
"Sudah selesai?"
"Ya, semua telah mati," jawab Shua Xie tenang sembari dia kembali menyarungkan pedangnya. Qixuan mengangguk pelan berusaha tetap tenang meski sebenarnya dia cukup terkejut Shua Xie mampu menghabisi semua monster spirit semut raksasa itu dengan mudah, cepat dan tanpa merasa lelah. Bukankah sikap Shua Xie ini terlihat lebih mengerikan dari biasanya? Bahkan rekannya yang lain pun mulai merasa tidak tenang dengan sikap Shua Xie yang mendadak dingin dan kejam.
"Ah, Pangeran ke Tiga, bisakah kau jelaskan padaku apa yang terjadi padamu dan semua pengikutmu?" Qixuan beralih menatap Fang Xin. Pemuda itu tampak lemas bersandar pada pohon rimbun di belakangnya.
"Di dalam sana terdapat harta magis, jadi kami berusaha untuk mengambilnya. Tapi ternyata sarang itu dihuni monster spirit tingkat Ksatria, meski kekuatan mereka tidak seberapa tapi mereka menyerang secara berkelompok, terlebih lagi tubuh mereka jauh lebih besar dari tubuh manusia."
"Terlalu bertele-tele, intinya kalian kalah karena nafsu kalian sendiri, bergerak tanpa berpikir panjang sama saja halnya bunuh diri. Mereka lemah tapi jumlah mereka jauh lebih banyak dari kalian. Aneh, kenapa ada Pangeran sebodoh kau." Semua pandangan langsung tertuju pada Shua Xie ketika dia menyahuti ucapan Fang Xin dengan perkataan yang cukup menyinggung.
"Shua Xie, kau tidak boleh berkata seperti itu." Qixuan menegur, dia hanya tidak ingin terjadi masalah antara sekte Kunlun dan Kerajaan Angin. Terlebih lagi Fang Xin tipikal manusia yang cepat tersinggung oleh perkataan sepele sekali pun.
"Tidak apa, Qixuan." Gadis itu berbalik menatap Fang Xin tak percaya, "Yang dikatakannya ada benarnya, meski sedikit membuatku tersinggung." Fang Xin menunduk turut menyesali perbuatannya yang terlalu egois, dia berpikir dengan mendapatkan harta magis itu Qixuan akan kagum dan takjub padanya, ternyata hasil dan keinginannya justru jauh berbeda. Semua pengikutnya sudah menjadi korban akibat keegoisannya.
Qixuan jadi merasa bersalah, dia tidak suka dengan sikap Shua Xie yang kasar, dia tidak suka sikap Shua Xie yang berlagak pemimpin, dia juga tidak suka sikap Shua Xie yang berbeda dari biasanya. Semua perubahan Shua Xie tidak sedikit pun tersimpan rasa suka darinya, padahal sehari yang lalu Qixuan baru saja mengagumi sosok Shua Xie yang kuat tapi selalu berusaha merendah di hadapan banyak orang dengan caranya sendiri. Tapi hari ini sosok itu sudah tampil berbeda.
"Jangan merasa bersalah, tidak ada manusia lahir tanpa hati yang kotor, mereka selalu memiliki titik kecil hitam yang perlahan membesar. Semua tergantung caramu menghambat pembesarannya," ujar Qixuan dengan kata kiasan. Tampak seperti seorang master tua yang sedang menurunkan nasihat.
"Yang dikatakannya ada benar, sekarang skau pulihkan saja dirimu. Setelah itu kau boleh ikut bergabung bersama kami," sahut Yurui ramah. Fang Xin menatapnya nanar, merasa malu sekaligus terharu pada mereka semua, padahal beberapa hari yang lalu dirinya sempat berkata kasar tentang sekte Kunlun yang tentu menghina jatih mereka juga sebagai Kultivator.
"Meski aku masih kesal padamu, tapi aku juga tidak tega untuk meninggalkanmu sendiri di hutan ini. Mau bagaimana pun kau adalah anak Kaisar Wexin." Kiseki membuang wajahnya, gengsi sendiri mendengar ucapannya. Dia hanya ingin menyuarakan kalau dia sependapat dengan yang lain.
