Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 192


__ADS_3

"Gila! Mereka gila!"


 


Seorang prajurit menjerit ketakutan, kemudian berlari tunggang-langgang menjauhi lapangan yang menjadi pusat pertarungan besar. Sebenarnya tidak terlalu besar karena lawan mereka hanya dua orang saja. Namun, karena kekuatan ke dua orang itu sangat tinggi, dalam beberapa kali serangan bisa membunuh ratusan Kultivator, bukankah sudah jelas ini disebut pertarungan besar?


 


"Apa-apaan ini?! Mereka hanya berdua, tapi kekuatan mereka ... jelas mereka berdua adalah monster!" Ungkapan ini bukan hanya diucapkan satu atau dua prajurit saja, tapi hampir semua prajurit yang menyaksikan pembataian berskala besar itu berkata sama.


 


Duar!


 


Bam!


 


"Aahkk!!!"


 


"Mundur! Mundur! Mereka terlalu kuat! Kita bisa mati!" teriak seorang pria di tengah-tengah kerumunan. Melihat begitu banyak korban yang berguguran dalam waktu cepat, dia berpikir mundur adalah cara terbaik untuk saat ini, dari pada harus kehilangan sebagian besar pasukan.


 


Prajurit-prajurit yang mendengar perintah mundur segera melarikan diri dari lapangan pertarungan, saling berbondong-bondong satu sama lain agar bisa secepatnya selamat. Bahkan sebagian besar dari mereka saling mendorong agar bisa secepatnya menyelamatkan diri.


 


Melihat para prajurit melarikan diri, salah satu dua penyerangan itu tersentak kaget. Dia belum puas bertarung, tapi para prajurit itu sudah berpikir melarikan diri.


 


"Lemah! Begini saja sudah lari. Bagaimana jika kalian menghadapi satu pasukan besar kami?!" teriak kesal dari salah satu penyerang berdarah dingin.


 


"Persetan denganmu atau pasukanmu, hidup kami lebih berarti dari itu!" timpal salah satu prajurit keras, dia mendengar jelas kalimat ledekkan yang dilontarkan oleh pemuda berambut hitam bermata biru safir itu.


 


"Hei kau! Siapa yang kau kata persetan?!" Pemuda itu menatap kesal dengan alis berkerut, tidak senang.


 


"Tenangkan dirimu, Pangeran Oz. Ingat kedatangan kita hanya untuk membuat kejutan kecil." Pemuda di samping pria bernama Oz itu menegur.


 


Oz menoleh, menatap cemberut pemuda berambut perak dengan mata ungu safir itu. "Kita sudah ada di sini? Dan kamu masih tidak ingin bersenang-senang?" Oz menggeleng-gelengkan kepalanya, terkesima, atau lebih tepatnya tidak menyangka. "Jangan membuang-buang kesempatanmu Ksatria, Lang Yun. Kapan lagi kita bisa bebas seperti ini?" Lanjut Oz sambil menunjukkan wajah prihatin. Seakan benar-benar mengingatkan pria bernama Lang Yun itu untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


 


Lang Yun membuang wajah acuh, tidak ingin menanggapi pemuda bersifat seperti bocah itu. Dia yang sudah lama mengenal Oz tentu tahu kenapa Pangeran tampan itu mengatakan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan.


 


"Sekarang bukan lah waktu yang tepat, Pangeran. Ada tugas yang diselesaikan," balas Lang Yun datar. Sedatar wajahnya yang sangat jarang bisa tersenyum.


 


"Ah, kenapa kamu begitu serius,  Ksatria Lang Yun? Bisa tidak kamu santai sedikit, anggap tugas ini sebagai permainan." Ini lah hal yang tidak Oz suka saat mendapat tugas bersama Lang Yun. Pemuda itu selalu menganggap serius apa yang terjadi. Padahal selalu bersikap serius membuat suasana kurang menyenangkan.


