
Ayo dukung terus cerita ini ^-^
_____________________________
"Lou Yue!?"
"Iya," balas Lou Yue sambil tersenyum manis. Lou Yue menggenggam tangan kanan Shua Xie, membuat Shua Xie terpukau.
Shua Xie tiba-tiba melepaskan genggaman Lou Yue padanya, "Kenapa kau ada di sini? Kenapa kau tidak di desa Bintang?!" tukas Shua Xie tajam dengan sorotan mata serius.
Lou Yue masih tetap tersenyum manis, digenggamnya lagi tangan Shua Xie dengan selembut mungkin. Kali ini Shua Xie tidak melepaskannya, entah kenapa Shua Xie merasa ada sedikit kehangatan dari tangan Lou Yue. Dan kehangatan itu mengalir ke tangan sampai ke seluruh tubuhnya, membuat Shua Xie menjadi lemas.
"Ayo pulang, Xiao Mei dan kepala suku butuh bantuan kita. Aku ke sini menjemputmu, keluarga Ye sudah datang ke desa Bintang. Aku tidak bisa bertindak tanpa kamu, aku takut keluarga Ye memanfaatkan situasi saat kamu tidak ada." Lou Yue memaparkan pandangan sedih, genggaman tangannya semakin kuat memegang tangan Shua Xie, dan membuat Shua Xie semakin lemas tidak bertenaga. Seolah-olah tangan Lou Yue sedang menyerap tenaganya.
'Huh! Huh! Kenapa aku merasa semakin lelah? Rasanya tenagaku seperti terkuras sesuatu,' gumam Shi Xia dalam hatinya sambil menyeka keringat di dahinya.
Shua Xie melepaskan genggaman tangan Lou Yue lalu mendorong Lou Yue menjauh darinya, "Tidak bisa, aku harus menyelesaikan ujianku dulu. Kau pulanglah lebih dulu," ujar Shua Xie dengan nada lemas.
Shua Xie membungkuk sambil menahan seluruh beban tubuhnya dengan memegang ke dua pahanya. Samar-samar terdengar suara nafas Shua Xie terengah-engah seperti telah diberi obat perangsang. Tubuh Shua Xie juga mulai memanas bahkan berkeringat sangat banyak, seperti habis mandi.
Kabut tipis berwarna merah muda mulai menyelimuti udara sekitar, kedatangan kabut itu semakin membuat Shua Xie hilang kendali.
Shua Xie menggelengkan kepalanya yang mulai terasa pusing, "Ada apa ini? Kenapa aku merasa panas dan pusing?" gumam Shua Xie pelan.
Dari sisi lain Lou Yue tersenyum kecil lalu mendekat ia dan menepuk pundak kanan Shua Xie, "Apa kamu baik-baik saja? Sebaiknya hentikan saja ujianmu."
Shua Xie semakin terkontaminasi saat Lou Yue memegangnya, dengan sangat cepat Shua Xie mendorong Lou Yue sekuat mungkin.
"Ah ... menjauhlah! Jangan sentuh aku lagi!" tegas Shua Xie keras dengan nafas yang semakin mendesah.
"Ada apa? Apa aku ada salah?" Lou Yue berusaha mendekat lagi, namun Shua Xie langsung memberi jarak darinya. Tanpa memperdulikan Lou Yue lagi, Shua Xie melanjutkan perjalanannya menaiki tangga.
Dari belakang Lou Yue terus memanggilnya dan mengejarnya, "Kenapa tidak berhenti saja!? Lihatlah kamu sudah tidak bertenaga lagi!"
Shua Xie berhenti melangka lalu tersenyum kecil, "Tipuan ini masih kurang sempurna," balas Shua Xie membuat Lou Yue mengerutkan keningnya.
"Apa maksudmu?"
Shua Xie terkekeh kecil, "Hehehe ... ilusi ini masih kurang sempurna. Sampai kapan kau mau menyamar manjadi Lou Yue!"
__ADS_1
"A-aku tidak paham maksudmu? Ilusi? menyamar? Apa semua itu, aku ini Lou Yue asli!"
Shua Xie berbalik menatap Lou Yue dengan pandangan yang sulit diartikan, "Perlu kuberitahu di mana letak kesalahan ilusinya?" Alis Shua Xie naik sebelah, tatapannya sedang menantang ilusi Lou Yue.
