Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 90


__ADS_3

Semua mata tertuju pada pria berbaju hitam berparas tampan, pria itu mengulum senyum memperlihatkan betapa berbahayanya senyumannya itu, bukan karena sinis, namun karena senyumannya itu mampu membuat para gadis ingin menjerit keras.


Shua Xie mengerutkan keningnya seraya memutar bola matanya malas, sungguh dia malas berurusan dengan pria belang seperti pria itu. Walau pun pria itu tidak memperlihatkan genitnya secara terangan, namun senyumannya mampu membuat banyak gadis mabuk asmara karenanya. Shua Xie sudah bisa menebak dari itu.


'Tsk! Dasar pria tidak waras,' ujar Shua Xie dalam hatinya dengan nada malas.


Di sampingnya Huang Sua tersenyum ke arah pria itu, yang tak lain ialah Kakaknya sendiri. Huang Sua sangat mengenali Kakaknya itu, dia memang tampan namun tidak pernah tertarik pada wanita sembarangan. Dan ini kali pertamanya Kakaknya, Huang Zechi memperlihatkan ketertarikannya pada seorang gadis, bahkan secara terangan mengatakannya perasaannya.


Huang Sua sendiri tidak terkejut akan ucapan Huang Zechi, sebab sehari yang lalu Kakaknya itu sudah memberitahukan pada seluruh keluarganya, bahwa wanita idamannya akan datang ke kerajaan nanti mengikuti ujian penyeleksian. Tidak tahu kenapa tiba-tiba saja Huang Zechi memberitahukan hal itu pada seluruh keluarganya.


Huang Zechi, satu-satunya anak pria dari Huang Foling dan Sue Yan. Yang mana dia adalah Pangeran Mahkota di kerajaan Pilar Emas, dan calon Raja di masa depan. Huang Zechi, lumayan tampan dan berhati dingin, sangat jarang keluarganya melihat Huang Zechi memperlihatkan ketertarikannya pada seorang gadis, sempat membuat keluarganya mengira Huang Zechi tidak menyukai lawan jenis.


Tapi sehari yang lalu, saat acara makan bersama keluarga, tiba-tiba saja Huang Zechi memberitahukan pada seluruh kerajaan, bahwa gadis yang dia sukai akan datang ke kerajaan nanti bersama rombongan kerajaan Bora. Ciri-ciei gadis itu dia paling unik dan paling berbeda dari yang lain. Beredarnya kabar itu sampai ke pelosok kota daerah kekuasaan kerajaan Pilar Emas sempat menghebohkan para masyarakat. Sebab Pangeran yang selama ini mereka dambakan untuk segera menikah dan memiliki pendamping hidup, kini telah tercapai. Walau pun kabar itu masih belum jelas asal-usulnya.


Huang Zechi memberitahukan hal itu pada seluruh keluarganya agar keluarganya tidak salah paham bahwa ia tak menyukai wanita, dia masih normal menyukai lawan jenis, hanya saja ketertarikannya pada wanita tidak ditunjukkannya sebab dia sendiri sudah memiliki wanita yang dia sukai.


Huang Foling menatap putranya tenang, tidak menunjukkan ekspresi apapun. Dia sudah tahu putranya ini, akan memperjelasnya hari ini. Hanya saja dia masih tak mengenal siapa itu Shua Xie.


"Pangeran Huang Zechi, siapakah gadis yang bernama Shua Xie itu?" tanya Huang Foling sambil tersenyum kecil.


Huang Zechi menoleh ke kiri, tepatnya pada seorang gadis berbaju hitam yang tengah menatapnya tajam dengan wajah dingin. Memperlihatkan betapa berbahayanya gadis itu daripada hewan buas, tapi menurutnya gadis itu sangatlah imut. Huang Zechi tertawa kecil, melihat tatapan yang diberikan Shua Xie padanya tampak membuat Shua Xie semakin lucu di matanya.


