
"Hari sudah hampir malam, tapi kita bahkan tidak menemukan satu pun mahkluk hidup lainnya." Untuk ke sekian kalinya Juan Yu mengeluh, sejak dia dan temannya datang ke Daratan Alam Abadi mereka tidak menemukan satu pun mahkluk hidup lainnya selain hamparan padang rumput yang luas dan rimbunan hutan lebat. Bahkan di saat hari sudah hampir menjelang malam, jangankan menemukan satu makhluk, menemukan semut pun tidak.
Ini bukanlah masalah besarnya, memang lebih baik jika mereka tidak menemukan makhluk yang bisa mengancam keselamatan mereka, tapi mereka juga butuh makhluk hidup lainnya seperti hewan untuk dimakan. Ketahuilah mereka masuk ke dalam Daratan Alam Abadi tidak membawa barang apapun selain senjata mereka dan perlengkapan tenda. Benar-benar persiapan yang buruk.
"Sebaiknya kita beristirahat, berjalan di malam hari lebih berbahaya terlebih lagi kita tidak terlalu mengetahui tentang dunia ini," sahut Qixuan, menengahi masalah untuk sementara. Beristirahat sejenak juga bagus untuk mereka yang terus berjalan tiada henti.
"Ya, aku setuju dengan Senior." Xiu An menyetujui ide Qixuan, dia juga sudah lelah berjalan sepanjang hari ini.
"Hem, kita sudah berjalan sepanjang hari, sudah waktunya kita beristirahat," sahut Yurui ikut setuju. Menurutnya juga tidak masalah mereka beristirahat sekarang, lagi pun masih ada hari esok untuk melanjutkan perjalanan.
"Ah, baiklah. Kalau seperti itu kita membagi beberapa kelompok, Genji dan Juan Yu pergi mencari hewan buruan. Tapi jangan pergi terlalu jauh, hutan ini juga sedikit menyesatkan jika perhatikan." Qixuan menatap dua pria yang baru saja dia sebut, lalu pandangannya beralih lagi ke arah lain, "Yurui dan Kiseki, pergi cari kayu bakar untuk menyalakan api." Qixuan memberi perintah dengan nada tegas kepada dua pria itu, "Lalu Xiu An dan Yue Jian, dirikan tenda selagi aku dan Shua Xie mencari mata air terdekat untuk kita minum."
"Apa kalian mengerti?" Lanjut Qixuan lagi sembari dia menatap semua rekannya yang sudah dia berikan tugas.
"Kami mengerti!" jawab mereka semua serempak.
Qixuan mengukir senyum tipis, "Baguslah, sekarang mari kerjakan tugas masing-masing."
Mereka semua pun berpencar, hanya Xiu An dan Yue Jian yang masih di tempat mereka untuk mendirikan tenda. Masing-masing dari mereka yang bertugas memilih arah yang berbeda, seperti Qixuan dan Shua Xie yang memilih arah utara, sedangkan 4 pria lainnya memilih dua arah yang berbeda.
Xiu An mulai menggeledah tas berisikan beberapa tenda, begitu pun dengan Yue Jian juga melakukan hal sama dengan tas yang lain. Setelah mereka mengeluarkan tenda, mereka segera mendirikan tenda dengan sedikit kemampuan yang mereka miliki. Tidak butuh waktu lama, 4 tenda telah berdiri tegap.
Xiu An menghela nafas lega sembari dia menatap dua tenda yang baru saja selesai dia dirikan, "Lumayan melelahkan, coba ku ingat kapan terakhir aku merasa lelah seperti ini?" ujarnya berbicara pada dirinya sendiri.
Di sisi lain, Yue Jian berjalan mendekati Xiu An, dia juga telah selesai mendirikan tenda. Yue Jian merasa sedikit aneh, dia merasa sedikit lelah setelah mendirikan tenda padahal mendirikan tenda seharusnya tidak akan membuatnya selelah ini. Bahkan latihannya di sekte Kunlun jauh lebih berat dari mendirikan dua tenda, namun entah faktor apa dirinya merasa sedikit kelelahan.
