Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 100


__ADS_3

**PERHATIAN, SEBAGAI BENTUK PERAYAAN YANG KE 100 HARI INI SAYA AKAN MENGADAKAN EVENT, YANG MAU IKUT SILAKAN IKUT, PEMBERITAHUAN KELANJUTANNYA AKAN ADA DI AKHIR CERITA INI.


selamat membaca πŸ€—**


_____________________


Chi Su, sosok gadis yang dulunya pendiam dan lemah kini sudah berbeda, walau statusnya masih pelayan dari Putri bungsu Kerajaan Xuilin. Satu setengah tahun ditinggal pergi majikannya, Chi Su bertekad mengubah dirinya agar dapat diandalkan, paling tidak dia tidak ingin ditinggal lagi majikannya.


Saat ini Chi Su adalah Kultivator wanita tingkat Prajurit Menengah level 5, walau pun masih terbilang rendah tapi paling tidak di kalangan para pelayan kerajaan Xuilin tahap kultivasinya berada tertinggi. Karena Dunia Tengah tidak memiliki banyak Kultivator, tidak sebanyak dunia Bawah atau dunia Atas. Jika dunia Bawah dan Atas ahli jurus dan alkemis, maka dunia Tengah adalah netral. Di dunia Tengah, mereka hanya belajar ilmu dalam, kungfu, keahlian memanah dan berpedang. Tidak seperti dunia Bawah memiliki banyak jurus dan bahkan bisa membangkitkan tato aura. Dunia Tengah begitu netral, seperti kerajaan dinasti sebenarnya. Tidak ada mantra, jurus ataupun alkemis. Mereka menggunakan tabib sebagai dokter mereka, tidak ada pil khasiat seperti di dunia Bawah dan Atas, ada pun hanya pil obat-obatan yang diracik dengan tangan seorang tabib tanpa menggunakan tenaga dalam, sangat jauh berbeda dengan Alkemis.


Di dunia Tengah, tahap kultivasi juga berbeda dengan dunia Atas dan dunia Bawah. Jika dunia Bawah basis kultivasi dibagi menjadi sembilan, tahap Pemurnian, tahap Bumi, tahap Langit, tahap Raja Putih, Jenderal Emas, tahap Jindan, tahap Nirwana, tahap Jiwa Dewa dan Tahap Abadi. Dan setiap tahap terbagi 9 level lagi.


Sedangkan dunia Tengah hanya terbagi 7, yaitu:



Tingkat Prajurit Awal


Tingkat Prajurit Menengah


Prajurit Prajurit Ahli


Jenderal Perak


Jenderal Hitam


Kaisar Emas


Master Ahli



Dan setiap tingkatan dibagi lagi dengan 7 level. Di dunia Bawah, hanya orang-orang tertentu berada di tingkat Master Ahli. Sedangkan kekuatan kultivasi tingkat Master Abadi setara dengan tahap Jenderal Emas.


Dan juga kerajaan atau kekaisaran di dunia Tengah, sangat sama dengan dinasti zaman kuno. Mereka lebih mementingkan tata krama dan etikat, jadi anak gadis atau Putri kerajaan tidak banyak menjadi Kultivator. Kehidupan dunia Tengah lebih mendominasi zaman di bawah pemerintahan Kaisar, yang mana semua hukum dan peraturan hampir ditegakkan oleh Kaisar.


Jadi jangan salah paham, kenapa Shua Xie menganggap kehidupan dunia Tengah seperti kehidupan putri-putrian. Karena di sini, debatlah dan kekuasaan yang berkedudukan tinggi, kekuatan saja tidak akan bisa membantu banyak.


Andai Shu Chin tidak membawa pergi Shua Xie, tentu saja kemampuan Shua Xie tidak akan bisa berkembang pesat dengan cepat seperti sekarang, karena pengetahuan ilmu bela diri di dunia Tengah sangat kurang. Berbeda dengan dunia Bawah dan Atas.


***


Chi Su berjalan keluar dengan santai, dia baru saja selesai membersihkan paviliun kediaman Shua Xie. Karena memang setiap 2 kali sehari Chi Su akan membersihkan kediaman Shua Xie, walau kediaman itu masih bersih Chi Su akan tetap membersihkannya. Paviliun Shua Xie juga telah direnovasi dengan uang yang ditinggalkan Shua Xie, walau pun tidak terlalu megah tapi paling tidak sudah sangat layak untuk tinggali seorang Putri.