Huang Zechi kembali menatap Huang Foling, kemudian dia berdiri dan berjalan menuju ke meja para gadis bangsawan. Semua mata tertuju pada Huang Zechi, penasaran gadis mana yang Pangeran tampan itu maksud. Dan sampai akhirnya, Huang Zechi berhenti tepat di samping gadis berwajah super dingin seakan tidak perduli dengan keadaan yang terjadi.


"Gadis inilah yang aku suka," ujar Huang Zechi, tangannya hendak menyentuh bahu Shua Xie namun segera tertepis oleh tangan lain. Tangan itu tak lain tangan Shua Xie sendiri.


Shua Xie menoleh ke samping, tepatnya menatap Huang Zechi. Shua Xie memasang wajah begitu dingin serta tatapan tajam.


"Pangeran Huang Zechi, aku tidak menyangka anda adalah pria begitu rendah," ucap Shua Xie sinis.


Semua orang yang melihat penolakan Shua Xie secara terangan sontak terkejut namun tak mengeluarkan suara. Adapun para pejabat dan prajurit kerajaan Pilar Emas ingin mendekati Shua Xie lalu memberi peringatan pada gadis itu sebab berani menghina Pangeran Mahkota mereka. Namun para pejabat mau pun prajurit itu tidak bisa maju ke depan, sebab ditahan oleh Huang Foling sendiri.


Huang Foling menatap begitu tenang ke arah 2 anak muda yang kini sedang saling melempar tatapan, yang satu menatap dengan tatapan hangat, dan yang satu lagi menatap dengan tatapan tajam.


Dari awal Huang Foling melihat Shua Xie, dia sempat berpikir gadis inilah yang dimaksud Huang Zechi, gadis unik dan berbeda dari gadis lain. Huang Foling mengakui, Shua Xie memang berbeda dari gadis lainnya, begitu pemberani, dan memiliki aura kuat yang tersembunyi. Namun tidak dia sangka, ternyata dugaannya menjadi kenyataan, ternyata gadis itulah yang membuat putranya sampai saat ini tidak ingin menikah. Usia Putranya memang masih muda, 18 tahun. Namun bagi keluarga kerajaan, usia seperti itu sudah seharusnya menikah dan memiliki istri mau pun anak. Tapi karena kekerasan kepala Huang Zechi, tidak ada seorang pun bisa membuat perkataannya itu bengkok. Jika dia sudah berkata A maka seterusnya akan menjadi A.


"Nona Shua Xie, kau mengatakan aku pria rendah apakah karena menyukaimu? Jika memang demikian, berarti Nona juga adalah wanita rendah yang disukai pria rendah ini," balas Huang Zechi lembut dengan senyuman hangat. Namun senyuman itu terlihat meledek di mata Shua Xie.


Shua Xie ingin berteriak namun dia sadar situasi tidak menguntungkannya, dia harus tenang dan berpikir jernih. Berlawanan dengan pria bermulut pedang seperti Huang Zechi, dia juga harus bisa menepa mulutnya lebih dari pedang.


"Hahaha." Shua Xie tertawa kecil namun sekejap tawanya itu menghilang, "Apa maksud anda Pangeran Huang Zechi mengatakan saya rendah? Apa karena status anda, jadi anda berhak mengatakan saya rendah."


Alis Huang Zechi berkedut, tidak dia sangka gadis di depannya ini lumayan pandai bersilat lidah bahkan membuat hampir terpojok. Namun bukan Huang Zechi namanya jika dia kalah lebih awal.

__ADS_1


"Ketika seseorang sedang dimabuk asmara, apapun akan dia lakukan. Bahkan jika dia harus ikut merendah seperti sosok yang dia sukai." Kosakata yang sulit dipahami, sebagian orang menjadi bingung akan perbincangan dua pemuda ini. Huang Zechi, terkenal di dunia politik karena lidahnya yang berbisa itu, mampu membuat siapapun terpojok dengan cepat.


