
Perhatian ini bab edisi bucin 😍😂
__________________
Di kerajaan Bora, rombongan Chen Xui telah tiba. Kedatangan mereka disambut banyak prajurit, namun melihat ke datangan 3 pangeran bersama 3 orang asing, para prajurit banyak jadi bertanya-tanya dalam hati mereka. Siapakah sepasang keluarga kecil itu?
Chen Xui langsung membawa kelaurga Wang Xue menghadap pada Ayahnya. Ketika mereka tiba di aula kerajaan, Chen Xui bisa melihat ada ibunya, Jenderal Xiaotian, penasihat kerajaan, dan Letnan Go Fei di sana. Mereka tengah berkumpul seperti sedang membicarakan sesuatu. Chen Xui mengukir senyuman lebar, melihat kedatangan Letnan Go Fei setelah pergi lamanya mencari keberadaan Kakaknya kini telah pulang. Lebih cepat dari apa yang Ayahnya sampaikan. Letnan Go Fei pasti membawa kabar entah itu baik atau tidak.
"Salam Ayahanda, dan Ibunda," sapa Chen Xui sambil memberi hormat. Sebagai Raja dan Ratu, Chen Xui harus menghormati status ke dua orang tuanya, sekali pun dia anak dari Raja dan Ratu itu. Sebagai Pangeran Mahkota, Chen Xui harus menunjukkan etikat yang baik di mata semua orang.
Di belakang Chen Xui, Wang Xue dan anak serta istrinya juga ikut membungkuk memberi hormat kepada Xui Sukong dan Sakura.
"Salam kepada Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu. Semoga kalian diberkati umur panjang dan selalu sehat."
Xui Sukong dan Sakura melirik ke sumber suara, merek berdua dapat melihat Chen Xui datang bersama 3 orang asing. Di sisi lain 3 petinggi kerajaan yang saat ini tersisa melihat ke arah Chen Xui dan langsung memberi hormat kepada Chen Xui karena statusnya pangeran mahkota.
"Salam pada Pangeran Mahkota," ucap mereka bertiga bersamaan.
Xui Sukong melirik ke arah Wang Xue, dia dapat melihat sepasang keluarga kecil tengah menunduk menunjukkan hormat mereka, Xui Sukong sedikit bertanya pada benaknya ada hal gerangan apa sepasang keluarga kecil itu datang ke kerajaan Bora? Xui Sukong kembali merilik ke arah Chen Xui anaknya.
"Chen'er, katakan padaku siapakah mereka? Dan ada perlu apa mereka datang kemari?" tanya Xui Sukong dengan suara berwibawa.
Chen Xui menatap Wang Xue lalu kembali lagi menatap Ayahnya, "Mereka ada keluarga Wang. Kak Shua memerintahkan mereka tinggal di kerajaan, dan mengangkat Paman Wang menjadi salah satu petinggi kerajaan," jawab Chen Xui sesuai yang dia ketahui.
Tidak banyak yang dapat Chen Xui ketahui, sebab Shua Xie hanya menjelaskan sangat singkat, bahwa keluarga Wang akan tinggal di kerajaan dan menjadi salah satu petinggi kerajaan. Chen Xui tidak tahu kenapa Shua Xie merekrut keluarga Wang, tapi yang pasti pilihan Shua Xie tidak akan salah.
Semua orang ketika mendengar penjelasan Chen Xui sedikit terkejut lalu menatap keluarga Wang itu sedikit berkerut. Xui Sukong menatap Wang Xue dalam, karena Wang Xue sedang menunduk dia tidak dapat melihat jelas wajahnya, namun karakter Wang Xue mengingatkan Xui Sukong pada seseorang namun dia lupa siapa orang itu.
Penasihat kerajaan yang paling terkejut mendengar ucapan Chen Xui. Mungkin dia memang masih menjabat di kerajaan sebagai bentuk kesetiaannya pada tanah kelahirannya, namun dia belum sepenuhnya tunduk di bawah perintah Shua Xie. Bisa dikatakan dia lebih condong ke Xui Sukong dan pada Shua Xie. Sebagai penasihat kerajaan, dia sering memberikan masukan-masukan pada Xui Sukong saat akan mengambil suatu tindakan.
Jadi tidak salah jika dia akan menolak secara terang-terangan sebelum dapat memastikan apa baik atau tidak, dia tidak akan setuju dengan sesuatu yang belum didiskusikan.
