
Shua Xie berlari di atas atap sambil mengintai seseorang yang memegang kotak berwarna merah dari kejauhan. Setelah mendiskusikan rencana bersama Phoe, dia langsung menjalankan apa yang telah direncanakan. Shua Xie sendiri sudah tidak peduli, apakah kota Kekai akan memarahi bahkan menjadikannya penjahat nomer 1 karena telah mengambil bulu Phoenix Agung yang mereka jaga.
Shua Xie melompat turun kemudian mendekati pria berbaju merah yang memegang kotak. Namun belum jaraknya cukup dekat, muncul orang lain menghalanginya. Shua Xie segera melompat mundur menghindari serangan dari pria itu.
"Nona, niatmu bisa kutebak, ternyata kau datang ke sini karena bulu Phoenix Agung." Pria itu menatap Shua Xie tajam.
Shua Xie menarik ke dua pedangnya, "Kalau sudah tahu kita tidak perlu lagi basa-basi!"
Shua Xie menyerang dengan ke dua pedangnya, dan pria itu menahan serangan Shua Xie dengan goloknya. Mereka berdua saling bertukar serangan dengan cepat sampai beberapa menit ke depan.
Trangg!!!
Shua Xie mengayunkan pedangnya dari atas dengan sangat kuat, tak lupa juga dia mengaktifkan saja Kutukan. Pria itu lagi-lagi menahan dengan goloknya tapi dia tidak tahu bahwa Shua Xie telah mengaktifkan sajak kutukannya, tentu saja pertahanan biasa tidak akan bisa menghentikan serangan Shua Xie.
Pria itu terkejut saat melihat di depan matanya goloknya langsung patah setelah menahan serangan Shua Xie. Tanpa tanggung-tanggung Shua Xie langsung membela dua tubuh pria itu setelah golok pria itu patah menjadi 2.
Shua Xie tersenyum kecil melihat tubuh pria itu terbelah dua, kemudian dia berlari lagi menuju pria yang memegang kotak merah. Namun belum sempat mendekat lagi ternyata muncul lagi 5 orang berpakaian merah lainnya dan langsung menyerang Shua Xie bersamaan.
Shua Xie masih sempat menghindar namun bahunya terkena sedikit sayatan senjata dari salah satu mereka berlima. Shua Xie segera melompat mundur, lalu berdecak kesal saat melihat 5 pria menahannya. Masing-masing dari mereka menatap Shua Xie tajam dan tidak bersuara sedikit pun.
Shua Xie meringis pelan sambil memegang bahunya yang terluka, "Sial!" gerutu Shua Xie sambil menggigit bibir bawahnya.
Shua Xie mengeluarkan pil penyembuh luka dari dalam cincinnya, dan saat akan menelan pil itu tiba-tiba saja ke 5 pria di depannya langsung menyerangnya. Sepertinya 5 pria tidak akan membiarkan Shua Xie menyembuhkan lukanya.
Shua Xie segera menghindar saat ke 5 pria itu menyerangnya. Saat jarak mereka sedikit jauh, Shua Xie menyarungkan kembali satu pedangnya sambil berdecak kesal. Tidak ada pilihan Shua Xie hanya bisa menghentikan pendarahan pada bahu kanannya, dan bertarung menggunakan tangan kiri agar luka pada bahu kanannya tidak terlalu parah.
Untunglah Shua Xie mahir bertarung menggunakan pedang dengan tangan kiri mau pun kanan. Sebab di kehidupan pertamanya dia tidak akan lupa apa yang Gurunya ajarkan tentang cara bertarung dengan pedang, tombak, golok dan panah. Tapi Gurunya lebih mengajarkan cara bertarung dengan tangan kosong. Namun Shua Xie hanya mempelajarinya selama 3 tahun, jadi pengalamannya bertarung dengan semua senjata tidak terlalu banyak.
"Masih ada tangan kiri, jadi kalian jangan bangga dulu!" ujar Shua Xie pada 5 pria yang tak jauh di depannya.
Shua Xie kembali berlari ke arah mereka, dan mereka juga sama berlari ke arah Shua Xie. Shua Xie mengaktifkan sajak Kutukan di kaki dan tangannya, mempercepat langkahnya dari sebelumnya. Ke 5 orang itu terkejut saat Shua Xie tiba-tiba saja menjadi cepat membuat mereka kesulitan mengikuti kecepatan Shua Xie.
Shua Xie tersenyum kecil lalu mengayunkan pedangnya pada orang pertama. Dalam sekejap saja kepala pria itu langsung terlepas dari kepalanya membuat ke 4 rekannya terkejut hebat.
