Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 115


__ADS_3

Hy! Jangan lupa tekan like ya 😘 loopyue selamat membaca!


_______________________________


"Kami mendengar ada perkelahian di sini! Siapa yang berani berbuat keributan?" Muncul suara lain.


Shua Xie segera berbalik saat mendengar suara itu, dan tersadar ada beberapa pasukan datang bersama seorang pria muda di atas kuda. Pria itu juga menatap Shua Xie, setelah mengamatinya sekitar, dia yakin gadis berjubah hitam itu adalah biang onarnya.


"Serahkan dirimu pada Biro Keamanan!" ucap pemuda di atas kuda pada Shua Xie sambil memperlihatkan sebuah token bertuliskan 'Petugas Keamanan'.


Petugas keamanan adalah polisi keliling yang biasanya berkeliling memeriksa keamanan kota Xuilin, tidak hanya itu mereka juga bertugas memastikan kota tidak terjadi keributan, seperti perkelahian, pencurian, atau masalah kecil lainnya. Mereka akan menangkap biang onar lalu membawanya ke penjara untuk menghadap masa hukum nantinya.


Shua Xie menggerakkan sedikit kepalanya, "Biro Keamanan?" gumamnya pelan sambil berpikir sesuatu, 'Aku tidak ingat ada Biro Keamanan di kota Xuilin.'


Pemuda yang tadi memperlihatkan tanda pengenalnya, turun dari kudanya. Lalu berjalan melewati Shua Xie, dia cukup penasaran siapa yang sedang berkelahi dengan gadis berjubah hitam ini.


Setelah melihat sosok yang terbaring lemas di tanah, pemuda itu terkejut.


"Bupati Qionglin!" Segera pemuda itu membantu Qionglin berdiri, tidak lupa juga pemuda itu memanggil dua petugas lainnya untuk membantunya.


"Petugas Zhang, tolong saya, gadis itu ingin membunuhku!" ujar Qionglin dengan suara pelan dan serak. Memperlihatkan betapa tidak berdayanya dirinya sekarang karena serangan Shua Xie.


Di sisi lain Chi Su berjalan mendekati Shua Xie. Chi Su yakin, situasi Shua Xie sekarang sudah tidak baik. Dia harus membantunya, karena mau bagaimana pun, semua masalah ini terjadi karena dirinya yang diinginkannya Bupati Qionglin.


"Petugas Zhang," panggil Chi Su dengan hormat.


Pemuda yang merupakan pemimpin petugas keamanan itu adalah Zhang Ziyi, pemuda dari keluarga Zhang. Semua orang tahu, keluarga Zhang cukup terkenal karena kepala keluarga Zhang ialah Jenderal Besar.


Shua Xie tidak mengenal Zhang Ziyi adalah hal wajar, karena sejak kecil Shua Xie berada di kuil Renungan. Sampai usianya yang ke-16 barulah dia bisa kembali ke kerajaan. Dan terlebih lagi Shua Xie yang dulu sangat tertutup dan tidak mengenal siapapun selain orang-orang yang selalu ingin berbuat jahat padanya.


Jadi wajar Shua Xie tidak mengenal Zhang Ziyi, apalagi tidak ada ingatan lebih dari Shua Xie dulu selain penderitaan yang dia alami.


Zhang Ziyi berbalik menatap gadis berambut sebahu yang tampak tidak asing lagi di matanya. Butuh beberapa detik Zhang Ziyi baru bisa mengenali Chi Su dengan baik.


"Kau pelayan Putri ke Lima? Chi Su," balas Zhang Ziyi.

__ADS_1


Chi Su mengulum senyum sambil menganggukkan kepalanya pelan, "Ya, Petugas Zhang. Anda benar."


"Ada apa?" tanya Zhang Ziyi tidak ingin berbasa-basi. Sebagai petugas, dia harus menunjukkan kewibawaannya dalam bertugas.


"Maaf-"


"Aku tidak mengizinkanmu meminta maaf, Chi Su!" sahut suara lain cukup tegas, yang tidak lain ialah Shua Xie.


Shua Xie mengangkat topi jubah yang menutup kepalanya, memperlihatkan kepada semua orang ekspresi wajah dinginnya. Shua Xie yakin, Chi Su tadi ingin mengucapkan maaf karena majikannya telah berbuat keributan. Tapi Shua Xie tidak setuju akan hal itu! Di sini Qionglin lah yang bersalah.


