaf, maaf, tapi jujur saja aku tidak bisa menahan tawa di sini. Kita lihat saja, apakah kau masih mampu berkata angkuh seperti itu kepadaku.” Kata Ling Feng dengan seringai misterius tercetak di wajahnya. Hao Xiang dan Ling Laohu yang melihat seringai itu hanya bisa prihatin dengan nasib jiwa iblis itu, karena saat ini ia sudah salah memilih lawan.
>>>>>>______
Ling Feng memejamkan kedua matanya sejenak, lalu beberapa detik kemudian membuka kedua matanya kembali menatap tajam ke arah jiwa iblis Ye Jiho. Pupil mata Ling Feng yang awalnya berwarna hitam, kini berubah menjadi merah kegelapan, jiwa Ye Jiho secara refleks menatap lurus ke arah pupil Ling Feng yang berwarna merah kegelapan itu. Sampai beberapa detik kemudian tiba-tiba jiwa Ye Jiho mendadak diam dan sangat tenang.
Suasana tenang itu tidak berlangsung lama, setelah beberapa menit kedepan. Jiwa Ye Jiho secara tiba-tiba bergetar tanpa sebab di iringi dengan teriakan yang sangat mengguncang jiwa siapapun orang yang mendengarnya.
“AKHHHHH...!! APA INI! APA INI! APA YANG TELAH KAU LAKUKAN KEPADAKU MANUSIA BAN*SAT! DIMANA INI! AKHHHHH...! HENTIKAN SEKARANG JUGA!” Teriak Jiwa serpihan jiwa Ye Jiho, terlihat bergetar hebat terguncang-guncang. Jiwa Ye Jiho hanya berteriak-teriak histeris layaknya orang yang telah kehilangan akalnya. Ia tidak bisa bergerak bebas, karena Ling Feng telah mengunci pergerakan jiwanya.
“Hehhhh... Coba saja kau tahan, bukankah kau sendiri yang bilang tidak akan buka mulut sampai kau mati sekalipun. Aku ingin mengetahuinya seberapa lama kau bisa menahanya, kawan-kawan iblis mu saja tidak bertahan sampai satu menit.” Ucap Ling Feng dengan senyum tipis di wajahnya, tidak. Daripada disebut sebuah senyum tipis, seringai yang di sembunyikan lebih cocok dengan ekspresi wajah Ling Feng saat ini.
Hao Xiang dan Ling Laohu tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Ling Feng saat ini, namun dirinya sangat yakin bahwa Ling Feng melakukan semacam teknik ilusi yang sangat mengerikan, sampai-sampai jiwa iblis itu berteriak sangat pilu, membuat siapapun merinding, karena teriakannya itu sangat menggambarkan, bahwa Jiwa Ye Jiho sangat tersiksa saat ini. Ling Laohu dan Hao Xiang, hanya bisa menelan saliva kasar, melihat jiwa Ya Jiho yang sedang di siksa oleh Ling Feng.
Satu menit pun terasa berlalu begitu lama bagi jiwa Ye Jiho saat ini, ia bahkan tidak bisa berhenti berteriak pilu, jika saja ia mempunyai wujud fisik, entah reaksi apa yang akan di tunjukkan oleh tubuhnya ketika merasakan siksaan yang Ling Feng lakukan.
__ADS_1
Sampai dua menit kemudian, jiwa Ye Jiho pun menyerah memohon ampun kepada Ling Feng untuk menghentikan apa yang telah ia lakukan kepadanya. Terlihat jelas, kata-kata kasar yang biasanya ia lontarkan kepada Ling Feng, kini berubah menjadi permohonan yang amat sangat pilu.
“Ya tidak buruk. Kau yang paling lama selaain kawan-kawan iblis mu yang lain. Setidaknya kau bisa bertahan dalam neraka itu selama dua menit kurang.” Ujar Ling Feng, yang mana membatalkan tekniknya, dan kedua pupil matanya yang awalnya berubah merah gelap, kini kembali menjadi normal, yaitu hitam.
Terlihat jelas, jiwa dari Ye Jiho tidak berhenti-hentinya bergetar, mungkin dirinya masih merasakan perasaan mengerikan dari teknik Ling Feng itu. “Baiklah, aku akan bertanya dengan singkat saja. Siapa atasanmu? Hendak apa kalian datang ke Kekaisaran Wu? Apakah kedatangan kalian kemarin itu ada hubungannya dengan sebuah artefak di Kekaisaran Wu?” Ujar Ling Feng langsug mengajukan pertanyaan, tanpa berniat basa basi sama sekali.