"Mus-mustahil! Dia hanya di tahap Bumi tapi bisa membunuh dalam sekali serangan!"
"Benar! Padahal tangan kanannya sedang terluka, tapi dia masih kuat dari apa yang kita bayangkan!"
__ADS_1
"Masa bodoh! Jangan biarkan dia mengambil bulu Phoenix Agung!"
Shua Xie menghela nafas sejenak sambil menatap ke 4 musuh yang tersisa. Menggunakan sajak Kutukan secara terus-menerus membuat tenaganya menjadi lebih cepat terkuras, andaikan saja dia tidak mengonsumsi pil penambah stamina sebelumnya tentu saja Shua Xie tidak bisa bertahan sampai saat ini.
"Serang!!! Jangan biarkan dia memulihkan tenaganya!"
Ke 4 pria itu kembali menyerang Shua Xie bersamaan membuat Shua Xie mengumpat keras sebab tidak bisa memulihkan tenaganya. Shua Xie segera melompat ke udara lalu mengaktifkan tato aura-nya, ketika Shua Xie mendarat di tanah dia langsung menancapkan pedangnya.
"Teknik Pedang Tanah - Tanah Pengguncang!"
Dalam sekejap tanah yang Shua Xie tancapkan pedangnya langsung bergerak seperti gelombang membuat ke 4 musuhnya kehilangan keseimbangan. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Shua Xie langsung menarik senjatanya yang satunya dan langsung berlari ke arah 4 pria itu, dalam sekali tebasan saja satu persatu dari mereka terbelah menjadi dua.
Shua Xie kembali mundur dan mengambil pedangnya yang satunya, setelah mengambilnya Shua Xie kembali lagi mengejar pria yang membawa pergi kotak merah.
Saat dalam pengejaran, dan jarak mereka berdua tinggal sedikit lagi, tiba-tiba saja ada serangan dari langit hampir mengenai Shua Xie. Andaikan Phoe tidak memberitahukannya sudah pasti Shua Xie terkena serangan itu.
Shua Xie melompat mundur menghindari serangan saat Phoe meneriakinya ada serangan dari udara. Shua Xie menatap ke langit dan benar saja saja ada pria terbang di sana, pria mengenakkan pakaian hitam. Pria itu menatap Shua Xie tanpa ekspresi.
Shua Xie terkejut melihat wajah pria itu, wajah yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya. Wajah yang pernah membuatnya jatuh ke jurang dan terdampar di Dunia Bawah.
"Shu Chin!!!" kejut Shua Xie keras.
Shu Chin mendarat ke tanah kemudian berjalan pelan mendekati Shua Xie. Shua Xie segera menghindar saat sebelum Shu Chin semakin mendekat. Tapi belum Shua Xie menjauh tiba-tiba saja sesuatu seperti benang meliliti kakinya dan membuatnya terjatuh.
Shua Xie menatap benang merah yang meliliti kakinya, dan mencari asal dari benang itu. Saat melihat ternyata benang itu berasal dari Shu Chin sendiri. Shua Xie mengumpat keras dalam hatinya kemudian menarik pedangnya dan menghujam benang merah itu.
Tapi saat pedang itu bertemu dengan benang merah itu, suara dentuman antara benang dan pedang Shua Xie terdengar jelas. Pedang Shua Xie terpantul dan terlepas dari tangannya. Ke dua mata Shua Xie membulat sempurna sebab tidak percaya pedangnya tidak mampu memotong benang itu, justru pedangnya yang terpantul keras bahkan membuat tangannya kebas. Padahal Shua Xie sudah mengaktifkan sajak Kutukan, tapi ternyata kekuatan Shua Xie saat ini tidak mampu memotong benang itu.
"Percuma, benang itu adalah pusaka tingkat tinggi milik kerajaan Langit. Pedang biasa saja tidak akan mampu memotongnya," ujar Shu Chin dengan nada datar.
Shua Xie menatap Shu Chin tajam, "Sial!"
Shua Xie berniat lari walau pun benang itu mengikat kakinya, tapi belum sempat dia lari, Shu Chin langsung menarik benang itu pelan membuat Shua Xie terjatuh lagi ke tanah. Tidak hanya itu, Shu Chin juga menarik Shua Xie mendekatinya seperti dia menarik kaki hewan yang terikat tali.
Shua Xie tidak bisa memberontak walau tubuhnya terseret di tanah seperti hewan. Ingin Shua Xie melawan tapi percuma, semakin dia melawan, semakin banyak tenaganya hilang. Benang merah milik Shu Chin menyerap tenaga target yang sudah terikat, sekuat apapun dia jika sudah terikat akan sulit melepaskan diri. Apalagi hanya Kultivator tahap Bumi, tentu saja tidak akan bisa melepaskan dirinya.