"Pertama, Lou Yue tidak suka mencegat apa yang aku suka lakukan sekalipun itu hal berbahaya. Ke dua, Lou Yue tidak mungkin bisa datang ke tempat ini, karena tempat ini hanya disediakan untukku. Ke tiga, dari awal aku memperhatikanmu kau tidak merasa kelelahan seperti kau sedang berjalan di tangga biasa. Ke empat, kau sengaja menggenggam tanganku dan menyerap sedikit demi sedikit tenagaku, lalu setelah cukup kau memintaku menyerah begitu saja! Sedangkan aku lebih kenal Lou Yue dari pada kau! Kalau bukan ilusi lalu apa? Apa perlu aku menyebut semua kekuaranganmu dalam menipu!?" sinis Shua Xie tajam diiringi senyuman dingin.
Ketika Shua Xie selesai berbicara, Lou Yue langsung berteriak keras mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menemukan kelemahan ilusinya. Seiring teriakannya, kabut berwarna merah muda itu mulai menghilang, begitu pun ilusi Lou Yue.
"Kau tidak tahu kelemahan ilusi ini!"
Udara menjadi lebih luas dan ringan setelah kabut dan ilusi sudah menghilang. Beberapa kali Shua Xie menghela nafas berat karena merasa lelah. Shua Xie tidak menyangka kalau ujian ilusi dari tangga Tekanan Ilusi begitu kuat. Padahal sebelumnya Shua Xie sudah memantapkan hatinya kalau tangga yang akan dia lalui akan mengeluarkan ilusi. Tapi tetap saja Shua Xie terkena serangan ilusi.
"Sungguh berbahaya, hampir saja aku termakan ajakan ilusi tadi. Walau pun aku sudah bertekad, ternyata tekadku masih kurang kuat. Tangga ini benar-benar ujian ilusi yang sempurna, untunglah aku bisa menyadarinya dengan cepat."
Shua Xie melanjutkan lagi langkah menaiki tangga, tapi sebelum melanjutkannya, Shua Xie menenangkan dirinya terlebih dahulu beberapa menit. Bermeditasi dengan posisi berdiri, ketika Shua Xie bermeditasi, Shua Xie merasakan sesuatu seperti dapat merasakan aturan kekuatan tangga. Shua Xie bisa merasakan ada sesuatu aturan dalam setiap anak tangga seperti deretan tangga piano dimainkan berdasarkan ketukan lagu.
Shua Xie sedikit demi sedikit mempelajari aturan kekuatan tangga, walau pun terlihat sulit dan kali pertamanya bagi Shua Xie, tapi Shua Xie ingin mencobanya terlebih dahulu. Dari tempat posisi Shua Xie berdiri saat ini, dia bisa merasakan ada jaring-jaring aturan kekuatan dari tangga, setiap jaring-jaring itu memiliki satu titik merah dan titik biru.
Dalam waktu satu jam Shua Xie bermeditasi memahami aturan kekuatan tangga akhirnya Shua Xie dapat memecahkan aturan kekuatan tangga pertama. Ternyata setiap pijakan anak tangga ada satu tempat yang dipijak tidak mengelurkan tekanan berat, adapun sisi lainnya mengeluarkan tekanan lebih berat.
Shua Xie tersenyum kecil, dengan percaya diri dia melanjutkan langkah kakinya sesuai dengan aturan kekuatan tangga. Seperti yang Shua Xie tebak, sisi yang Shua Xie pijak tidak mengeluarkan tekanan yang begitu besar, namun malah sebaliknya.
"Ternyata ada aturan kekuatan pada tangga ini, pantas saja sebelumya aku merasa tangga ini ada yang aneh."
Di desa Bintang acara pertandingan antar 2 keluarga sudah berlangsung beberapa jam yang lalu. Awalnya keluarga Ye unggul satu poin, namun keunggulan itu justru berpihak pada keluarga Xiao. Pada pertandingan ke dua dan ke tiga Keluarga Xiao lebih unggul 2 kali, Xiao Ming dan Xiao Tong berhasil mengalahkan unggulan dari keluarga Ye berkat kerja keras mereka.
Karena keluarga Ye tidak terima dengan hasilnya, kepala keluarga Ye melanggar perjanjian yang sudah dia sepakati sebelumnya dengan kepala keluarga Xiao.
Ye Linghui membakar kertas perjanjian dengan api spiritnya sambil berkata dia akan tetap memiliki desa Bintang terutama Xiao Mei. Xiao Jhu sebagai kepala keluarga Xiao marah besar, dia pun langsung menyerang Ye Linghui. Pertarungan sengit antar ke dua kepala keluarga, mereka bertarung di udara dan saling mengeluarkan jurus andalan masing-masing.