Jiwa Ye Jiho yang sedang terguncang itu pun mulai menjawab pertanyaan Ling Feng satu persatu. Mulai dari perintah yang ia terima dari atasannya itu untuk mencari beberapa tumbal yang bagus di kota ini, mengingat kota suma yang berada di pinggiran kota dan jauh dari pengawasan sekte-sekte besar. Dirinya juga memberitahu identitas dari atasan nya itu yang adalah salah satu dari enam jendral iblis. Jendral Kemarahan, Sa Dan. Ye Jiho juga memberitahu tentang alasan mereka datang kemari adalah benar adanya seperti yang di katakan oleh Ling Feng, yaitu untuk mecari artefak.
“Jendral iblis itu sekarang berada di mana?” Tanya Ling Feng mengubah raut wajahnya menjadi lebih serius.
“Tuan Jendral kini ber...” Tepat jiwa Ye Jiho hendak menjawab pertanyaan Ling Feng tentang keberadaan jendral iblis tersebut, secara tiba-tiba jiwa Ye Jiho mendadak berhenti berbicara.
“Jadi begitu ya, Jiho tidak berguna itu sudah tertangkap oleh ras manusia dan sedang diinterogasi saat ini. Pantas saja, aku merasakan sesuatu tidak beres saat kristal kehidupan sampah itu hancur, namun jiwanya tidak kunjung datang kepadaku.” Ujar jiwa Ye Jiho, tapi bukan Ye Jiho.
Deggghhh... Deggghhh...
__ADS_1
“Hohhhh... Ternyata masih sangat muda, masih sangat muda tapi kekuatan kalian berdua sudah sekuat ini sampai mampu mengalahkan komandanku. Terutama kau yang mengenakan topeng. Jujur saja aku tertarik dengan dirimu, setelah mendengar cerita dari Cai Shen. Sepertinya ini sudah takdir bahwa kau berada di sini juga, Aku jadi tidak sabar dengan pertemuan kita. Ya, itupun kalau kau beruntung menemukan keberadaan ku kekekeke... Sebagai hadiah kecil aku akan berikan sambutan, karena kau telah datang ke sini juga.” Ujar jiwa Ye Jiho yang di ambil alih oleh Jendral iblis.
Tepat setelah berkata seperti itu, tiba-tiba Ling Feng merasakan ada yang janggal dari kalimat terakhir dari jiwa Ye Jiho yang di ambil alih oleh jendral iblis. Ia pun menatap dalam-dalam serpihan jiwa Ye Jiho, yang kini terlihat seperti jiwa tanpa kesadaran. Sampai ia pun sadar maksud dari Jendral iblis itu, namun sayang itu sudah terlambat, karena serpihan jiwa itu secara tiba-tiba membengkak sangat besar dan kecepatan membengkak nya itu bukan main.
“Ckkk... Tidak akan sempat.” Batin Ling Feng menoleh ke arah Hao Xiang seraya melempar Ling Laohu yang berada di atas kepala nya kepada Hao Xiang. Ling Laohu dan Hao Xiang yang melihat apa yang dilakukan oleh Ling Feng tentunya terkejut, karena secara tiba-tiba. Sampai saat Hao Xiang hendak bertanya kepada Ling Feng, secara tiba-tiba Ling Feng langsung menggunakan teknik teleportasi pada keduanya.
Hao Xiang dan Ling Laohu yang di teleportasi secara tiba-tiba oleh Ling Feng pun bingung tidak mengerti, sampai kemudian guncangan yang sangat dahsyat disertai ledakan yang sangat besar terdengar di kota suma, membuat Hao Xiang dan Ling Laohu termenung sejenak sampai kemudian sadar alasan mengapa Ling Feng sengaja memindahkan mereka secara paksa.
Deggghhhh... Deggghhhh...
“Tidak, tidak, tidak.” Batin Hao Xiang menatap kosong ke arah ledakan itu. Tidak hanya Hao Xiang saja, Ling Laohu yang berada di atas kepalanya pun merasakan hal yang sama. Degup jantung keduanya berdetak dua kali lebih cepat. Baik itu Hao Xiang dan Ling Laohu, keduanya langsung berlari sangat kalap ke arah ledakan besar itu berada.
“Tidak, tidak, guru sangat kuat. Guru pasti baik-baik saja. Aku yakin guru baik-baik saja.” Batin Hao Xiang menambah kecepatan berlari nya.
“Naik ke punggung ku. Kita harus segera bergegas ke sana.” Ujar Ling Laohu yang entah sejak kapan sudah berubah menjadi wujud harimau putih, tanpa berkata sepatah kata pun Hao Xiang naik ke atas punggung Ling Laohu, dan harimau putih itu pun langsung terbang sangat cepat ke arah sumber ledakan.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.