Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Berubah Pikiran


__ADS_3

“Tamat sudah riwayatmu tua bangka licik.” Ucap Ling Feng dan langsung menghabisinya dengan sekali serang.


>>>>>>______


Sementara itu di Sisi Yang Sun


“Fyuhhh... Selesai juga akhirnya.” Gumam seorang pemuda menghela nafas lega seraya menyarungkan kembali pedangnya. Ia lalu melirik ke belakangnya dimana sudah tergeletak mengenaskan tiga orang yang mengenakan jubah. Beberapa saat sebelumnya, Yang Sun yang sedang diam saja tiba-tiba menyadari ada tiga orang berjubah hendak melakukan hal yang mencurigakan kepada Bing Jiao dan yang lainnya.


Dirinya sudah mengetahui bahwa tiga orang tersebut adalah orang yang mengikuti mereka, sebelum di sadari oleh ketiga wanita itu, Yang Sun memancing tiga orang berjubah itu dan menggiring ketiganya menjauh dari Bing Jiao dan yang lainnya. Tentunya tanpa basa-basi, Yang Sun langsung menghabisi ketiganya sesuai dengan pesan yang di berikan oleh Ling Feng sebelumnya.


“Baiklah waktunya kembali. Aku rasa Saudara Feng juga sudah selesai.” Ucap Yang Sun lalu keluar dari gang tersebut meninggalkan tiga orang tersebut kembali ke toko yang sebelumnya. Benar saja ketika ia sampai di sana, terlihat Ling Feng sudah berada di sana. Pemuda itu juga menyadari keberadaan Yang Sun dan melambaikan tangan kepadanya.


“Apakah kamu sudah selesai mengurus mereka Saudara Sun?” Tanya Ling Feng kepada Yang Sun.


“Tentu, aku sudah selesai mengurus tiga orang yang mengikuti kita. Sesuai dengan apa yang kamu katakan saudara. Aku langsung menghabisi mereka, ketika mereka memulai pergerakan yang mencurigakan.” Jawab Yang Sun seraya menganggukkan kepalanya.


“Tapi saudara, kira-kira siapa ya orang yang mengirimkan mereka semua untuk mengikuti kita?” Kata Yang Sun tiba-tiba berkata seperti itu karena penasaran. Ling Feng yang mendengar itu terkekeh pelan lalu berkata, “Kebetulan sekali. Aku ingin mengunjungi orangnya setelah ini. Apakah kamu mau ikut dengan ku saudara?” Ujar Ling Feng.


“Sepertinya akan terjadi sesuatu yang menarik. Sayang rasanya jika aku tidak ikut.” Timpal Yang Sun seraya terkekeh pelan menyetujui ajakan Ling Feng.


“Hehhhh... Kamu mulai berubah rasanya saudara.” Ucap Ling Feng seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Yang Sun hanya mengedikan kedua bahunya seraya berkata, “Begitukah menurutmu? Ya, rasanya hal-hal yang menarik selalu saja terjadi di sekitarmu. Walaupun kebanyakan nya masalah sih.” Ucap Yang Sun terkekeh pelan.


“Oh ayolah, bukan aku yang menginginkan hal itu. Mereka semua selalu iri dan selalu saja mencari masalah denganku. Jika tidak aku layani, maka tidak akan pernah kapok. Jujur saja aku sendiri pun lelah menghadapinya.” Timpal Ling Feng seraya menghela nafas panjang di balas gelengan kepala oleh Yang Sun seraya beberapa kali menepuk pundak Ling Feng tanda prihatin.

__ADS_1


“Omong-omong saudara bagaimana kita menghampiri mereka, sudah hampir setengah jam lebih mereka bertiga tidak beranjak dari toko tersebut.” Ucap Yang Sun yang menunjuk ke arah tiga wanita yang sedang sibuk berdebat entah apa yang sedang di debatkan.


Ling Feng yang mendengar itu pun juga berpikir hal yang sama, jadi keduanya memutuskan untuk mendekati ketiganya. Ketika ditanya apa yang sedang di perdebatkan Ling Feng dan Yang Sun hanya bisa tersenyum kecut saja, karena yang diperdebatkan adalah sulit memilih barang, karena menurut ketiganya semua yang ada di sana barang bagus jadi sulit memilih sampai-sampai harus berdebat.


“Kenapa tidak kalian beli dua-duanya saja. Toh memang kedua barang tersebut bagus dan mempunyai daya tariknya masing-masing. Lalu tidak perlu khawatir soal harganya, aku yang akan bayar semuanya.” Ucap Ling Feng menyarankan. Bing Jiao dan Qing Xian pun saling pandang dan menyetujui saran Ling Feng. Dalam hatinya Ling Feng hanya bisa mengumpat tanpa menyuarakan nya.


“Fyuhhhh... Untung sayang.” Batin Ling Feng menarik nafas dalam-dalam, menahan diri untuk tidak memukul kepala Bing Jiao dan Qing Xian, karena memperdebatkan hal yang menurutnya sepele namun memakan waktu sampai setengah jam lamanya.


“Kakak, kakak. Bagaimana menurutmu gelang ini?” Tanya Bing Jiao meminta pendapat kepada Ling Feng. Ling Feng tersenyum hangat lalu berkata, “Gelang itu cocok untuk mu Jiao’er. Serasi dengan kulit seputih salju mu.” Balas Ling Feng memberikan pendapat nya seraya tersenyum hangat membuat Bing Jiao langsung tersenyum senang, ketika mendengar apa yang di katakan oleh Ling Feng.