"Xiu An, apakah kau tidak merasa ada yang aneh dengan hutan ini?" tanya Yue Jian pelan setelah dia telah berdiri di samping Xiu An.
"Aneh?" Xiu An menoleh ke samping kanan, menatap Yue Jian dengan alis sedikit berkerut, "Aku tidak merasakan ada yang aneh, ketenangan hutan ini justru membuatku merasa tenang," balasnya lagi.
Yue Jian terdiam untuk sesaat, dia juga merasakan hal yang sama, hutan ini terlalu tenang dan juga membuatnya merasa tenang. Namun tetap saja aneh, hutan selebat ini tidak memiliki sedikit pun hal berbahaya. Bukankah biasanya hutan terkenal sebagai satu kawasan yang cukup berbahaya untuk seorang manusia?
"Tapi-"
"Ah ... sudahlah. Tenang saja, jika memang nantinya akan ada bahaya, aku akan melindungimu." Xiu An dengan cepat menyela Yue Jian, dia hanya tidak ingin gadis itu terlalu berlebih dalam mengkhawatirkan sesuatu. Apalagi Xiu An tahu Yue Jian adalah gadis yang paling khawatir berlebihan, jika bukan karena ajakannya mana mungkin Yue Jian mau masuk ke dalam Daratan Alam Abadi setelah mendengar ucapan Master Haocun.
Yue Jian tertegun, melihat betapa tentangnya Xiu An di dalam hutan selebat ini, "Ah, baiklah aku percaya padamu." Pada akhirnya dia tidak bisa melawan Xiu An dalam berdebat, dan akhirnya hanya bisa mengalah dan mendengarkan. Lagi pula, Xiu An tidak pernah ingkar janji dengan perkataannya sendiri.
Xiu An merangkul Yue Jian menuju salah satu tenda, lalu duduk dengan tenang di sana. Setelah beberapa menit mereka duduk berbincang, Kiseki dan Yurui datang dengan beberapa ranting kayu di tangan mereka.
"Apa tidak ada masalah selama kami pergi?" tanya Yurui sambil dia meletakkan ranting yang dia bawa ke tanah. Melihat Yue Jian dan Xiu An duduk tenang di tenda seharusnya memang tidak ada masalah selama dirinya dan Kiseki pergi.
"Tidak ada, semua aman," jawab Xiu An tenang, dia beranjak berdiri kemudian berjalan mendekati Yurui dan Kiseki.
"Huft ... cukup melelahkan. Padahal hanya mengangkat beberapa ranting," keluh Kiseki pelan setelah dia meletakkan ranting yang dia bawa di samping ranting Yurui. Kiseki duduk sambil mendongak ke atas menatap gelapnya langit yang dipenuhi bintang.
__ADS_1
"Ya, aku juga merasa sedikit lelah. Ini aneh, sebelumnya aku tidak pernah merasa selelah ini," sahut Yurui di akhiri dengan helaan nafas pelan. Dia juga mengikuti pose duduk Kiseki sambil menatap Xiu An yang mulai menyusun ranting siap untuk dibakar.
"Aku rasa tidak ada yang aneh, kita telah berjalan sepanjang hari jadi wajar saja kita merasa kelelahan. Mau bagaimana pun kita tetap saja manusia," sahut Xiu An tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan ranting yang sedang dia susun.
Xiu An memang juga merasa lelah setelah mendirikan tenda, namun dia tidak merasa ada yang aneh mengingat dirinya dan temannya telah melakukan perjalanan cukup panjang dan tidak berhenti semenit pun. Tidak aneh bukan jika baru sekarang dia dan lainnya merasakan lelah selepas perjalanan jauh, lagi pun mereka juga tetap saja manusia yang juga bisa merasakan lelah.
