
Fhu merangkul Gong Chen yang sudah tak sanggup berjalan sebab terlalu memaksakan dirinya melawan Yang Mo. Begitu pun Gumo Shan, dia merangkul Chu berjalan mengikuti Fhu dari belakang.
Gong Chen melirik ke sekitar, "Di mana Nona Shua? Apa kalian melihatnya?"
"Entahlah. Semenjak kita bertarung melawan para Tetua klan Mo, dia sudah tidak terlihat lagi. Mungkin dia sudah pergi?" balas Fhu.
Chu beralih menatap 2 sahabatnya itu, "Benar juga. Mungkin dia sudah pergi, bagaimana menurutmu Gumo?" Chu beralih lagi menatap Gumo Shan.
"Ehm ... menurutku dia mungkin masih ada di sini." Gumo Shan tak yakin kalau Shua Xie sudah pergi tanpa pamit, apalagi Gumo Shan sempat melihat Shua Xie bertarung dengan orang-orang klan Mo.
Gong Chen yang paling paham tentang Shua Xie di antara ke 3 sahabatnya, dia tahu Shua Xie bukanlah tipe orang yang suka meninggalkan rekannya walau pun Shua Xie memiliki sifat dingin. Sedingin apapun Shua Xie terlihat, namun nyatanya Shua Xie punya rasa peduli yang tinggi, seperti saat dia membantu Xiao Mei menolong keluarganya. Begitulah menurut pemikiran Gong Chen terhadap Shua Xie.
"Aku rasa dia masih di dalam area ini. Sebaiknya kita cari dia dulu, kalau memang tidak ada kita bisa pergi," sahut Gong Chen pada 3 sahabatnya.
Mereka berempat pun pergi mencari Shua Xie ke setiap tempat di kediaman klan Mo, tapi mereka tidak menemukan Shua Xie. Setelah merasa Shua Xie sudah tidak ada di kediaman klan Mo, akhirnya mereka memutuskan pulang kembali ke kota Perak. Mereka berkeyakinan bahwa Shua Xie sudah meninggalkan kediaman ini.
***
Seminggu berlalu kota Kekai dihebohkan berita kehancuran klan Mo yang terjadi seminggu yang lalu. Pihak aliansi Gold Lion yang berkewajiban melindungi keamanan kota Kekai memeriksa di tempat TKP terjadi. Dari analisis mereka semua orang-orang yang ada di dalam kediaman klan Mo pada saat waktu kejadian terjadi tidak satu pun selamat. Aliansi Gold Lion juga bertanya pada saksi mata yang mengatakan bahwa penyerang klan Mo ialah seorang gadis bertopeng memiliki kekuatan yang sangat hebat, dan juga sadis dalam pembunuhan.
Seminggu beberapa Kultivator yang mendapat misi menyelesaikan masalah klan Mo juga tidak dapat menemunkan gadis bertopeng yang saksi mata maksud, apalagi setelah kejadian itu gadis bertopeng tidak pernah lagi muncul. Dan juga tidak ada saksi mata yang melihat wajah dari gadis bertopeng itu, membuat penyelidikan mereka menjadi sulit.
Pemimpin kota Kekai mendatangi aliansi Gold Lion, tidak hanya mereka tapi pemimpin klan Tang dan klan Nara juga datang. Para pemimpin akan merapatkan kejadian yang baru saja terjadi seminggu yang lalu karena merasa ini adalah ancaman besar untuk kota Kekai.
"Bagaimana kabar dari kejadian klan Mo, Ketua aliansi?" tanya Rong Sui sang pemimpin kota.
Lan Susu yang merupakan Ketua aliansi Gold Lion, wanita berusia seratus tahun lebih namun terlihat seperti umur 40 tahunan. Lan Susu sudah memimpin aliansi Gold Lion selama seratus tahun. Dan dia juga terkenal sebagai Kultivator terkuat ke 2 setelah Yang Mo dari klan Mo di kota Kekai.
"Para penyelidik masih belum menemukan keberadaan gadis bertopeng itu. Sepertinya setelah menghancurkan klan Mo dia langsung pergi meninggalkan kota Kekai. Kami pihak aliansi Gold Lion juga sudah mencari ke kota tetangga dan beberapa desa yang tak jauh dari kota Kekai, tapi tidak ada kabar tentang gadis bertopeng," jawab Lan Susu.
