
'Ugh! Kenapa sakit sekali? Kenapa meski aku sudah mati rasanya tetap sesakit ini? Apakah ini hukuman untukku karena aku telah berbuat kesalahan?' Seluruh tubuhnya terasa begitu sakit bahkan membuka matanya saja dia sudah tidak sanggup. Dia mengasihani kehidupan, kenapa dia selalu saja berada di ambang kematian.
"Kau sudah bangun?"
'Siapa?' Shua Xie ingin bertanya namun dia tidak sanggup membuka mulutnya. Menggerakkan sedikit tubuhnya saja dia tidak sanggup melakukannya, semua tubuhnya terasa berat dan sakit.
"Aku Tsakuya," jawab suara itu. Shua Xie yakin jika pemilik suara itu adalah pria.
'Dia pasti menjawab berdasarkan intuisi.' Shua Xie terkejut sekaligus kagum pria itu bisa menebak apa isi pikirannya.
"Kau bisa mengatakannya seperti itu." Suara itu menjawab lagi. Shua Xie sangat penasaran, dia ingin sekali membuka matanya, tapi meski telah dipaksa hanya akan menyakiti dirinya sendiri. "Jangan memaksakan dirimu, kau terluka cukup berat. Rohmu sudah keluar dari tubuhmu, kau tidak bisa melakukan apapun tanpa tubuh manusia." Suara itu memperingatkan.
'Hah?! Lalu di mana aku sekarang? Kenapa aku merasa ada yang aneh.'
"Aku menemukan rohmu terluka cukup parah. Aku dengan baik hati membantumu, seharusnya kau senang bukan bisa hidup?"
'Apa yang dikatakan pria bodoh ini! Kenapa dia narsis sekali seperti Zusami. Jika tidak ikhlas membantu lebih baik tidak perlu membantu.' Shua Xie mendengus kesal dalam hati. Tidak senang dengan sikap pria yang membantunya, dia memang bersyukur masih bisa hidup, namun jika yang menyelamatkannya orang seperti ini, lebih baik dia tidak ditolong sama sekali.
"Aku memasukkan rohmu ke dalam tubuh seekor marmut agar roh tidak hancur." Shua Xie terkejut mendengarnya. Dia tidak salah dengar bukan? Dia berada di dalam tubuh seekor marmut? Bagaimana mungkin?!
"Tapi aku cukup terkesan kau masih bisa bertahan meski telah terluka cukup parah, lebih mengejutkannya lagi roh dijaga begitu banyak penjaga hebat. Luar biasa." Pria itu melanjutkan kembali ucapannya.
'Dia sedang memuji atau menghina?' Shua Xie berdecak kesal, tidak merasa ucapan pria itu adalah pujian.
"Kau bisa menganggap ini ke duanya." Pria itu menjawab, rasanya aneh karena setiap jawabannya pasti tepat dengan apa yang dipikirkan Shua Xie. Namun Shua Xie tidak ingin ambil pusing memikirkan bagaimana pria itu bisa mengetahuinya, jika bukan karena intuisi pria itu kuat, atau dia memang memiliki keahlian khusus. Ini kan dunia Kultivator, tidak perlu kaget jika ada seseorang bisa membaca isi pikiran seseorang.
'Sial! Aku ingin sekali membuka mataku!' Shua Xie semakin kesal dengan kondisinya sekarang. Ingin sekali rasanya dia membuka matanya dan melihat ada di mana dia sekarang. Dan siapa yang telah menolongnya dari kematian. Tapi kondisi tubuhnya sekarang benar-benar tidak bersahabat.
"Aku sudah mengobatimu, tinggal tunggu beberapa waktu saja kau akan bisa membuka matamu." Pria itu berucap lagi.
Shua Xie menghela nafas pelan, tidak ingin melakukan hal sia-sia lagi karena pada akhirnya semua menjadi sia-sia. Terdengar suara pergerakan dan langkah kaki menjauh, Shua Xie rasa pria itu telah meninggalkannya setelah memastikan kondisinya.
'Sepertinya dia pria yang baik.'
'Tunggu dulu! Tadi dia mengatakan aku berada di dalam tubuh marmut?! Hah!! Ini gila!! Aku tidak ingin menjadi marmut!!'
***
3 hari berlalu cepat, Shua Xie sudah pulih sepenuhnya, dia bahkan sudah bisa berjalan dan berlari meski harus menggunakan tubuh makhluk kecil tak berdosa ini. Terkadang Shua Xie juga kesal, kenapa dia harus menjadi hewan marmut? Kenapa tidak menjadi burung atau ular, itu akan lebih baik dari pada seekor marmut kecil yang terlihat lemah. Bagaimana jika ada hewan buas lain yang mengincar dirinya, Shua Xie mana bisa melawan dengan tubuh kecil seperti ini.
"Achi ... berhentilah berlari. Sudah saatnya kau makan." Tsakuya mendekati Shua Xie lalu meraihnya dengan lembut. Namun Shua Xie justru menggigit tangan pria itu. Kesal karena pria itu seenaknya memanggilnya dengan nama seperti itu, dia pikir karena Shua Xie berada di dalam tubuh marmut lucu dia juga ikut lucu? Ah, singkirkan pikiran seperti itu. Shua Xie bukanlah gadis seperti itu.
"Aaww!! Achi, kenapa kau menggigitku setiap kali aku memanggilmu? Apa kau tidak suka nama pemberian dariku?" Tsakuya menatap Shua Xie berkaca-kaca, alih-alih mendapat simpati justru Shua Xie menyerang wajahnya lalu mencakarnya sampai puas. Kejadian ini pasti sering kali terjadi ketika Tsakuya memanggil Shua Xie dengan nama Achi. Wajah dan tangannya pasti menjadi sasaran kemarahan marmut imut itu.
'Hahaha! Rasakan, berani memanggilku Achi lagi akan ku cakar lagi wajar jelekmu itu.' Shua Xie tertawa jahat dalam hati, senang telah mencakar wajah Tsakuya sebagai pembalasan dendamnya selama tiga hari ini. Kalian perlu tahu, selama tiga hari ini Tsakuya memperlakukan Shua Xie seperti sedang memperlakukan anak kecil. Bagaimana tidak Shua Xie kesal ingin membunuhnya karena sikap Tsakuya terlihat meremehkan dirinya.
Apalagi ketika Tsakuya memandikan Shua Xie, dia pasti akan menyanyikan lagu anak-anak begitu riang untuk Shua Xie dengan alasan agar Shua Xie senang, sedangkan Shua Xie tidak pernah minta dinyanyikan.
Selain itu, Tsakuya juga sering mengajaknya main lempar kayu, yang mana dia memerintah Shua Xie mengambil kayu yang dia lempar. Dan buruknya jika Shua Xie tidak menuruti keinginannya, dia pasti akan memukul bongkong Shua Xie sambil mengatakan 'jadilah anak yang penurut'. Ini bukan soal menjadi anak penurut, namun soal harga diri Shua Xie sebagai manusia. Apa Tsakuya pikir dia seekor anjing sanggup mengangkat sebatang ranting yang ukurannya jauh lebih besar dari tubuhnya. Dan juga, sikap Tsakuya yang beberapa kali memukul bongkongnya membuatnya terhina sebagai gadis dewasa. Mana pernah ada seorang pria berani memukul bongkongnya.
Wajah Tsakuya mungkin memang terlihat dingin, bahkan tampak tak bersahabat. Tapi sikapnya bertolak jauh dengan wajahnya, menurut Shua Xie sifat Tsakuya tidak jauh berbeda seperti sifat bocah belasan tahun. Bahkan Shua Xie tidak yakin Tsakuya sungguh pria dewasa.
Intinya, semua perlukan Tsakuya selama ini padanya, akan Shua Xie balas berkali lipat dari jumlah yang pernah Tsakuya lakukan.
"Achi ... kamu tidak boleh mencakar apalagi mengigit sembarangan." Tegur Tsakuya lembut, masih bisa bersikap baik meski Shua Xie telah menyakitinya. Tapi sejujurnya sikap baik Tsakuya lebih mengerikan daripada kemarahannya, ini sebuah pengakuan kejujuran Shua Xie, bukan kebohongan.
__ADS_1
'Apa lagi yang mau direncanakan si bodoh ini? Jangan bilang dia mau memukul bongkongku lagi.' Shua Xie menatap Tsakuya curiga. Namun sebelum hal buruk terjadi lebih baik dia melahirkan diri.
"Achi, mau ke mana? Aku bahkan belum menghukummu atas sikap tidak sopanmu."
'Hanya orang bodoh yang mau suka rela dihukum olehmu!' timpal Shua Xie dalam hati sambil terus berlari menggunakan kaki-kaki kecilnya.
"Achi! Awas!"
'Awas apaan? Kau mau menipuku, ya!' Shua Xie terus berlari tidak mendengarkan peringatan yang diserukan Tsakuya.
Dan benar, Tsakuya memang tidak pernah berbohong jika sudah memperingati. Shua Xie tanpa sengaja menabrak sesuatu yang benda yang ukurannya jauh lebih besar darinya. Shua Xie terguling-guling di rumput karena terpental saat menabrak benda besar itu. Dan Tsakuya dengan cepat menghampirinya lalu memeluknya penuh rasa khawatir.
"Sial! Hewan menjijikanmu telah menabrakku! Dia membuat sepatuku kotor! Cepat ganti rugi atau aku bunuh kau dan hewan peliharaanmu itu!"
'Kau yang hewan peliharaan, dasar maniak!' Shua Xie membalas makian pria yang baru saja menghina dia seekor peliharaan. Dia sekarang memang di dalam tubuh seekor marmut, tapi jiwanya masih jiwa manusia.
"Kau dengar tidak! Tuan Muda kami ingin kau mengganti sepatunya yang kotor karena perbuatan nakal hewan peliharaanmu!" Pemuda lain ikut menyahut, menunjuk Tsakuya geram karena Tsakuya tidak menggubris mereka, Tsakuya justru hanya memedulikan Shua Xie.
"Apa kau tuli! Atau kau bisu tidak bisa berbicara!"
"Kau dengar tidak!!"
"Pukul saja dia biar dia tidak banyak gaya!"
Kesal tidak diladeni mereka pun menyerang Tsakuya bersama-sama. Shua Xie panik melihat Tsakuya dipukuli, bukannya melawan Tsakuya justru pasrah dipukuli mereka hingga babak belur. Shua Xie ingin membantu Tsakuya, meski dia sangat kesal pada Tsakuya tapi bukan berarti dia tega melihat Tsakuya dipukuli orang lain, baginya hanya dia yang pantas memukul Tsakuya.
Hanya dengan berbekal nyali, Shua Xie menyerang salah satu dari tiga pemuda yang memukuli Tsakuya. Shua Xie mengigit kulit pemuda itu sangat kuat hingga berdarah. Tentunya pemuda yang dia gigit meringis kesakitan akibat gigitannya, geram karena digigit akhirnya pemuda itu menendang Shua Xie begitu kuat, tidak hanya berhenti sampai disitu, dia juga menginjak Shua Xie berulang kali.
Kalian pasti tahu apa yang terjadi pada seekor marmut kecil seperti Shua Xie. Tidak bisa melawan saat diinjak, tubuhnya remuk menyatu dengan tanah. Tsakuya sangat terkejut melihat Shua Xie diinjak, namun dia tidak bisa berbuat apapun dengan kondisinya sekarang. Dia telah memberikan sebagian besar kekuatannya demi menyalamatkan Shua Xie. Dan butuh waktu panjang lagi memilihkan sebagian kekuatannya.
'Tsakuya bodoh.' Shua Xie menutup matanya, diinjak berulang kali telah membuat tubuhnya remuk sepenuhnya, bahkan Shua Xie sudah tidak merasakan tubuhnya lagi. 'Ini bahkan baru hari ke tiga, tapi aku berhadapan lagi dengan kematian. Apa aku terlalu baik pada dunia sehingga aku selalu berakhir seperti ini?' Shua Xie merasa jiwanya kembali terombang-ambing seperti saat dia tertusuk senjata Shua Xie satunya waktu itu.
'Aku benci situasi seperti ini! Aku menyesal karena terlalu baik pada mereka! Seharusnya aku tidak memberikan kebaikan pada orang seperti mereka!' Shua Xie memaki kebodohannya sendiri. Kenapa di saat dia berusaha berbuat baik dia selalu mendapat balasan buruk? Apakah dia memang tidak diizinkan menjadi baik!
'Aku tidak ingin mati lagi! Sudah cukup aku berbaik hati pada mereka! Aku tidak ingin kehilangan siapa-siapa lagi! Aku ingin membalas dendam mereka!'
'Tuan, apakah anda ingin kekuatan kami?'
'Suara siapa?!' Shua Xie terkejut, tiba-tiba saja di alam batinnya ada ssuara gabungan pria dan wanita menyahutinya.
'Kami pengikut anda, Yang Mulia Ratu Dunia. Apakah anda ingin kekuatan kami?'
'Kalian?! Kalian masih ada bersamaku?!' Shua Xie terkejut lagi. Siapa sangka 9 pemimpin ras itu tetap ikut bersamanya. Dia pikir dia mendapatkan kekuatan itu karena tubuh kembarannya memang istimewa. 'Bukankah kalian majikannya?'
'Tidak, Yang Mulia Ratu Dunia! Andalah majikan kami, ke mana pun anda pergi kami akan tetap bersama anda. Kami telah terikat benang kehidupan dengan Yang Mulia Ratu Dunia.'
'Ini mengejutkan, tapi tidak ada waktu untuk terkejut. Aku ingin kekuatan! Aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi! Berikan aku kekuatan kalian!!'
'Baik, Yang Mulia Ratu Dunia!'
Di saat waktu yang bersamaan, meraka masih saja memukuli dan menginjak Tsakuya tanpa ampun, sangat kesal karena Tsakuya sendiri tidak meringis kesakitan meski telah mereka hajar habis-habisan.
Sedangkan di sisi lain, tepat pada mayat marmut yang sudab tak bernyawa, tiba-tiba terjadi sesuatu keajaiban aneh. Mayat tubuh marmut itu bercahaya terang, namun tidak satu pun dari pemuda itu menyadarinya terkecuali Tsakuya yang memang sejak tadi memandang marmut itu.