Chi Su berhenti tepat di ujung tangga, sejenak dia menghela nafas berat, mengingat Shua Xie telah pergi hampir 2 tahun dan sampai saat ini masih belum ada kabarnya. Banyak yang mengatakan kalau Shua Xie telah mati di luar sana, sebab itu tidak ada lagi kabar dari Shua Xie. Namun berbeda dengan Chi Su, entah bagaimana, dia percaya kalau Shua Xie masih hidup sampai saat ini, walau tidak ada bukti tapi hati Chi Su mengatakan seperti itu.


Chi Su memandang ke gerbang kecil kediaman Shua Xie, sosok pria bersama dengan seorang anak kecil berusia 7 tahun. Pria berbadan besar, berkepala botak, di sabuk pinggangnya ada 1 pedang yang menjadi senjatanya. Pria itu berjalan sambil menggandeng tangan gadis kecil di sampingnya, mereka berjalan mendekati Chi Su.


"Ogher, ada apa?" Chi Su bertanya lebih awal, sosok pria berbadan kekar itu datang ke kediaman Shua Xie tidak seperti biasanya. Apalagi Ogher terlihat begitu tergesa-gesa.


Ogher selama setahun lebih ini tinggal di kerajaan menjadi prajurit khusus di kediaman Shua Xie, atau dengan arti lain Ogher berkerja langsung di bawah perintah Shua Xie.


Ogher menatap lekat ke arah Chi Su, dia memperlihatkan tatapan begitu berbinar disertai senyuman yang perlahan mulai melebar. Ogher membawa kabar baik bercampur kabar buruk.


"Nona, Nona Shua Xie sudah kembali," jawab Ogher.


Chi Su sontak menutup mulutnya karena terkejut sekaligus senang, bola mata hitam pekat milik Chi Su melebar menunjukkan tatapan haru senang.


"Be-benarkah? Aku sudah duga, Nona tidak akan mati, dia pasti masih hidup," balas Chi Su dengan suara senang namun tidak terlalu keras. Chi Su menurunkan tangannya, dia mengangkat gaun hanfunya lalu menuruni tangga dengan semangat. Saat dia telah turun dari tangga terakhir, Chi Su mendekati Ogher.


"Apa benar Nona telah kembali?" tanya Chi Su lagi, dia sangat ingin memastikan kalau ucapan Ogher tadi bukanlah sebuah kebohongan atau candaan.


"Benar, Nona telah pulang. Tapi saat ini Nona berada di aula utama bersama seluruh pejabat dan Kaisar." Suara Ogher merendah, menunjukkan nada lemah saat di akhir kata. Chi Su mendengar ucapan Ogher sontak terkejut, Nonanya di dalam ruang khusus pejabat, kenapa bisa? Ada masalah apa? Jika benar, maka Chi Su tidak bisa langsung menghampiri majikannya itu. Ruang aula utama yang biasa dijadikan tempat singgasana Kaisar, dan bersama dengan pejabat lain adalah tempat sakral, tidak bisa sembarang orang memasuki aula utama kecuali kedudukan mereka tinggi, keluarga bangsawan, atau diundang secara langsung oleh Kaisar. Jika Chi Su menerobos masuk, dia pasti akan menerima hukuman penggal, seorang pelayan menerobos aula sakral tanpa di undang adalah pelanggaran besar.


"Jelaskan sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Chi Su dengan raut wajah sangat khawatir.


Ogher terdiam sekejap, dia sulit menjelaskannya, masalah yang Shua Xie hadapi bukanlah masalah biasa, mereka selaku manusia rendah tidak akan bisa apa-apa. Sejenak Ogher memandang Chi Su sedikit lirih, tidak tega menjelaskannya, tapi melihat tatapan Chi Su begitu berbinar, Ogher lebih tidak tega lagi jika tidak menjawab pertanyaan Chi Su.


"Itu, Nona ... dia sedang berdebat dengan pejabat lainnya."


"Apa!? Kenapa bisa!" sahut Chi Su langsung, sangat terkejut saat mengetahui kalau Shua Xie sedang berdebat dengan para pejabat, sebenarnya ada apa?


