Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 99


__ADS_3

"Tidak! Kami tidak mungkin menjadi pengikut seorang gadis kecil," ucap Biao Shen sambil menggelengkan kepalanya pelan. Dia tidak setuju akan tawaran Shua Xie, dia adalah seorang Raja terhormat, tidak mungkin dia mengikuti seorang gadis yang bahkan tidak memiliki kerajaan atau kekuasan.


Andai saja Shua Xie meminta sesuatu selain menjadi pengikutnya, mungkin Biao Shen akan menerima, tapi kalau yang satu ini ... Biao Shen tidak bisa.


Huang Foling masih terkejut, tapi tidak terlalu, karena sempat terbesit di kepalanya mungkin Shua Xie akan meminta permintaan seperti ini. Tapi tidak Huang Foling sangka, pikirannya ini menjadi kenyataan, dan itu sontak membuatnya terkejut.


"Haih, apakah harus kalian seterkejut itu?" Shua Xie tidak berpikir bahwa reaksi mereka akan begitu terkejut, padahal Shua Xie yakin ucapannya tadi tidak terlalu berlebihan.


Lu Qiaohu, dialah yang paling terkejut. Sebelumnya dia sangat bersemangat bisa memiliki bantuan seperti Shua Xie tapi setelah mendengar ucapan Shua Xie, semangatnya itu langsung memudar.


"Nona, permintaanmu tentu saja mengejutkan kami," balas Lu Qiaohu sambil memegang dadanya, Lu Qiaohu merasa jantungnya ini tidak lama lagi akan lepas jika mendengar hal mengejutkan lagi dari mulut Shua Xie.


Lu Qiaohu hanya tidak menyangka, gadis berwajah polos seperti Shua Xie menginginkan sesuatu besar. Bukankah wajah Shua Xie sangat menipu. Sekarang Lu Qiaohu harus mencabut rasa kepolosan Shua Xie, dan diganti dengan gadis mengerikan.


Jiang Yuer juga setuju akan pernyataan Lu Qiaohu dan lainnya, menurutnya permintaan Shua Xie terlalu berlebihan, "Benar, aku rasa permintaanmu terlalu berlebihan ... walau pun kau kuat. Tapi kami tidak bisa menerimanya."


Shua Xie sudah menduga, jawaban itu pastikan akan keluar. Shua Xie tidak akan memaksakan mereka, lagi pun pada akhirnya dunia manusia juga akan menjadi miliknya. Shua Xie adalah pengganti Kaisar tanah Kultivator. Kalian bisa menyebutnya Permaisuri Dunia, atau Ibu Suri Dunia.


"Tidak masalah, aku menerima keputusan kalian," balas Shua Xie pelan dengan senyuman tipis, seakan menyakinkan mereka kalau Shua Xie tidak keberatan.


Mie La yang sejak tadi menundukkan kepalanya karena tidak berani mengangkat kepalanya sejak merasakan kekuatan Shua Xie. Dia sempat berpikir para manusia itu akan merasa penderitaan sepertinya jika menolak ajakan Shua Xie, tapi ternyata ... pemikirannya jauh dari apa yang Shua Xie ucapkan.


Pernyataan Mie La hanya satu kata, kenapa?


Kenapa Shua Xie tidak memaksa mereka seperti Shua Xie memaksa Mie La dan lainnya. Bukankah Shua Xie terlihat sangat pilih kasih hanya karena dia lahir di tanah Kultivator?


Mie La sangat ingin mengangkat suara karena tidak setuju Shua Xie bersikap lembut pada mereka, sedangkan pada ras Pheonix dan Peri Elf berbeda. Tapi Mie La tidak berani, dia yakin jika dia angkat suara, Shua Xie tidak akan mengampuninya lagi.


Di sisi lain, Xui Sukong membuka mulutnya tapi tidak mengelurkan sepatah kata pun. Dia sangat bingung akan ucapan Shua Xie tadi, menerima ucapan 4 Raja lainnya begitu cepat. Ada apa dengan Shua Xie? Kenapa kali ini sikapnya jauh dari biasanya. Xui Sukong bahkan sempat berkhayal kalau para sahabatnya itu akan mendapat pemaksaan, tapi ternyata tidak.