"Jelaskan siapa namamu? Dan apakah kamu pernah berkerja di pemerintahan?" tanya Ming Yun sang penasihat kerajaan. Semua mata langsung tertuju pada Ming Yun, sedikit terkejut sebab Ming Yun langsung bersuara, seakan menunjukkan ketidak sukaannya Shua Xie main rekrut orang tanpa berbincang dengan para pejabat kerajaan.
Wang Xue mengangkat wajahnya menatap pria muda berusia 20 tahunan, pria berpakaian rapi dengan wajah tegas. Dia tahu pria itu adalah Ming Yun sang penasihat kerajaan, sebagai Kultivator yang terkenal memiliki banyak informasi, tentu saja dia tahu siapa semua yang ada di dalam ruangan aula ini.
Wang Xue membungkuk memberi hormat, "Saya Wang Xue. Saya pernah berkerja di pemerintahan menjadi salah satu Jenderal di kerajaan Bintang. Saya lebih terkenal dengan julukan Wang Xue Beribu Informasi, saya yakin Yang Mulia Raja dan penasihat Ming Yun pasti mengenal hamba," jawab Wang Xue tenang.
Terkejut hebatlah Xui Sukong, berserta petinggi lainnya. Tentu saja mereka mengenal Wang Xue, Wang Xue terkenal akan pengetahuan informasi yang dia miliki. Tidak ada yang tahu dari mana Wang Xue mendapatkan informasi itu, namun karena banyaknya informasi penting yang Wang Xue miliki, banyak kerajaan takut padanya. Karena Wang Xue bisa saja menggulung kerajaan mereka dari informasi yang Wang Xue miliki, tapi untunglah Wang Xue tidak pernah berpikir untuk melakukan hal seperti itu. Dia pria yang berpikir positif dan sportif.
"Apa? Tapi bagaimana Nona Shua Xie bisa merekrutmu? Kabarny kamu meninggalkan jabatanmu dan hidup di desamu bersama keluarga kecilmu. Namun tidak lama ada kabar lagi bahwa desa tempat tinggalmu diserang sekolompok bandit, kabar tentangmu juga telah hilang. Banyak orang yang berpikir bahwa kamu telah mati, tapi ternyata tidak," kejut Ming Yun.
Wang Xue tersenyum tipis melihat ekspresi Ming Yun, "Saya merasa senang Penasihat Ming Yun mengetahui saya. Kabar itu memang benar, tapi saya bisa selamat. Dan sekarang saya sudah mengabdi pada Nona Shua Xie," jawab Wang Xue seadanya.
Mereka semua sulit mengapresiasikan perasaan senang mereka, di sisi lain mereka senang dan sisi lain terkejut. Sungguh hebat Shua Xie bisa menemukan orang seperti Wang Xue, banyak pihak pemerintahan ingin memperkerjakan Wang Xue di pemerintahan mereka. Namun Wang Xue telah meminta surat perlindungan, jika dia menolak tidak ada pemaksaan untuknya.
"Ini kabar bagus, aku tidak pernah menyangka bisa memiliki orang sepertimu di kerajaan Bora. Karena Nona Shua Xie yang merekrutmu secara pribadi, maka aku hanya bisa menerima. Tapi, apalah kamu berani bersumpah tidak akan pernah mengkhianati kerajaan Bora? Kami tidak tahu, apakah kamu benar-benar setia mengikuti Nona Shua Xie atau menjadi mata-mata. Kami perlu sesuatu yang bisa menjanjikan," ucap Xui Sukong sambil menatap Wang Xue sedikit tajam.
Sebagai Raja dia berhak curiga, agar tidak ada kesalahan yang dia ambil seperti dulu. Banyak pejabat kerajaan melakukan sesuatu hal buruk tanpa sepengetahuannya dan itu membuat Xui Sukong merasa gagal memimpin kerajaan.
__ADS_1
Wang Xue paham, karena dia pernah berkerja di kerajaan Bintang dia memang patut dicurigai. Sebagai mantan Jenderal kerajaan Bintang, memiliki banyak kewenangan di sana, dan juga pengaruh besar. Statusnya yang tinggi itu membuatnya terkenal lebih cepat di 4 kerajaan lain. Apalagi dia lebih terkenal memiliki banyak informasi penting, banyak pihak kerajaan menginginkan orang sepertinya.