"Ya, aku harap Pangeran ke Tiga tidak akan meremehkan sekte yang menyelamatkannya dari kematian lagi," sahut Juan Yu ketus. Dia masih belum bisa melupakan bagaimana perlakukan Fang Xin waktu di penginapan hari itu. Jika bukan karena status yang membedakan, tentunya Yue Jian sudah melayangkan pukulan ke wajah Pangeran angkuh itu.
"Yue Jian! Kau tidak boleh berkata seperti itu, kita membantu bukan meminta imbalan, apakah kau tidak ingat apa yang disampaikan Tetua Besar pada kita?"
"Iya, iya! Aku ingat, dasar cewek cerewet!" selanya cepat memotong ucapan Xiu An, karena kalau gak dia sela pasti Xiu An gak akan berhenti berbicara panjang lebar tentang harusnya ikhlas membantu.
Shua Xie berdecak pelan, dia beralih menengok ke kiri, tepat saat itu datang seorang pemuda berlari cukup cepat dengan kondisi sudah babak belur. Shua Xie dan yang lain menjadi siaga ketika melihat pemuda itu semakin dekat menghampiri mereka.
"Dhazong?!" Fang Xin terkejut melihat kedatangan Dhazong, tidak menduga pemuda itu juga tetap masuk ke Daratan Alam Abadi tanpa dirinya.
"Pria ini! Dia yang di penginapan bersama Pangeran ke Tiga bukan?!" sahut Xiu An kaget, jika tidak salah ingat pemuda ini memang pemuda di penginapan waktu itu. Pemuda yang terus memprovokasi Pangeran ke Tiga untuk melakukan tindakan yang salah.
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan?! Kenapa kau ke sini!"
"Kami tidak menerima orang sepertimu!"
"Sebaiknya kau pergi sebelum aku menghabisimu!"
"Tu-tunggu!" Dhazong mengangkat tangannya, meminta mereka semua untuk berhenti mengusirnya.
"Apalagi yang perlu ditunggu, melihatmu membuatku jengkel!" Juan Yu geram ingin menghampiri Dhazong lalu menghajar pria itu, tapi Genji segera menahannya.
"Tenang, Juan Yu, mungkin dia memiliki alasan. Biarkan dia berbicara dulu," tegur Genji, namun Juan Yu bukan tipe manusia yang cepat meredupkan amarahnya.
"Apalagi yang perlu didengarkan darinya, dia telah menghina perguruan kita!"
"Berhentilah! Kalian seperti anak kecil saja!" Shua Xie membentak, mungkin lebih tepat memperingati mereka. Juan Yu langsung terdiam, tidak ingin membuat Shua Xie marah, dia sudah tahu kekuatan Shua Xie sangatlah kuat dan jangan sampai dia memiliki masalah dengan orang seperti Shua Xie.
Shua Xie mendekati Dhazong, menepuk pundak pria itu sedikit kuat. Dhazong bergidik ketakutan, namun tidak berani berbicara apapun lagi, "Katakan apa yang ingin kau katakan, jika tidak penting tanganmu akan menjadi korbannya."
Jangan tanya seperti apa reaksi mereka semua setelah mengetahui perkataan apa yang disampaikan Dhazong. Mengetahui Dazhong lah dalang dari kenapa Fang Xin bisa berakhir seperti ini. Tidak, jika saja Fang Xin tidak terlalu tergiur akan harta magis itu, mungkin saja dia dan rekannya tidak akan berakhir seperti sekarang.
Fang Xin ingin berdiri lalu menghajar Dhazong sampai mati, jika saja tubuhnya sekarang tidak sedang terluka mungkin saja dia sudah memotong kepala Dhazong dari tempatnya.
"Dhazong! Aku seharusnya tidak melepasmu saat itu! Seharusnya aku langsung membunuhmu! Terkutuk lah kau Dazhong!" Umpatan demi umpatan terus melayang, semua itu wajar, manusia mana yang tidak marah jika dipermain seperti itu, apalagi sampai berhubungan dengan nyawa.
Dhazong hanya diam, menerima dirinya yang terus dimaki oleh Fang Xin. Sementara itu yang lain hanya diam menonton apa yang terjadi. Menurut mereka, masalah ini tidak ada hubungannya dengan mereka, jadi biarkan Fang Xin yang menyelesaikannya.