Shu Chin kembali melayang di udara sambil membawa Shua Xie yang masih terikat pada benangnya. Setelah sedikit tinggi, Shu Chin langsung memutar-mutar benangnya.
__ADS_1
Shua Xie berputar-putar di udara sangat cepat membuat kepalanya sedikit pusing, setelah cukup lama berputar Shu Chin langsung menghantamkan tubuh Shua Xie ke tanah.
Boomm!!!
***
Long Suan tersenyum kecil melihat kepulan debu dan asap bercampur, Long Suan yakin bahwa Lan Susu telah mati karena serangnya. Long Suan berniat mencari Shua Xie yang telah meninggalkannya, namun belum jauh dia melangkah, tiba-tiba sebuah tebasan angin mengenai kakinya membuat kakinya terluka. Long Suan langsung terjatuh berlutut sambil memegang kakinya yang terluka.
"Sialan!!!" teriak Long Suan murka, sambil berbalik menatap ke belakang. Dia ingin tahu siapa yang berani menyerangnya dari belakang.
Long Suan dapat melihat 2 orang pria dengan senjata mereka masing-masing menatapnya tajam. Long Suan menggertakkan rahangnya kesal dan kembali berdiri setelah menghentikan pendarahan pada luka kakinya.
"Kalian pengacau!!!" Long Suan menatap mereka berdua sangat marah.
2 pria yang baru saja datang ialah Rong Sui dan Fau Lie. Fau Lie baru saja menyerang kaki Long Suan dengan jurusnya, jurus itu adalah teknik pedang angin. Fau Lie memiliki tato aura elemen angin, karena itulah jurus pedang yang dia mengeluarkan angin.
Rong Sui sendiri dia juga memiliki tato aura berelemen air, Rong Sui sudah mempelajari tato aura beberapa tahun yang lalu, walau pun belum terlalu hebat, tapi penguasaannya sudah bisa dibilang mahir.
Rong Sui melihat ke arah Lan Susu yang sudah tidak bernafas, akibat serangan tidak bisa dihindari akhirnya Lan Susu mati dalam keadaan mengenaskan. Seluruh tubuh Lan Susu menghitam seperti habis dibakar, dan juga tubuhnya hampir mengering sepenuhnya. Sepertinya Long Suan juga menyerap esensi kehidupan Lan Susu tapi tidak terlalu banyak.
Rong Sui menghela nafas berat, ternyata apa yang dia takutkan telah terjadi. Sekarang korban dari kota Kekai telah berjatuhan banyak, dia bisa melihat begitu banyak mayat dari aliansi Gold Lion berserakan akibat bertarung, dan sekarang Pemimpin aliansi Gold Lion juga mati. Hal ini tentu tidak bisa dimaafkan!
Rong Sui berniat menyerang Long Suan tapi Fau Lie menghentikannya, "Walikota, biar saya saja yang melawannya, anda cari saja gadis yang anda mimpikan itu. Mungkin saja dia sedang membutuhkan bantuan kita," ucap Fau Lie tanpa menoleh ke arah Rong Sui.
"Tapi-"
"Tidak masalah, saya bisa melawannya." Fau Lie memotong ucapan Rong Sui.
Rong Sui menatap ke arah Long Suan lalu menatap Fau Lie lagi, "Baiklah! Aku serahkan padamu, Jenderal Fau Lie," balas Rong Sui dengan raut wajah serius.
Fau Lie mengangguk paham. Rong Sui langsung menghilang dari tempatnya mencari gadis yang dia mimpikan semalam. Sebenarnya dia tidak ingin meninggalkan Fau Lie, tapi karena Fau Lie memaksanya maka dia tidak bisa membantah sebab dia melihat Fau Lie begitu percaya. Berati dia memang mampu mengalahkan Long Suan.
"Kau pikir mudah mengalahkanku? Dia saja yang lebih kuat darimu bisa aku kalahkan! Apalagi kau!" teriak Long Suan keras.
Fau Lie menatap datar ke arah Long Suan tanpa memperdulikan teriakannya, membuat Long Suan semakin kesal.
"Sialan kau! Tatapanmu itu seperti meremehkanku! Mati saja kau!!!" Long Suan berlari ke arah Fau Lie sambil mengalirkan QI ke tombaknya. Seketika saja tombaknya mengalirkan petir dan cahaya membuat Fau Lie tersentak kaget.
__ADS_1
"Dua elemen!?" gumam Fau Lie terkejut.