
Shua Xie menyimak perdebatan dua anak muda itu, siapa lagi kalau bukan Fengying dan Wang Xinian. Shua Xie mengulum senyum tipis, tidak dia sangka Fengying akan tertarik menolongnya padahal sebelumnya Fengying lah yang membuat situasi seperti ini terjadi. Ups, sebenarnya tanpa Fengying pun situasi ini juga bisa terjadi.
Shua Xie menurunkan pandangannya pada tali yang masih mengikat tubuh mungilnya. Terbesit di pikirannya dia ingin melepas tali yang mengikatnya, tapi ... tidak seru juga kalau Shua Xie mengakhir permainan ini begitu cepat. Shua Xie masih ingin bermain sedikit lagi.
Wang Xinian menatap sedih ke arah Fengying, dia menghapus air matanya yang bercampur dengan darah yang terus mengalir di dahinya itu.
"Hiks, Kakak sepupu. Aku mohon cepatlah sadar, penyihir itu pasti telah menghasut pikiranmu," isak Wang Xinian sambil terus menyeka air matanya.
Beberapa pelayan bergerak mendekati Wang Xinian, berniat membantu sang Putri Mahkota itu bangkit kembali setelah melihat luka di dahi Wang Xinian semakin berdarah. Namun saat para pelayan ingin menyentuhnya, Wang Xinian langsung bersuara.
"Kalian tidak perlu bantu aku. Biarkan saja aku seperti ini, aku hanya ingin meminta keadilan pada Kaisar." Wang Xinian mengalihkan pandangannya kepada Kaisar, menatap sosok agung dan bijaksana itu penuh harapan. Berharap sang Kaisar mau memberi keadilan untuknya, "Yang Mulia Kaisar, hamba mohon berikan hukuman pada gadis penyihir itu. Dia sudah menghasut pikiran saudara Fengying. Hamba minta keadilan untuk saudara Fengying."
Situasi menjadi semakin suram, banyak hati tergoyah ingin membantu Wang Xinian, namun di sisi lain Kopral Fengying terkenal sangat jujur kalau pun dia membuat salah dia akan mengakui kesalahannya, dan tidak hanya itu Fengying juga tidak pernah membela yang salah walau pun jalan pikir nya kadang masih dikendalikan banyak orang. Setiap dia mendapat saran, yang menurutnya akan membuat image-nya naik maka dia akan melakukannya.
Yah, Fengying memang bodoh dan terlalu polos.
Fengying menatap geram ke arah Wang Xinian, ingin sekali dia menampar sosok wanita picik itu karena telah menuduh yang tidak-tidak. Tapi di hadapan Kaisar dia tidak bisa melakukan hal itu, terlebih lagi status Wang Xinian juga sangat dipandang tinggi.
Fengying mengalihkan pandangannya ke belakang, menatap para pasukan, lebih tepatnya menatap Shua Xie yang masih memasang wajah tenang. Saat dia terciduk menatap Shua Xie, sosok gadis manis itu langsung mengumbar senyum pada Fengying. Membuat sosok pemuda ini menjadi meronah malu, tapi di saat itu juga Fengying tersadar ....
"Gadis Itu bersikap biasa saja, apakah dia memiliki rencana tersendiri," gumam Fengying pelan.
Di sisi lain Kaisar, dia menatap Wang Xinian sedikit berbeda, tidak tajam tapi tidak juga lembut. Seolah ada sesuatu tersembunyi di balik tatapannya itu.
"Pelayan, bawa Putri Wang Xinian ke kediamannya. Dan minta Tabib Lee untuk mengobati dahi Putri Wang Xinian."
Mendengar Kaisar tidak menggubris ucapannya, Wang Xinian langsung mengangkat wajahnya, "Yang Mulia Kaisar, hamba tidak perlu diobati, hamba hanya ingin diberikan keadilan," ucap Wang Xinian keras dapat didengar banyak orang.
