Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 69


__ADS_3

Di dunia Surgawi, para petinggi ras binatang ilahi Phoenix mulai gaduh semenjak Mie La sang petinggi kerajaan Phoenix saat ini merasakan adanya kekuatan dari Raja ke 2 mereka. Mie La mengatakan bahwa saat dia berkultivasi di depan pagoda Phoenix Agung dia melihat keanehan dari pagoda itu. Pagoda Agung mengeluarkan cahaya merah terang yang memancar kelangit, semua rakyat Phoenix saat itu bisa merasakan adanya kekuatan Agung dari Raja ke 2 mereka terpencar di dunia mereka. Dalam buku sejarah mereka, jika pagoda Phoenix Agung mengeluarkan cahaya pertanda raja dari kerajaan Phoenix sudah bangkit atau ada tanda-tanda kemunculan akan Raja mereka.


Kerajaan Phoenix Agung memiliki 3 Raja yaitu Raja 1, Raja 2, dan Raja 3. Ke tiga Raja mereka saat ini sedang tersegel di suatu tempat yang mana mereka tidak tahu, namun mereka bisa merasakan aura Raja mereka sebab itu jika pagoda Phoenix Agung mengeluarkan cahaya maka salah satu dari Raja mereka telah bebas.


Walau pun saat itu pagoda Phoenix Agung mengeluarkan cahaya tidak terlalu terang, tapi yang jelas keberadaan Raja mereka telah ada di dunia. Hanya saja mereka tidak tahu di mana saat ini Raja mereka.


Rapat akan pagoda Phoenix Agung mengeluarkan cahaya telah dilakukan 2 jam yang lalu, memakan waktu lumayan lama sebab banyaknya para petinggi lainnya meragukan akan kebangkitan Raja mereka. Sebab kejadian itu sudah terjadi beberapa kali membuat mereka kecewa. Jadi kemunculan cahaya pagoda ini membuat mereka ragu lagi, karena bisa saja kejadian itu sama seperti kejadian sebelumya.


Tapi Mie La terus menyerukan bahwa kali ini pagoda Phoenix Agung memang menunjukan akan keberadaan Raja mereka, sebab Mie La sendiri juga bisa merasakan samar-samar kekuatan Raja. Walau pun sempat membuatnya juga ragu, namun kepercayaannya kali ini benar-benar kuat. Mie La yakin Raja mereka memang telah bebas.


"Petinggi Mie La, apa mungkin Raja ke Dua telah bangkit?" Dong Fei selaku Jenderal kerajaan Phoenix menatap Mie La yang sedang merenung.


Mie La terdiam sejenak, dia pun sama memikirkan apa Rajanya telah bangkit atau cuma peringatan pagoda saja. Tapi dia tahu jelas, jika pagoda Phoenix Agung mengeluarkan cahaya itu pertanda Raja mereka ada di dunia saat ini.


"Aku juga merasakan adanya aura Raja ke Dua, tapi aura itu aku rasakan di dunia manusia. Tidak salah lagi, Raja kita bangkit di dunia manusia," jawab Mie La dengan raut wajah serius.


"Berarti kita harus ke dunia manusia, menyambut Raja kita kembali pulang ke dunia Surgawi. Raja kita telah lama tersegel, demi menyelamatkan kita semua, Raja kita rela mengobarkan jiwa mereka."


"Sudah pasti kita akan ke sana memeriksa apakah benar Raja kita telah bangkit atau tidak?"


"Yang ditunjukan pagoda Phoenix Agung mengeluarkan cahaya pastilah benar, Raja kita pasti telah bangkit."


Mie La beralih menatap Dong Fei lalu mengangguk setuju, "Kita akan berangkat besok, persiapkan seratus prajurit tingkat Alam Kalpa untuk menjemput Raja ke Dua besok."


Dong Fei beranjak berdiri kemudian memberi hormat, "Siap laksanakan Petinggi Mie, Saya pamit undur diri."


Mie La mengangkat tangannya mengiyakan ucapan Dong Fei tanpa melihat ke arah Dong Fei. Setelah Dong Fei pergi dari ruangannya, Mie La membuka laci meja kerjanya dan mengeluarkan belati kecil dari dalam laci. Mie La meletakkan belati itu di atas meja lalu menatap belati itu dalam sambil mengingat kenangan akan belati itu.

