Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 35


__ADS_3


Beberapa Bab akan menampilkan contoh-contoh karakter visual dalam cerita, gunanya mempermudah pembaca mengkhayalkan wajah para tokoh. Ini hanya sekadar contoh Visual.


Cast : Xiao Mei setelah tubuh kristal es nya sudah dilepas segel


______________________________


"Kalau kau merasa kuat, seharusnya kau bisa melukaiku sekali pun aku terus bergerak, jangan menyalahkan yang tidak ada salahnya. Kaulah yang terlalu lemah!" tukas Soa Yun datar, kakinya terus bergerak membentuk pola aturan kekuatan. Semakin beringas Taichi menyerang dia, maka semakin lincah Soa Yun bergerak menghindari serangannya.


"Aku sarankan kau menyerah saja, kau bukan lawanku."


"Tsk! Tidak akan!"


Sekitar 10 menit pertarungan berlangsung, tidak ada perubahan di antara ke dua peserta itu. Sao Yun tampak semakin tenang, sedangkan Taichi semakin sesak bernafas karena pola serangannya yang tidak menentu.


Taichi menghentikan serangannya, mundur dia menjauhi Soa Yun sambil berusaha mengatur nafasnya yang tidak menentu. Dari tempat dia berdiri, dia menatap Sao Yun penuh dengan keheranan dan keterkejutan. Dari awal dia menyerang sampai sekarang, dia tidak bisa melukai Sao Yun sedikit pun padahal dia menggunakan kecepatan maksimum, tidak hanya itu bahkan Sao Yun tampak tidak kelelahan sedikit pun, terlihat sekali perbedaan kekuatan di antara mereka berdua.


"Seberapa kuat dia?" gumam Taichi pelan, terdengar lidahnya berdecak kesal.


Di sisi lain para petinggi, mereka semua menilai Soa Yun ini sangatlah jenius, dari awal dia bertarung dia belum mengeluarkan sedikit pun kekuatan spiritnya, walau tahap pelatihan Soa Yun tidak terlalu tinggi, tapi semua pergerakannya itu selalu membuat para penonton terkagum. Bahkan dari mereka yakin bahwa Soa Yun akan memenangkan pertandingan.


Berbeda dengan Shua Xie, setelah dia mendapat pemberitahuan dari Phoe bahwa Soa Yun itu bukan Kultivator biasa, Soa Yun menekan aura tahap pelatihan aslinya sehingga menipu semua penonton tapi tetap saja tidak bisa menipu Phoe, yang jelas Soa Yun ini bukan orang yang bisa dianggap remeh. Tidak tahu alasan apa Soa Yun mengikuti pertandingan ini. Yang pastinya bukan karena ingin memasuki sakte Kilat, kalau dia menginginkan token Sakte Kilat dia bisa saja mendatangi langsung saktenya.


'Bahaya jika Xiao Mei bertemu lawan sepertinya,' ujar Phoe lewat telepati. Shua Xie mengangguk setuju dengan ucapan Phoe.


'Dia sangat kuat, jenius sepertinya kalau sampai bergabung dengan Lou Zho akan menjadi bencana besar. Aku yakin tahap pelatihan tidak jauh dari tahap Jenderal Emas atau bahkan di atasnya,' balas Shua Xie, terdengar beberapa kali dia menghela nafas gusar.


'Jika saja dia bertemu Xiao Mei, lebih baik Xiao Mei mengalah,' saran Phoe. Tentu saja Phoe tahu seberapa besar pontesi Xiao Mei, yang pasti Xiao Mei tidak akan bisa mengalahkannya.


Semakin lama pertandingan semakin seru, Sao Yun juga sudah mulai mengelurkan teknik pedangnya sebab dia ingin mengakhir pertarungan secepat mungkin. Teknik pedangnya terlihat sangat lincah, seolah-olah dia sendang menari-nari pedang di atas panggung. Sayatan demi sayatan Taichi dapatkan, walau Taichi terus berusaha menghindar tapi tetap saja dia terkena gesekan angin pedang Soa Yun.


Baju yang dikenakan Taichi juga tampak sobek mempelihatkan bagian tubuh yang tidak seharusnya dilihat, namun tidak meminggalkan adanya luka di kulitnya. Taichi melompat mundur sambil menutupi dadanya dengan ke dua tangannya, tampak sorotan mata merah berair menatap Sao Yun penuh kebencian.


Tercengang semua orang melihat keadaan Taichi, keadaanya saat ini tidak bisa dikatakan baik sebab bajunya hampir tersisa bagian atas dan bawah saja. Entah bagaimana Soa Yun bisa mengontrol kekuatan pedangnya begitu bagus. Ada sebagian penonton yang mengatakan Soa Yun ini terlalu berlebihan.


"Kenapa kau melakukan ini padaku, kita ini sama-sama perempuan!" teriak Taichi keras, tidak dirasanya air matanya mengalir tapi tidak ada suara isak tangis yang keluar.


Sao Yun menyarungkan pedangnya kembali, ditatapanya Taichi dengan tatapan tanpa ekspresi seakan dia tidak merasa bersalah atas apa yang dia telah lakukan.