Kaisar menghela nafas pelan lalu dia berjalan mendekati Wang Xinian, dia juga membantu keponakannya itu berdiri kembali.
"Sebaiknya kau pikirkan juga dirimu. Kau sudah kehilangan banyak darah, sangat tidak baik untuk kesehatanmu," ucap Kaisar dengan suara lembut.
Wajah Wang Xinian seketika berubah memelas, dia melemaskan seluruh badannya agar terlihat lemah, bahkan bibirnya sudah pucat karena kehilangan lumayan banyak darah, "Yang Mulia Kaisar, keadilan saudara Fengying lebih berarti bagiku. Dia adalah Kakak yang sangat aku hormati, aku tidak ingin dia terjebak dalam mantra sihir gadis jahat itu."
Kaisar menarik nafas berat, dia bingung ingin mempercayai siapa, Wang Xinian atau Fengying. Kaisar sangat mengenal Fengying, dia sosok pemuda yang sangat menjunjung kejujuran dan keadilan walau kadang sifat anak muda itu jauh dari junjungannya. Ditambah lagi Fengying merupakan pejabat yang paling dekat dengannya, dan paling bisa Kaisar percayakan. Jadi Kaisar merasa, apa yang Fengying ucapkan tidak menunjukkan gejala kalau Fengying terkena hasutan, dari nada bicara dan gelegatnya sama persis dengan Fengying biasanya.
Namun di sisi lain, Wang Xinian memang tidak salah, menduga kalau gadis itu telah merasuki pikiran Fengying memang bisa benar terjadi. Terlebih lagi tiba-tiba saja Fengying membela gadis itu padahal sebelumnya Fengying sangat tidak menyukai gadis itu. Tentu saja hal itu menjadi pernyataan banyak orang, mereka semua berpikir kemungkinan benar Fengying telah terhasut.
Pilihan ini menjadi sangat membingunkan, siapa yang harus Kaisar pilih?
Di sela-sela pemikiran Kaisar, tiba-tiba muncul seorang gadis berpakain gaun hanfu putih kuning, dengan rambut yang sengaja digerai dan dihiasi beberapa perhiasan tusuk rambut. Gadis itu berjalan anggun memasuki aula utama, walau pun dia tahu ini adalah pelanggaran besar karena masuk tanpa, tapi demi rencananya dia harus mengorbankannya.
Gadis bermata coklat itu berjalan mendekati Shua Xie, lalu berhenti tepat di samping Shua Xie. Gadis itu tersenyum ke arah Shua Xie sambil merangkul bahu Shua Xie, dan Shua Xie membalas senyuman gadis itu sangat hangat tapi mengandung racun tersembunyi.
"Kakak Wang Xinian, Aku tidak menyangka kau tidak mengakui Shua Xie adik kita. Apakah kau sangat iri dengan kecantikannya?" Gadis bermata coklat itu, menatap Wang Xinian sedikit sedih. Tentu saja sedih yang dibuat-buat demi citranya.
Shua Xie yang berada dalam rangkulan gadis itu hanya bisa tersenyum tipis, gadis yang saat ini merangkulnya adalah Shan Qiayu, Putri ke Empat. Tentu saja saudari yang membuat Shua Xie asli mati di gudang karena dicambuk.
Shua Xie tahu, Shan Qiayu membelanya karena Shan Qiayu masih mengenal Shua Xie walau pun Shua Xie hampir berubah sepenuhnya. Sangat hebat Shan Qiayu masih bisa mengingat Shua Xie setelah perubahannya. Dan sekarang Shan Qiayu membelanya di depan banyak pejabat dan Kaisar kalau bukan ingin mencari perhatian, sebagai Kakak baik yang membela adiknya.
Drama eksotis penuh kebohongan!
Shua Xie berpikir, kemungkinan Shan Qiayu melakukan ini pasti ingin mengambil keuntungan dari Shua Xie, seperti membantu Shua Xie maka reputasinya akan naik ke atas sedangkan Wang Xinian akan turun serta kehilangan posisi Putri Mahkota. Itu bisa jadi alasan kenapa Shan Qiayu membelanya secara terang-terangan.