__ADS_1


Belati itu adalah belati pemberian dari Gurunya sekaligus Rajanya, yaitu Raja ke Dua. Mie La begitu merindukan sosok Gurunya yang melatihnya dari dia berumur 12 tahun hingga dewasa. Dulu Mie La bukanlah Kultivator hebat seperti sekarang, sosoknya dulu bukan juga keluarga bangsawan, dia hanya gadis kecil gelandangan yang dirawat oleh Raja ke Dua. Saat itu Raja ke Dua menemukannya tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi tidak baik, tubuhnya kurus penuh luka akibat cambukan, waktu itu Mie La baru saja kabur dari majikannya. Dan dengan baiknya Raja ke Dua mengambilnya dan merawatnya hingga menjadi seperti sekarang.


"Mie La tidak akan pernah melupakan Guru, tunggu Mie La menjemputmu Guru."


Mie La memegang belati itu kemudian memasukkan ke dalam saku bajunya, dia akan membawa belati itu ke dunia manusia nanti sebagi bentuk kesetiaannya masih hidup sebagai murid dari Raja ke Dua.


***


Di kerajaan lain, tepatnya di kerajaan ras Peri Elf juga gempar akan kemunculannya seorang manusia mempunyai darah dari ras Elf, saat itu Tetua Peri Elf melihat dari Mutiara kehidupannya bahwa Ratu mereka telah muncul di dunia manusia. Seorang manusia gadis biasa bermata merah dengan rambut hitam, awalnya Tetua Peri Elf ragu apakah gadis itu adalah Ratu mereka atau tidak, tapi setelah melihat sayap dan tanda di punggung gadis itu, tidak salah lagi gadis itu adalah Ratu masa depan mereka, pengganti Ratu sebelumnya yang telah tiada.


"Entah bagaimana bisa manusia memiliki keturunan darah dari Ratu Lia, yang jelas gadis manusia itu adalah Ratu kita. Kita harus menjemputnya, membawanya ke kerajaan Peri Suci," ucap Tetua Noa, Tetua yang saat ini memimpin kerajaan Peri Suci sambil menunggu kelahiran Ratu Peri Elf.


Tetua Noa ialah orang kepercayaan Ratu Lia saat Ratu Lia akan mati, Ratu Lia menitipkan kerajaan padanya hingga menunggu kelahiran Ratu baru mereka lagi, entah kapan ratusan atau bagian ribuan tahun. Dan ini sudah sembilan ratus tahunnya Tetua Noa memimpin kerajaan Peri Suci, dia selalu menanti-nanti kelahiran Ratu baru di setiap anak bangsawan Peri yang lahir, tapi tidak disangka ternyata Ratu terlatih sebagai seorang manusia berdarah ras Peri Elf.


Para petinggi lainnya menatap Tetua Noa senang sebab mereka akan menyebut kedatangan Ratu baru mereka walau pun Ratu mereka seorang manusia. Awalnya mereka semua semoat berdebat pasal Ratu baru mereka adalah seorang manusia, tapi setelah Noa menjelaskan tentang wasiat terakhir Ratu Lia, mereka semua pun mau menerima kenyataan bahwa Ratu selanjutnya seorang manusia.


"Benar Tetua Noa, bagaimana jika rakyat tidak mau menerima Ratu baru kita? Terlebih dunia Surgawi saat ini sedang kacau."


Kenyataannya rakyat Peri Elf hanya mengakui Ratu mereka yang kuat, cerdas dan dapat diandalkan. Tidak hanya itu, Ratu mereka harus bisa mengerti perasaan para rakyat Peri Elf, sebagaimana Ratu Lia yang mereka selalu puja.


Dan juga mengingat Ratu baru mereka adalah seorang manusia yang masih lemah, tentu tidak akan bisa hidup dengan mudah di dunia Surgawi. Di dunia Surgawi semua Kultivator berada di tingkat atas dari tahap kultivasi di dunia manusia, bisa di katakan di atas tahap Abadi. Bahkan Lou Zho hanya terlihat seperti bintang kecil.


Tetua Noa mengelus dagunya sambil memikirkan ucapan petinggi Xiao dan petinggi Sanju, mau bagaimana pun yang dikatakan 2 petinggi ini memang benar, mereka selaku petinggi harus bisa mengatasi masalah ini, jangan sampai rakyat Peri Elf tidak mau mengakui Ratu baru mereka.