Begitu pun dengan yang lainnya, keluarga Ye mulai menyerbu keluarga Xiao. Perang antar dua keluarga pun terjadi begitu sengit. Di sisi lain bibi Xiao Ning membawa pergi Xiao Mei sejauh mungkin atas perintah kepala suku. Xiao Mei sempat memberontak saat dibawa pergi, tapi bibinya Xiao Ning menjelaskan bahwa yang diinginkan keluarga Ye adalah dia.
Xiao Ning membawa keponakannya dan tubuh Shua Xie ke dalam kuil keluarga Xiao. Kuil itu biasanya digunakan keluarga Xiao untuk teleportasi ke tempat lain. Di kuil keluarga Xiao ada terdapat formasi teleportasi yang sudah lama tidak digunakan, biasanya keluarga Xiao menggunakan formasi itu untuk berpergian jauh. Tapi semenjak era kekacauan desa Bintang, kuil itu pun di tutup dan dianggap tempat terlarang karena banyak menyimpan informasi penting tentang desa Bintang dan keluarga Xiao.
"Mei'er pergilah bersama Shua Xie sejauh mungkin dari desa. Kami akan menahan mereka sebisa mungkin, pastikan kamu jangan sampai tertangkap mereka!" tegas Xiao Ning sambil mendorong Xiao Mei masuk ke dalam garis formasi.
"Bibi kenapa kau membawaku ke tempat terlarang ini! Bukankah Kakek sudah melarang keluarga menggunakan formasi ini? Biarkan aku membantu kalian! Aku sudah kuat!" Xiao Mei menolak pergi.
"Mei'er kau tidak mengerti, mereka menginginkan tubuh kristal es milikmu! Kau tidak boleh sampai tertangkap keluarga Ye!"
__ADS_1
"Kenapa Bi? Aku tidak paham kenapa mereka ingin aku! Kalau seperti itu lebih baik serahkan saja aku dari pada harus mengorbankan kalian!" Xiao Mei mulai menangis keras.
"Mei'er kalau kau sampai tertangkap mereka, justru kami lebih baik mati. Kau sangat berarti bagi desa kita, kalau kau ingin balas dendam keluarga kita, berlatihlah sekuat mungkin bersama Shua Xie. Kelak jika kau sudah kuat, balaskanlah dendam kita!" ujar Xiao Ning dengan suara mulai terisak. Xiao Ning juga sudah mulai mengaktifkan formasi dengan darahnya sendiri.
Seketika formasi itu mengeluarkan cahaya terang berwarna ungu, Xiao Mei ingin berlari ke tempat Bibinya tapi terhalang dinding formasi. Dari dalam formasi, Xiao Mei berteriak keras memanggil nama bibinya. Cahaya formasi semakin terang, seiring cahaya itu Xiao Mei dan Shua Xie mulai menghilang.
"Hiks! Jaga dirimu baik-baik Mei'er!" tukas Xiao Ning setelah keponakannya sudah menghilang dari hadapannya.
Dari arah belakang datang seorang pria paruh baya yang tidak lain Ye Linghui. Sepertinya Ye Linghui sudah berhasil mengalahkan kepala keluarga Xiao.
"Xiao Ning, di mana keponakanmu itu!" teriak Ye Linghui keras.
Sontak Xiao Ning terkejut karena suara teriakan Ye Linghui. Dengan cepat dia berbalik menghadap Ye Linghui.
"Sudah terlambat! Kau tidak akan mendapatkannya!" balas Xiao Ning.
"Kau! Beraninya!" Ye Linghui bergerak dengan cepat, dan seketika dia sudah berada di depan Xiao Ning sambil mencekik leher Xiao Ning, "Kau kirim ke mana dia! Apa kau tidak tahu seberapa aku membutuhkan dia!"
Xiao Ning berusaha melepaskan cekikan Ye Linghui tapi percuma dia kalah besar dalam hal tenaga. Xiao Ning mulai kehabisan nafas, cekikan Ye Linghui semakin lama semakin kuat.
"Erg! Ka-kau tidak akan bi-bisa mendapatkannya! Ti-tidak peduli seberapa ke-keras usahamu!" tukas Xiao Ning sambil tersenyum dingin.
"Sialan! Mati saja kau!" Ye Linghui menguatkan cekikannya hingga membuat leher Xiao Ning pecah. Kepala Xiao Ning jatuh menggelinding di lantai, dengan keras Ye Linghui membuang tubuh Xiao Ning ke sembarang arah.
Ye Linghui mengerang keras, "Keluarga Xiao sialan!"
"Apa yang akan aku katakan pada suruhan Tuan Lou Zho jika dia datang ke keluargaku! Mereka pasti akan membunuh semua keluargaku! Sialan! Brengsek!" umpat Ye Linghui keras.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung