
Setelah mengetahui informasi terbaru, Ling Feng memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu didesa perbatasan ini. Walaupun disebut desa, namun banyak penginapan yang berbaris rapih di desa tersebut.
"Kita langsung menuju pesisir sungai ?" tanya Long Tian yang telah kembali normal. Setelah melewati pintu kedai tersebut, Long Tian langsung bersikap biasa saja seakan-akan tidak pernah terjadi apapun. Ling Feng yang melihat itupun cukup takjub dengan perubahan Long Tian yang sangat cepat.
"Kita akan tinggal semalam di desa ini." putus Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu senyuman lebar tercetak diwajahnya. Merasa tidak ada respon dari Long Tian, Ling Feng mengalihkan pandangannya kebelakang lalu merasa heran melihat ekspresi Long Tian yang tersenyum.
"Kenapa paman tersenyum ?" tanya Ling Feng mengangkat sebelah alisnya heran. Long Tian yang dipergoki Ling Feng hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Tidak ada, hanya saja sepertinya aku harus menuntaskan rumput liar sampai ke akar-akarnya." ucap Long Tian yang awalnya senyuman berubah menjadi seringai lebar yang mengerikan. Ling Feng yang mendengar itu hanya tersenyum simpul lalu berjalan kembali.
"Jika paman ingin bersenang-senang silahkan saja, asal jangan sampai membuat masalah yang tidak perlu." ucap Ling Feng berjalan. Long Tian yang mendengar itu tersenyum mengekori dibelakang Ling Feng dibelakang memasuki salah satu penginapan disana.
Penginapan yang dipilih oleh Ling Feng adalah sebuah penginapan yang sederhana, namun dengan suasana yang nyaman.
"Selamat datang tuan dipenginapan kami." ucap ramah resepsionis penginapan tersebut. Ling Feng yang mendengar itu mengangguk kepalanya berkata.
"Dua kamar untuk satu hari satu malam." ucap Ling Feng. Resepsionis tersebut berkata kembali.
"Semuanya jadi enam koin emas tuan." kata resepsionis tersebut. Ling Feng yang mendengar itu langsung mengeluarkan koin emas sesuai harga yang ditentukan.
"Ini kunci kamar tuannya." ucap resepsionis tersebut memberikan dua kunci kamar. Ling Feng menerima kunci kamar tersebut lalu melemparkan satunya kepada Long Tian lalu berkata.
"Ingat paman jangan sampai menimbulkan masalah yang tidak perlu." ucap Ling Feng beranjak menuju lantai dua sesuai nomor kamar yang tertera dikuncinya. Long Tian yang mendengar itu terkekeh kembali keluar dari penginapan tersebut.
Kamar Ling Feng
"Tidak buruk untuk harga tiga koin emas." ucap Ling Feng melihat kamar penginapan yang sederhana namun elegan. Ling Feng langsung berbaring di tempat tidur merehatkan tubuhnya yang biasanya berbaring di dahan pohon.
__ADS_1
"Cukup nyaman" dua kata yang keluar untuk mendeskripsikan tempat tidur tersebut. Ling Feng memandang langit-langit penginapan tersebut sembari merenungi perkataan Long Tian tadi.
"Yang kuat yang memegang kendali ya..." ucap Ling Feng memikirkan perkataan Long Tian tentang keadilan. Apa yang dikatakan Long Tian memang tidak salah, namun tidak benar juga menurut Ling Feng.
Mendengarkan penjelasan tentang keadilan yang dikatakan oleh Long Tian, menimbulkan banyak pertanyaan yang muncul dikepala Ling Feng.
"Huhhhhh daripada memikirkan gelisah tidak karuan, lebih baik kedunia jiwa melihat sudah sejauh mana pelatihan Hao Xiang." ucap Ling Feng bangkit dari tempat tidur membuka portal menuju dunia jiwanya.
Dunia Jiwa Ling Feng
Terlihat seorang pemuda sedang dalam sikap lotus, konsentrasi bermeditasi dibawah pohon dekat dengan gua. Walaupun tampilannya terlihat seperti seorang pemuda, umur asli pemuda tersebut adalah seorang anak kecil yang belum genap menginjak remaja. Pemuda itu tidak lain adalah Hao Xiang, seorang anak kecil yang bahkan belum genap menginjak usia remaja.