Wuyin mengerutkan keningnya, dia memandang Shua Xie tajam. Jujur saja Wuyin kadang tidak paham akan jalan pikir Shua Xie, sebelumnya gadis itu menginginkan para Raja menjadi pengikutnya, namun setelah mendapat penolakan, Shua Xie tidak mempermasalahkannya. Bukankah itu aneh? Padahal Shua Xie bisa memaksa mereka dengan kekuatannya, tapi kenapa dia tidak melakukannya.


'Ada yang tidak beres,' ucap Wuyin dalam hatinya.


Di saat bersamaan, Huang Zechi yang berdiri tidak jauh dari para Raja Itu bergerak maju. Melangkahkan kakinya menuju kumpulan kecil itu, dia sejak tadi menyimak pembicaraan Shua Xie dan lainnya. Sempat terkejut atas permintaan Shua Xie, bahkan Huang Zechi sempat berpikir akan terjadi perseteruan besar nanti. Mengingat sifat Shua Xie sangat liar. Tapi setelah mendengar jawaban Shua Xie, dia mencurigai sesuatu.


Langkah kaki Huang Zechi berhenti tepat di samping Huang Foling, sebelum dia berbicara, dia mengucapkan beberapa kata minta maaf karena menyela pembicaraan mereka. Setelah itu barulah dia menyampaikan pendapatnya.


"Nona Shua Xie, apa yang kau sembunyikan?" Huang Zechi menatap lekat Shua Xie, sangat tidak percaya gadis bersifat buruk sepertinya semudah itu menerima penolakan dari 4 Raja tanpa melakukan perdebatan.


Shua Xie mengerjapkan matanya beberapa kali pada Huang Zechi, mempelihatkan raut wajah polos seakan tak mengerti akan maksud Huang Zechi. Shua Xie sebenarnya paham, tapi dia memiliki cara sendiri menyelesaikan semuanya.


Karena tidak semua harus diselesaikan dengan kekerasan serta pemaksaan. Hanya orang-orang tertentu saja yang patut menerimanya.


"Ah ... Pangeran Zechi. Aku rasa kau seperti sedang menuduhku?" balas Shua Xie.


Huang Zechi memutar bola matanya malas, haruskah Shua Xie mengajaknya berdebat lagi di saat seperti ini? Sungguh Huang Zechi malas berhadapan dengan Shua Xie si ahli penjebak lawan bicara. Walau pun kali ini Huang Zechi yakin dia akan menang, tapi tidak ada saat memikirkan menang atau kalah di saat seperti ini.


"Nona, kau jangan bersikap sok polos. Setelah pertemuan kita semalam, aku sudah mengetahui dirimu," balas Huang Zechi dengan tatapan berubah tajam.


"Nona Shua Xie, pasti menyembunyikan sesuatu." Wuyin ikut menambahkan, membela Huang Zechi sebab dia juga penasaran kenapa Shua Xie semudah itu menerima penolakan 4 Raja.


Shua Xie beralih menatap Wuyin, "Tetua Wuyin, aku rasa kau juga sama sedang menuduhku. Apakah salah jika aku menerima penolakan mereka?" Shua Xie beralih menatap 4 Raja itu satu persatu, "Haruskah aku memaksa mereka menjadi pengikutku?"


"Dan juga, Pangeran Zechi, anda tidak tahu apapun tentangku. Jangan berpikir hanya karena debat semalam kau sudah mengenal diriku seutuhnya." Tambah Shua Xie lagi sambil menatap ke arah Huang Zechi.

__ADS_1


"Nona, aku rasa tidak ada yang perlu kau sembunyikan. Gadis kuat sepertimu begitu mudah menerima penolakan, siapa bisa percaya, ditambah lagi dengan sikapmu." Wuyin masih menekankan, kalau Shua Xie pasti memiliki sesuatu disembunyikan.