"Hum ... yang kau katakan cukup masuk akal juga. Kita telah berjalan cukup lama, jika merasa lelah sekarang bukanlah hal yang aneh," sahut Yurui setuju dengan pendapat Xiu An yang bisa dikatakan cukup masuk akal meski pun mereka adalah Kultivator.
***
Angin dingin pelahan berhembus pelan, menyapa kulit dua pemuda yang berjalan di bawah hamparan bintang dengan tekad yang kuat. Dua pemuda itu mengeluh pelan tatkala ketika mereka berdua merasa udara dingin sekitar mereka semakin menggigit kulit mereka.
Genji menghela nafas pelan, bukan karena mengeluh namun untuk menghangat ke dua tangannya yang sudah hampir mati rasa karena kedinginan, "Huh! Berapa jauh lagi kita berjalan menyusuri hutan ini? Kita telah pergi cukup lama dan belum menemukan satu pun hewan buruan. Mungkinkah hutan ini tidak dihuni satu pun hewan?" tanya Genji pelan, sebenarnya ingin bukan pernyataan, tapi keluhan untuk tubuhnya yang mulai terasa mendingin seperti es.
"Itu mustahil, hutan adalah habitat utama para hewan, tidak mungkin hutan ini tidak dihuni satu pun hewan. Tapi, aku juga mulai merasa ada yang aneh, sejauh kita melangkah masuk kita tidak menemukan hewan buruan satu pun," balas Juan Yu sembari dia mengusap pelan ke dua tangannya agar merasa sedikit hangat. Dia juga mulai merasakan keanehan pada hutan ini, tidak, tidak hanya pada hutan ini namun pada dunia Daratan Alam Abadi.
"Lalu perlukah kita pulang sekarang dan mengatakan kita tidak menemukan hewan buruan satu pun?" sahut Genji lagi.
Menurut Genji sudah seharusnya mereka berdua pulang ke tenda sekarang, mereka berdua juga sudah cukup jauh berjalan dan tidak menemukan satu pun hewan buruan, mereka yakin Qixuan akan mengerti kondisi mengingat seharusnya Qixuan juga merasa ada yang aneh dengan hutan ini setelah mereka semua memasukinya.
"Mungkin begitu, sudah sebaiknya kita pulang. Aku akan menjelaskan situasi pada mereka. Tapi ... untuk makan malam ini, mungkin kita hanya bisa memakan buah yang ada di sekitar." Juan Yu menatap sekitarannya, pohon dengan batang warna-warni menjulang tinggi ke atas. Sejak perjalanannya bersama Genji, dia terus memperhatikan pepohonan di sekitarnya ditumbuhi cukup banyak buah unik berwarna-warni. Meski biasanya dalam pelajaran buah yang warna mencolok biasanya mengandung racun, tapi tidak ada salahnya mereka mencoba dari pada mati kelaparan.
Ini juga merupakan satu hal yang aneh, mereka adalah seorang Kultivator yang biasanya sanggup tidak makan selama berbulan-bulan, biasanya makanan hanya dijadikan kudapan ringan sekadar mengisi waktu kosong mereka. Namun semenjak memasuki Daratan Alam Abadi, mereka merasa seperti menjadi manusia biasa, mudah merasakan rasa lapar.
Genji juga ikut melihat ke atas, tepatnya ke pepohonan rimbun yang berbuah lebat dengan aneka buah unik, "Hem ... aku juga merasa tidak masalah hanya memakan buah-buahan malam ini. Yang terpenting perut kita bisa terisi meski pun hanya sedikit," balas Genji tanpa mengalihkan pandangannya dari pohon berbuah itu.
Juan Yu dan Genji mulai bergerak, menaiki pohon tinggi itu dengan kekuatan yang mereka miliki. Tidak butuh waktu lama mereka telah berdiri di dahan-dahan pohon, mereka berdua pun mulai memetik buah-buahan tersebut lalu memasukkan ke dalam baju mereka. Bahkan mereka mencicipi beberapa buah untuk memastikan buah itu aman dari bahaya. Memang tidak ada yang berbahaya kita mereka memakannya, namun mereka merasakan sensasi aneh seperti kurang puas meski telah memakan dalam jumlah banyak.