"Saya berani bersumpah, tapi dengan syarat hanya saya saja, keluarga saya tidak. Biarkan saja saya yang bersumpah, jika ada kesalahan saya siap menanggung sendiri jangan mempersangkut pautkannya dengan keluarga saya. Dan juga saya hanya bersumpah mengabdi pada Nona Shua Xie, tidak untuk kerajaan Bora," balas Wang Xue sambil menatap semua petinggi kerajaan Bora bergantian.
Wang Xue siap mengabdikan diri, namun bukan untuk kerajaan Bora, tapi untuk Shua Xie. Dia hanya mengabdi pada Shua Xie bukan pada kerajaan Bora.
"Kau-" Letnan Go Fei ingin berseru karena tak terima mendengar ucapan terakhir Wang Xue, namun suaranya tertahan karena Xui Sukong memintanya berhenti berbicara.
"Bersumpahlah, aku akan menerima syaratnya tadi. Aku tahu Tuan Wang Xue sangat menyayangi keluarganya daripada nyawanya sendiri. Jadi wajar saja jika kamu meminta syarat seperti itu," ucap Xui Sukong dengan senyuman lembut, "Namun, apa yang membuatmu lebih ingin mengabdi pada Nona Shua Xie daripada kami?"
Xui Sukong sebenarnya sedikit terkejut mendengar ucapan terakhir Wang Xue, sebagai Jenderal yang mengabdi setia pada Shua Xie dia butuh penjelasan. Dia tidak bisa menerima jika ada pengkhianat mengikuti pemimpin yang dia ikuti.
"Karena aku memang mengabdi padanya, Nona Shua Xie sendirilah yang memintaku ikut dengannya." Jawaban Wang Xue sangat simpel, memang sesuai seperti Shua Xie tawarkan padanya. Dia mengikuti Shua Xie bukan semata-mata mengagumi Shua Xie, namun karena Shua Xie sendirilah yang memintanya. Wang Xue juga sedikit penasaran, kenapa gadis seperti Shua Xie bisa mendapatkan kerajaan Bora dengan mudah? Seperti apa aslinya Shua Xie itu? Apakah dia sangat kuat dari pada Xui Sukong sampai bisa menaklukan kerajaan Bora?
Xui Sukong sedikit tidak suka mendengar jawaban Wang Xue, namun apa haknya mencampuri urusan Shua Xie. Dia sendiri sudah berjanji , apa yang Shua Xie lakukan dia akan mendukungnya.
"Karena Nona Shua Xie sendiri yang merekrutmu aku bisa apa? Aku hanya bisa menerima. Selamat bergabung Jenderal Wang Xue. Kerajaan Bora menyambut hangat Jenderal baru Wang Xue."
"Malam ini kita akan merayakan kedatangan Jenderal Wang Xue dengan pesta kecil, sebagai bentuk rasa hormat kita pada Nona Shua Xie telah merekrut Jenderal Wang Xue ...."
***
Shua Xie jatuh terkapar di atas kasur, dengan wajah gelap dan perasaan mabuk berat, Shua Xie menatap ke sekitarnya. Dia saat ini berada di kamarnya di kediaman yang Xui Sukong berikan padanya.
Shua Xie menutup mulutnya, saat sesuatu dalam perutnya bergejolak kuat seakan ingin keluar dari dalam sana. Raut wajah Shua Xie benar-benar jelek, tidak dia duga menggunakan mantra teleportasi akan membuatnya semenderita ini. Di dalam dimensi dia mengalami guncangan hebat, membuatnya berputar-putar dan mual berat. Ini kali pertamanya Shua Xie merasa mual sehebat ini, tidak seperti di kehidupannya dia hanya mual kalau naik wahana yang memicu adrenalin.
Shua Xie tidak menunggu lama lagi, segera dia bermeditasi untuk menenangkan gejolak yang membara kuat di dalam perutnya. Tidak butuh waktu lama perasaan Shua Xie kembali seperti semula, nyaman dan tenang.
"Rollercoaster? Apakah itu sangat berbahaya?" Tiba-tiba suara asing menyahut, membuat Shua Xie langsung membuka matanya dan menatap ke kursi yang ada tak jauh di dekat kasurnya.
Mata Shua Xie membulat sempurna, dia melihat pria berambut putih bermata biru tengah tersenyum tipis padanya, pria itu benar-benar pahatan yang luar biasa. Entah sejak kapan pria itu menjadi semakin tampan. Shua Xie langsung mengalihkan wajahnya, sambil menepis pikirkan jijik yang tak seharusnya dia pikirkan.