"Sebenarnya kita bisa saja menghentikan pencarian ini mengingat gadis bertopeng itu tidak pernah muncul lagi. Tapi tetap saja itu akan menjadi ancaman bagi kota Kekai," gumam Rong Sui, kemudian dia menghela nafas pelan sambil memijat keningnya.
Tang Gou dan Nara Rui saling memandang satu lain, mereka paham apa maksud pemimpin kota. Pemimpin kota hanya khawatir kalau gadis bertopeng itu muncul lagi lalu menghancurkan kota Kekai mengingat bagaimana kekuatan gadis bertopeng itu cukup kuat hingga bisa menghancurkan klan Mo dalam waktu setengah hari.
__ADS_1
Mereka semua saling terdiam sejenak memikirkan tentang gadis bertopeng itu. Mereka cukup yakin gadis bertopeng itu memiliki kekuatan yang mampu menghancurkan kota Kekai. Menghancurkan klan Mo yang merupakan klan terkuat di kota Kekai saja dia mampu apalagi kota Kekai? Begitulah pemikiran mereka yang sebenarnya tak mengetahui jelas jalan cerita sebenarnya, dan siapa gadis yang mereka ceritakan.
"Mungkinkah gadis bertopeng itu mencari sesuatu di klan Mo?" ungkap Nara Rui memecahkan keheningan.
Mereka semua beralih menatap Nara Rui dengan padangan sedikit tersadar.
"Bisa jadi, tapi apa? Kita semua tahu klan Mo tidak memiliki rahasia apapun?"
"Benar juga. Apa mungkin dia hanya menggertak kita dengan menghancurkan klan Mo? Kemungkinan ada yang sedang gadis bertopeng itu inginkan dari kota Kekai."
Rong Sui menopang dagunya kemudian berpikir sejenak, "Aku tidak yakin itu. Tapi apa yang dia cari?"
"Mungkinkah bulu Phoenix?" sahut Lan Susu membuat mereka semua terkejut. Tiba-tiba saja menyebut bulu Phoenix yang tak masuk dalam pikiran mereka dari tadi.
"Hah, untuk apa dia mencari itu? Kita semua tahu apapun tentang bulu Phoenix tidak pernah tersebar keluar dari kota Kekai. Lalu dari mana gadis bertopeng itu tahu rahasia kota Kekai?" balas Rang sui.
"Mungkin saja dia tahu tentang bulu Phoenix dan mencarinya. Kemudian dia tahu keberadaan bulu Phoenix ada di kota Kekai, tapi sebelum mengambilnya dia membuat kejutan terlebih dulu untuk kita," jawab Lan Susu sambil melihat ke semua orang.
"Itu bisa saja benar. Seharusnya yang menginginkan bulu Phoenix hanya Kultivator aliran hitam. Gadis bertopeng itu pasti suruhan dari aliran hitam. Selama ini kota Kekai sering kedatangan Kultivator aliran hitam yang menginginkan bulu Phoenix. Entah dari mana mereka mengetahui kabar itu." Lan Susu hanya bisa menebak-nebak yang menurutnya masuk akal. Karena bisa saja gadis bertopeng itu memang suruhan dari aliran hitam.
"Kalau memang seperti itu, berarti keamanan kota Kekai berada di moda keamanan darurat. Demi melindungi bulu Phoenix leluhur yang membuat kota Kekai makmur, kita tidak boleh membiarkannya mengambil bulu Phoenix," sahut Rong Sui tegas.
Mereka semua mengangguk setuju akan pernyataan yang Rong Sui sampaikan. Karena bagi mereka bulu Phoenix itu adalah bulu suci milik burung leluhur yang pernah singgah di kota mereka dan membantu kota mereka menjadi makmur. Sebab sebelum kota Kekai makmur, kota ini pernah dilanda masa kritis makanan dan banyaknya wabah penyakit. Kemudian datanglah burung cantik yang mengakui dirinya sebagai burung Phoenix agung. Burung itulah yang membantu mereka mengatasi masa-masa kritis hingga menjadi makmur seperti sekarang.
Lalu ada 1 orang terpilih yang saat ini sudah berusia ratusan tahun bernama Feng Xian. Dialah sang master alkemis terhebat di kota Kekai, dan dia juga yang mendapat sedikit kekuatan agung dari sang burung Phoenix. Semua masyrakat kota Kekai begitu menghormati Feng Xian sebab mereka merasa bahwa Feng Xian adalah orang yang bisa berkomunikasi dengan burung Phoenix agung. Namun Feng Xian sering menyangkal bahwa dirinya tidak bisa berkomunikasi dengan burung Phoenix agung karena menang kenyataannya seperti itu.