Padahal Shua Xie baru saja datang, tapi kenapa tiba-tiba terjadi masalah? Chi Su tidak habis pikir, siapa yang mencari masalah lagi dengan Shua Xie. Siapa pun itu, Chi Su tidak akan tinggal diam.


"Siapa? Siapa yang berani menjebak Nona?" gumam Chi Su geram, tangannya mengepal kuat menahan marah.


Ogher mengangkat tangannya dengan perlahan hingga menyentuh pundak Chi Su. Chi Su memutar lehernya tepat menatap Ogher, saat dia merasakan ada sentuhan di bahunya. Dia dapat melihat Ogher sangat aneh, gerak-geriknya tidak seperti biasanya.


"Ada apa Ogher? Apa kau tahu siapa yang menjebak Nona?" tanya Chi Su.


"Bukan itu, masalahnya ... Nona sendiri yang membuat kekacauan. Penampilannya sudah jauh berbeda dengan yang dulu, banyak orang tidak mengenalnya, dia sangat cantik, anggun dan tegas ... aku pun tidak yakin apakah dia Nona yang menolakku dulu menjadi muridnya? Atau tidak. Sungguh penampilannya sangat berbeda ... tapi dia mengaku Putri Shua Xie," jelas Ogher dengan suara pelan.


"Bodoh! Tentu saja dia Nona kita, apa kau meragukannya?" sahut Chi Su langsung, walau pun dia tidak tahu apakah itu benar Nonanya atau tidak, tapi menurut Chi Su siapa yang mau mengakui dirinya sebagai Putri Shua Xie yang terkenal cacat? Bukan maksud Chi Su merendahkan Nonanya, hanya saja dia tahu banyak orang membenci Shua Xie, dan tidak mungkin ada seorang gadis mengakui dirinya sebagai Shua Xie. Jika itu ada siapa-siapa saja gadis itu mendapat banyak kebencian dari banyak orang.


Ogher meringis dalam hati, Ogher tidak tahu apakah sikap Chi Su memang seperti ini dari kecil atau karena faktor ditinggal Shua Xie yang membuatnya berubah cepat. Ogher ingat saat pertama kali mereka bertemu, Chi Su masih tampak pendiam dan pemalu, namun perlahan waktu berjalan sikap pendiam dan pemalu itu berganti.


"Kita bisa melihatnya, tapi hanya di luar aula saja. Kita tunggu Nona keluar, saat itu kau bisa melihat sendiri." Ogher menarik tangan adiknya dan Chi Su bersamaan meninggalkan paviliun kediaman Shua Xie.

__ADS_1


***


~Sehari sebelum tiba di kerajaan Xuilin.


Shua Xie jatuh tepat di atas sebuah tumpukan jerami yang sangat banyak. Pusing, mual, terus menggeroti jiwanya, lagi-lagi melewati portal sangat membuat dirinya terguncang. Bahkan lebih para menaiki tebing terjal atau jatuh dari ketinggian.


Tapi paling tidak, perjalanannya kali ini tidak terlalu mengguncang dirinya tidak seperti sebelumya. Shua Xie turun dari tumpukan jerami, tapi saat dia hendak turun, ada seorang anak kecil memandangnya sambil menganga lebar. Shua Xie sedikit terkejut saat melihat anak itu, karena wajah anak itu penuh dengan kotoran lumpur. Shua Xie tersenyum canggung pada anak kecil 7 tahun itu, anak muda kurus dan berkulit hitam.


Shua Xie mengangkat tangan kanannya, "Ha-hai Dek," sapa Shua Xie kaku. Ingin tertawa tapi tidak tega melihat kepolosan anak kecil itu, tapi dia tidak bisa menahan tawanya lebih lama lagi.


Anak itu harus segera pergi!


Anak laki-laki itu mundur beberapa langkah sebelum akhirnya dia berbalik kemudian berteriak keras, "Ayah ... Ibu. Ada Dewi jatuh di gudang jerami!"


Shua Xie membuka mulutnya hendak memanggil anak itu, tangannya juga siap menggapai bocah kecil itu, tapi bocah itu terlalu cepat perginya. Andaikan Shua Xie tidak terlalu mual, dia pasti akan mudah menahan kepergian bocah itu.


Shua Xie cepat-cepat turun dari gundukan jerami, lalu berjalan keluar gudang. Namun ketika di depan pintu gudang, muncul 3 orang, di mana ada bocah kecil yang tadinya melihat Shua Xie.


