
Tidak butuh waktu lama Shua Xie berlari menuju gua Es Sejati. Seperti biasa, gua itu selalu dingin, dingin hingga menusuk kulitnya, tapi kali ini tidak sedingin yang lalu. Mungkin karena efek air obat yang Shua Xie serap.
Shua Xie berjalan santai memasuki gua, pandangannya ke kiri dan kanan menatap takjub dinding gua begitu bening bak kaca. Shua Xie merasa dia seperti sedang memasuki rumah kaca cantik. Setibanya di paling dasar gua, ada 1 batu yang tak terlalu besar, paling tidak bisa dijadikan tempat bertapa. Phoe menyuruh Shua Xie naik ke atas batu itu dan duduk di sana.
"Sudah jelas kau pasti ingin aku menyerap energi Yin di dalam gua ini?" tebak Shua Xie sebelum Phoe menjelaskan maksudnya.
'Rupanya kau cukup pandai menebak. Benar, aku ingin menyerap energi Yin dalam gua ini. Dengan ini harusnya bisa membangkitkan tato aura-mu.'
"Bagaimana kalau aku tidak cocok dengan energi Es Yin? Bukankah itu akan merusak dan memperlambat kultivasiku?" sahut Shua Xie. Shua Xie tahu kalau Kultivator memperlajari sesuatu yang tidak sesuai untuk Kultivator itu, pasti akan memperlambat bahkan merusak kultivasi.
'Hem, memang benar. Tapi aku masih belum tahu jenis apa elemen spirit-mu. Seharusnya dengan menyerap energi Yin sudah cukup membangktikannya, dan juga ada sesuatu yang ingin aku pastikan.'
"Baiklah, aku harap ajaranmu ini tidak memperlambat kultivasiku."
Shua Xie memulai kultivasinya, pertama-tama dia menutup matanya lalu menyerap energi Yin yang ada di dalam gua. Baru awal Shua Xie melalukan penyerapan dia sudah merasa kesakitan, tapi dia tidak berteriak hanya saja tubuhnya mulai berkeringat dingin.
Shua Xie semakin memusatkan penyerapanya pada 1 titik, tapi percuma, seperti saat dia menyerap khasiat air obat, 8 titik lainnya tepatnya 9 sajak Kutukan juga menyerap energi Yin. Aura putih berkeluaran dari seluruh cela gua, semakin lama aura putih itu memenuhi gua hingga semua tertutup oleh aura itu. Bahkan aura putih itu sampai merembes keluar gua.
"Ukh ...."
Butuh waktu 10 jam Shua Xie menyerap semua energi Yin yang ada di dalam gua. Setelah semua terserap habis, gua pun runtuh lalu meleleh menjadi air. Phoe terkejut hebat melihat gua Es Sejati mencair, ini kali pertamanya dia melihat ada manusia menyerap unsur energi Yin sekuat Shua Xie. Ternyata yang Phoe duga memang kenyataan, tubuh Shua Xie ini benar-benar spesial.
Shua Xie membuka matanya ketika dia merasa ada air yang menjatuhi kepalanya, Shua Xie pikir itu air es gua yang mencair. Karena tidak mungkin air hujan, sebab Shua Xie berada di dalam gua.
Mata Shua Xie membelak sempurna ketika dia melihat dia ada di luar gua, tidak lebih tepatnya gua yang dia huni mencair membanjiri area sekitarnya.
"I-ini ada apa? Apa ada tsunami?" gumam Shua Xie terkejut.
'Ternyata begitu. Tubuhmu memang sangat spesial, lebih spesial dari tubuh Kristal Es sekali pun,' ujar Phoe.
Shua Xie beranjak berdiri di atas batu yang dia duduki sebelumnya, matanya memandangi area sekitarnya yang sudah menjadi genangan telaga kecil. Lalu di sekitar telaga banyak hewan buas menatap Shua Xie takjub sekaligus takut, mungkin mereka juga bisa paham tentang seberapa berbahayanya manusia seperti Shua Xie.
__ADS_1
"Jelaskan, kenapa kau bilang tubuhku spesial?" tanya Shua Xie.
