Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Perbicangan Dua Wanita


__ADS_3

“Ya aku rasa tidak buruk juga bertemu sebelum final esok hari. Mau jalan-jalan sebentar?” Kata Bing Jiao.


“Dengan senang hati.” Jawab Qing Xian tanpa ragu sama sekali.


>>>>>>>______


“Jadi kamu bersama kakak ya kemarin semalaman.” Kata Bing Jiao yang pertama kali membuka suara seraya melirik sekilas ke arah Qing Xian yang juga melirik sekilas kepadanya. “Jika iya kenapa? Jika tidak kenapa? Lalu apa urusan nya dengan nona Bing Jiao?” Qing Xian balik bertanya.


“Apa saja yang kamu lakukan dengan kakak semalaman itu?” Alih-alih menjawab nya, Bing Jiao kembali mengajukan pertanyaan membuat Qing Xian sedikit mengangkat sebelah alisnya. Qing Xian kembali melirik ke arah Bing Jiao, kali ini ia mempertajam penglihatan nya, fokus kepada wajah Bing Jiao yang terlihat sedikit merah di bagian pipi nya.


Qing Xian yang menyadari itu tersenyum di balik cadarnya lalu berkata, “Kami berdua tidak melakukan apa-apa cuman berlatih.” Jawab Qing Xian yang seketika membuat bahu Bing Jiao yang awal nya tinggi mendadak turun, dan itu di sadari oleh Qing Xian. Qing Xian lalu kembali berkata, “Hanya saja...” Kata Qing Xian menggantung perkataannya. Membuat Bing Jiao bahu yang awalnya sudah turun naik kembali, dirinya tersentak ketika mendengar nya.


“H-hanya saja apa?” Tanya Bing Jiao dengan nada yang terdengar sangat jelas, bahwa ia sedang gugup. Qing Xian langsung mendekatkan wajahnya dan membisiki tepat ditelinga Bing Jiao.


“Hanya saja, entah kenapa pelatihan kemarin itu terasa sangat panas, sampai-sampai membuat ku tidak bisa melupakan nya.” Bisik Qing Xian tepat di telinga Bing Jiao. Kedua mata Bing Jiao melebar, pikirannya sesaat berhenti ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Qing Xian.


“Ehh? Pelatihannya terasa panas? Kenapa sangat panas padahalkan malam tadi sangat sejuk udaranya? Memang pelatihan apa yang membuatnya sepanas itu sampai tidak bisa melupakan nya? Pelatihan panas? Dengan kakak? J-jangan bilang mereka berdua...? Pria dan wanita b-berduaan saja” Pikir Bing Jiao yang seketika sampai pada sebuah kesimpulan dan seketika membuat wajah Bing Jiao berubah semerah tomat dan asap putih samar-samar keluar dari puncak kepalanya.

__ADS_1


Bing Jiao sontak langsung menjauh dari Qing Xian dengan wajah yang memerah melirik kepada dirinya dengan pandangan tidak percaya, “K-kamu dan k-kakak j-ja-jangan bilang... S-sudah...” Kata Bing Jiao terbata-bata, karena sangat gugup sekaligus merasa sangat malu ketika membayangkan apa yang telah terjadi di antara Qing Xian dan Ling Feng semalam.


Melihat tingkah polos dari wanita dihadapan nya itu, Qing Xian tidak bisa untuk tidak tersenyum, bahkan jika tidak ia tahan, tawanya bisa pecah begitu saja, melihat tingkah Bing Jiao yang terlihat sangat menarik dan lucu secara bersamaan.


Qing Xian biasanya tidak memiliki dorongan seperti ini, namun entah berasal dari mana, dorongan untuk menggoda Bing Jiao tiba-tiba muncul begitu kuat. “Ehhhh~ apa jangan-jangan nona Bing Jiao belum pernah berlatih seperti itu dengan Ling Feng~. Ara~ aku tidak menyangka nona Bing Jiao ternyata sangat polos ya.” Kata Bing Jiao dengan pelan, membuat nya hanya bisa di dengar oleh dirinya dan Bing Jiao saja.