Shua Xie benar-benar ingin menghajar pria di hadapannya ini, andaikan dia tidak sedang di depan 5 raja, tentu dia tidak akan menahan rasa kesalnya.


Jika Shua Xie menghajar pria di hadapannya ini, maka bisa terjadi peperangan antara kerajaan Bora dan kerajaan Pilar Emas, ditambah lagi banyak sekutu akan membantu kerajaan Pilar Emas. Hal itu memang bukan kendala besar begitu Shua Xie, tapi tidak baik baginya memusuhi dunia Bawah, jika 4 kerajaan sekaligus memusuhinya, sudah pasti pihak pemerintahan pusat dunia Bawah juga akan menjadi musuhnya. Yang Shua Xie inginkan ialah, menjadikan mereka sekutu, bukan musuh.


"Sayangnya aku bukanlah wanita rendah, hanya andalah yang terlalu rendahan," balas Shua Xie setenang mungkin sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Oh, apa maksud Nona, aku yang terlalu rendahan?" balas Huang Zechi lembut memancing emosi Shua Xie.


Shua Xie mendengus kecil diserta senyuman menghina yang menjadi ciri khasnya jika mendengar ucapan sok polos. Ingin berdebat dengan Shua Xie? Mohon jangan menyesal.


"Pangeran Huang Zechi," ucap Shua Xie sedikit lantang, "Dengan santainya anda mengatakan ingin menikahku selesai acara penyeleksian nanti. Tidakkah itu sebuah penghinaan besar buatku. Meminta izin dengan Ayahmu sebagai jaminan untuk mengikatku, apakah anda pikir aku ini wanita yang seenaknya dinikahi? Hanya karena Ayahmu seorang Raja? Jika Ayahku seorang pemimpin dunia Bawah, bagaimana jika aku meminta Ayahku meratakan kerajaan Pilar Emas, karena Ayahku memiliki derajat status yang lebih tinggi dari Ayahmu." Shua Xie menatap Huang Foling, kemudian melemparkan senyuman menghina padanya. Sekedar memperingatkan agar Putranya tidak bertindak sesuka hatinya.


"Lalu, tolong jaga tangan anda. Aku bisa saja memotong tanganmu jika seenaknya menyentuh tubuhku!" Shua Xie beralih menatap Huang Zechi, "Pangeran memiliki adik perempuan yang begitu mulia sebagai anak dari Raja, bagaimana rasanya jika adik anda dipegang pria seenak mereka? Apakah anda akan senang melihatnya? Aku rasa tidak bukan?"


Sejenak suasana menghening setelah Shua Xie berbicara. Siapa sangka gadis itu akan lebih berbisa dari Huang Zechi berbicara, selama ini orang sangat tahu, Huang Zechi paling mahir bersilat lidah, bahkan tak banyak orang bisa menang melawannya. Huang Zechi juga tidak hanya pandai bersilat lidah, namun juga terkenal juga ahli menyusun strategi. Dengan sifatnya yang selama ini jarang tersenyum dan selalu berwatak dingin, siapa sangka pria sepertinya akan menyukai gadis yang memiliki sifat hampir sama dengannya, bahkan menurut beberapa orang Shua Xie lebih berbahaya dari Huang Zechi.


Sue Yan ingin menghampiri putranya, ingin menyudahi perdebatan mulut yang menurutnya tak pantas dilakukan. Apalagi putranya itu berdebat dengan seorang gadis? Tidakkah putranya itu memang merendahkan gadis tersebut. Seharusnya Huang Zechi mencari lawan bicara yang sepadan. Saat Sue Yan ingin menghampiri putranya, tiba-tiba Huang Zechi kembali berbicara, membuat langkah kaki Sue Yan terhenti.