"Kita tidak sama, kau lemah. Tidak pantas masuk Sakte Kilat," balas Sao Yun datar.

__ADS_1


Taichi semakin mencengkeram ke dua bahunya, ke dua matanya membulat sempurna penuh dengan kemarahan, "Kau!"


"Menyerahlah, dari awal aku sudah memintamu mengalah tapi kau tidak mau mendengarkanku. Masih untung aku tidak memisahkan kepalamu dari lehermu."


Wajah Taichi semakin merah padam, tanpa membalas ucapan Sao Yun lagi dia langsung menyatakan kalah dari Soa Yun. Semua orang di stadion berteriak keras menyebut nama Sao Yun berulang kali. Para tamu penting tersenyum gentir melihat kekuatan Sao Yun yang sangat langka, di umurnya yang begitu muda bagaimana mungkin bisa bertarung tanpa menggunakan kekuatan spiritnya? Itu adalah fenomena langka yang jarang sekali ada di dunia.


"Pemenangnya Soa Yun!"


***


"Baiklah, pertandingan selanjutnya, Rui melawan Anoe Shin!" teriak pembawa acara penuh semangat. Para penonton berseru keras saat Xiao Mei dan Anoe Shin naik ke arena pertandingan.


Mereka berdua sama-sama Kultivator pengguna pedang, yang membedakannya hanyalah ukuran pedang mereka. Pedang Anoe Shin lumayan besar dan terlihat begitu berat, sedangkan pedang milik Xiao Mei begitu kecil bahkan bentuknya masih setengah jadi. Banyak orang yang mempertanyakan tentang Xiao Mei ini, wajahnya tertutup topeng dan juga hanya menggunakan pedang setengah jadi saat bertarung, sosoknya yang tertutup itu benar-benar membuat semua orang penasaran.


Mereka berdua saling bertatapan cukup lama, sampai pembawa acara menyerukan pertandingan dimulai.


Xiao Mei dan Anoe Shin sama-sama mengelurkan pedang mereka. Ketika pedang Anoe Shin keluar, aura pekat negatif merombak memenuhi arena membuat Xiao Mei terkejut. Aura yang dikeluarkan pedang itu sungguh luar biasa, bahkan membuat Xiao Mei sedikit bergetar.


'Awalnya orang ini tidak memperlihatkan kekuatan aslinya di babak sebelumnya, karena dia tahu Xiao Mei lumayan kuat dia jadi bersungguh-sungguh melawan Xiao Mei,' ujar Shua Xie dalam hatinya. Jelas sekali Shua Xie tidak merasa resa karena dia tahu seperti apa kekuatan Xiao Mei.


"Nona, apa anak kecil itu tidak akan apa-apa melawan Anoe Shin? Kita tahu Anoe Shin ini pemuda yang lumayan kuat, tahap pelatihannya satu langkah lebih tinggi dari dia. Dan dia juga memiliki tato spirit elemen api." Terdengar suara Gong Chen membisik, spontan Shua Xie menoleh ke arahnya.


Yang dikatakan Gong Chen mungkin terdengar benar. Anoe Shin berada di tahap Langit level 5, sedangkan Xiao Mei masih di tahap Bumi, sangat terlihat jelas perbedaan mereka. Siapa pun pasti tahu itu.


Gong Chen sedikit tertegun mendengar balasan Shua Xie, memang benar Xiao Mei belum mengelurkan kekuatan spiritnya, tapi Anoe Shin ini memiliki spirit sejati yang sangat jarang ada di kalang generasi muda sepertinya. Sudah pasti dia unggul dalam mengendalikan kekuatan unsur spirit sejati, walau pengendalian masih belum stabil.


"Tampaknya Nona percaya dengan anak itu, sebaiknya aku melihat potensinya saja," gumam Gong Chen pelan.


Di arena pertandingan Xiao Mei merasa tertekan karena aura pedang Anoe Shin, aura pedang Anoe Shin benar-benar mengerikan entah berapa banyak orang yang sudah mati di pedangnya itu.


"Sebaiknya kamu menyerah, aku tidak pernah berbelas kasih saat bertarung. Mau dia pria atau pun wanita," ujar Anoe Shin dingin. Di tancapkannya pedangnya di tanah dengan kuat membuat tanah di sekitarnya retak.


Xiao Mei tersenyum kecut di balik topengnya, lagi-lagi dia dianggap remeh orang lain, menurutnya ini benar-benar penghinaan bagi Shua Xie sebagai guru yang melatihnya.


"Seharusnya aku yang berkata seperti itu," balas Xiao Mei sinis.


"Oh, keras kepala. Akan kubuat kau menyesal dalam tiga serangan!"


Xiao Mei tertawa keras mendengar ucapan Anoe Shin, maju dia selangkah sambil mengibas pedangnya. Seketika pedangnya menjadi panjang diliputi serpihan es bening, dalam hitungan detik aura tekanan dari pedang Anoe Shin dapat dinetralkan Xiao Mei. Semua orang terkejut melihat perubahan dari pedang Xiao Mei, sebelumnya pedangnya tidak pernah berubah bentuk, dan ini kali pertamanya mereka melihat pedang setengah jadi itu menjadi pedang utuh yang cantik.