Pria paruh baya dan seorang wanita menatap terkejut ke arah Shua Xie, tanpa sadar mereka telah menutup mulut mereka yang terbuka dengan tangan mereka. Wanita berusia 30 tahunan itu, berpakain khas rakyat miskin menatap ke arah pria di sampingnya yang tidak lain adalah suaminya.


"Pak, gadis itu cantik sekali," ucap wanita itu dengan suara berbisik. Takut jika Shua Xie dapat mendengar bisikannya.


Tapi sayangnya ini adalah Shua Xie, dia memiliki pendengaran tajam dan pandangan luas, tentu saja bisikan itu dapat dia dengar dengan jelas. Shua Xie menggosok hidungnya sambil berdehem pelan, walau pun pujian seperti itu sering dia dengar di dunia Bawah, tapi kepolosan wanita berserta suaminya menatap kecantikan Shua Xie, membuat Shua Xie merasa sedikit canggung.


Pria paruh baya itu menoleh ke arah istrinya ketika mendengar bisikan istrinya, dia mengangguk pelan, setuju akan ucapan istrinya. Gadis yang di depannya ini, sungguh sangat cantik bak Dewi, pantas saja anaknya berteriak ada Dewi jatuh di dalam gudang jerami miliknya. Ternyata memang seorang Dewi.


"Bu, gadis ini ... siapa?" tanya pria paruh baya itu dengan berbisik.


Shua Xie mendengar ucapan pria itu langsung memperkenalkan dirinya, "Maaf ... Paman, Bibi. Saya Shua Xie, maaf membuat kalian merasa tidak nyaman."


Pria paruh baya dan istrinya terkejut saat Shua Xie memperkenalkan dirinya, pria paruh baya itu pun berpikir kalau gadis itu dapat mendengar bisikannya. Gadis itu ahli bela diri?


"Ah ... Nona maaf. Saya tidak sopan, tidak aku sangka, Nona adalah ahli bela diri." Pria itu membungkukkan badannya, namun sebelum itu terjadi, Shua Xie langsung menghentikan pria paruh baya itu


"Paman, tidak perlu minta maaf. Aku tidak mempermasalahkannya." Shua Xie menatap lekat ke arah pria paruh baya itu, tatapannya meminta pria itu tidak perlu bersikap formal, padahal di sini Shua Xie lah yang bersalah, masuk ke gudang orang tanpa izin.


Setelah pria paruh baya itu kembali berdiri tegap, Shua Xie melepaskan ganggamannya di bahu pria itu. Lalu dia mengibaskan tangannya dan muncullah koin emas di telapak tangannya.


Pria paruh baya itu terkejut hebat bersama Istri dan anaknya, bukan terkejut karena uangnya, tapi karena keajaiban Shua Xie mengeluarkan uang entah dari mana. Sihir apa yang gadis itu gunakan? Pikir Pria paruh baya itu.


Pria paruh itu menatap Shua Xie takjub sekaligus takut, tidak hanya ahli bela diri tapi dia juga bisa sihir, seberapa kuat gadis itu.


Sebenarnya itu bukan sihir, hanya saja cincin Ruang milik Shua Xie. Di dunia Tengah, mereka para Kultivator tidak memiliki cincin ruang, jadi mereka menyimpan barang di dalam peti atau kantung besar. Dan rata-rata mereka juga penunggang kuda, tidak ada Kultivator bisa terbang di dunia Tengah.


Jadi kalian bisa anggap Shua Xie paling kuat di dunia Bawah, atau mungkin ada yang lebih kuat. Karena di atas langit masih ada langit.


Shua Xie memberikan koin emas itu pada pria itu, "Ambil koin ini, anggap sebagai permintaan maafku karena telah menyusup ke dalam gudang jerami kalian, dan bahkan aku merusak beberapa," ucap Shua Xie pelan. Setelah memberikan koin itu, Shua Xie berniat meninggalkan mereka. Tapi pria paruh baya itu sadar, uang yang diberikan Shua Xie sangat berlebihan. Bahkan segudang jeraminya tidak bisa mendapatkan 1 koin emas, tapi Shua Xie memberikannya 5 koin emas, uang ini sangat berlebihan.


