Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Rencana


__ADS_3

"Hao'er kembali ke sini." Ucap Ling Feng. Hao Xiang dalam sekejap langsung kembali ke sisi Ling Feng tanpa banyak kata. Semua orang langsung terdiam ketika melihat itu, mereka terdiam bukan karena tingkah kurang ajar Hao Xiang. Namun, aura panas yang naik drastis tiba-tiba hilang ketika Ling Feng meminta untuk berhenti.


"Apa-apaan aura anak ini?! Dilihat dari umurnya ia baru belasan taun, tapi bagaimana aura mengerikan seperti itu bisa keluar dari tubuh bocah berumur belasan taun. Aura tadi benar-benar seorang hewan buas." Batin Kepala Keluarga Qing masih terbayang aura yang keluar dari Hao Xiang.


"Apa yang diajarkan oleh naga tua ini kepada Hao'er." Batin Ling Feng menatap tajam Long Tian. Merasa ditatap tajam oleh Ling Feng, Long Tian mengangkat bahunya dan mengisyaratkan bahwa itu bukan dirinya. Baru kemudian Ling Feng teringat dengan satu orang yang mungkin membuat Hao Xiang menjadi seperti ini.


"Feng'er daripada itu lebih baik kau perhatikan wajah mu." Transmisi Long Tian muncul dikepalanya. Ling Feng yang mendengar itu awalnya bingung lalu kemudian ia refleks meraba-raba wajahnya, dan teringat akan sesuatu.


"Aku lupa melepaskan benda ini dari wajah ku." Batinnya merasa bodoh. Ling Feng terdiam sebentar baru kemudian langsung melepaskan benda penyamaran milik Long Tian didepan semua orang disana. Sekali lagi mereka membelalakkan matanya terkejut.


Tidak menyangka orang yang mereka tidak diduga, ternyata sangat dekat dengan mereka. Walaupun mereka sudah menduga bahwa pemuda yang berada didepan mereka tidak akan pergi secepat itu, namun tidak menyangka sampai melakukan penyamaran seperti itu.


"Abaikan yang ingin kalian katakan kepada ku ada yang lebih penting dari sekarang." Ucap Ling Feng. Walikota Anyi, kepala keluarga Qing, dan ketua paviliun obat langsung tersadar kembali.


"Baiklah paman sekarang informasinya." Ucap Ling Feng. Long Tian langsung memberitahukan semua yang ia ketahui dari pemuda bertudung itu.

__ADS_1


...>>>>>_____<<<<<...


"Jadi itulah yang aku ketahui sejauh ini. Selebihnya sesuai tindakan penjabat kota ini." Ucap Long Tian mengakhiri informasinya. Semua orang terdiam kecuali Ling Feng yang masih santai-santai saja. Bahkan ia terlihat acuh tak acuh ketika mendengar informasi tersebut, walaupun ada beberapa informasi yang menarik perhatiannya.


"Aku tidak menyangka bahwa penyusup itu sudah sangat lama berdiam di kota ku. Pantas saja aku merasakan hawa tidak enak ketika sedang berjalan-jalan mengawasi kota." Ucap walikota Anyi menghela nafas. Kepala keluarga Qing juga berpikir hal yang sama, ia tidak menyangka bahwa akan jadi serumit ini.


Bahkan ia tidak bisa membayangkan apabila tidak mendengar informasi ini secara langsung dan dampak apa yang akan diterima. "Bagaimana pendapat anda tuan muda." Ucap Qing Xian yang tertuju kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu sudah menduga bahwa perempuan itu akan bertanya kepadanya.


Bahkan saat ia membongkar penyamarannya, wanita itu tidak terkejut sama sekali dan seperti sudah menduganya. "Wanita jika terlalu pintar memang sangat mengerikan." Batin Ling Feng.


"T-tapi tuan muda…" Ucapan kepala keluarga Qing terhenti oleh Walikota Anyi. Ia bangkit dan membungkukkan tubuhnya kepada Ling Feng dan berkata.


"Terima kasih sudah repot-repot melakukan hal ini untuk kota Anyi. Aku sebagai walikota Anyi mengucapkan terima kasih, dan jika tuan muda Feng menginginkan sesuatu dari kota ini. Aku sebagai walikota Anyi akan berusaha." Ucap walikota Anyi.


Ling Feng yang melihat itu sedikit merasa tidak enak, karena tujuan awalnya ia meminta Long Tian menyelidiki pemuda bertudung itu adalah berkaitan dengan balas dendam pribadinya. Namun, dikarenakan Long Tian telah melakukan hal ini jadi apa boleh buat toh hasilnya sama saja.

__ADS_1


"Aku dan paman Tian mungkin tidak akan membantu kota ini, namun anak ini masih kurang berpengalaman jadi setidaknya ia bisa bantu-bantu dalam mengurus orang-orang yang akan menyerang kalian nanti." Ucap Ling Feng. Hao Xiang yang mendengar itu ingin menolaknya, namun tiba-tiba kata-kata To Mu terngiang-ngiang dikepalanya.


"Baiklah jika itu yang diinginkan kakak maka aku tidak akan menolak." Ucap Hao Xiang. Semua orang disana menelan salivanya dengan kasar. Bahkan jika mereka menyela perkataan bocah itu, tidak ada akhir yang bagus untuk menyinggung dua monster dihadapan mereka.


"Baiklah karena semua sudah selesai aku pamit dulu. Paman jangan lupa kembali." Ucap Ling Feng. Hao Xiang refleks langsung memeluk tubuh Ling Feng dan


Deghhhh


Sekali lagi mereka dibuat terkejut. Awalnya mereka hanya beranggapan bahwa hanya lengah saja dan tidak berpikir muncul dari kekosongan. Namun yang dihadapan mereka saat ini merupakan bukti bahwa pemuda itu bukanlah pemuda biasa.


"Apa jadinya jika menyinggung seorang monster seperti dirinya ya." Ucap sembarang kepala keluarga Qing. Ketua paviliun obat langsung menimpalinya.


"Bukankah kau sudah mengetahui hal itu. Kau akan berakhir seperti Keluarga He pastinya." Timpal ketua paviliun obat. Kepala keluarga Qing kembali teringat dengan keluarga He yang diratakan dengan tanah hanya dengan beberapa hari saja.


>>>>> Bersambung

__ADS_1


__ADS_2