
Tolong beri like ya ^-^
_______________________
Shua Xie mulai kelelahan setelah berhasil mendaki 1200 anak tangga. Selama perjalanannya dia banyak mendapat halangan, mulai dari munculnya monster spirit level 2, kabut ilusi, serang api yang muncul tiba-tiba, semuanya membuat Shua Xie kewalahan. Apalagi ditambah dengan tekanan dari tangga, melawan atau pun menghindari serangan benar-benar menguras tenaganya walau pun dia sudah mulai memahami aturan kekuatan tangga.
Tiba Shua Xie di tangga yang ke 1200, muncul lagi rintangan baru yaitu muncul sekumpulan prajurit roh, dari jumlahnya sekitar ada 200 prajurit roh berada di tahap bumi awal tidak jauh dari tahap pelatihan Shua Xie sekarang. Shua Xie hanya bisa menghela nafas melihat begitu banyak prajurit roh sedang menunggunya. Shua Xie benar-benar ingin mengumpat sekeras mungkin, tapi percuma saja dia hanya akan membuang-buang tenaganya secara percuma hanya untuk mengumpat takdirnya.
"Sial sekali! Pasukan prajurit roh begitu banyak, melawan dengan tangan kosong sama saja seperti mencari mati. Andai saja aku sudah bisa berlatih energi spirit, tentunya melawan mereka semua bukan masalah lagi bagiku. Tapi aku bahkan tidak tahu apa tipe elemen energi spirit-ku," gumam Shua Xie, tangannya mengepal keras, sorotan matanya benar-benar menunjukkan kemarahan. Tapi salah dia juga tidak mempelajari tipe jenis elemen apa energi spirit miliknya.
"Sudahlah lawan saja dari pada mengumpat tidak penting." Shua Xie mendesah pasrah, melangkah dia menaiki tangga berikutnya, tiba-tiba semua prajurit roh juga mulai bergerak.
Shua Xie menatap intens satu persatu prajurit roh, di saat seperti ini dia hanya bisa mengandalkan tenaga terakhir dan kecerdasannya. Kalau hanya mengandalkan kekuatan fisik saja melawan 200 pasukan prajurit roh tentu dia akan kalah telak.
'Ayo pikirkan dalam keadaan mendesak seperti ini apa yang akan aku lakukan? Pertama-tama harus mengetahui seberapa besar kekuatan mereka, lalu menentukan langkah selanjutnya.' Shua Xie berpikir dan menebak sendiri dalam hatinya.
Shua Xie melangkah maju menyerang satu prajurit roh dengan cepatan maksimum, satu tangannya menarik satu tangan prajurit roh itu lalu membantingnya ke lantai. Namun prajurit roh itu lumayan cerdas, dia menahan tubuhnya dengan satu tangannya yang lain sebelum dia benar-benar menyentuh lantai. Shua Xie sampai terkejut melihat kecerdasan prajurit roh itu dalam menanggapi serangannya yang sangat cepat.
Tidak hanya berhenti di situ, prajurit roh itu juga menendang sebelah kaki Shua Xie membuat Shua Xie terjatuh dan tidak sempat mengelak serangan. Shua Xie meringis pelan ketika dia terjatuh, tapi dengan cekatan Shua Xie bergegas berdiri dan memberi jarak dari prajurit roh yang menyerangnya tadi.
'Sial ternyata mereka dirancang begitu cerdas tidak seperti lawan di bawah tadi. Seranganku ternyata mampu mereka baca dengan cepat. Tapi aku jadi tahu sedikit kekuatan mereka, paling tidak mereka berada 4 tingkat di bawahku.'
Kali ini Shua Xie menyerang lebih dulu lagi, dia ingin mengetahui seberapa cerdas prajurit roh itu. Serang pukulan tendangan semua Shua Xie kerahkan begitu cepat, namun semua serangan dapat ditangkis prajurit roh itu dengan gesit. Shua Xie dapat merasakan kalau prajurit roh itu sudah mengetahui semua metode serangnya, bahkan sekali pun Shua Xie menyerang lebih cepat dari serangan sebelumnya. Berapa kali Shua Xie menyerang tanpa henti, begitu pula juga dia terpukul mundur oleh prajurit roh itu. Bahkan satu pun serangan Shua Xie tidak ada melukai prajurit roh itu.
Shua Xie melompat mundur menjaga jarak dari prajurit roh, sambil mengamati setiap balasan serangan prajurit roh, Shua Xie tersadar akan sesuatu.
'Ini aneh, hanya satu prajurit roh saja yang menyerangku, sedangkan yang lainnya hanya diam menonton. Seolah-olah mereka menunggu aku mengalahkan rekan mereka, mungkinkah aku harus melawan satu persatu prajurit roh? Kalah satu maju lagi satu, astaga ujian macam apa ini? Kenapa tidak menyerang secara langsung saja supaya lebih mudah memukul mundur aku?'
'Tapi yang lebih penting, kenapa tidak satu pun dari seranganku mampu melukai prajurit roh? Dan juga mereka sangat cepat tanggap saat aku menyerang, seolah-olah prajurit ini punya lebih dari dua mata!'
'Eh ... lebih dari dua mata. Jangan-jangan memang punya banyak mata!' Kejut Shua Xie dalam hatinya. Shua Xie menatap secara keseluruhan prajurit roh itu namun tidak menemukan mata lain selain dua mata saja, 'Tidak ada lebih mata.'
__ADS_1
Shua Xie semakin tidak mengerti dengan situasinya sekarang, melihat betapa tenangnya prajurit roh itu seakan dia tidak mengeluarkan sedikit pun tenaganya. Hal ini membuat Shua Xie ingin berteriak keras.