Shua Xie sedikit bertanya pada hatinya, kenapa setiap saat dia melihat pria itu, sesuatu rasa panas dan senang menyelimuti perasaanya? Namun sebagai mantan mafia yang lebih akrab dengan dunia perkelahian, apa yang dia ketahui tentang cinta? Masa bodoh dia memikirkan sesuatu jijik seperti itu.
"Lou Yue! Kapan dan mau apa kau di sini?" tanya Shua Xie tajam, wajah datar menunjukkan betapa dinginnya gadis berwajah cantik itu.
Shua Xie yang sudah hampir 10 menit di dalam kamarnya tidak merasakan adanya keberadaan orang lain selain dirinya. Jadi wajar saja Shua Xie terkejut saat mendengar suara menyahutinya.
"Aku hanya mengunjungi saja, sekadar melepas rindu," balas Lou Yue singkat. Pria berwajah hangat itu beranjak berdiri lalu berjalan mendekati Shua Xie.
Shua Xie ingin muntah darah mendengar ucapan Lou Yue, dengan santainya pria itu mengatakan rindu, tidakkah dia punya malu?
Namun di balik rasa ingin marah ada sedikit rasa senang berdegub pelan. Entah sejak kapan Shua Xie merasakan perasaan seperti itu, yang jelas kenapa perasaan itu hanya kepada Lou Yue saja?
Melihat Lou Yue mendekatinya, Shua Xie semakin memasang wajah dingin, memperlihatkan betapa tidak sukanya dia akan kehadiran Lou Yue.
"Shua'er akan keperjelas sedikit tentang perasaanmu dan perasaanku. Kita memang berada di kubu yang berbeda, tapi takdir menyatuhkan kita. Kita telah diikat tali benang merah," ujar Lou Yue sambil terus mendekati Shua Xie.
"Benang merah apa?! Kau pikir aku suka padamu? Mimpimu terlalu tinggi!" balas Shua Xie keras namun raut wajahnya masih saja dingin.
__ADS_1
Lou Yue mengetikkan jarinya, seketika Shua Xie menjadi lemas tidak berdaya, bahkan rasanya seluruh tubuhnya telah kehilangan tenaganya. Shua Xie membulatkan matanya sempurna, menatap Lou Yue dengan perasaan takut, marah, dan geram. Pikiran buruk langsung melintas di kepalanya.
"Shua'er, kau memang saat ini sudah sangat kuat. Aku senang akan hal itu, namun kau masih jauh dariku. Sebaiknya tidak ada pertarungan di antara kita, aku datang ke sini memberikanmu selamat karena berhasil menguasai kerajaan Bora dan juga naik ke puncak Abadi." Lou Yue menggenggam ke dua tangan Shua Xie sedikit kuat, membuat Shua Xie terpenjat kaget.
Bagaimana Lou Yue bisa mengetahuinya? Apakah selama ini Lou Yue selalu di dekatnya? Atau Lou Yue memiliki kemampuan mendeteksi kekuatan seseorang. Padahal Shua Xie sudah menyembunyikan kekuatannya sebaik mungkin, dan seharusnya tidak ada satu pun yang sadar akan hal itu.
Sebenarnya seberapa misteriusnya Lou Yue ini? Jika dia benar berpihak pada Lou Zho kenapa tidak langsung membawa Shua Xie kepada Ayahnya itu!
"Lou Yue, apa yang mau kau lakukan!? Aku tidak akan pernah memaafkanmu jika kau melakukan sesuatu padaku!" teriak Shua Xie keras dengan mata melotot marah.
Lou Yue tertawa kecil melihat perlawanan mulut Shua Xie.
"Kau bisa apa? Sekarang pun kau tidak bisa melawan, aku bisa saja melalukan sesuatu padamu. Dan akan kau apa aku jika aku-"
"Berhenti berbicara yang menjijikan itu!" Shua Xie memotong ucapan Lou Yue secepat mungkin, tidak ingin mendengarkan ucapan menjijikan itu lebih jauh lagi.
Tak terasa juga air matanya mengalir membasahi pipinya, membuat Lou Yue sedikit terkejut. Raut wajah Lou Yue langsung berubah drastis, ada penyesalan dan marah.
"Berhenti berbicara yang menjijikan itu!" teriak Shua Xie lagi dangan wajah dingin namun, air matanya terus mengalir.