"Mengalirkan keseluruh tubuh lalu lepaskan semuanya serentak." gumam Hao Xiang berkonsentrasi lalu melepaskan sekaligus semua energi yang ada di dantiannya.
Booooommmm
"Ranah Guru bintang 1" ucap Hao Xiang mengepalkan tangan sebuah senyuman tercetak diwajahnya.
"Hoo, tidak kusangka kau akan menerobos ranah guru dalam kurun waktu beberapa minggu saja. Reinkarnasi beast legenda memang mengerikan." ucap seorang pemuda yang tidak lain adalah Ling Feng keluar dari portal. Hao Xiang yang melihat kedatangan Ling Feng, langsung bangkit dari sikap lotus mendekatinya.
"Salam kakak" kata Hao Xiang memberi salam ala para kultivator. Ling Feng melihat sikap sopan Hao Xiang tersenyum melambaikan tangannya.
"Kualitas tulang perak puncak, Energi dalam yang sudah dimurnikan, Fondasi kultivasi yang kokoh, dan umur masih belum genap sepuluh tahun. Hal ini baru benar, orang-orang yang mengikuti ku tidak ada yang lemah." ucap Ling Feng puas dengan pencapaian Hao Xiang. Hao Xiang yang mendengar itu merasa senang dan tidak sia-sia ia bekerja keras selama pelatihan.
Ling Feng menyapu pandangannya tidak merasakan kehadiran apapun. Merasa ada yang ganjal, Ling Feng bertanya kepada Hao Xiang.
"Hao'er Kemana paman Mu dan Laohu gemuk ?" tanya Ling Feng. Mendengar itu Hao Xiang menjawab.
__ADS_1
"Aku tidak tau kak. beberapa hari yang lalu paman mu pernah menemani ku latihan, namun sejak kemarin Hao,'er tidak pernah melihatnya lagi" kata Hao Xiang. Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya merasa heran.
"Untuk kucing Pemalas itu sedang berada dimana sekarang ?" menanyakan keberadaan Ling Laohu. Hao Xiang yang mendengar itu langsung menunjuk gua yang berada disebelahnya.
"Kucing menyebalkan itu berada didalam kak, ia sedang tidur sepertinya saat ini." ucap Hao Xiang sedikit kesal ketika membahas Ling Laohu. Mendengar itu Ling Feng menganggukkan kepalanya.
"Sudahlah hal itu urus saja nanti. Sekarang kita beralih kepadamu lagi." ucap Ling Feng kepada Hao Xiang. Hao Xiang yang mendengar itu tersenyum berbinar matanya.
Melihat tatapan berbinar Hao Xiang, Ling Feng hanya tersenyum simpul saja berkata. "Daya tempur mu memang sudah kuat dan memumpuni bahkan bisa dibilang terkuat diatas segalanya. Namun, masih ada satu lagi yang kurang dari dirimu." ucap Ling Feng serius. Hao Xiang yang mendengar itu memasang pendengarannya baik-baik.
"Pengalaman hidup dan mati. Hal itu yang kurang darimu saat ini Hao'er" ucap Ling Feng. Hao Xiang yang mendengar memejamkan matanya melihat kembali ingatan yang diwariskan Phoenix sebelumnya kepada dirinya.
"Pengalaman hidup dan mati tidak bisa diwariskan. Pengalaman hidup dan mati hanya bisa diperoleh dengan dirimu sendiri yang mengalaminya" ucap Ling Feng melihat Hao Xiang yang sedang memeriksa ingatan pendahulunya.
"Oleh karena itu, kita akan keluar dari dunia jiwaku mencari pengalaman untuk meningkatkan daya tempur mu." ucap Ling Feng. Hao Xiang yang mendengar itu tersenyum lebar mendengar kata dunia luar.
"Tetapi, sebelum keluar dari dunia jiwa, stabilkan dulu fondasi mu. Kau baru saja menerobos jangan terburu-buru santai saja." ucap Ling Feng sembari berjalan masuk kedalam gua. Hao Xiang yang mendengar itu menganggukan kepalanya kembali mengambil sikap lotus untuk menstabilkan fondasi kultivasi nya.
Dunia Luar
"Sebelumnya Feng'er bilang untuk tidak membuat masalah. Membantai habis seikat rumput liar termasuk tidak membuat masalahkan" gumam Long Tian terkekeh masuk ke gang sempit dekat dengan penginapan.
>>>>> Bersambung
(Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku)
(Blizzardauthor)
__ADS_1