__ADS_1
'Tapi, apa kau pikir aku akan memberikan keuntungan untukmu setelah kau membunuh pemilik asli tubuh ini? Kau terlalu menganggap aku bodoh, justru kau pun akan berakhir sama dengan Wang Xinian,' gumam Shua Xie dalam hatinya, sungguh lucu melihat Shan Qiayu bersikap sok baik padanya.
Sayangnya Shua Xie sekarang bukanlah Shua Xie dulu yang mudah sekali ditindas dan ditipu.
Wang Xinian seketika membalikkan kepalanya saat mendengar suara Shan Qiayu, saudari yang paling sangat dia benci. Wang Xinian melihat Shan Qiayu merangkul bahu Shua Xie begitu akrab, bahkan Shan Qiayu sampai memasang mode sedih di hadapan banyak orang.
Melihat Shan Qiayu membela Shua Xie, Wang Xinian merasa posisinya kali ini terancam. Dia harus bisa membalikkan keadaan lagi sebelum dia yang akan dicurigai. Wang Xinian kembali menatap ke depan, lalu bersujud lagi lebih keras dari sebelumnya hingga luka di dahinya itu semakin membesar, bahkan darahnya terus menetes ke lantai.
"Yang Mulia Kaisar, lihatlah sekarang Adikku lagi yang dia hasut. Hamba sungguh meminta keadilan, hamba minta hukum gadis itu karena sudah membuat Kopral Fengying dan Putri Shan Qiayu terhasut."
Kaisar dibuat terkejut akan sikap Wang Xinian yang berlebihan. Kali ini Wang Xinian membenturkan lagi kepalanya, sungguh tidak terduga rasa kasih sayang Wang Xinian pada dua saudaranya itu begitu besar.
"Putri Wang Xinian memang Kakak yang baik, bahkan dia rela terluka demi keadilan saudaranya," bisik salah satu pejabat.
"Benar, aku pun sampai terharu melihat betapa baiknya Putri Mahkota."
Para pejabat mulai lagi berbisik mengenai kebaikan Wang Xinian sebagai Kakak. Masih ingin tetap membela saudaranya walau saudaranya sendiri tidak membelanya, sungguh Kakak yang baik?
Baik gak menurut kalian?
Fengying dia sudah sangat geram melihat Wang Xinian. Lagi-lagi Wang Xinian seenaknya menuduh yang tidak seharusnya dituduh, dan sekarang kebenciannya pada Wang Xinian semakin membesar. Fengying merubah wajahnya sangat dingin, lalu dia bersujud pada Kaisar seperti para ksatria.
"Yang Mulia Kaisar, hamba tahu anda pasti sangat mengenal hamba ini, sebagai Kopral dan sebagai keponakan yang anda asuh sejak balita. Tentu saja anda tahu apakah saya memang terhasut atau tidak?" ucap Fengying dengan suara tegas.
Di sisi lain, Shan Qiayu melepaskan rangkulan, lalu dia berjalan mendekati Fengying dan ikut bersujud di samping Fengying.
"Yang Mulia Kaisar, tolong dengarkan penjelasan saya. Gadis itu memang Putri Shua Xie, adik saya. Karena saya selaku saudari yang paling dekat dengan Shua Xie, dari kecil Wang Xinian memang sangat membenci kecantikan Shua Xie sebab itulah dia selalu menyudutkan Shua Xie padahal dia tidak bersalah." Shan Qiayu menundukkan kepalanya, "Aku tidak menyangka. Saat kepulangan Adik Shua Xie, Kakak Wang Xinian masih menyimpan dendam."
"Kau! Beraninya kau menuduhku!" pekik Wang Xinian langsung, dia sangat tidak sabar mendengar fitnah yang Shan Qiayu lemparkan padanya. Padahal sudah sangat jelas, dulu Shan Qiayu lah yang paling tidak senang dengan Shua Xie. Tapi sekarang justru membalikkan fitnah.