"Lalu? Kau dengan bodohnya datang mengakui kesalahanmu sendiri? Aku rasa kau memiliki niat tersembunyi." Zusami berpendapat. Dia sudah cukup menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi dan telah mengambil kesimpulan bahwa kedatangan Dhazong juga bukan sekadar mengakui dirinya. Mana mungkin ada penjahat mau mengakui kesalahan mereka tanpa maksud atau tujuan tertentu.
Jadi kalian pahamlah apa yang dimaksud dengan Zusami.
Dhazong mengangkat wajahnya, ekspresi buruk langsung tergambar di sana. Kentara sekali dia sangat takut ketika mendengar pertanyaan Zusami, "Seseorang mendatangiku, dia memaksaku mengakui kesalahanku pada Pangeran ke Tiga, jika aku menolak dia akan membunuhku. Jadi aku memilih mematuhi perintahnya dari pada aku mati di dalam Daratan terkutuk ini," jelasnya dengan nada ketakutan. Semua orang mengernyit mendengar alasannya.
"Siapa seseorang itu?"
__ADS_1
"Aku tidak tahu, dia menutupi dirinya dengan jubah hitam dan topeng. Aku tidak bisa melihat wajahnya, suaranya juga terdengar aneh." Dilihat dari gelagat Dhazong seharusnya pemuda itu memang tidak berbohong, dia memang terlihat begitu ketakutan ketika membahas tentang seseorang misterius itu.
"Pangeran ke Tiga mungkinkah kau memiliki pelindung misterius?" ujar Genji berusaha menerka siapa seseorang misterius itu.
"Tidak mungkin, jika dia memilikinya kenapa si misterius itu tidak membantunya di saat Pangeran ke Tiga hampir mati?" sahut Xiu An sedikit tidak setuju dengan pendapat Genji.
"Benar juga. Lalu, siapa dia? Apa yang dia inginkan dari Pangeran ke Tiga?"
Semua kembali diam, memikirkan lagi sosok misterius yang membuat Dhazong datang kemari. Pasti sosok misterius itu menginginkan sesuatu, jika tidak mana mungkin dia mau membantu tanpa memiliki alasan tertentu. Di dunia ini, sangat jarang ada manusia berhati baik yang rela menolong tanpa pamrih.
Zusami berpikir paling cepat, tidak butuh waktu lama dia sudah menemukan alasan yang mungkin tujuan dari sosok misterius itu, "Kalian berdua bilang di sarang semut itu ada harta magis. Kemungkinan dia menginginkan harta magis itu, mengalihkan semua pandangan dan menjadikannya peluang untuk mengambilnya."
"Bisa jadi!"
"Harta magis seperti apa yang begitu kalian inginkan sampai mengorbankan begitu banyak nyawa?"
"Yang pasti sesuatu yang sangat berharga!"
***
"Sudah ku duga dia menginginkan harta magis." Zusami menatap sebuah gundukan tanah yang menurutnya tempat harta magis yang membuat Fang Xin berakhir buruk. Zusami bisa merasakan aura kuat dari gundukan tanah itu.
"Sepertinya dia sudah pergi. Aku rasa sosok misterius itu memang sudah merencanakannya dengan sangat matang juga melibatkan kita." Tambah Qixuan menerangkan.
"Apa maksudmu, Ketua? Apakah kau bermaksud mengatakan bahwa sosok misterius itu juga sudah merencanakan kedatangan kita?" tanya Yue Jian langsung setelah mendengar penjelasan Qixuan. Jujur saja dia cukup terkejut.
Qixuan mengangguk pelan menjawab pertanyaan Xiu An. Dan membuat semua orang terkejut mengetahui sosok misterius itu bisa memanfaatkan semua orang tanpa diketahui sedikit pun. Terkecuali Zusami, dia tampak kesulitan tentang hal itu, dia juga merasa ada yang aneh dengan aura di dalam sarang semut ini, aura di dalamnya terlalu pekat dan acak.
"Sebaiknya kita segera meninggalkan sarang ini, aku punya firasat buruk tentang semua ini." Zusami berjalan meninggalkan mereka, melompat naik ke atas permukaan. Semua mengikutinya.
__________
A/N : komen pendapat kalian tentang gimana Shua Xie sekarang? Entar aku update lagi deh siang ini 😉
__ADS_1