Shua Xie tersenyum kecil, kemudian cekikikan kecil tak tahan mendengar ucapan Wuyin. Lucu untuknya tapi tidak untuk Wuyin dan lainnya.


"Hahaha ... haih. Baiklah, aku memang tidak ingin memaksa karena pada akhirnya kalian sendiri akan menjadi pengikutku. Buat apa aku memaksa kalian?" Jawaban Shua Xie benar-benar membuat Wuyin dan lainnya tidak paham. Kenapa ucapan Shua Xie begitu membingungkan, mengatakan dirinya seakan memang suatu saat itu akan terjadi.


"Kenapa, kenapa kau bisa sepercaya itu?" tanya Jiang Yuer. Dia tidak mengerti kenapa Shua Xie begitu percaya diri kalau memang suatu saat itu akan terjadi.


Shua Xie mengalihkan pandangannya ke arah Jiang Yuer, sejenak Shua Xie diam menatap pria itu, namun beberapa detik berikutnya Shua Xie mengulum senyum tipis.


"Karena." Shua Xie mengangkat tangannya, menunjuk ke langit, "Semua itu akan terjadi. Sesuatu mengerikan akan menghampiri tanah Kultivator manusia, dan pada saat itu kalian akan mengerti."


"Apa maksudmu? Sesuatu mengerikan?" sahut Huang Foling langsung, dia sungguh tertegun mendengar alasan Shua Xie.


Coba dipikir, sesuatu mengerikan itu sanggup membuat mereka semua tunduk di bawah Shua Xie. Sesuatu mengerikan apa itu? Kenapa Shua Xie mengatakan sesuatu mengerikan itu sanggup membuat mereja semua menjadi pengikutnya. Yang jelas hal itu membuat semuanya penasaran.


Mie La, dia tertegun mendengar alasan Shua Xie. Sesuatu mengerikan? Mie La memang tidak tahu sesuatu mengerikan apa itu? Tapi jelas dia mendapat satu pengertian, Shua Xie lebih bertindak tegas pada sesama rasnya. Shua Xie mengajak mereka secara langsung tanpa paksaan agar mereka terhindar dari hal mengerikan itu, tapi dia justru menawarkan hanya sekali, ketika mendapat penolakan, kalian harus tahu, Shua Xie ingin membuat mereka menyesal dan menderita karena menolak ajakannya.


Mie La menyeringai di bawah tundukan wajahnya itu, dia puas melihat Shua Xie sangat tegas walau sesama rasnya. Walau pun ini terdengar berlebihan dan mengerikan, tapi begitulah Shua Xie. Dia tidak peduli.


"Coba tanyakan dengan Pangeran Zechi?" jawab Shua Xie, seringai tipis membias wajahnya. Tatapannya tertuju pada sosok pemuda tak kalah tampan itu, dan sontak semua mata tertuju pada Huang Zechi saat mendengar jawaban Shua Xie.


"Huang Zechi, apa yang kau ketahui?" tanya Huang Foling sambil mengerutkan keningnya. Dia tidak menyangka anaknya ini memiliki rahasia besar yang tidak diberitahukan pada dirinya, jarang sekali Huang Zechi menyembunyikan informasi. Apalagi informasi besar.


Alis Huang Zechi berkerut, dia memandang Shua Xie bingung, tidak mengerti apa maksud dari ucapan Shua Xie. Dia tahu rahasia mengerikan? Kapan, bahkan Huang Zechi sendiri tidak sadar.


"Nona, kau ingin mengalihkan masalah padaku?" balas Huang Zechi lembut namun terdengar mengancam.


Shua Xie tertawa kecil, "Hahaha ... aku tidak berani menyalahkan seorang Pangeran. Tapi apa yang aku katakan memang benar, anda bisa anggap sosok bermata biru itu adalah salah satu sesuatu mengerikan," balas Shua Xie pelan.


Atau jangan-jangan ....


"Katakan, apa kau berkerjasama dengan pria bermata biru itu!" sahut Huang Zechi lagi, sambil menunjuk Shua Xie.