Melihat Shan Qiayu begitu takut, Fengying segera meraih tangan Shan Qiayu lalu menarik gadis itu berdiri tepat di sampingnya. Fengying menatap tajam ke arah Wang Xinian, tidak pernah menduga kalau Wang Xinian akan senekat itu di hadapan banyak orang.
Di samping Fengying, Shan Qiayu mengulum senyum tipis, ternyata aktingnya sangat baik sampai Fengying pun bersikap seperti pahlawan untuknya, tidak sia-sia Shan Qiayu melatih bakat aktingnya selama ini.
Shan Qiayu mulai mengeluarkan isak tangis, walau pun sangat pelan tapi masih bisa didengar banyak orang.
"Hiks, Kakak. Aku, Aku tidak menyangka kau ingin menyakitiku," isak Shan Qiayu sambil menyeka air matanya.
"Apa yang kau ucapkan Shan Qiayu! Kau ingin menuduhku?" sahut Wang Xinian geram.
"Ahh ... Kakak tolong jangan sakiti aku." Shan Qiayu berlindung di belakang Fengying.
Melihat Shan Qiayu begitu ketakutan, Fengying menatap Wang Xinian semakin tidak senang, "Putri anda harus ingat di mana anda sekarang!"
Shua Xie menjambak rambutnya sendiri, tali yang mengikat tubuhnya juga sudah terlepas sejak dia melihat drama menjijikan dari dua saudarinya itu.
"Apalah kalian berdua sudah puas bermain dramanya? Aku rasa sudah cukup sampai di sini." Tali yang mengikat Shua Xie jatuh ke lantai. Dia meregangkan otot lengannya dengan senam biasa.
Para prajurit yang mengepung Shua Xie langsung mengarahkan semua tombak mereka ke arah Shua Xie. Tentu saja mereka kaget melihat tali yang mengikat gadis itu terputus, sejak kapan? Dan bagaimana cara gadis itu melepaskannya.
Para pejabat, Kaisar, Fengying dan lainnya langsung mengalihkan pandangan mereka pada Shua Xie ketika mendengar gadis itu membuka suara lagi.
"Wang Xinian, Shan Qiayu. Aku memuji kehebatan kalian berakting, tapi ... kalian bermain pada orang yang salah." Shua Xie melangkah selangkah ke depan, namun belasan senjata langsung mendekati tubuhnya seakan siapa menusuk Shua Xie kapan saja jika dia bergerak lagi.
__ADS_1
Shua Xie menatap tajam ke semua prajurit yang menghunuskan tombak padanya, "Turunkan atau kalian akan bermasalah," ancam Shua Xie singkat. Namun tidak seorang pun prajurit menggubris ucapannya.
"Kalian." Shua Xie mengangkat tangan kanannya, lalu menghentakkan kakinya. Seketika itu juga sinar merah dari lantai muncul bersinar terang, membuat mata semua orang silau kecuali Shua Xie sendiri.
Cukup lama cahaya itu baru bisa hilang, dan penglihatan mereka kembali seperti semula. Dan saat mereka membuka mata, mereka sudah bisa melihat Shua Xie berada di tengah antara Wang Xinian dan Shan Qiayu.
Dan mengejutkannya lagi, Shua Xie mencekik ke dua leher mereka bersamaan hingga kaki dua gadis itu tidak sampai lagi dasar. Wang Xinian dan Shan Qiayu merontah dalam genggaman Shua Xie, entah itu memukul Shua Xie dengan kuat agar genggaman Shua Xie lepas. Tapi nyatanya kekuatan Shua Xie sangat kuat dari kekuatan manusia biasa.
Semua orang tergelak kaget melihat Shua Xie mencekik Wang Xinian dan Shan Qiayu. Mereka ingin bergerak menolong dua gadis malang itu, tapi sialnya mereka tidak bisa bergerak dari tempat mereka.