"Masalah itu, kita bisa bicarakan dengan Ratu kita nanti. Mungkin dia punya cara membujuk rakyat Peri Elf agar mau menerimanya, mau bagaimana pun ini pertama kali sejarah kerajaan Peri Suci memiliki Ratu dari manusia," jawab Tetua Noa.


"Baiklah, bagaimana jika kita uji saja Ratu baru kita apa dia bisa menyembuhkan pohon suci kita atau tidak. Pohon Cahaya Surga hanya bisa dikendalikan oleh keturunan asli Ratu kerajaan, jika manusia itu tidak bisa, kita bisa memikirkan lagi selanjutnya. Apakah dia pantas menjadi Ratu kita atau tidak."

__ADS_1


"Pengujian yang bagus, sebagai Ratu seharusnya dia bisa mengendalikan pohon Cahaya Surga seperti Ratu kita sebelumnya."


Tetua Noa tersenyum kecil sembari menatap semua petinggi, rapat tentang Ratu baru mereka berjalan lancar, tinggal tunggu tanggal mainnya saja, apakah Ratu baru mereka pantas untuk mereka atau tidak.


"Baiklah, aku akan menjemput Ratu besok bersama Jenderal Suxiao. Masalah kerajaan aku percayakan pada kalian, mungkin dalam waktu satu minggu kami akan kembali," ucap Tetua Noa.


"Baik, percayakan saja pada kami. Kerajaan Peri Suci akan baik-baik saja Tetua Noa."


Semua orang di dalam ruangan itu menangguk sambil saling pandang, setelah mengangguk mereka semua berdiri dan saling memberi hormat lalu keluar dari ruang rapat. Sudah diputuskan besok Tetua Noa dan Jenderal Suxiao akan menjemput Ratu baru mereka besok.


***


Jauh di atas langit dunia Surgawi masih ada kehidupan lainnya, di mana di wilayah itu di tempati oleh 2 sang Kultivator yang saat ini berada di puncak paling tertinggi. Mereka bisa dikatakan sang Dewa Abadi yang menciptakan dunia manusia dan dunia lainnya, jika saja 2 Dewa ini menginjakkan kakinya di dunia Surgawi maka dunia Surgawi akan terbelah hancur karena kaki mereka.


"Kau memilih penerus yang tidak buruk, paling tidak dia tidak mengecawakan. Apa kau tahu memberikan begitu banyak beban bisa membuatnya hancur?" tanya seorang pria tampan berbadan kekar berkulit putih. Pria itu memiliki mata yang cantik, antara kolaborasi warna biru muda dan hijau toska. Rambutnya panjangnya berwarna perak berkilau, siapa pun melihatnya bisa buta seumur hidup karena terlalu berkilau.


Di belakang kepala pria tampan itu ada sebuah lingkaran cantik keemasan berserta 9 api berbeda warna. Pakaiannya berwarna putih cerah, tidak ada sedikit pun noda.


"Sebagai calon anggota kita dia harus tahu, menapaki jalan seperti kita tidaklah mudah. Tidak ada duduk diam bisa menjadikan kita berada di puncak, uang tidak akan datang dengan sendirinya bukan? Begitulah pepata manusia yang kudengar," balas teman satunya, pria yang sama tampannya dengan pria berambut perak. Hanya saja warna rambut dan mata mereka yang berbeda.


"Heh, sejak kapan kau meniru kata-kata mereka? Tidak seperti biasanya."


"Tidak ada salahnya bukan? Ini hanya kata-kata saja. Tapi yang jelas, dia masih butuh waktu cukup lama baru bisa mendapat puncak yang sama seperti kita. Kira-kira di antara kita apa hanya dia yang wanita? Ini pertama kalinya bagi kita mendapat teman wanita."


Pria berambut perak tersenyum sinis, "Sejak kapan kau memikirkan hal seperti itu? Tidak ada salahnya bukan? Wanita atau pun pria sama saja."


"Kau benar, ya sudah kita tunggu saja dia di atas sini. Sampai saat waktunya tiba, kita akan menjemputnya dan memperkenalkan betapa luasnya dunia yang akan kita pimpin."

__ADS_1


__ADS_2