Shua Xie terdiam menerima koin emas yang di kembalikan kepadanya, pandangan Shua Xie tertuju pada koin di tangannya, kemudian beralih ke pria paruh baya itu. Shua Xie mengulum senyum tipis, dia paham, pria itu sangat menjunjung kejujuran dan keadilan.


Shua Xie meraih kembali tangan pria itu, lalu memberikan semua koin di tangannya pada pria itu. Pria itu sontak terkejut akan sikap Shua Xie, dia ingin berbicara menolak, tapi Shua Xie langsung berbicara.


"Paman, uang ini adalah pemberianku. Tidak baik apa yang telah diberikan dikembalikan, apakah anda tidak menghormati pemberianku?" Shua Xie mengungkapkan kalimat yang mana, pria itu akan kesulitan membalas ucapannya.


Shua Xie suka pria jujur sepertinya. Jadi uang itu sangat cocok untuk pria itu. Lagi pun, Shua Xie masih memiliki banyak di dalam cincin Ruangnya.


"Itu, kami tidak bisa. Bukan niat saya menolak, tapi uang ini kebanyakan untukku," balas pria itu dengan suara lemah, seakan tak sanggup menerima uang dari Shua Xie. Shua Xie jadi berpikir dia sedang memberikan uang hasil korupsi pada pria itu karena cara menolak pria itu, bisa saja membuat orang lain salah paham.


"Paman, uang itu adalah pemberianku. Apapun yang sudah kuberikan tidak akan aku ambil kembali. Lagi pun, aku harus pergi ke ibu kota, jika Paman merasa kebanyakan, Paman bisa membagikannya pada tetangga yang membutuhkan."


"Itu." Pria itu menggaruk belakang telinganya merasa sedikit tersentuh akan kebaikan hati gadis di depannya, tidak hanya cantik tapi juga dermawan.


Ah, benarkah Shua Xie baik hati?


"Baiklah, saya akan menerima uang ini dan juga akan membagikannya pada warga sekitar. Tapi, bisakah Nona tinggal semalam di desa ini, saya selaku Kepala Desa di sini, mengundang Nona menginap semalam. Walau pun Desa ini sangat terpencil, dan tidak memiliki penginapan, tapi saya bisa pastikan kebutuhan Nona dapat terpenuhi. Kebetulan malam ini, kami akan mengadakan pesta kecil di alun desa sebagai bentuk rasa syukur pada Langit karena terus melimpahkan desa kami kesuburan dan telah di berikan hujan."


Pria paruh baya itu memang seorang kepala desa di desa ini. Namanya Chyou, berusia 40 tahunan. Dan istrinya bernama Changyi. Mereka berdua memiliki 2 anak, yang paling tua seorang gadis seusia Shua Xie kini tengah berkerja di ibu kota sebagai pelayan di kerajaan Xuilin. Dan anak bungsunya, bernama Haocun berusia 7 tahun.Β 


Chyou memang sangat terkenal di desanya, sebagai kepala desa yang sudah hampir menjabat 10 tahun, sangat bijak dan dapat dipercaya. Sebab itu banyak warga mendukung Chyou menjadi kepala desa sampai saat ini.


Shua Xie terdiam sejenak, memikirkan tawaran pria paruh itu, memang tidak ada salahnya jika dia menginap semalam di desa ini, kebetulan juga Shua Xie juga tidak sedang terburu-buru ke ibu kota. Tapi ....


Shua Xie sekali lagi melihat pria itu berserta istri dan anaknya, sedikit tidak tega menolak tawaran mereka melihat wajah sepasang keluarga itu sangat berharap Shua Xie mau menerima tawaran Chyou.


Shua Xie menghela nafas pelan, lalu tersenyum, "Baiklah, aku akan menginap semalam di desa ini."


Pria paruh baya itu tersenyum lebar mendengar jawaban Shua Xie. Turut senang gadis manis itu tidak menolak ajakannya untuk bermalam semalam.


"Nona, namaku Chyou." Pria itu memperkenalkan dirinya, kemudian tangannya menarik istri dan anaknya, "Ini istriku, namanya Changyi dan Putraku bernama Haocun." Chyou memperkenalkan istri dan anaknya dengan senang hati.


Shua Xie melebarkan senyumannya, "Salam kenal lagi, aku Shua Xie."