"Uhuk! Uhuk! Shu-Shua Xie! Le-lepaskan!" ucap Wang Xinian terbata-bata berserta batuk, karena nafas di paru-parunya mulai habis.
"Shu-Shua Xie! A-aku mem-belamu! Ta-pi kenapa kau mencekikku? Uhuk! Uhuk!" Shan Qiayu masih terus merontah, benar-benar sudah tidak sanggup lagi, nafasnya sudah benar-benar tinggal sedikit.
Shua Xie menatap tajam ke arah dua saudari tirinya itu, "Heh! Sungguh memalukan!" Shua Xie melepaskan ganggamannya dan saat itu juga dua saudaranya itu jatuh ke lantai sambil memegang leher mereka yang sakit dan berbekas.
"Uhuk! Uhuk! Dasar wanita iblis! Apakah kau tidak peduli dengan saudarimu?" ucap Shan Qiayu keras.
Shua Xie menyungging senyum tipis lalu berjongkok di hadapan dua saudarinya itu, "Ah. Bukankah kau sebelumnya membelaku tapi kenapa sekarang kau mengatai aku wanita iblis? Shan Qiayu ternyata kebaikanmu hanya semata citramu saja."
___________________
A/N : Sadis!!! Shua Xie terlalu kejam, tapi bagus juga sih Wang Xinian dan Shan Qiayu mendapat pelajaran. Hei pada kepo gak sama kelanjutannya? Hahaha bagus kalau kalian kepo, Aku senang melihat kalian komen greget 😎
Gaes untuk double bab itu aku minta maaf 😣 ada kesalahan, tapi tenang aku sudah minta pihak MT untuk memperbaikinya :)
.
.
.
.
.
🎃 SHOW DIALOG AUTHOR DAN SHUA XIE
Shua Xie: "Hei Thor! Kenapa like-nya sedikit?"
Author : "Mana kutumpe! Tanya ama pembaca _-"
Shua Xie : "Alah kurang galak lu minta likenya!"
Author : "Kampret! Lu aja yang minta nyet! Gue dah bosen bilang jangan lupa like!"
Shua Xie : 😏 "Huh dasar lemah! Apa susahnya coba minta like? Yo buat kalian wahai penggemarku, entah dari sabang sampai maraoke, TOLONG BERI LIKE! JANGAN CUMA JADI PEMBACA GELAP! YANG BACA 5000 K TAPI YANG LIKE 100 PADA KE MANA LIKENYA? GAK PUNYA JARI YA! TOLONGLAH HARGAI PERJUANGANKU DALAM CERITA INI, KALAU KALIAN SUKA GAK SULIT KOK TINGGALKAN LIKE! Tolong ya di like, kalau gak malas aku tampil keren di cerita, ntar aku off aja dari cerita ini pusing tahu authornya mikirin cerita, hargai donk 😑😏"
Author : 😑 "Woii Kampret! Lu ngusir pembaca gue ya! Cari mati lu! kalau mereka pada kabur gimana, lu terlalu galak kek ayam tetangga gue!"
Shua Xie : 😑 "Kambing, gue bantu, lo malah marah! Aahh malas gue ikut show bareng lo lagi! Lain kali gak usah undang gue lagi! bye!"
Author : 😐 "Wah gila, di antara sekian banyaknya gue menyewa tokoh cerita hanya dia yang paling belagu dan sok keren! cocok amat dengan sifatnya dalam cerita. SEMOGA LO JOMBLO SELAMANYA!!!"
__ADS_1
Shua Xie muncul dari belakang layar kemudian meledek author 😝😜. Author melihat Shua Xie meledek segera melempar sendal jepitnya ke muka Shua Xie, tapi sayangnya Shua Xie sempat menghindar dan yang kena adalah Lou Yue di belakang Shua Xie.
Wajah gelap dari Lou Yue menatap Author tajam. Author pun bertingkah seolah bukan dialah yang melempar sambil bergerak meninggalkan ruangan Show. Lou Yue sangat menakutkan kalau lagi menatap 😐😥