"Nona Shua Xie, sepertinya anda terlalu berpikiran tinggi." Huang Zechi tertawa kecil sambil menutup mulutnya itu, seolah dia merasa lucu akan fitnahan Shua Xie, "Yang pertama aku memberitahukan Ayahku bukan karena aku ingin dia mengikatmu dengan statusnya, tapi karena aku ingin memperjelas apa yang aku ucapkan kemarin. Ucapanku saat tadi hanyalah memberitahukannya, bahwa gadis yang kusukai telah datang, sehingga dia tidak perlu repot lagi mencarikanku jodoh."


Huang Zechi tersenyum ke arah Huang Foling lalu beralih ke arah Sue Yan ibunya. Memberikan tatapan isyarat bahwa dia bisa menyelesaikan semua secepat mungkin. Kembali Huang Zechi menatap ke arah Shua Xie, dia bisa melihat gadis di depannya ini masih memasang wajah datar membuatnya sedikit bingung -- apakah gadis ini tidak memiliki ekspresi selain wajah datar itu?


Belum sempat Huang Zechi selesai berbicara, tiba-tiba saja tamparan keras mendarat di pipinya. Tamparan itu bukan Shua Xie yang melakukannya, tapi Huang Sua sendiri yang melayangkan tamparannya sangat kuat bahkan hampir membuat Huang Zechi terjatuh karena tamparan itu. Huang Zechi menolehkan kepalanya, menatap sang adik yang kini berdiri tak jauh darinya. Huang Zechi dapat melihat raut wajah si adik sangat marah, bahkan nafasnya naik turun begitu cepat. Mata Huang Sua juga mulai berkaca-kaca memperlihatkan pelupuk matanya yang tak lama lagi akan meluncurkan air mata.


Di sisi lain Shua Xie tersenyum tipis melihat Huang Sua mendaratkan tamparan keras di pipi adiknya. Shua Xie sudah tahu, kejadian ini pasti akan terjadi sebab dia sendiri yang memancing adegan ini terjadi.


Shua Xie meraih gelas di meja, lalu meminum air anggur yang ada di dalam gelas itu. Sekilas rasa anggur itu memang sangatlah nikmat, apalagi saat melewati kerongkongannya, walau pun anggur itu tidak memiliki alkohol namun siapa sangka rasanya akan lebih enak dari pada anggur beralkohol.


Di sisi lain, Huang Foling menatap ke arah Shua Xie, melihat gadis itu mengulum senyum tipis seakan berhasil melakukan sesuatu, membuat Huang Foling mengerutkan keningnya, namun beberapa saat dia langsung tersadar.


'Gadis Shua Xie itu, ternyata memang berbahaya. Aku tak sadar kalau dari awal dia sengaja memancing Huang Zechi dan Huang Sua bertengkar,' ujar Huang Foling dalam hatinya, merasa sedikit kagum akan kehebatan Shua Xie menang berdebat dengan putranya. Selama ini tak banyak orang bisa menang melawan Huang Zechi berbedat, bahkan tak seperti Shua Xie berhasil menyulut api kemarahan Huang Sua hingga adiknya itu melayangkan tamparan keras di pipi Kakaknya. Kejadian ini baru pertama kali terjadi di kerajaan Pilar Emas.


Semua ini terjadi karena Shua Xie mendapatkan informasi dari Wang Xue tentang semua penghuni kerajaan Pilar Emas, jika dia tidak mendapatkan informasi itu, dia pasti akan sangat kesulitan melawan Huang Zechi. Sebelumya Wang Xue sudah memperingatkan padanya, berhati-hati dengan Huang Zechi, dia pria yang pandai berdebat. Setelah Shua Xie membuktikan hal itu, memang benar, Huang Zechi sangat hebat berdebat, andaikan dia tak mendapat banyak informasi dan masukan dari Wang Xue, tidak tahu seperti apa dia akan berakhir.


Huang Zechi mengalihkan pandangannya pada Shua Xie saat dia mendengar suara benda sedang bersentuhan dengan sesuatu. Dan benar saja, dia menangkap Shua Xie sedang meletakkan gelas ke meja penuh ketenangan. Bahkan Huang Zechi bisa merasakan ada aura kemenangan keluar dari tubuh Shua Xie.