Huang Foling melirik ke kiri, tepat di mana Anaknya Huang Zechi berdiri. Huang Foling menatap bingung ke arah anaknya itu, karena bingung akan perbincangan Huang Zechi dan Shua Xie.


Shua Xie tersenyum tipis tapi hanya beberapa detik saja, kemudian raut wajah dinginnya itu kembali. Shua Xie maju selangkah sedikit mendekati Huang Zechi, "Pengeran ... buat apa memperingati kalian jika aku berkerjasama dengan sosok itu. Bukankah dia mencari informasi tentangku?"


"Kau, dari mana kau tahu semuanya!" Huang Zechi tak habis pikir, dari mana Shua Xie tahu rahasia tentangnya dan sosok itu, padahal rahasia ini ditutup sekuat mungkin.  Dan bahkan hanya dirinya dan dua bawahannya yang tahu, selain itu tidak ada lagi.


"Aku tahu dari mana? Itu tidak penting, yang jelas aku sudah memperingati kalian. Kalian yang tidak mengerti boleh tanya dengan Pangeran Huang Zechi, dia bisa menjelaskan seberapa ngeri sosok itu. Itu baru satu, belum semuanya datang."


Sebenarnya Shua Xie dapat mengetahui saat dia sadar ada yang berbeda dengan Huang Zechi. Tiba-tiba mengumumkan wanita yang disukainya adalah Shua Xie, sungguh mengejutkan. Awalnya Shua Xie berpikir semua ini karena kecantikannya yang berlebihan, namun setelah dia mengingat jelas informasi yang Wang Xue katakan, Shua Xie merasakan ada kejanggalan.


Terlebih lagi, setelah dia pulang dari acara, ada satu sosok mengikutinya yang tak lain gadis yang bermasalah ketika di pengatrian pendaftaran. Itulah alasan kenapa Shua Xie tidak membantu gadis itu sebab dia sendiri yakin, gadis ahli bela diri sepertinya tidak membutuhkan bantuan apapun.


Dan semua kecerugaan Shua Xie terbongkar saat dia mengikuti gadis itu pergi bersama pria lain ke tempat sepi. Shua Xie sempat menguping pembicaraan mereka, dan sejak saat itulah dia mengerti kenapa Huang Zechi mengejar dirinya. Ternyata semua karena paksaan dari sosok bertopeng, yang memiliki sepasang mata biru terang.


***


"Aku akan kembali Chi Su, apa kabarmu di sana? Sudahkah kau bertambah kuat?" gumam Shua Xie sambil memandang hamparan pegunungan tinggi, yang berkolaborasi dengan birunya langit dan putihnya awan. Di pertengahan hari, cuaca sangat terik, namun angin berhembus kencang sehingga menghilangkan rasa panas menjadi rasa sejuk dan nyaman.


Saat ini Shua Xie berada di hutan yang tak jauh dari kota Yufeng. Bagaimana dengan pertandingannya? Dan apa yang terjadi dengan percakapannya sebelumnya? Semua sudah selesai.


Pertandingan dilanjutkan besok, sebab ada beberapa prasarana yang harus diperbaiki akibat pertarungan kecil 3 jam yang lalu. Dan akhir percakapan Shua Xie? Dia langsung meninggalkan Huang Zechi dan lainnya setelah dia menjelaskan beberapa hal. Setelah itu dia menyudahi pembicaraan, Dan melanjutkannya dengan membawa 2 ras itu menjauh dari kota Yufeng. Tepatnya di hutan tempatnya saat ini. Baru saja beberapa menit yang lalu dua ras itu kembali pulang ke dunia mereka, setelah Shua Xie menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


Ras Peri Elf menerima Shua Xie menjadi Ratu mereka, namun dengan syarat Shua Xie bisa menyembuhkan dan mengendalikan pohon Cahaya Surga. Shua Xie menerima tantangan itu, beberapa bulan atau mungkin tahun depan dia akan datang ke sana.


Lalu dengan ras Pheonix Agung, Shua Xie menjelaskan kalau Raja ke dua mereka ada di dalam dirinya sedang memulihkan diri, entah kapan akan bangun lagi. Tapi yang jelas Raja ke dua mereka baik-baik saja.