***


Waktu terus berjalan, Shua Xie mengakrabkan dirinya dengan penduduk sekitar. Desa tempat dia beristirahat sekarang bernama desa Kayu Manis, kehidupan desa ini cukup terbutuhi, tanah subur dan peternakan di desa ini lumayan banyak.


Desa Kayu Manis, sesuai dengan namanya, desa ini sangat manis akan pemandangan dan keharmonisan kekeluargaan. Di desa ini, mereka lebih mementing persaudaraan antar tetangga dibanding kekuasaan, jadi di desa ini jika ada salah satu keluarga mendapat masalah atau kekurangan makan maka yang lain tidak akan sungkan berbagi apapun.

__ADS_1


Shua Xie mengagumi desa Kayu Manis, begitu harmonis walau jumlah penduduknya tidak sampai ratusan jiwa. Dari siang sampai sore, Shua Xie tidak hanya duduk diam di rumah Chyou, dia membantu Chyou dan warga lainnya membangun tempat yang mana malam nanti mereka akan mengadakan pesta kecil.


Awalnya kedatangan Shua Xie sangat mengejutkan banyak orang, bukan karena mereka tidak biasa melihat gadis, hanya saja mereka tidak pernah melihat gadis secantik Shua Xie. Terlebih lagi iris mata Shua Xie yang berbeda, dapat menarik perhatian siapa pun.


Tapi untunglah, di desa ini kebanyakan penduduknya hanya sepasang suami istri lanjut usia, 30 tahunan ke atas. Kalau pun anak muda, hanya berusia 10 tahun ke bawah. Di desa Kayu Manis, para anak muda seusia Shua Xie akan merantau mencari kerja di ibukota, entah menjadi pedang atau pelayan, bahkan menjadi prajurit istana jika mereka memiliki keterampilan bela diri bagus.


Sore telah berganti malam, tidak terasa, pesta akan dimulai, para penduduk telah berkumpul di alun desa. Di alun desa telah banyak dihiasi dengan lampion dan meja-meja yang penuh dengan makanan dan minuman. Semua dihias semewah mungkin dengan kerja sama antar penduduk.


Pesta awal dibuka dengan sambutan-sambutan kecil dari kepala desa, Chyou. Lalu setelah itu, barulah mereka berpesta ria dengan makan bersama dan saling melepaskan seda gurau. Shua Xie, dia memilih duduk paling pojok, walau pun dia tidak tertarik dengan pesta ini, tapi demi menghormati pesta mereka, Shua Xie memilih tetap hadir walau tidak ikut berpesta pora. Shua Xie hanya meminum minuman lemon yang diperas.


Chyou menghampiri Shua Xie dan duduk di samping gadis muda itu, "Nona, apakah pestanya tidak menarik? Maaf, pesta kami memang seperti ini, tidak ada hiburan apapun selain makanan."


Di desa Kayu Manis, gadis yang berkerja menjadi penari atau penghibur dilarang keras agar tidak membawa banyak omongan tidak sedap dari desa sebelah. Jika hanya menyanyi dan menyulam mereka masih diperbolehkan, apalagi bermain alat musik, tapi jika menjadi penari atau wanita penghibur seperti di rumah bordil mereka sangat dilarang keras. Bahkan peraturan di desa ini lebih ketat daripada di kerajaan, menurut Shua Xie.


Shua Xie melirik ke arah Chyou, "Paman, aku rasa Paman salah sangka. Aku bukannya tidak suka dengan pesta ini karena tidak hiburan, aku memang dari dulu lebih suka menyendiri saat ada pesta. Kebiasaan ini sudah aku alami sejak kecil," balas Shua Xie.


Sebenarnya Shua Xie hanya mengada-ngada saja, dia memang tidak tertarik dengan pesta di dunia ini. Karena menurut Shua Xie pesta mereka tidak asik sama sekali, tidak ada musik hip-hop atau lampu kerlap-kerlip. Tidak ada minuman keras dan tidak ada rokok.


Shua Xie sejak kecil memang sudah nakal, merokok, minum minuman keras dan tawuran, itu sudah menjadi kesehariannya, tapi walau pun begitu, Shua Xie tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun, dan tidak mengonsumsi narkotika. Menurut Shua Xie nakal tidak harus mengonsumsi narkotika.


"Benarkah? Ternyata Nona tidak terlalu menyukai pesta dari kecil," balas Chyou sambil menatap ke depan. Menatap para penduduk yang sedang sibuk berbincang, tertawa ria, sambil makan bersama.