"Apakah bulu Phoenix Agung masih berada di sini?" tanya Nara Rui sambil melihat ke arah Lan Susu.
"Benar, apa perlu kita berikan bulu Phoenix Agung pada Master Feng Xian agar dia bisa menjaganya. Pasti gadis bertopeng itu sudah tahu bulu Phoenix ada di sini, kita hanya perlu mengalihkan perhatiannya," jawab Lan Susu.
"Aku rasa itu bukan ide yang buruk, apalagi Feng Xian juga seorang Kultivator dan kekuatannya tidaklah buruk dari kita. Tapi apa Feng Xian mau menjaga bulu Phoenix? Kita sudah pernah mencobanya tapi dia merasa tidak pantas menjaga bulu Phoenix Agung." Apa yang Tang Gou katakan ini memanglah benar, Feng Xian tidak akan setuju menjaga bulu Phoenix Agung sebab merasa tak pantas.
Rong Sui beranjak berdiri dari kursinya, "Tidak masalah, biar aku yang menyampaikan masalah ini padanya. Dia pasti akan mengerti, dan juga aku akan mengirim beberapa Kultivator hebat untuk menjaga kediamannya."
__ADS_1
"Baiklah kita semua sepakat."
Mereka berempat beranjak berdiri hendak meninggalkan ruangan, namun seorang pemuda berpakaian serba hitam masuk ke dalam mengejutkan meraka semua.
Lan Susu menghampiri pemuda itu, "Ada apa Moroi? Kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu? Apa kau tahu kami sedang rapat penting di sini?"
Moroi adalah ketua penyelidik yang Lan Susu tugaskan memecahkan masalah kediaman klan Mo selama seminggu ini. Tidak disangka dia kembali ke aliansi Gold Lion, berarti dia membawa informasi penting.
Moroi langsung berlutut di hadapan mereka semua, "Maaf atas kelancangan saya masuk tanpa mengetuk. Tapi ada informasi penting dari tim penyelidik yang harus saya sampaikan."
"Katakan informasi apa?"
"Ini tentang batu prasasti klan Mo yang tim penyelidik temukan di ruang bawah tanah di kediaman klan Mo," jawab Moroi tegas.
"Lalu apa batu prasasti itu ada hubungannya dengan gadis bertopeng itu?"
Moroi terdiam sejenak tidak dapat memastikan apa batu prasasti itu ada hubungannya dengan gadis bertopeng itu atau tidak? Tapi menurutnya batu prasasti itu memiliki informasi yang sangat penting, bahkan pemimpin kota harus tahu akan hal itu.
"Mungkin saja ada. Tapi ada yang lebih penting dari itu, kami menemukan sebuah kalimat perintah di batu prasasti itu," jawab Moroi sambil sedikit menunduk.
Mereka berempat saling menatap penuh kebingungan mendengar ucapan Moroi. Mengatakan bahwa batu prasasti itu lebih penting dari gadis bertopeng membuat mereka bingung sekaligus penasaran.
"Apa kalimat batu prasasti itu sampai kau mengatakan lebih penting dari gadis bertopeng?" tanya Rong Sui.
Moroi terdiam sejenak kemudian menjawab, "Kami menyelidik bahwa klan Mo ingin membangkitkan leluhur mereka dengan mengorbankan manusia dari klan Langit. Kemudian menguasai kota Kekai dan dunia Bawah. Kemungkian gadis bertopeng itu ada hubungannya dengan batu prasasti itu. Tapi kami masih tidak tahu pasti kenapa harus mengorbankan manusia dari klan Langit."
***
BERSAMBUNG
Gaes author ada sedikit penyampaian, author lagi bikin satu cerita fantasi juga, dan pemeran utamanya diperankan seorang pria, untuk judulnya ialah Takdir Sang Penguasa. Jika berminat silakan mampir dan berikan dukungan :) author mengganti cerita author yang berjudul Reinkarnasi Permaisuri Ajaib dengan Takdir Sang Penguasa. Sebab author kepingin membuat cerita perankan oleh pria. Mohon dukungannya :) di cerita Takdir Sang Penguasa ada 2 bab bekas cerita Reinkarnasi Permaisuri Ajaib, harap kalian tidak perlu membacanya. Author sudah melaporkan pada pihak NT untuk menghapus 2 bab itu.
Besok author gak up seperti jadwal, tapi untuk Takdir Sang Penguasa mungkin akan up.
__ADS_1