"Ada pepatah mengatakan, orang yang banyak bicara biasanya akan kalah di awal pertarungan."

__ADS_1


"Kau!" Anoe Shin menarik pedangnya kesal.


Tidak perlu banyak bicara lagi mereka berdua langsung sama-sama maju menyerang dengan kecepatan penuh. Suara benturan antara pedang terdengar berulang kali, kecepatan mereka bertarung benar-benar membuat peserta lainnya tertekesima. Dalam lima tarikan nafas mereka sudah saling membenturkan pedang puluhan kali.


Xiao Mei mengayunkan pedangnya berbentuk sabit, lalu keluarlah serpihan es dari pedangnya. Serpihan es itu menyabit tubuh Anoe Shin dengan sangat cepat, karena tidak berhasil menghindarinya Anoe Shin menggunakan pedangnya menangkis serangan itu.


Tidak mau kalah, Anoe Shin mengelurkan energi spirit pada pedangnya. Energi berwarna merah darah itu memenuhi pedangnya yang besar. Berlari Anoe Shin mengejar Xiao Mei dengan sangat cepat, ketika dia merasa ada cela dia langsung melepaskan jurusnya.


"Pedang Api- Api Darah Macan!"


Suara letupan besar mengguncang arena, tanah-tanah sekitar bergoyang hingga ke stadion, sebagain penonton yang merupakan manusia biasa saja menjadi panik. Ada sebagian dari mereka memilih lari karena takut.


Walau pun sudah diberi formasi pelindung tapi nyatanya efek dari serangan Anoe Shin masih berdampak pada sekitarnya. Di dalam arena kepulan debu memenuhi udara, penonton jadi tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di dalam sana.


Tetua Gong Chen sontak terkejut, mendadak dia berdiri sambil melirik ke arah Shua Xie, "Ini! Jurus pedang dari sekte Sun?! Bagaimana bisa anak muda itu mengetahuinya! Kalau begini anak kecil itu dalam bahaya! Apa kau akan tetap diam saja Nona?" seru Gong Chen sedikit panik.


Shua Xie melirik ke arahnya, "Dia hebat, tapi masih tetap tidak bisa melukai Xiao Mei-ku."


***


Kepulan debu perlahan mulai menghilang, Anoe Shin menatap tempat di mana dia melempar jurusnya tadi, memastikan apakah Xiao Mei masih hidup apa tidak? Kalau pun Xiao Mei masih hidup paling tidak dia mendapat luka serius sehingga tidak bisa bergerak, begitulah kesimpulan Anoe Shin setelah mengeluarkan salah satu jurus terkuatnya.


Semua penonton seketika menjadi tegang, tatapan mereka semua sama tertuju pada arena, yang pastinya penasaran seperti apa keadaan Xiao Mei saat ini, apakah dia selamat atau tidak?


Di tengah-tengah arena seorang bertopeng berdiri tegak, semua orang bisa melihat itu dengan jelas ketika debu sudah menghilang. Anoe Shin terkejut melihat Xiao Mei masih bisa berdiri tegak, padahal jurusnya tadi adalah salah satu jurus terkuatnya, bagaimana mungkin junior tahap pelatihan di bawahnya bisa menahan serangannya. Awalnya Anoe Shin berniat mengakhir pertandingan dengan cepat, namun ternyata itu tidak sesuai dengan harapannya.


Bukan main terkejutnya para tamu khusus ketika melihat Xiao Mei masih dalam keadaan baik-baik saja tanpa luka, bahkan dia masih dalam keadaan posisi berdiri. Ini sungguh sangat mengejutkan!


Xiao Mei terdiam di tempat dengan pandangan tertuju pada Anoe Shin, pandangannya itu tampak sekali seperti mata monster yang menargetkan mangsanya.


Krakkk ....


Suara retakan dari topeng Xiao Mei terdengar, di bagian sudut pipi kiri topeng muncul retakan kecil. Mata Xiao Mei menatap pipinya, tangannya mengelus retakan itu dengan lembut.


"Retak? Apa aku gagal? Kak Shua meminta agar topengku jangan sampai hancur atau pun terlepas. Tidak aku sangka serangannya mampu membuat topengku retak, padahal aku sudah menggunakan jurus pelindung es terkuat milikku," gumam Xiao Mei pelan sambil menurunkan tangannya.


***


Bersambung ^-^


Hei pembaca jangan lupa like dan vote cerita ini sebanyak kalian suka ya^-^ maaf update cerita ini lagi tidak teratur 😥 author lagi sibuk, tapi akan tetap usahakan update. Terimakasih untuk kalian yang telah mendukung dan membaca karya ini, jaga kesehatan di mana pun kalian berada, author sayang kalian ^-^

__ADS_1


S****ampai bertemu di bab berikutnya 🤗


__ADS_2