Awalnya Mie La dan Dong Fei sempat terkejut, saat mendengar hal itu. Tak percaya kalau Raja ke dua mereka berada di dalam tubuh manusia sedang memulihkan dirinya. Tapi Shua Xie menjelaskan lagi, kalau Pagoda mereka memang benar, saat Phoe mengendalikan tubuh ketika berada di kota Kekai, hal itulah yang menyebabkan pagoda mereka bercahaya.


Walau pun pembicaraan mereka dan Shua Xie mengalami sedikit ketidaksukaan dan berlangsung hampir 2 jam lebih, untunglah akhirnya berakhir baik. Ras Pheonix menerima penjelasan Shua Xie, tapi mereka belum menerima Shua Xie menjadi Pemimpin mereka sebab masih ada Raja ke dua mereka. Shua Xie tidak ingin lagi memperpanjang masalah, dari itu dia menerima keputusan ras Pheonix, karena Shua Xie berpikir pada akhirnya juga ras Pheonix akan tunduk padanya.


Shua Xie berbalik,  menatap ke arah 1 pria paruh baya yang tak lain ialah Xui Sukong. Shua Xie sengaja membawa Xui Sukong seorang diri bersamanya, sebab dia ingin mengucapkan salam perpisahan, Shua Xie tidak ingin kepergian diketahui semua pejabat kerajaan maupun prajurit, karena Shua Xie yakin jika mereka tahu, sebagian dari mereka akan bertindak semena-mena lagi berpikir Shua Xie pergi mereka bisa bertindak bebas.


Shua Xie ingin, Xui Sukong mengatakan kalau dirinya sedang mencari pasukan baru lagi untuk menambah kekuatan. Walau pun perpisahan ini terlalu cepat, tapi Shua Xie melakukan semua ini karena dia mengkhawatirkan dunia Tengah. Kepergian Shua Xie hampir 2 tahun, Feng Kim pasti mengkhawatirkan dirinya,  terutama Chi Su pelayan pribadinya itu.  Lagi pun Shua Xie rindu ingin berdebat dengan para selir Ayahnya dan saudara tirinya, kini sudah tiba saat Shua Xie membalaskan dendam Shua Xie yang dulu.


"Jenderal Xui Sukong, aku akan kembali lagi nanti dengan beberapa pasukan. Katakan pada pasukanmu, aku pergi bukan untuk selamanya, aku akan kembali lagi bersama dengan pasukan yang banyak dan kuat."


Xui Sukong menundukkan sedikit badannya, sedikit tidak rela melepaskan kepergian sang Ratu Besar. Sebenarnya Xui Sukong sudah mengajukan diri untuk ikut bersama dengan Shua Xie, tapi sayang Shua Xie menolak sebab kerajaan Bora masih membutuhkan Xui Sukong. Lagi pun Shua Xie akan kembali secepatnya, setelah dia mendapat banyak pasukan.


"Baik, Yang Mulia Ratu Besar, kami menunggu kedatangan anda," balas Xui Sukong dengan sikap bangsawannya.


Shua Xie tersenyum, kemudian menepuk pundak Xui Sukong sedikit keras, "Tidak perlu formal, percayalah aku ialah seorang Ratu yang tidak menginginkan kerajaan mau pun sikap dihormati, terlebih lagi status Jenderal adalah Raja saat ini. Cukup panggil aku Nona saja, asalkan kalian bisa bersikap baik padaku, aku pun akan baik pada kalian."


"Baik Nona."


Shua Xie menurunkan tangannya dari bahu Xui Sukong lalu dia melangkah beberapa langkah menjauhi Xui Sukong, setelah itu Shua Xie komat-kamit tidak jelas, suaranya begitu kecil dan cepat. Dan setelah selesai berbicara tak jelas itu, Shua Xie mengibaskan tangannya ke depan, lalu muncullah sebuah portal besar.