Setelah memetik buah di pohon tersebut, mereka melompat ke pohon lainnya untuk memetik buah lagi, begitu seterusnya hingga dalam waktu berkepanjangan. Mereka berdua tiada hentinya memetik buah seakan merasa tidak puas dengan jumlah buah yang mereka bawa, padahal buah-buah yang mereka bawa sudah banyak berjatuhan karena terlalu banyak memenuhi baju dan tangan mereka berdua.
Genji melompat ke bawah dengan gelak tawa keras yang diiringi dengan liur di pinggir bibirnya, "HAHAHAHA! MASIH KURANG! MASIH KURANG!"
***
"Ugh! Kenapa mereka pergi lama sekali? Senior Qixuan dan lainnya belum kembali, apa perlu kita mencari mereka?" Yue Jian merasa semakin khawatir, hari sudah sangat gelap, namun Qixuan, Shua Xie, Juan Yu dan Genji belum juga kembali. Jangankan Yue Jian yang merasa khawatir, Xiu An dan lainnya pun juga merasakan hal yang sama.
Yurui beranjak berdiri, "Aku akan mencari Genji dan Juan Yu, kalian tunggulah di sini. Kiseki kau jaga Xiu An dan Yue Jian," ujarnya setelah memutuskan untuk mencari Genji dan Juan Yu terlebih dahulu. Bukannya apa, ke dua pria itu pergi memasuki hutan lebat kemungkinan saja keselamatan mereka jauh lebih berbahaya dari Qixuan dan Shua Xie yang berjalan keluar dari hutan.
Xiu An juga beranjak berdiri, di depan api unggun yang menghangati tubuh mereka berempat, "Aku akan ikut bersamamu, aku khawatir terjadi sesuatu pada mereka, kau sendiri tidak akan mampu membawa mereka berdua sekaligus jika ada masalah," sahut Xiu An dengan tampang wajah serius, sepertinya dia tidak ingin mendengar penolakan.
"Xiu An, aku-"
"Kau tinggallah bersama Kiseki menjaga tenda, jaga api untuk selalu hidup, jika kami tersesat kami bisa melihat asap dan mengetahui jalan pulang," sela Xiu An cepat sembari dia menepuk pelan pundak Yue Jian.
Yue Jian semakin memasang wajah khawatir, meski pun Xiu An telah tersenyum padanya tapi tetap saja rasa khawatir yang menyelimuti hatinya tidak bisa hilang. Namun, Yue Jian juga tidak ingin menjadi penghambat Xiu An, bersikap egois di dunia asing tak ia kenal bukanlah sikap sepatutnya sebagai Kultivator sejati.
__ADS_1
"Baiklah, tapi berjanjilah kau akan kembali," balas Yue Jian dengan pandangan nanar.
Xiu An semakin melebarkan senyumannya lalu dia mengangguk pelan mengiyakan ucapan Yue Jian, "Hem! Aku akan kembali!"
"KAMI KEMBALI!"
Tiba-tiba saja terdengar suara sahutan begitu keras, sontak membuat Xiu An dan lainnya segera menoleh ke sisi kanan, menemukan Genji dan Juan Yu telah kembali dengan begitu banyak buah di baju dan tangan mereka, bahkan mulut mereka berdua juga dipenuhi buah yang membuat liur-liur mereka terus menetes ke tanah.
Yue Jian ingin teriak melihat kondisi Genji dan Juan Yu yang terlihat begitu mengerikan, seperti hantu yang rakus yang muncul dari dalam rimbunnya hutan.
"Ka-kalian! Kenapa kacau sekali?" tanya Yue Jian gugup, sedikit takut melihat gelegat ke dua pemuda itu.
"Apa? Kami telah kembali dengan makanan!" balas Genji kasar sembari dia berjalan menuju ke empat pemuda yang tengah berdiri di depan api unggun.