"Ya seperti itulah. Tapi apakah Desa-" belum sempat Shua Xie menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba datang seorang pria paruh baya bersama sekumpulan pasukan berjirah lengkap. Pria paruh baya itu diseret, wajahnya penuh luka dan darah. Pria paruh baya itu berteriak keras meminta para warga untuk bubar karena desa kedatangan pasukan kerajaan.


Chyou terkejut saat melihat kumpulan pasukan itu, berkisar lima puluh lebih orang. Salah satu pria berpakaian paling lengkap, sambil memegang tombak berjalan paling depan, memasang wajah datar, dia memandang para warga tajam.


"Bagus! Kalian dengan enaknya berpesta ria di sini sedangkan kerajaan kita sedang krisis ekonomi! Apakah desa Kayu Manis telah keluar dari wilayah negara Xuilin?!" teriak pria itu keras.


Chyou bergegas berjalan paling depan, dia langsung memberi hormat pada pasukan itu, "Kopral Fengying, kami bukan berpesta ria, kami melakukan ini sebagai bentuk rasa syukur pada Langit dan juga atas kesuburan desa Kayu Manis."


"Seharusnya kau menyisihkan makananmu untuk kerajaan, apa kau tidak tahu keadaan negara kita saat ini tidak baik!" balas Fengying keras.


Chyou segera bersujud beberapa kali hingga kepalanya itu berbenturan dengan tanah, "Maaf Kopral Fengying. Tapi kami hanya memakan sayuran Dan minum perasan lemon, tidak ada daging dan makanan lebih. Ini sama seperti persembahan untuk Langit."


Fengying maju ke depan lalu menginjak punggung Chyou, "Kau sangat banyak alasan! Mau sayur atau daging, kalian harus tetap membaginya pada kerajaan!" bentak Fengying keras.


Salah satu prajurit di belakang Fengying bergerak maju lalu membisikkan sesuatu pada Fengying.


'Bos, ternyata desa ini memiliki gadis cantik. Lihatlah di pojok sana, dia sedang menatap ke arah kita.'


Mendengar bisikan bawahannya, Fengying langsung mengalihkan pandangannya ke pojok tempat di mana bawahannya itu menunjukkan. Mata Fengying membulat sempurna, detakan jantungnya berdegub lebih cepat saat dia melihat seorang gadis berwajah cantik mulus, berikut seputih salju, dan uniknya memiliki sepasang mata merah dan ungu. Gadis itu memiliki karisma tersendiri, mau seperti apa gayanya, tetap saja mampu memikat ketertarikan lawan jenis.


Fengying berdehem, berusaha mengendalikan dirinya untuk tetap tenang. Dia kembali menatap ke arah Chyou yang masih bersujud di depannya.


"Sebagai hukuman desa Kayu Manis! Kami akan mengambil gadis di desa ini! Dan juga harta kalian!" tegas Fengying dengan tenang. Tetap ingin tampil penuh karisma.


Shua Xie yang mendengar ucapan Fengying mengerutkan keningnya, tidak paham akan hukuman dari Kopral Fengying. Hukumannya sungguh logistik, meminta anak gadis dan harta mereka sebagai hukuman karena tidak membagi hasil ladang mereka. Hukuman macam apa itu?


Shua Xie bangkit dari kursi kemudian berjalan mendekati Fengying dan lainnya. Awalnya Shua Xie tidak ingin ikut campur, tapi karena sudah melewati batas, mau tidak mau Shua Xie harus maju.


"Kau, Kopral dari kerajaan mana? Aku rasa desa Kayu Manis masih wilayah kerajaan Xuilin. Dan aku rasa, tidak ada hukuman seperti itu di dalam kerajaan Xuilin." Shua Xie berhenti tepat di samping Chyou yang masih bersujud. Sejenak pandangan Shua Xie tertuju pada Chyou, lalu kembali lagi pada Fengying.


"Dan juga, tolong turunkan kakimu!" tegas Shua Xie lagi.


Fengying mengerutkan keningnya menatap Shua Xie, dia mengangkat tangan kanannya menunjuk ke arah Shua Xie, "Kau! Lancang sekali memerintahku. Aku adalah Kopral di kerajaan Xuilin, tidak pernah ada warga berani mengganggu kinerjaku! Apa kau mau nyawamu berakhir saat ini juga!" balas Fengying keras.