Lalu datang Qing Xian kali ini yang juga menanyakan pendapat Ling Feng tentang selendang yang ia beli. “Ya selendang itu cocok dan sesuai dengan leher jenjang mu. Membuat mu terlihat lebih cantik.” Ucap Ling Feng kepada Qing Xian.


Setelah memberikan pendapatnya tentang barang yang di beli oleh kedua wanitanya, Bing Jiao dan Qing Xian saling melirik dan menganggukkan kepalanya membuat Ling Feng mengangkat sebelah alisnya ketika melihat tingkah keduanya. Sampai kemudian Bing Jiao pun memberikan sebuah pakaian kepada Ling Feng. Melihat pakaian itu, Ling Feng melirik ke arah Bing Jiao dan Qing Xian secara bergantian.


Tepat ketika ia mencoba nya, Ling Feng tersenyum mengingat usaha kedua nya untuk memilih pakaian tersebut untuknya. Pakaian tersebut mempunyai desain sederhana, namun elegan. Bagian atasnya tepat di bagian punggung nya, ada sebuah pola naga putih dan naga hitam yang membentuk lingkaran, menggambarkan simbol yin dan yang. Selain itu ada garis-garis yang menghiasi dan pola geometris di kedua pergelangan tangan nya memberikan elemen yang sangat cocok.


“Terima kasih Jiao’er, Xian’er. Pakaian nya bagus aku suka.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum hangat lalu dianggukki oleh kedua nya. Setelah itu, Ling Feng pun membayar belanjaan kedua wanita nya. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke kediaman Qing Xian terlebih dahulu. Namun Ling Feng meminta untuk ketiganya pergi terlebih dahulu, karena dirinya dan Yang Sun ada suatu urusan terlebih dahulu.


>>>>>>______


Sementara itu di Suatu Tempat


Prangggg...!!

__ADS_1


“Bangs*t! Kenapa kapten masih belum kembali juga?! Ini sudah hampir satu jam lebih!” Teriak marah bangsawan muda seraya menghempaskan benda-benda yang berada di meja dekat tempat tidurnya. Terlihat sang pelayan pun hanya bisa diam membisu saja, karena kapten yang diutus untuk membawa Ling Feng dan teman-temannya tidak bisa dihubungi sama sekali.


“Kenapa kau malah diam saja sekarang?! Cepat jawab aku! Kenapa kapten dan anak buahnya masih belum sampai juga!” Teriak marah bangsawan muda itu membentak pelayannya.


“M-maafkan aku tuan muda. K-kapten dan anak buahnya tidak bisa di hubungi sama sekali.” Ucap pelayan tersebut yang seketika langsung di lempar sebuah botol kaca oleh bangsawan muda itu.


Prangggg...?!


“Dasar orang-orang tidak berguna! Cepat keluar sana! Membuat ku muak saja!” Teriak bangsawan muda itu memerintahkan pelayannya. Pelayan itu pun sedikit menundukkan kepalanya lalu pamit dari ruangan bangsawan muda itu. Tinggallah bangsawan muda itu sendiri di kamarnya.


Bangsawan muda itu pun kembali mengamuk dan menghancurkan segala macam benda yang ada di ruangan tersebut seraya berkata seperti orang kerasukan, “Tidak bisa di maafkan, aku akan membalasnya nanti, dan pastinya lebih dari ini. Saat itu tiba, teman-temanmu terutama ketiga wanita itu akan menjadi penghangat ranjangku.” Ujar bangsawan muda tersebut dengan penuh penekanan di setiap katanya.


“Tidak perlu nanti, aku sudah di sini kok.” Ucap suara yang tiba-tiba muncul membuat bangsawan muda itu terkejut ketika mendengar nya. Dirinya pun refleks melirik ke arah sumber suara dan mendapati Ling Feng di sana. Bangsawan muda itu refleks melangkah beberapa kali ke belakang dan hanya diam saja membisu menatap Ling Feng dengan pandangan kosong.


“Kenapa diam saja? Bukankah kamu ingin membalas dendam kepadaku? Cepatlah mumpung aku sudah di sini loh.” Ucap Ling Feng dengan acuh tak acuh dan lagi-lagi bangsawan muda itu hanya diam membisu, karena dirinya tidak bisa mengatakan satu patah kata pun, karena aura membunuh yang begitu pekat terpancar dari tubuh Ling Feng.


“Awalnya aku hanya hendak memberikan kepadamu sebuah peringatan, dengan membawakan mayat-mayat dari anak buahmu.” Ucap Ling Feng lagi seraya mengeluarkan seluruh jasad kapten dan anak buah nya yang ia simpan di ruang jiwa ilahinya. Bangsawan muda itu langsung jatuh lemas ketika melihat tumpukan jasad yang sangat ia kenal.


Ia pun menatap bergetar ke arah Ling Feng yang kini terlihat sangat menyeramkan, ia tidak bisa bergerak sama sekali, karena di tekan oleh aura membunuh Ling Feng yang sangat pekat.


“Niat awalku hanya mengancammu untuk tidak macam-macam lagi, tapi sekarang aku berubah pikiran. Kematian adalah hal yang bagus untuk sampah sepertimu.” Ucap Ling Feng dengan acuhnya menggerakkan tangan nya dengan cepat secara horizontal, dan beberapa saat kemudian darah pun keluar deras dari leher bangsawan muda itu sampai kemudian kepalanya pun jatuh ke lantai ruangan tersebut.


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2