Mendengar hal itu, tubuh Bing Jiao sontak mengejang. Rona merah terlihat sangat jelas di kedua pipinya saat ini, dan itu membuat Qing Xian tidak bisa untuk tidak terkekeh lagi. Bing Jiao belum sadar untuk beberapa saat, sampai kemudian baru dirinya sadar, bahwa Qing Xian sedang menggodanya, karena mendengar tawaan darinya.


Qing Xian sendiri terlihat sangat malu setelah mengatakan hal itu, karena secara tidak langsung dirinya juga membayangkan dirinya yang tubuhnya tidak sengaja terlihat oleh Ling Feng. Rona merah di kedua pipinya tidak terlalu terlihat jelas, karena ia tertawa sampai-sampai harus menggunakan punggung tangannya, untuk menutupi tawanya agar tidak terlalu pecah, daripada disebut merasa malu, dirinya lebih ingin tertawa, karena reaksi Bing Jiao yang menurutnya lucu.


Menyadari tawaan Qing Xian, Bing Jiao pun tersadarkan bahwa dirinya sedang di goda oleh wanita di depannya ini. “K-kamu... Jangan bilang yang tadi...” Ucap Bing Jiao terbata-bata, dan sulit mengatakannya, karena tidak menyangka bahwa Bing Jiao sedang menggodanya. Qing Xian sendiri masih tertawa sembari menutupi dengan telapak tangannya supaya tidak pecah.


“Hmmmpphhh... Aku tidak ingin mendengar hal itu, dari orang yang bahkan tidak mempunyai pengalaman.” Kata Bing Jiao dengan nada kesal. Qing Xian yang mendengar itu langsung menimpalinya, “Ya setidaknya Ling Feng telah melihat apa yang ada di balik pakaian ku.” Kata Qing Xian dengan merasa bangga. “Ya walaupun itu tidak sengaja sih.” Katanya melanjutkan perkataan itu di dalam hatinya.


Bing Jiao dan Qing Xian sudah menjadi pusat perhatian saat ini, lebih tepatnya sedari awal sudah menjadi pusat perhatian, karena memang keduanya pasti selalu menarik perhatian dimana pun mereka berada. Bing Jiao lalu melirik kepada Qing Xian seraya menunjuknya, lalu berkata,


“Pertandingan besok aku tidak akan kalah. Persiapkan dirimu nona Qing Xian.” Kata Bing Jiao.

__ADS_1


“Hal itu juga berlaku untuk mu nona Bing Jiao. Aku tidak akan menahan diri dan mengarahkan semuanya.” Timpal Qing Xian seraya tersenyum kepadanya, atau lebih tepatnya sebuah seringai kecil. Samar-samar aura yang sangat kuat memancar dari tubuh Qing Xian dan Bing Jiao, dan oleh sebab itulah tidak ada yang berani untuk mendekati kedua wanita cantik itu.


“Justru itu yang kuinginkan. Aku akan marah jika kamu menahan diri pada pertandingan esok hari.” Kata Bing Jiao yang juga menyeringai tipis di wajahnya baru kemudian berbalik pergi. Qing Xian juga berbalik pergi ke arah yang berlawanan.


“Aku pasti akan memenangkan turnamen ini.” Batin Qing Xian dan Bing Jiao bersamaan.


>>>>>>______


Sementara itu di tempat Ling Feng dan yang lainnya


“Jadi begitu, terima kasih atas informasinya. Kalau begitu aku serahkan bagian luar kepada paman dan Ren Hu. Untuk di dalam tanah rahasia, biar aku yang mengurusnya.” Kata Ling Feng memberikan keputusan setelah mendengar informasi yang disampaikan oleh Ren Hu. To Mu dan Ren Hu menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa maksud yang dikatakan oleh Ling Feng.


“Oh ya Feng’er. Saudara Tian mengabariku kemarin, bala bantuan akan datang esok hari, kalau tidak salah yang akan datang bocah assasin dan bocah yang memegang sabit kembar. Keduanya kebetulan sedang berada di dekat sini.” Kata To Mu mengatakan perkataan dari Long Tian kepada Ling Feng.


“Aku mengerti, terima kasih telah memberitahukan nya paman.” Ucap Ling Feng yang diangguki oleh To Mu.


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2