Semua warga menatap ngeri ke arah Fengying, tapi lebih ngeri lagi pada Shua Xie. Gadis itu berani menentang Fengying sang kopral kerajaan, apakah gadis itu tidak takut mati?


Shua Xie berdecak pelan, "Cih! Kau hanyalah anjing yang terlalu mengandalkan kandang. Kau pikir kerajaan Xuilin bisa melindungimu?" Shua Xie tersenyum sinis, mengejek seberapa buruknya kopral Fengying. Apakah kerajaan Xuilin tidak bertambah maju sejak dia pergi? Buruk sekali Kaisar memimpin negara kecil ini.


"Kau harus tahu! Aku ini Putri Shua Xie dari kerajaan Xuilin! Sejak kapan ada peraturan seperti itu? Apakah kau bosan hidup ingin menodai seorang Putri!" tegas Shua Xie lagi.


Fengying terkejut hebat saat mendengarnya, apalagi para warga dan para prajurit. Mereka tidak menyangka, gadis cantik itu adalah Putri Shua Xie. Sedangkan dari kabar yang mereka dapat, dari para Putri dan para selir menyebarkan kabar kalau Putri Shua Xie telah mati setahun yang lalu. Dan juga Putri Shua Xie tidak memiliki rupa secantik gadis yang satu ini.


Fengying awalnya terkejut, namun beberapa saat kemudian dia tertawa kencang, "Hahahaha ... seorang gadis mengakui dirinya sebagai Putri Shua Xie. Apakah kau tahu, Kaisar sangat marah jika ada orang rendah mengakui Putri Shua Xie! Kaisar akan menjatuhkan hukuman penggal!"


"Tangkap gadis ini! Dia berani mengaku sebagai Putri Shua Xie di hadapan banyak orang! Dia harus dihukum nati!"


____


**A/N : Mereka akan menyeret Shua Xie ke kerajaan Xuilin untuk ditindak lanjuti. hohoho ... padahal dia sudah salah menangkap orang, menuduh lagi πŸ˜† bikin malu aja luh jadi Kopral. Bagaimana kelanjutannya? yuk tunggu bab berikutnya.


πŸŽ‰EVENT PERAYAAN BAB YANG KE 100πŸŽ‰


Sesuai dengan janji saya kemarin, saya akan mengadakan event kecil, bagi yang mau ikut silahkan ikut tidak ada batasan umur, tapi yang ada beberapa syarat ketentuan.



Harus follow akun saya.


Harus pembaca cerita ini.



eventnya sangat mudah, kalian hanya tinggal deskripsikan pendapat kalian tentang cerita ini. Tulis pemeran yang paling kalian suka dan yang tidak kalian suka:) disertai dengan alasan kenapa kalian suka cerita ini. jawaban paling menarik akan mendapatkan hadiah dari saya, apa hadiahnya? itu rahasia πŸ˜† ya intinya gak gede amat hadiah, saya bukan orang kaya jadi gak bisa kasih hadiah bagus πŸ˜…πŸ˜„ event ini hanya membuat perayaan aja dan keseruan.


pemenang hanya akan terpilih satu orang tapi saya akan umumkan urutan terbaik, saya tidak akan pilih-pilih, yang menurut saya paling menarik perhatian saya akan menang. gak peduli adik, kakak, emak atau babe, intinya jawaban paling saya suka akan saya pilih. bagi yang tidak menang jangan berkecil hati πŸ™‚πŸ’– ke depannya mungkin ada event lagi di bab 150 dan 200 :)

__ADS_1


kalian jawab di kolom komentar ;) hari pengumumannya akan saya umumkan hari rabu atau kamis, tunggu orang tua saya datang ke rumah, karena dari kabar yang aku dapat orang tua saya akan datang selasa atau rabu :) kalian hanya boleh menjawab sekali, jangan double, boleh panjang Γ— lebar πŸ˜‚ intinya buat semenarik mungkin.


oke sampai bertemu di bab berikutnya πŸ€— bagi yang mau ikut masuk grup saya silakan ikutan, kita bisa saling kenal di sana. Dan juga jika saya tidak up kalian bisa mendapat informasi di grup. Jangan lupa like dan vote nya ya :) bye bye semangat semua πŸ€—πŸ’–**


__ADS_2