 


"Tapi ini perintah-"


 

__ADS_1


"Ya, aku tahu, Sky Emperor." Oz menyela. "Dia ayahku dan memintaku membawa kejutan untuk Kakak. Aku tahu itu, Ksatria Lang Yun ... tapi bisa tidak kita bersenang-senang sedikit? Aku juga ingin bebas seperti, Pangeran Lou Yue." Mata Oz berkaca-kaca.


 


"Pangeran Lou Yue adalah pengkhianat besar. Dia tidak bebas, justru dia merupakan buronan dengan harga fantastis."


 


 


***


 


 


"Yang Mulia, Apa tidak seharusnya Anda menunggu saja di dalam? Biar kami yang menyambut mereka." Wei Jingyu menatap Lou Yue, menunggu jawaban dari pemuda tampan itu.


 


"Mereka datang untukku, tidak baik membuat tamu marah. Lagi pula, ada beberapa hal yang harus aku sampaikan pada mereka." Lou Yue menghela nafas pelan. "Dibandingkan dengan mereka, bagaimana jika kalian membunuh semua prajurit yang lari dari tugas mereka?" Lou Yue tersenyum pada Wei Jingyu, sebuah senyuman kekesalan.


 


Bagaimana mungkin Lou Yue tidak kesal, hampir semua prajuritnya melarikan diri entah ke mana. Lou Yue sebagai Pemimpin mereka tentu merasa malu memiliki prajurit seperti mereka. Coba pikirkan, pemimpin mana yang tidak akan malu mendengar pasukannya kabur dari medan perang?


 


'Jika saja aku melihat mereka kabur, akan kubuat mereka menjadi daging panggang.'


 


Wei Jingyu mengangguk pelan, dia baru sadar ada hal yang cukup penting terlewatkan, tentang para tentara prajuritnya yang kabur dari tugas mereka. Wei Jingyu lantas menolehkan sedikit kepalanya, memberi kode kepada Rou Shen, Hyung Ji, dan Xiao Kun untuk pergi mengurus para prajurit. Ke tiga Jenderal itu mengangguk bersamaan, lalu kemudian pergi dengan cepat menjalankan perintah.


 


Lagi, terdengar suara helaan nafas dari Lou Yue. "Menurutmu siapa yang datang, Jenderal Jingyu?"


 


 


Lou Yue menggeleng pelan. "Bukan, jika dia aku  akan mengetahuinya langsung. Karena aku bisa merasakan kedatangannya meski dia berjarak puluhan mil dariku," balas Lou Yue tenang.


 


Wei Jingyu terkekeh pelan. "Ah, begitu rupanya ... ataukah, bantuannya?" Wei Jingyu menebak lagi.


 


Dan lagi Lou Yue menggeleng. "Menurutmu, apakah sembilan ras bintang mampu menggetarkan tentara prajurit Langit? Ya, mungkin sebagian, tapi tidak ada yang bisa membuat manusia ketakutan seperti ini, bahkan tidak menyisakan 10% dari pasukan yang semulanya ada. Menurut apa tamu istimewa kita datang lebih awal dari jadwal datangnya?"


 


"Maksud, Yang Mulia?" Wei Jingyu terkejut. Entah kenapa firasatnya mengatakan bukan hal baik mengenai maksud ucapan Lou Yue tadi.


 


Lou Yue mengulum senyum tipis, tidak menjawab pertanyaan Wei Jingyu. Membiarkan pemuda itu diselimuti rasa penasaran dan kekhawatiran. Lou Yue mengangkat wajahnya, menatap langit yang mulai menggelap, sepertinya hujan deras tidak lama lagi akan mengguyur bentala.


 


"Yang Mulia, apa maksud Anda mereka adalah utusan dari, Sky Emperor?" Wei Jingyu menerka, kemungkinan besar inilah yang dimaksud ucapan Lou Yue.


 


Lou Yue menurunkan wajah, menoleh sedikit lalu tersenyum. "Aku mengenal aura ini. Sepertinya adikku, Pangeran Oz, datang sebagai utusan orang itu." Lou Yue kembali menatap ke depan. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, beberapa ratus meter darinya, dua orang pria tengah berjalan santai menuju tempatnya.