'Ini hanya perkiraanku saja, tubuhmu bisa memiliki lebih dari satu elemen spirit. Kemungkinan seperti itu, sebab ketika kau proses penyerapan Es Yin murni, tubuhmu berbaur sangat cepat. Sama juga ketika kau pingsan, tanah di sekitarmu merespon sangat cepat.'
"Eh, benarkah? Bukankah itu sangat mengejutkan. Berarti aku memang ditakdirkan menjadi paling kuat!"
'Jangan merasa sedang dulu, itu masih analisisku. Tapi kita bisa mencobanya, cobalah kau berlatih elemen tanah seperti yang aku arahan.'
***
Tiga hari berlalu sangat cepat, Shua Xie berjalan mengarungi bukit satu ke bukit lainnya demi mencoba jurus elemen tanah yang sedang dia pelajari. Jurus itu tidak pernah ada di dunia manusia, hanya ada di dunia Phoe. Sejujurnya Shua Xie sangat penasaran seperti apa dunia Phoe? Tapi Phoe hanya menjelaskan singkat saja, kalau dunianya itu lebih berbahaya dari dunia manusia, dan belum pernah ada manusia biasa memasuki dunia itu.
Langka kaki Shua Xie melamban tatkala bukit di depannya bergemuruh hebat. Shua Xie menarik 1 pedangnya lalu mengarahkannya pada bukit itu, seketika bukit mulai berhamburan tanpa arah di udara. Shua Xie menarik tanah-tanah hancur itu menggunakan pedangnya, tidak lebih tepatnya menggunakan energi spirit yang baru saja dia selesai pelajari selama 3 hari ini.
Butuh waktu 20 detik tanah itu baru melekat di pedang Shua Xie membentuk pedang tanah raksasa yang melayang di udara. Keringat bercucuran di dahi Shua Xie, mengeluarkan energi sebanyak itu hanya untuk menguji jurusnya memang menguras tenaga.
Pedang sepanjang 5 meter lebar 1 meter pun jadi. Shua Xie memegang pedangnya sambil perlahan menghilangkan kekuatan spiritnya. Ketika pedangnya sudah digenggamannya, Shua Xie hampir terbaring ke tanah bersama pedangnya. Pedang itu terlalu berat untuk digenggam tanpa menggunakan kekuatan. Shua Xie spontan mengaktifkan sajak Kutukan di tangan kanannya itu.
Shua Xie mengarahkan pedangnya ke arah bukit kecil di dekatnya. Ketika pedangnya menyabit bukit itu, seketika bukit itu hancur berantakan. Mata Shua Xie membulat sempurna, dia sangat terkejut melihat kekuatan pedangnya itu. Mampu menghancurkan bukit dalam sekali serangan, bukankah itu jurus yang sangat mematikan? Kemungkinan kalau Shua Xie mampu menguasainya sampai mahir, kota seluas kota Kekai pun bisa saja dia hancurkan sekejap saja.
Shua Xie mencoba lagi dan lagi sampai dia benar-benar mahir menggunakan pedangnya itu. Akibatnya latihannya juga, banyak bukit kecil hancur karenanya bahkan berimbas pada hewan buas di sekitarnya.
5 jam Shua Xie berlatih tanpa henti, ketika dia sudah merasa puas akan latihannya, Shua Xie menghentikan sejenak latihannya. Shua Xie menghampiri pohon rindang yang tak jauh darinya, kemudian Shua Xie beristirahat di bawah pohon itu. Kebetulan juga bulan ini sedang musim panas, jadi cuaca sedikit menyengat.
Shua Xie mengeluarkan sebotol jingga yang di dalamnya ada pil Embun. Pil yang berkhasiat memulihkan kekuatan dan menyembuhkan luka-luka ringan. Shua Xie menelan 4 pil sekaligus karena QI-nya benar-benar hampir terkuras semuanya, menggunakan jurus pedang Tanah memang memakan banyak sekali tenaga. Setelah setengah jam Shua Xie menyerap pil, Shua Xie kembali membuka matanya.
Shua Xie merebahkan tubuhnya di rumput. Di bawah pohon rindang dan di atas rumput hijau, Shua Xie memandang langit sambil tersenyum. Kebiasaannya dari kecil suka memandang langit saat siang mau pun malam. Entah kenapa saat Shua Xie memandang langit, hati dan pikirannya menjadi tenang tidak seberat sebelumnya.