Seorang perempuan muda tanpa busana berdiri tegap, sekujur tubuhnya diterangi cahaya terang. Perempuan dengan rambut perak, kulit pucat membuka matanya secara perlahan. Dirinya juga sempat terkejut, tidak menyangka dia akan memiliki tubuhnya sendiri berkat bantuan dari para pemimpin 9 ras itu.
__ADS_1
(cast : Shua Xie yang sekarang)
Rambut perempuan itu cukup panjang dan tebal sehingga mampu menutupi tubuhnya yang tanpa busana. Mata cantik berwarna sama seperti rambutnya memancarkan cahaya penuh ketegasan, seakan menyiratkan untuk kali ini dia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.
"Kalian! Lepaskan dia!" Shua Xie berteriak keras. Seketika saja tiga pemuda itu berbalik menatapnya, terkejut melihat ada gadis tanpa busana sedang berteriak pada mereka. Untunglah rambut panjang gadis itu menutupi bagian tubuhnya yang tidak pantas dilihat.
"Sejak kapan dia ada di sini?"
"Tidak tahu, tapi sepertinya dia mengenal pria bisu ini."
"Dia cukup cantik, bagaimana kalau kita bermain-main sebenarnya dengannya?"
"Usulan yang bagus."
"Mau bermain denganku? Aku tidak memiliki waktu bermain dengan kalian." Shua Xie membalas dingin. Dia mengangkat tangannya, seketika saja tiga pemuda itu langsung terbang di udara.
"A-apa yang terjadi?! Kenapa aku terbang!"
"Kekuatan terlarang apa yang dia gunakan!? Dia pasti Kultivator aliran hitam!!"
"Kau tidak boleh menggunakan kekuatan terlarang!! Kau melanggar hukum langit"
"Aku melanggar hukum langit? Justru aku pemegang hukum langit! Dan kalian tidak pantas berbicara tentang hukum padaku." Shua Xie mengepalkankan tangan membuat ke tiga pemuda itu menjerit kesakitan.
"Aaakkk!! Ampun! Ampuni kami! Kami janji tidak akan mengulanginya lagi!"
"Benar! Tolong ampuni kamu! Ini sakit sekali! Aaakkkk!!"
"Ampun!!! Sakit sekali!! Aaakkk!!"
Shua Xie tidak memedulikan rintihan mereka, hatinya sudah keras, dia tidak akan berbaik hati lagi kepada orang yang salah, sudah cukup dia memberikan mereka kebaikan, dan sekarang gilirannya membalas dendam.
"Kau tidak bisa melakukan ini pada kami!"
"Kenapa tidak bisa? Selama aku kuat kalian tidak akan bisa menghentikanku. Pada intinya yang kuatlah yang pantas menentukan hidup mati seseorang. Sudahlah, kalian boleh pergi ke neraka sekarang juga!"
"Kau-"
Srash!
Tubuh ke tiga pemuda seketika meledak. Membuat hujan darah dan daging, darah bersimbah di mana-mana, pecahan daging dan orang tubuh berceceran di tanah. Shua Xie telah membunuh meraka hanya sekali remasan tangan.
"Hah ... ternyata kekuatanku meningkat drastis." Shua Xie tersenyum sinis. Namun dia kembali tersadar ketika mendengar suara rintisan. Tsakuya berjalan sempoyongan ke arahnya, dan Shua Xie dengan sigap mendekatinya.
"Kau bodoh ya! Kenapa tidak melawan saat dipukul!" Bukannya membantu Shua Xie justru memarahi Tsakuya, dia kesal Tsakuya tidak melawan ke tiga pria lemah itu. Dia pikir Tsakuya akan membalas perkataannya, ternyata pria itu justru melepas jubah yang dia pakai lalu membalutnya ke tubuh Shua Xie.
"Lihatlah, Kau bahkan tidak malu dilihat oleh pria tanpa busana. Untunglah mereka sudah mati, jadi hanya aku yang bisa melihatmu."
_____________
A/N : Mau liat Shua Xie di dunia modern gak? kalau mau silakan komen ^-^
**Saya liat cukup banyak yang kesel dan bingung pada beberapa bab terakhir ini. Maaf ya saya sengaja buat kalian bingung 😆 apalagi kesel 😆 padahal aku udah ngasih kisi-kisi tapi ada banyak yang gak paham. Singkatnya, Shua Xie udah punya tubuh sendiri, gak numpang lagi di tubuh Shua Xie satunya.
__ADS_1
Btw bagaimana menurut kalian tentang Shua Xie itu, yang nusuk Shua Xie biar bisa kembali ke tubuhnya? Aku penasaran pendapat kalian**.