Huang Zechi sedikit mengerutkan keningnya, berusaha memutar otak mencari tahu di mana letak kesalahan. Dan setelah dia memikirkan beberapa detik saja dia mendapatkan jawabannya, Huang Zechi langsung terkejut hebat namun tak memperlihatkan. Tapi tak beberapa lama setelah terkejut dia langsung tersenyum kecil sambil memegang pipinya yang masih panas akibat tamparan.


'Gadis ini, dia bisa membuatku salah dan mendapat satu peringatan untuk tidak mencari masalah dengannya. Tidak salah aku menilai gadis ini,' ucap Huang Zechi dalam hatinya penuh rasa kagum akan kehebatan Shua Xie berdebat dengannya.


Di sisi lain Huang Sua masih memasang wajah marah, dia tak terima jika kakaknya berkata begitu buruk pada Shua Xie. Sebagai sesama wanita dia mengerti perasaan Shua Xie, ah ... benarkah begitu?

__ADS_1


Kesalahan fatal Huang Zechi berbicara ialah saat menyinggung bagian yang ke dua, saat dia berdalih tidak ingin menyentuh tubuh Shua Xie, jika dia ingin menyentuh semuanya tentu dia tidak akan ... harusnya dia sudah paham maksud omongannya sendiri.


"Kak Zechi! Aku tidak pernah menyangka Kakak adalah pria serendah ini," teriak Huang Sua keras dengan wajah mengetat, "Sebagai sesama wanita aku mengerti perasaanya Nona Shua Xie! Aku ... aku tak menyangka Kakak yang selama ini aku kagumi, lebih rendah daripada sampah!" Ini kali pertamanya pejabat mau pun prajurit kerajaan Pilar Emas melihat Putri yang selama ini lemah lembut berkata kasar.


Saat Huang Sua ingin berbicara lagi, sebuah sentuhan hangat hinggap di bahunya, sedikit mengejutkan gadis itu. Sontak pandangan Huang Sua beralih menatap tangan yang menyentuh bahunya. Huang Sua bisa melihat Ibunya sedang memegang bahunya, sambil menggelengkan kepala pelan, seolah meminta gadis ini untuk tidak melanjutkan lagi.


"Sudah, Sua'er. Kalian bersaudara tidak baik bertengkar, mari ikut dengan Ibu." Sue Yan langsung menarik tangan Huang Sua lalu membawanya pergi meninggalkan aula pesta.


Suasana semakin menghening, siapa sangka para tamu akan menyaksikan kejadian seperti ini? Menontong perdebatan yang berakhir membuat Pangeran Huang Zechi mendapat tamparan keras dari adiknya sendiri. Semua orang memuji kehebatan Shua Xie dalam hati, dan berpikir tidak akan mencari masalah dengan gadis itu. Siapa sangka hari gadis itu begitu tega menjadikan Huang Sua gadis polos menjadi korban ke dua, dan tragisnya Huang Sua sendiri tak sadar dirinya dimanfaatkan. Tidak hanya itu di sisi lain, mereka juga ngeri melihat keberanian Shua Xie melawan Pangeran Huang Zechi.


Ke 5 Raja yang menyaksikan semua adegan terjadi tidak pernah berpikir akhirnya akan seperti ini. Gadis itu memegang kemenangan, dan tak seorang pun bisa mengalahkannya, sebab di sini gadis terlihat menjadi korban yang mendapat bantuan dari Huang Sua. Semua orang bisa melihat itu, jika 5 Raja ini ikut campur yang ada para generasi muda akan membantu Shua Xie sebagai korban.


Sungguh hebat!


