
Gaees jangan lupa like ya 🤗
___________________________
"A-apa! Apa kau bilang wanita jelek! Katakan sekali lagi!" teriak Guwei Mo sambil menunjuk Shua Xie, tampak raut wajah marah karena Shua Xie mengatai dirinya sampah masyarakat.
Shua Xie tersenyum sinis, tangannya mengibas sekali di depan wajahnya, tampak seringai sinis menghina Guwei Mo, mungkin karena ekspresi wajah Guwei Mo terlalu jelek untuk dijelaskan. Tapi yang jelas Shua Xie sangat malas meladeninya. Segera Shua Xie menarik tangan Tang Shan lalu membawanya pergi menjauh 3 pemuda itu.
Orang-orang yang melihat kejadian itu tercengang bukan main, ini kali pertamanya mereka melihat ada orang yang berani mempermainkan orang dari klan Mo, apalagi Guwei Mo Tuan Muda klan Mo. Bisikan-bisikan orang di sekitar menggangu telinga Guwei Mo, baru pertama kali baginya dihina seorang wanita di depan umum. Kalau dia tidak membalaskan penghinaan ini berarti dia mencoreng nama baik klan Mo, itulah prinsip naifnya.
Belum jauh jarak antara Shua Xie dan Guwei Mo, tiba-tiba Guwei Mo berteriak keras mengumpati Shua Xie wanita murahan, tak lupa juga dia melepaskan serangan spirit dari senjatanya.
Serangan angin dari pedang Guwei Mo terbang begitu cepat mendekati kepala Shua Xie, tapi sebelum menyentuh sehelai rambut Shua Xie, pedang yang sebelumnya melekat dipinggang Shua Xie sudah menahan serangan itu. Terkejut lagi semua orang, mereka benar-benar tidak bisa melihat kapan Shua Xie menggerakkan tangannya memainkan pedangnya.
Bang!!!
Dentuman serangan bergema keras, Tang Shan di samping Shua Xie semakin cemas. Dia takut akan terjadi perkelahian antara Shua Xie dan klan Mo mengingat klan Mo adalah klan yang berbahaya jika terlibat, klan licik penuh dengan tipuan. Semua orang tahu tentang itu, hanya saja mereka tidak berani melawan klan Mo karena banyak master hebat yang mendukung klan Mo.
Shua Xie berbalik menatap Guwei Mo, dia dapat melihat ekspresi terkejut dari wajah Guwei Mo setelah melihat Shua Xie menahan serangannya tanpa melihat ke belakangnya bahkan menahan serangannya dengan satu tangan.
'Bocah ini memiliki spirit elemen angin yang bagus, beberapa dekade dia pasti akan menjadi kuat. Hanya saja jalan yang dia ambil salah,' ujar Shua Xie dalam hatinya.
Shua Xie berkacak pinggang dengan satu tangan, "Oh, sepertinya kau memang sampah masyarakat! Hanya tahu mencari masalah, lihat setelah kau kalah nanti melawanku, kau akan mengadu pada Tetua klan Mo, menjijikan!" decak Shua Xie sangat tajam, semakin jelek ekspresi Guwei Mo. Orang-orang disekitar mengangguk setuju atas pernyataan Shua Xie, karena memang benar Guwei Mo ini hanyalah biang onar masyarakat.
"Kau! Berani sekali kau menghina klan Mo! Bukan lagi namaku Guwei Mo kalau aku tidak bisa membalas penghinaan ini!"
Shua Xie menggaruk lehernya pelan, hal seperti ini benar-benar merepotkan, bukannya tidak suka bertarung hanya saja dia paling tidak senang melawan bocah di bawahnya, apalagi dia tahu kalau dia akan menang melawan bocah itu.
"Apa kau punya banyak uang?" tanya Shua Xie.
Terbingung semua orang termasuk Guwei Mo sendiri, "Apa maksudmu! Kenapa kau bertanya soal uang, padahal sebentar lagi kau akan mati di tanganku."