Semua pandangan tertuju pada Shua Xie setelah Shua Xie memotong ucapan Chi Su dengan nada tidak senang cukup keras.


Zhang Ziyi berkedip beberapa kali, setelah melihat jelas wajah gadis yang tadinya tertutup hanya memperlihatkan bibir dan sedikit hidungnya. Sungguh terkejut dia bisa melihat ada gadis berwajah begitu cantik di kota Xuilin. Namun bukan di situ permasalahannya, secantik apapun gadis itu, dia telah berbuat keributan.


Tidak hanya Zhang Ziyi saja yang terpukau, para petugas lain dan warga sekitar yang menyaksikan juga ikut terpukau. Seakan baru pertama kali melihat gadis secantik itu.


"Mata itu." Setelah memperhatikan cukup dalam Zhang Ziyi tersadar akan sesuatu.


Zhang Ziyi meras tidak asing setelah melihat ke dua mata gadis berwajah cantik itu. Cukup lama ia berpikir keras, merasa tidak asing setelah mendengar berita yang baru saja diumumkan ketua besar Biro Keamanan sejam yang lalu di kantor pusat.


Beberapa saat Zhang Ziyi memikirkan mata milik gadis itu, akhirnya dia mendapat pencerahan. Sontak Zhang Ziyi membulatkan matanya.


***


"Serangan besar akan diluncurkan beberapa minggu lagi paling tidak satu bulan setelah pasukan Jenderal ke 11 memberikan hasil pengamatan mereka tentang dunia Tengah. Persiapkan diri kalian semua, jangan sampai terjadi kekalahan lagi seperti di dunia Bawah. Bagaimana pun, kita harus bisa menguasai dunia Tengah dalam waktu sehari. Dengan jumlah kita yang mencapai ratusan ribu, aku yakin kita bisa menguasai dunia Tengah dalam waktu singkat."


Keadaan ruangan tadinya hening saat membahas kekalahan Long Suan Jenderal ke 12 kerajaan Langit. Lou Zou sangat kecewa besar mendengar kabar itu dari Lou Yue sendiri. Bagaimana bisa dia mengirim banyak pasukan dengan Jenderal terhebat masih mengalami kekalahan, sungguh memalukan!


Lou Zou tidak ingin kekalahan ke dua kali terjadi lagi di dunia Tengah. Bagaimana pun, Lou Zou tahu dunia Tengah tidak jauh berbeda dengan dunia kumpulan manusia tidak berguna. Tidak memiliki Kultivator selain pendekar yang hanya tahu bela diri tanpa menggunakan QI.


Lou Zou cukup penasaran siapa yang bisa membuat Jenderal Long Suan mati dan Jenderal Shu Chin. Lou Yue hanya memberitahu bahwa kekalahan pasukan Jenderal Long Suan sudah pasti setelah melihat papan Jenderal Long Suan dan Shu Chin hancur.


Lou Zou sudah merencanakan dengan matang, kemenangannya memiliki dunia Tengah akan terwujud. Jelas karena dia sendiri membuat Lou Yue menjadi pemimpin penyerangan besar itu bersama seratus ribu pasukan elit untuk menjarah dunia Tengah, diitambah dengan 5 Jenderal yang akan ikut bersama Lou Yue. Lou Zou yakin tidak ada pendekar sekuat Lou Yue dan lima Jenderal Bulan di sana.


Siapa yang bisa menghentikan semua itu? Bahkan jika itu Lou Zou yang mendapat penyerangan, dia yakin dia akan kewalahan.

__ADS_1


Lou Zou menatap para aparat kementerian yang ada, rapat yang mereka adakan sudah berlangsung hampir enam jam. Dan semua sudah paham, seharusnya tidak akan ada lagi yang tidak mengerti akan rencananya.


Lou Zou melirik pemuda di sampingnya yang tak lain ialah Lou Yue, dia tahu anak angkatnya itu baru pulang beberapa hari dari perjalanannya.


"Pangeran Lou Yue sendiri yang akan memimpin penyerangan besar ini. Aku harap tidak ada lagi kekalahan!" tegas Lou Zou.


"Baik Tuan!" balas semua orang dengan penuh semangat membara.


Lou Zou mengulum senyum lebar, puas melihat betapa bersemangatnya para bawahannya mendengar perintahnya. Dengan begitu dia semakin yakin kemenangan berada digenggamannya.