Yurui mendekati Genji, ingin menyadarkan ke dua pemuda itu telah bersikap lain dari pada biasanya, "Ada apa dengan kalian berdua? Kenapa kalian terlihat kacau sekali?" tanya Yurui setelah berdiri di depan Genji dan Juan Yu.
Juan Yu menatap tajam Yurui, lehernya bergerak tak menentu dengan suara patahan tulang yang terdengar mengerikan, "Apa?!" tanyanya balik dengan mata melotot.
"Ti-Tidak apa-apa!" balas Yurui cepat sambil dia melambaikan ke dua tangannya keras, tampak terkejut melihat tatapan melotot dari Juan Yu.
Kiseki juga melihat perubahan dua temannya itu, spontan dia berjalan mendekati Yurui dan berdiri tepat di depan dua pemuda yang menurutnya bersikap cukup aneh, "Kalian ini ada apa? Pulang-pulang jadi aneh," tanya Kiseki dengan pandangan wajah sedikit kesal sebab dia berpikir ke dua temannya ini sedang mempermainkan dirinya dan yang lain agar menjadi takut.
Pandangan Juan Yu berpindah kepada Kiseki, lehernya bergerak patah-patah lagi-lagi menimbulkan suara-suara aneh saat lehernya bergerak. Juan Yu menatap tajam kepada Kiseki, namun alih-alih membuat Kiseki takut justru membuat pemuda itu semakin kesal dan akhirnya mendapatkan pukulan dari Kiseki.
"Berhentilah bercanda! Kau membuat takut Yue Jian dan Xiu An!" ungkap Kiseki tegas dengan pandangan tajam, seakan berharap dengan pandangannya itu Genji dan Juan Yu menghentikan permaianan mereka yang membuat Kiseki juga sedikit takut.
Namun berharap ke dua pemuda itu menghentikan candaan mereka, justru Kiseki mendapat serangan tidak terduga yang membuat Yue Jian menjerit keras. Tidak hanya itu, Yurui dan Xiu An juga mendapat kejutan hebat yang tidak pernah mereka duga.
"Aarrgg! A-apa yang kau lakukan, Juan Yu!" pekik Kiseki keras sambil menatap Juan Yu yang sedang menggigit lengan begitu kuat.
Juan Yu tidak menjawab apapun selain mengatakan 'makanan', dia juga tampak fokus mengigit lengan Kiseki seakan berpikir bahwa lengan Kiseki adalah makanan. Gigi-giginya terus menggigit membuat Kiseki semakin menjerit keras.
"AAAARRRGGG!!!"
"Juan Yu!" Yurui segera menarik Juan Yu agar pemuda itu segera melepaskan pelukannya dari Kiseki. Namun semakin dia menarik semakin kuat gigitannya di lengan Kiseki dan membuat Kiseki semakin menjerit keras.
"Aakkkhh!" Yue Jian tidak tahan melihat adegan itu, dengan cepat dia berlindung di balik punggung Xiu An dengan tubuhnya yang bergetar hebat karena takut. Sedangkan Xiu An membulatkan matanya terlalu terkejut melihat Juan Yu menggigit Kiseki seperti binatang buas.
"Lepas-" Belum sempat Yurui melepaskan Juan Yu dari Kiseki, tiba-tiba saja datang Genji yang melompatinya dan langsung mengigit bahu kanannya begitu kuat. Sontak saja Yurui langsung teriak sambil merontah-rontah berusaha melepaskan Genji dari bahunya.
"Aarrgg! Lepaskan! Lepaskan!" Yurui melayangkan pukulannya ke wajah Genji berharap pemuda itu akan langsung melepaskannya, namun apa yang terjadi semakin membuatnya menjerit keras, gigitan Genji justru semakin dalam hingga ke tulang bahunya.
Krak!
"AARRGGG!!!"
__ADS_1
____________
A/N : Qixuan!!! Shua Xie!!! Di mana kalian woi! 😱