"Oh, atau kau mau berpihak padaku setelah tahu aku punya banyak uang dari pada Tang Shan si sampah!" sambung Guwei Mo lagi dengan nada mengejek.
"Nani? Hah, lucu juga kau. Aku bertanya soal uangmu bukan karena aku ingin uang. Tapi, kalau kita bertarung di sini, pasti bangunan ini akan rusak. Aku hanya memastikan setelah kau merusak bangunan ini, jangan limpahkan kerusakannya padaku!" balas Shua Xie.
"Heh, kau pikir bangunan ini milik siapa? Sepuluh persen paviliun ini milik klan Mo! Kalau aku merusaknya tidak akan ada yang marah!"
Shua Xie tersenyum kecil, "Baguslah, kalau begitu uangku tidak akan berkurang sepeserpun untuk sampah sepertimu."
"Akan kuberi tahu padamu kalau kau itu yang sebenarnya sampah!" Lanjut Shua Xie lagi.
Tanpa aba-aba Shua Xie sudah meleset sangat cepat menuju Guwei Mo. Kecepatannya itu sangat cepat, di mata semua orang Shua Xie bergerak seperti cahaya. Dalam hitungan 0,2 detik Shua Xie sudah di depan pemuda itu, dan langsung menghantamkan pukulannya sekuat mungkin di perut Guwei Mo.
__ADS_1
Guwei Mo terpental cukup jauh, badannya menembus tembok paviliun dan terpental menembus bangunan lain. Tercengang semua orang melihat Guwei Mo sudah hilang dari tempatnya begitu cepat, saking cepatnya mereka tidak tahu apa yang membuat Guwei Mo terpental jauh.
Shua Xie memandang Guwei Mo dari tempat dia berdiri, dari situ dia dapat melihat Guwei Mo terpukul cukup jauh, tubuhnya banyak menembus dinding bangunan satu persatu, hingga akhirnya Guwei Mo tertempel di dinding seperti cicak.
"Nah, harusnya kau tahu siapa yang sampah?"
"Ah, ternyata kekuatan sajak itu lebih kuat dari yang dibayangkan. Sepertinya aku terlalu berlebihan?" gumam Shua Xie pelan sambil mengibas-ngibas tangan kanannya yang dia gunakan memukul perut Guwei Mo.
Beralih Shua Xie menatap memandang 2 teman Guwei Mo. Ketika Shua Xie menatap mereka berdua, seluruh tubuh mereka langsung bergetar hebat, bersujud mereka berdua di depan Shua Xie sambil memohon ampun.
"A-ampun Se-senior, kami hanya dipaksa Guwei Mo mengikutinya!"
"Be-benar! Kalau kami tidak mau, dia akan melaporkannya pada Ayahnya!"
Gelagapan ke dua pemuda itu karena takut. Shua Xie hanya bisa menghela nafas pelan, dia tahu apa yang dikatakan ke dua pemuda itu pastilah benar. Shua Xie pun menyuruh mereka berdua enyah dari hadapannya.
Suasana paviliun semakin tegang, mereka semua juga menjadi takut pada Shua Xie. Tidak lama kemudian datang beberapa orang-orang berpakaian putih mendekati Shua Xie. Mereka adalah orang-orang yang berkerja di paviliun ini, sejak tadi mereka sudah mengamati permasalahan antara Shua Xie dan Guwei Mo, tapi mereka takut untuk ikut campur jika berhubungan dengan klan Mo.
Salah satu pemuda paling depan memberi hormati pada Shua Xie, "Maaf Senior, di paviliun kami dilarang ada kekerasan. Kami harap Senior bisa meninggalkan paviliun kami."
"Aku sudah mencoba tidak meladeninya, tapi dia yang pertama menyerangku. Aku hanya membalas, karena itu memang sudah menjadi prinsipku," balas Shua Xie dingin, dipandangnya pemuda di depannya itu tajam.
"Kami tahu. Dari awal kami sudah melihat permasalahan antara Senior dan Tuan Muda Guwei Mo. Tapi kami sarankan untuk jangan terlibat dengan klan Mo, atau Senior tidak akan bisa hidup tenang."