Berbeda lagi dengan Wuyin, dia sudah tahu jalan pikir Shua Xie. Dari awal dia sengaja mencari perhatian Huang Sua agar mendapat sedikit pembelaan di kerajaan Pilar Emas jika suatu saat gadis itu mendapat masalah, dengan memanfaatkan kelemahan Huang Sua yang begitu rendah hati terhadap semua orang bahkan terhadap bintang sekali pun. Sehingga Wuyin menyimpulkan, bahwa Shua Xie ini sudah mengetahui semua informasi orang kerajaan Pilar Emas berserta dengan sifat mereka.


Wuyin tersenyum kecil, 'Gadis ini sangat cerdik, dalam waktu singkat dia bisa mendapat ide seperti itu. Aku tersanjung akan otaknya itu.'


Hayun Dao melihat ekspresi Wuyin langsung mengerutkan keningnya, berpikir bahwa Wuyin sudah tahu jelas permasalahan yang sebenarnya di balik drama gadis bernama Shua Xie itu.


"Tetua Wuyin, apakah yang membuat anda terlihat begitu senang? Aku rasa kejadian ini tak patut diberikan senyuman," ucap Hayun Dao.


Wuyin menatap Hayun Dao, tidak dia sangka senyumannya bisa dibaca oleh Hayun Dao. Wuyin tersenyum tipis pada Hayun Dao kemudian berbicara, "Hayun Dao, kau tak paham. Gadis bernama Shua Xie itu, sangat berbisa dari pada ular."


"Tetua ... anda memuji gadis itu." Hayun Dao sendiri tidak sangka Tetua Wuyin yang menjadi panutan sekte Kilat memberikan pujian atas kehebatan gadis itu, walau pun Hayun Dao tidak paham maksud Wuyin.


Wuyin menganggukkan kepalanya, "Singkatnya seperti itu," balas Wuyin pelan dengan seringai yang masih belum memudar.


Di sisi lain, Huang Zechi menatap kepergian adiknya bersama ibunya itu. Setelah ke dua sosok itu telah hilang dari pandangannya, barulah dia beralih menatap Shua Xie.


Huang Zechi sedikit kesal akan kesalahannya, namun tidak mungkin dia melampiaskan kesalahannya itu pada Shua Xie sebab gadis itu telah memanfaatkan adiknya Huang Sua, gadis polos berhati lembut, hanya saja adiknya itu tidak bisa berpikir lebih panjang lagi, dia lebih mengutamakan perasaannya dari pada otaknya. Di sini yang salah adalah dirinya sendiri, kurang tepat mengambil jalan.


"Nona Shua Xie, anda hebat sekali," puji Huang Foling.


Shua Xie tersenyum kecil mendengar pujian yang lebih tepatnya terdengar sindiran. Shua Xie menoleh menatap Huang Zechi.


"Aku tersanjung akan pujian Pangeran. Terimakasih." Shua Xie berdiri dari duduknya kemudian mendekati Huang Zechi, "Kuharap jangan pernah lagi mencari masalah denganku, atau kejadian lebih parah akan terjadi," balas Shua Xie berbisik, hingga hanya dia dan Huang Zechi saja yang dapat mendengarnya.


****


Gaes besok saya mungkin gak up karena 2 hal, pertama saya lagi sakit, sebenarnya hari ini saya hampir gak up karena muntah2 mulu 😷 dan juga cerita masih belum ditulis, namun karena saya gak bisa tidur, jadi saya ngisi waktu dengan menulis walau keadaan perut saya gak enak. Ke dua, saya gak lama lagi akan berangkat ke Samarinda ke kontrakan sepupu saya, antara hari senin atau selasa, jadi maaf ya saya gak up dulu sekitar 2 atau 3 hari, tapi kalau besok udah enakan saya tetep up demi kalian 😉😚


Gaes jangan lupa likenya ya 😍 vote juga walau gak banyak, 10 vote saja saya seneng 😊 dan buat kalian yang punya IG bisa Follow saya, entar saya follback 😉

__ADS_1


__ADS_2