Xui Sukong hanya bisa menarik nafas berat saat melihat Shua Xie bisa membuka portal begitu cepat, sangat jelas kekuatan Shua Xie melampaui nalar pikir manusia. Tidak pernah Xui Sukong temui seorang Kultivator semudah Shua Xie bisa membuat portal seorang diri. Dari mana Shua Xie belajar ilmu mantra?


"Berhati-hatilah dengan sosok bertopeng itu, aku tidak tahu seberapa kuat dia dan apa tujuannya, tapi yang jelas dia berbahaya untuk kalian. Kekuatannya mungkin bisa saja setara denganku. Jadi jangan pernah menurunkan keamanan kerajaan." Setelah berucap demikian, Shua Xie langsung melangkah masuk ke dalam portal dan hilang bersamaan dengan portal yang perlahan mulai mengecil.


Xui Sukong menatap sedikit sedih saat portal itu mulai menghilang. Tapi saat, detik-detik portal itu sudah akan lenyap, tiba-tiba muncul satu sosok bertopeng di dekat portal itu. Entah datang dari mana, tiba-tiba datang tanpa hawa keberadaan.


Xui Sukong sangat terkejut saat sosok bertopeng itu muncul, apalagi sosok itu menatap ke arahnya begitu tajam, sampai membuat tenggorokan Xui Sukong serasa seperti tercekat.


"Ka-kau!  Si-siapa kau!" pekik Xui Sukong keras dengan suara terbata-bata.


"Kau tidak perlu tahu, jalankan saja tugasmu dari Shua Xie tadi. Jika tidak, kerajaanmu akan kuhancurkan," balas sosok bertopeng itu dengan suara datar. Dia melangkah mendekati portal berniat masukinya, namun terdengar lagi suara gertakan.


"Ka-kau! Apa yang kau inginkan." Entah kenapa firasat Xui Sukong mengatakan sosok itu ingin mengejar Shua Xie dengan ikut masuk ke dalam portal. Jika itu benar, Xui Sukong harus mencegahnya.


Sosok bertopeng itu membuka suara tanpa berbalik, "Mengejar Ratumu, ke mana pun dia pergi, aku akan mengikutinya. Aku tidak ingin kehilangannya lagi." Sosok itu langsung masuk ke dalam poryal setelah menjawab pertanyaan Xui Sukong.


Setelah portal itu menghilang bersama dengan sosok bertopeng itu, Xui Sukong jatuh berlutut di tanah dengan keringat dingin yang mengucuri wajah dan lehernya. Berbicara dengan sosok mengerikan itu, benar-benar membuat udara semakin sempit, seakan Xui Sukong sedang berbicara dengan Dewa kematian.


"Dari mana dan sejak kapan sosok itu mengawasi aku dan Nona? Kenapa aku tidak merasakan hawa keberadaan? Dan apa maksudnya dia tidak ingin kehilangan Nona lagi, apakah dia adalah musuh besar Nona? Apa dia mengejar Nona berniat menghabisi nyawanya di dalam portal?"


Xui Sukong hanya bisa berharap semoga Shua Xie baik-baik saja. Jujur saja, sosok bertopeng itu sangat mengerikan, membuat Xui Sukong khawatir akan keselamatan Shua Xie.


__________________


**A/N : Gaes apa yang akan terjadi? sosok misterius itu mengikuti Shua Xie, siapa dia sebenarnya? dan apa tujuannya? tunggu di bab berikutnya.


PERHATIAN GAES!


BESOK SAYA MAU NGADAIN CALLENGE, hanya sebuah kuis kecil aja 😅 jawaban paling menarik akan mendapat hadiah dariku, apa hadiahnya? itu rahasia 😂 kuis ini hanya sebagai hari perayaan Perjalanan Melawan Dunia yang bab ke 100, jadi ayu ikutin ramekan siapa tahu kalian bakal menang 😉.


jangan lupa like gaes, vote juga ya 🙂 ayuk bantu aku buat cerita ini masuk peringkat ratusan 😄 aku menyayangi kalian semua 🤗 bye bye sayourana 😘😍**

__ADS_1


__ADS_2