'Mungkinkah batin mereka saling terhubung seperti film naruto melawan pain!? Mata mereka saling berkontraksi memberitahukan gerakan lawan. Atau ... atau, aish bicara apaan aku. Bisa-bisanya mikirin film naruto di saat seperti Ini!' Shua Xie memukul kepalanya sendiri merasa bodoh memikirkan hal yang tidak ada kaitannya dengannya sekarang.
'Ayolah fokus dan amati, sebenarnya ada apa dengan para prajurit roh ini. Mereka tidak melawanku secara bersamaan, tapi mereka terlalu cerdas dilawan, setiap aku memberikan serangan prajurit roh itu selalu bisa menangkisnya seolah dia sudah tahu pola seranganku. Tapi mereka tidak menyerangku kalau aku tidak menyerang mereka, ini sungguh aneh. Oke cobalah tenang dan pikirkan masalah ini ....'
Shua Xie bermeditasi dengan posisi berdiri, dia memusatkan satu pikirannya menuju inti. Shua Xie mencoba merasakan aturan kekuatan dalam tangga lagi, berharap semoga bisa menemukan jawaban dari masalahnya.
Shua Xie bisa merasakan ada jaring-jaring aturan kekuatan tangga namun ada satu yang membuat Shua Xie terkejut.
"Ini! Mereka! Sebenarnya ...."
***
Di dunia atas keadaan sudah berbalik dari kehidupan sebelumnya semenjak dunia atas sudah memiliki pemimpin baru di antara semua pemimpin. Lou Zho, dialah pemimpin dunia atas saat ini, dengan kekuatannya dia menekan semua aliran di dunia Atas.
Karena Lou Zho masih belum puas dengan pencapaianya yang sekarang, dia berniat ingin menguasai 3 dunia sekaligus. Tapi walau pun Lou Zho sudah mempunyai banyak pasukan masih tidak cukup menjarah dunia Bawah dan Tengah. Lou Zho masih belum menjalankan aksinya karena dia masih membutuhkan sesuatu lagi yaitu artefak klan Langit. Artefak itu adalah kunci membuka brankas rahasia kerajaan klan Langit, artefak yang akan membuat pasukannya menjadi semakin kuat. Tapi karena artefak itu sudah terpotong beberapa bagian dan bagiannya terpencar entah ke mana membuat Lou Zho sulit menemukannya. Lou Zho sudah mengerahkan beberapa jenderal elit pergi mencari potongan artefak.
Hari ini Lou Zho mendapat kabar kalau putranya sudah pulang, Lou Zho pun langsung meminta Putranya datang ke tempat pribadinya karena ingin mengetahui berapa banyak informasi di dapat anaknya.
"Katakan seperti apa dunia Bawah? Apa lebih menarik dari dunia Tengah?"
"Selama perjalanan aku mendapat begitu banyak hal mengejutkan. Apalagi aku bertemu dengan seseorang di sana."
Lou Zho merasa sedikit tertarik siapakah yang membuat Putranya menjadi tertarik sampai lupa pulang, andai saja Lou Zho tidak memerintahkan anaknya pulang mana mungkin saat ini Putranya ada di hadapannya.
"Siapakah orang itu? Lelaki apa wanita? Jangan katakan kau sudah tertarik dengan wanita setelah lama tidak pernah tertarik pada wanita." Lou Zho menatap Putranya sambil tersenyum kecil.
"Ah ... anda akan terkejut jika mengetahuinya. Dia adalah musuh besar anda."
Lou Zho mengerutkan keningnya bingung, "Musuh besar? Siapa dia?"
__ADS_1
"Hem ... keturunan terakhir klan Langit yang selama ini anda cari. Shua Xie, putri penerus dari Ratu Shu Hua."
Lou Zho sempat terkejut mendengarnya. Selama ini Lou Zho terus berusaha menangkap Shua Xie tapi selalu gagal, padahal Lou Zho ingin sekali mempertemukan anak dan ibu itu di penjara lalu memperlihatkan kepada mereka berdua kalau dia telah berhasil menguasai dunia.
"Lalu kenapa kau tidak menangkapnya dan membawakannya untukku?" tanya Lou Zho begitu serius membuat Putranya tergelak.
"Hahaha ... untuk apa aku menangkapnya. Terlalu mudah baginya hidup kalau dia tertangkap begitu cepat, biarlah dia berlatih. Aku ingin lihat seberapa kuat dia nantinya."
"Kau ini jangan menganggap remeh keturunan klan Langit. Dari yang aku tahu semua keturunan klan Langit begitu kuat, bahkan aku pun sulit melawan mereka."
Memang benar Lou Zho begitu kesulitan melawan klan Langit. Klan Langit terkenal sebagai keluarga keturunan Dewa, begitu kuat dan hebat, membuat yang lain sangat cemburu padanya. Lou Zho saja sangat kewalahan saat melawan raja klan Langit dulu, tapi berkat pusaka dan pil iblis bantuannya Lou Zho mampu mengalahkannya.
"Aku tahu, anda tidak perlu khawatir."
Lou Zho hanya mampu menghela nafas, "Baiklah aku percaya padamu. Lalu bagaimana dengan gadis bertubuh kristal es yang kau maksud?"
"Ah itu setelah aku tahu rahasia desa Bintang, aku langsung mengkonfirmasikan keluarga Ye untuk menangkap gadis spesial itu. Tidak tahu bagaimana kabar mereka sekarang."
"Lou Yue kau memang paling bisa diandalkan. Kalau si gadis itu sudah berhasil ditangkap, segera bawa pada Ayah," tukas Lou Zho, bibirnya tersenyum merekah melihat betapa bisa diandalkannya Putranya ini.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Mohon jangan lupa memberi like cerita ini ya ^-^