"Cih, kalian mengancamku? Aku bisa saja merubuhkan bangunan ini kalau aku mau," gertak Shua Xie.
"Ah, sudahlah. Aku paling malas berurusan dengan orang-orang seperti kalian. Bagaimana jika Guwei Mo menganggu anak biasa berpangkat rendah, aku yakin kalian pasti membunuh anak itu demi mencari muka di depan Guwei Mo. Dasar sampah!"
***
Setelah permasalahannya di paviliun senjata itu, Shua Xie langsung pergi tanpa mengingat tujuan utamanya mendatangi paviliun itu. Dengan raut wajah kusut Shua Xie terus mengumpati orang-orang di paviliun senjata itu. Sedangkan Tang Shan? Shua Xie memintanya untuk pulang yang tak usah mencemaskan dirinya. Karena sejak keluar paviliun Tang Shan selalu mengkhawatirkan keselamatannya. Tentunya setelah Shua Xie menghajar Guwei Mo itu, pasti dia akan terlibat masalah dengan klan Mo.
'Shua, sejak kapan kau mempunyai sajak kutukan? Pantas saja dari awal aku merasa ada sesuatu yang aneh padamu.' Tiba-tiba muncul suara Phoe.
"Apa maksudmu Phoe? Sajak Kutukan?" Shua Xie justru bertanya balik dengan raut wajah bingung.
'Saat kau mengaktifkan sajak di tanganmu itu, aku tahu itu bukan sajak biasa. Itu adalah sajak kutukan, tidak ada manusia yang memiliki sajak kutukan ditubuh mereka.'
Shua Xie mendadak berhenti melangka ketika mendengar penjelasan Phoe. Sajak Kutukan? Mungkinkah sajak yang dia dapatkan di labirin aneh itu.
Raut wajah Shua Xie berubah drastis dari sebelumnya, "Jelaskan apa itu sajak kutukan? Setelah kau jelaskan aku akan memberitahukanmu tentang asal-usul sembilan sajak di tubuhku."
'Apa? Sembilan? Di tubuh bagian mana saja? Apa kau tidak tahu? Sajak Kutukan mengandung banyak kutukan takdir, sangat berbahaya untuk manusia sepertimu.' Terkejut Phoe ketika dia tahu 9 sajak kutukan melekat semua ditubuh Shua Xie.
__ADS_1
"Mengandung kutukan?"
'Haih, wajar kau tidak tahu tentang sajak Kutukan. Baiklah akan kujelaskan padamu ....'
'Sajak Kutukan ialah sajak ilahi yang dibuat langsung oleh dua leluhur abadi dari dunia Surgawi. Pada era kelahiran tiga dunia, dua pemimpin besar Dunia Surgawi membuat sajak Kutukan sebagai aray pelindung tiga dunia. Mereka menyebarkan sembilan sajak Kutukan ke segala penjuru dunia membentuk formasi pelindung, dan terjadilah aray sembilan kehidupan.'
'Aray itu terus melindungi tiga dunia manusia selama ratusan juta tahun. Salah satu Kultivator terhebat di dunia manusia mendapatkan satu sajak Kutukan dan dia melakukan penelitian pada sajak, setelah dia mendapatkan hasil sampel. Ternyata sajak Kutukan lah yang selama ini melindungi dunia manusia dari guncangan ruang waktu yang mulai kacau.'
'Setelah itu dia berasumsi ada sajak-sajak lain yang terpencar. Dia pun melukai perjalan mengelilingi dunia demi mengetahui di mana letak semua sajak itu, dan pada akhirnya dia tahu ada sembilan sajak. Dialah manusia pertama yang mengetahui hal hebat itu. Dia juga tahu aray dari ke sembilan sajak mulai melemah karena terus mengalami guncangan hebat, jadi demi melindungi tiga dunia dia menggunakan seluruh kekuatannya menguatkan aray.'