"Iya, aku minta maaf. Aku tidak akan berbicara lagi, tapi kumohon jangan menangis lagi. Aku tidak bisa melihatmu menangis," lirih Lou Yue sambil melepaskan genggamannya.
Shua Xie sebagai perempuan hanya takut dirinya dinodai, wajar saja jika dia menangis. Dia tidak pernah membiarkan tubuhnya dimiliki siapapun, sekali pun dia nakal, dia masih tetap menjaga harga dirinya sebagai wanita. Shua Xie sekali pun dia sudah kuat tapi dia tetap saja wanita, memilih perasaan lemah dan rapu.
Padahal raut wajah Shua Xie benar-benar dingin tidak menunjukkan kalau dia tidak marah atau pun sedih, namun hatinya sedang berkecamuk kuat penuh rasa takut. Melihat Lou Yue berkelakuan seenaknya padanya, mengingatkan Shua Xie pada kenangan buruk yang pernah dia alami dulu. Sesuatu kenangan buruk yang tidak ingin pernah dia ingat, tapi Lou Yue berhasil mengingatkannya.
Tangan Lou Yue bergerak menghapus air mata Shua Xie, raut wajah Lou Yue benar-benar berubah. Seperti tak kuasa melihat sang kasih menangis. Tangannya itu bisa merasakan tubuh Shua Xie saat ini sedang bergetar, tapi tidak terlalu kuat. Menunjukkan gadis itu benar-benar takut.
Shua Xie diam menatap Lou Yue dari dekat, dia dapat melihat pria itu tidak sepenuhnya berniat jahat, mungkin pria itu hanya mempermainkannya. Tapi Shua Xie tidak bisa menerima hal itu.
Melihat Lou Yue menghapuskan air matanya, Shua Xie merasa sedikit tenang, perasaan ini, dia sendiri tidak mengerti sejak kapan datang dan hinggap di hatinya. Mungkinkah yang dikatakan Lou Yue benar? Mereka berdua telah diikat takdir benang merah.
"Sudah ya, jangan menangis lagi. Aku tidak berbohong, hatiku sakit melihatmu menangis. Mungkin ini terdengar berlebihan dan bodoh, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri," lirih Lou Yue sambil menatap manik mata Shua Xie yang berbeda warna.
"Lou Yue, siapa sebenarnya kau? Kenapa aku selalu merasa tenang di dekatmu, kenapa aku selalu merasa senang di dekatmu? Sebenarnya kau itu siapa? Kenapa aku bisa memiliki perasaan seperti ini padamu? Kita tidak pernah kenal saling jauh, tapi kenapa-" ucapan Shua Xie terhenti saat jari telunjuk Lou Yue menempel di bibir mungilnya.
Lou Zho membungkukkan badannya, membuat jarak antara wajahnya dan wajah Shua Xie sangat dekat.
"Karena aku adalah takdirmu, dan kau adalah takdirku. Singkatnya seperti itu," jawab Lou Yue sambil tersenyum hangat.
Lou Yue mendaratkan kecupan singkat di kening Shua Xie membuat gadis itu membeku seketika. Perasaan kaget, senang dan marah menyelimuti hatinya. Shua kaget sebab ini kali pertamanya dia mendapat kecupan sehangat itu, kecupan yang mengingatkannya pada Ayahnya di dunia modern. Senang? Dia pun tidak tahu kenapa perasaanya bisa sesenang itu. Marah? Dia marah karena Lou Yue seenaknya menciumnya, walau pun hanya di keningnya dia tetap tidak terima, Shua Xie ini sangat menjaga kesucian dirinya.
"Uuwahh! Kak Shua punya kekasih tampan! Romantisnya!" Terdengar suara menggema keras dari arah pintu, di pintu seorang gadis berwajah polos sedang menghapus air matanya, seakan baru saja menonton drama romantis yang membuatnya terharu.
***
Tolong donk beri like sehabis membaca, like aja saya sudah bersyukur, jangan jadi pembaca gelap 😒 kesel saya liat banyak pembaca namun like gam nyampe jumlah pembacanya! tolong ya di like 😄
oh ya ada yang nanya saya dari mana? oke saya akan memperkenalkan sedikit tentang diriku ini 😂 nama aku kalian bisa panggil Ica, asal dari kalimatan timur, masih status pelajar. dah itu saja 👋😆 sampai jumpa lagi ... bye bye 😘
__ADS_1