"Lalu bagaimana dengan Putri Langit? Apakah kita akan tetap membiarkannya berkeliaran?" sahut suara lain yang tak lain ialah Jenderal ke 11, Peiyu. Perempuan berbadan seksi dengan baju cukup terbuka, kecantikannya juga tidak diragukan. Banyak para pria terutama di pengawal maupun aparat lainnya terposan akan kecantikannya. Tapi ketahuilah, usia Peiyu tidak jauh dari seabad.


Lou Zou tersenyum mendengar pertanyaan Peiyu, dia tauh, Peiyu pasti sadar kegagalan misi Jenderal ke 12 dan Jenderal ke 9 pasti berhubungan dengan Putri Langit. Mau tidak mau Putri Langit tidak bisa dibiarkan berkeliaran cukup lama. Apalagi prioritas utama juga adalah menangkap Putri Langit dan menguasai kerajaan Langit sepenuhnya.


Dan lagi pula, Putri Langit sudah seharusnya dipenjara bersama tahanan lainnya di penjara bawa tanah kerajaan Langit.


Tapi faktanya, menangkap Putri Langit tidak semudah apa yang mereka rencanakan.


"Untuk saat ini, biarkan Putri Langit bernafas dengan bebas. Setelah berhasil menguasai dunia Tengah, misi selanjutnya menangkap Putri Langit hidup ataupun mati."


__________________


**A/N : Peperangan besar akan terjadi, bagaimana kehebohan yang akan terjadi nanti? Kuharap kalian selalu menantikan kelanjutannya. See you next time 😘


Obrolan singkat 🌠


A : Author kelamaan up, jadi kami tidak terlalu ingat jalan ceritanya!


🙊 : Maaf kemari ada kendala jadi saya meliburkan hampir sebulan. Saya akan usahakan terus up teratur, (insyaallah) doakan saja saya up-nya bisa tiap hari terus.


A : Author ceritanya bertele-tele! Kenapa gak langsung aja!


🙊 : Saya sengaja melakukan itu, karena saya gak mau ceritanya tamat dengan cepat, target saya setiap adegan harus masuk (mungkin itulah yang kalian maksud bertele-tele) saya tahu kalian ingin baca yang serunya aja. Tapi begitulah penulis, semua harus diusahakan terjelaskan agar kalian tidak bingung nantinya (Kok tiba-tiba adegan seperti ini gak nyambung) nah itu! saya hindari komenan itu 🤣 ya walaupun emang ada yang gak nyambung, saya sadar pas baca ulang. Pengen revisi tapi nantilah 😅.


A : Terlalu lama, membosankan!

__ADS_1


🙊 : Hehehe ... saya bisa buat cerita menjadi lebih singkat, seru dan heroik! tapi itu akan membuat cerita ini semakin cepat tamat. Harapan saja cerita ini tamat paling tidak 400 bab atau lebih. Belum lagi Shua Xie berpergian ke dunia lain, semua butuh proses, jadi sabar ya. Saranku kalau tidak ingin bosan, jangan dibaca secara terburu-buru. saya ingatkan lagi, cerita ini memiliki alur lambat, maju-mundur. Jadi akan cukup membosankan untuk sebagian pembaca. Dan tolonglah, jangan komentar yang menyakitkan 🤣 saya cepat merasa terpuruk membaca komentar seperti itu. Silakan jika ingin memberi kritik atau saran cerita ini, tapi ya jangan seperti itu juga, semangat saya jadi drop, kan jadi malas nulis, apalagi keadaan sekarang tidak mendukung. Mohon ya, buat pembaca, hargai karya setiap orang, paling tidak jika hanya mampir sebentar tinggalkan like 😅 kan ada faedahnya, si penulis semakin semangat menulisnya dan belajar lagi dan kamu dapat pahala 😆


sekali lagi tolong jangan lupa like, saya lihat likenya semakin menurun, keinginan menulis juga semakin berkurang. Padahal saya ingin up teratur lagi, atau bahkan 2 bab perhari seperti dulu. Tapi semua tergantung dari minat pembacanya 🥰 oke itu aja, maaf saya banyak bicara, terima kasih lagi buat kalian yang mendukung karya amatir ini. Jaga kesehatan, jaga jarak, dan tetap jalan kan ibadah masing-masing (menurut kepercayaan dan agama masing-masing) papay semua, lopyue buat kalian 😘 aku sayang kalian 😆🥰**


__ADS_2