'Tapi, kekuatannya masih tidak cukup membantu, bahkan tidak sanggup memperbaiki kerusakan itu. Jadi dia memberitahukan masalah besar itu pada semua manusia di dunia, tapi kebanyakan dari mereka tidak percaya dengan omongannya. Mereka yang tidak percaya hanya menganggap itu sebagai omongan palsu belaka. Akhirnya karena tidak banyak yang membantunya, ke tiga dunia pun terguncang hebat! Sebab aray pelindung hancur! Ke tiga dunia pun dilanda masalah hebat yang berbeda, sebuah kutukan besar jatuh pada dunia Bawah, kutukan perselisihan. Kutukan itu disebarkan oleh pemimpin Dunia Iblis ruang dan waktu.'
'Dan dua dunia lainnya juga menerima kehancuran namun kasus yang berbeda.'
Shua Xie tertegun, dia benar-benar sulit mempercayai hal sefantasi itu. Sebenarnya ada berapa dunia di kehidupannya ini? Ternyata Shua Xie masih kurang pengetahuan tentang dunia ini.
"Lalu bagaimana tiga dunia sekarang menjadi lebih tenang? Apakah ada Dewa yang menghentikannya?" tanya Shua Xie pelan.
'Ya, dua orang abadi dari Dunia Surgawi yang telah membuat sajak mendatangi Kultivator manusia itu. Dia memberikan manusia itu seperlima kekuatan demi membantu kekacauan tiga dunia manusia. Kemudian manusia yang diberikan kekuatan ilahi itu membangun aray sembilan sajak lagi, dia memperbaikinya dengan kekuatan pemberian Dewa itu. Setelah aray membaik dia mulai mengelilingi tiga dunia manusia lagi dan membantu semua kekacauan yang terjadi.'
"Lalu apa hubungannya denganku? Kalau sajak Kutukan yang melekat di tubuhku ini benar-benar aray yang kau maksud, bukankah tiga dunia seharusnya mengalami kekacauan?" tanya Shua Xie pelan. Dia memang memahami cerita Phoe tapi dia masih tidak percaya sajak di tubuhnya itu adalah sajak Kutukan seperti yang Phoe jelaskan.
'Heh, kau mana mungkin merasakan guncangan dari ruang waktu. Dari awal aku bangun, aku sudah merasakan guncangannya, hanya saja aku belum menceritakannya padamu. Retakan-retakan dimensi juga mulai bermunculan di setiap pelosok, tapi belum berlubang. Sedangkan kau memiliki sembilan sajak Kutukan, apakah kau tahu apa maksud dari sembilan sajak itu?'
"Apa?" tanya Shua Xie semakin penasaran.
'Kau akan menanggung takdir besar! Takdir yang akan menyelamatkan tiga dunia manusia. Jadi wajar saja kau memiliki takdir Phoenix.'
Terkejut hebat Shua Xie, "A-apa? Beban seberat itu bagaimana mungkin aku bisa? Apalagi guncangannya sudah terjadi!"
'Satu cara, kau harus menepa dirimu menjadi Dewi Abadi!'
"Tidak mungkin! Itu tidak akan sempat, butuh waktu ratusan bahkan ribuan juta tahun untukku bisa menempuh jalan itu."
'Tenang saja, retakan ruang dan waktu masih belum berlubang. Sedangkan butuh waktu ratusan bahkan sampai jutaan tahun baru bisa membuat lubang. Kau sebenarnya memiliki potensi sangat besar, walau pun tato auramu belum muncul, tapi jika terus ditepa kau pasti bisa.'
***
Bersambung
gaess mulai bab 40 author crazy up, 2 bab perhari! tapi ingat ya, jangan lupa dukung dong, biar authornya makin semangat! ingat ya, habis baca jangan lupa likenya, bisa juga like sebelum membaca biar gak lupa 😅 pokoknya dukung dan baca terus ceritaku, walau pun gaje tapi ini hasil inspirasi sendiri. nanti cerita ini juga mengalami revisi kalau udah tamat 😉
sampai bertemu di bab berikutnya 🤗
__ADS_1