Shua Xie mengangkat tangan kanannya seolah hendak menggapai langit, awan putih dan langit biru itu sangat membuai mata Shua Xie.
"Phoe, apa ada jurus yang bisa membuatku bisa terbang? Maksudku, dengan tahap Bumi level delapan sekarang," tanya Shua Xie pelan. Tangannya turun menindih dahinya. Baru-baru akhir ini Shua Xie sudah menerobos kultivasi tahap Bumi level delapan, sewaktu dia mempelajari jurus yang Phoe ajarkan.
__ADS_1
'Bisa. Hanya saja kita perlu bulu Phoenix milik Kakak Tertua. Ketika kita sudah mendapatkannya, aku akan memberitahukanmu,' jawab Phoe di kepala Shua Xie.
"Eh? Tidak bisakah sekarang?"
'Tidak bisa. Kita juga butuh bulu itu, dengan bulu Kakak Tertua kau pun bisa memiliki sayap.'
Alis Shua Xie naik sebelah, tatapannya bingung mendengar jawaban Phoe, "Sayap? Maksudmu aku akan punya bulu seperti kalian. Aku tidak mau, bukankah aku terlihat seperti siluman setengah burung. Kenapa tidak pakai bulumu saja, Phoe?"
'Bukan seperti itu maksudku. Karena sajak Kutukan di punggungmu mengukir gambar sayap Phoenix, jadi butuh bulu Phoenix dari Kakak Tertua untuk mengaktifkannya. Bulu milikku tidak akan merespon apapun sebab aku bukan anak tertua ....'
'Sebenarnya aku merasa ada yang aneh dengan tubuhmu Shua. Baru pertama kali aku menemukan tubuh seunik ini, ditambah lagi dengan sajak Kutukan berbentuk sayap di punggungmu. Mungkinkah kau keturunan manusia peri?' ungkap Phoe. Shua Xie sedikit berkerut mendengarnya.
"Keturunan peri? Maksudnya, ada dunia Peri?" Shua Xie tidak pernah menyangka ada dunia Peri di dunia seperti ini, bukankah dunia Peri hanya ada di dongeng saja.
'Tentu saja ada, apa kau pikir di dunia ini cuman ada manusia saja? Di dunia lain masih ada dunia peri Elf, iblis dan siluman. Kalian manusia, masih terlalu rendah.'
Mendengar jawaban Phoe membuat Shua Xie menjadi bersemangat. Selama ini dia tidak pernah melihat Elf, iblis maupun siluman, tentu saja Shua Xie ingin mendatangi dunia itu lalu menjelajahinya. Sudah menjadi kegemaran Shua Xie memecahkan misteri sambil berpetualang.
"Benarkah? Bisakah kita mendatangi dunia itu?" tanya Shua Xie bersemangat.
'Tidak,' jawab Phoe singkat membuat semangat Shua Xie memudar seketika.
"Kenapa?"
'Sebab portal menuju dunia mereka belum terbuka. Lagi pun dunia mereka tidaklah semudah dunia manusia, belum pernah ada manusia mendatangi itu pulang dengan selamat. Kau tahu, di sana sangatlah berbahaya. Jadi jangan pernah berpikir memasuki dunia itu sebelum kau cukup kuat.'
"Ah, menyebalkan." Shua Xie mendengus kesal, "Lalu kapan portal itu terbuka?" lanjutnya lagi.
'Tujuh bulan lagi. Seharusnya portal itu hanya terbuka di daratan Utara, tepatnya di perguruan Menara Felix. Biasanya murid-murid terpilih akan memasuki portal itu.'
Shua Xie semakin meruntuk kesal, 7 bulan dari sekarang bukan tidak bisa dia menggapainya, hanya saja portal itu ada di perguruan Menara Felix. Berarti Shua Xie harus bisa mencapai perguruan Menara Felix dengan cepat, sedangkan sakte Kilat akan di buka 2 bulan lagi. Berati 5 bulan itu Shua Xie harus bisa melewati 5 sakte untuk bisa memasuki perguruan Menara Felix.
__ADS_1