 


Wei Jingyu begitu tersentak  mendengar nama Pangeran Oz, sudah seperti mendengar nama malaikat maut. Ya, setidaknya Pangeran Oz memang tampak seperti malaikat kematian, meski Pangeran itu lebih cenderung bersenang-senang sambil tertawa.

__ADS_1


 


Wei Jingyu sudah pernah menyaksikan seberapa mengerikannya Pangeran Oz saat serius pada sesuatu. Tidak jauh berbeda dengan Lou Yue, meski Lou Yue lebih dominan menakutkan dari Pangeran Oz. Namun, tetap saja bagi Jenderal kecil seperti Wei Jingyu, Pangeran Oz sangat lah mengerikan.


 


"Yang Mulia, apa Anda berniat bertarung dengan, Pangeran Oz?"


 


"Bertarung?" Lou Yue berbalik, menatap Wei Jingyu heran. "Lalu mengapa jika kami bertarung?" Lou Yue berbalik bertanya.


 


"Tapi tidakkah pertarungan Anda dan Pangeran Oz nanti akan membuat dunia Bawah hancur?" Wei Jingyu hanya ingin meningkatkan lagi pada kejadian ribuan abad yang lalu, di mana terjadi kehancuran besar pada satu dunia akibat pertarungan Lou Yue dan Pangeran Oz. Yang jelas, jika pertarungan seperti itu kembali terjadi, bukankah dunia Tengah ini akan menjadi dunia ke dua yang akan hancur?


 


Wei Jingyu bukannya peduli pada penghuni di dunia Tengah ini, tapi dia peduli pada Tuannya, Lou Yue. Jika kejadian seperti di masa lalu kembali terjadi, maka Dewa Dunia akan kembali memberi hukuman pada Lou Yue, seperti hukuman di masa lalu. Pengurungan di jurang neraka selama 11 ribu tahun.


 


"Yang Mulia, ingatlah bahwa Anda ingin menyelamatkan, Nona Nushen," ucap Wei Jingyu mengingat tujuan utama Lou Yue selama ini.


 


"Ya, aku ingat. Aku rasa kau paling tahu seberapa lamanya aku menunggu saat-saat ini?"


 


"Tentu saja, Yang Mulia, Anda bahkan rela melalukan perjanjian dengan enam Dewa Besar."


 


"Bagus jika kamu tahu." Lou Yue tersenyum tipis. "Tapi tampaknya ada seseorang yang memang menanam dendam begitu besar padaku."


 


"Maksud, Yang Mulia?" Wei Jingyu mengerutkan kening, bingung. Tidak mengerti maksud ucapan Lou Yue.


 


Lou Yue hanya tersenyum, tidak tahu untuk apa senyuman itu dipaparkan. Tepat setelah Lou Yue tersenyum, tiba-tiba saja terjadi hal yang mengejutkan.


 


Trang!


 


Lou Yue kembali menarik senyum lebar. Sementara Wei Jingyu terkejut melihat apa yang baru saja terjadi di depan matanya, semua terjadi begitu cepat. Lou Yue yang dalam posisi membelakangi menahan sebila pedang yang hampir saja membelah dua tubuhnya. Sementara si penebas masih berdiri seperti posisi awal dia melayangkan pedangnya.


 


"Ksatria Lang Yun, bukankah sudah kukatakan tidak perlu terlalu serius?" teriak Pangeran Oz dari belakang. Lantas membuat Wei Jingyu memiringkan kepalanya, mencari pemilik suara yang terdengar tidak asing di telinganya.


 


"Pangeran Oz!"


 


Bersambung


A/N : Asal-usul si Lou Yue membingungkan 😒


 


Maap kun aku baru up, sengaja karena mau mulai up dari awal bulan September. Yup, ke depannya akan


sering up, tapi gak setiap hari. Hanya akan update 3 kali seminggu 😪 maaf ya, soalnya banyak cerita yang harus diselesaikan 🔥 jadi cerita ini akan slow update 🔥

__ADS_1


__ADS_2