Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 98


__ADS_3

Penegasan yang baru saja Shua Xie terangkan membuat siapa saja akan berpikir, betapa arogannya dia. Tapi lebih baik dia jujur dari pada harus bersikap sok anggun dan baik hati yang tak sesuai dengan sikap sebenarnya, terus terang dan tidak peduli.


Shua Xie menatap ke arah Xui Sukong saat dia mendengar Xui Sukong bertanya apa yang terjadi, Shua Xie berpikir mereka semua pasti bertanya, sebenarnya ada apa saat Shua Xie berada di atas langit bersama dengan ras bersayap ini.


Pembicaraan yang Shua Xie usahakan tidak ada kekerasan sebab dia sendiri telah jujur tentang siapa dirinya di hadapan 2 ras itu. Tapi apa pendapat mereka, mereka bahkan malah mengucapkan yang tak seharusnya mereka ucapkan, dan ucapan mereka itu sudah membuat batas kesabaran Shua Xie memuncak.


"Itu ... bagaimana bisa kau memilikinya? Katakan dari mana kau bisa mendapatkannya!" tanya Noa dengan wajah benar-benar terkejut.


Shua Xie tersenyum kecil sambil memiringkan kepalanya, melihat ekspresi yang dikeluarkan dua ras berbeda itu sungguh lucu. Haruskah mereka seterkejut itu? Padahal ini hanyalah sebuah benda yang bahkan menurut Shua Xie tidak berharga.


"Kalian sudah melihatnya, sudahkah kalian percaya aku ini pemimpin kalian?" ucap Shua Xie santai dengan gaya angkuhnya.


Mie La memandang sejenak ke arah Shua Xie, lalu berpikir seorang manusia bisa mendapatkan token kepemimpinan kerajaan Phoenix Agung dan kerajaan Peri Suci, setelah begitu lamanya token itu hilang bersama pemimpin kerajaan mereka. Di mana gadis itu mendapatkannya?


Mie La tidak habis pikir, gadis itu sangat arogan, ingin berkuasa di kerajaan Pheonix Agung dan kerajaan Peri Suci. Apakah gadis itu tidak berpikir dengan apa yang dia ucapkan? Naif sekali.


Di sisi lain, Dong Fei menatap Shua Xie semakin tajam. Seakan tidak percaya gadis itu bisa mendapatkan token kepemimpinan kerajaan Pheonix dengan mudah, mungkin saja gadis itu menggunakan cara terlarang seperti gadis itu memiliki kekuatannya sendiri.


"Nona, di mana kau mendapatkannya?" Noa mengangkat suaranya lagi, ingin memastikan di mana Shua Xie bisa mendapatkan token kepemimpinan kerajaan dunia Surgawi.


Token kepemimpinan kerajaan, adalah simbol kalau si pemilik ialah penerus kerajaan yang akan memimpin sampai dia meneruskan kembali token itu pada orang kepercayaannya. Dan token itu tidak bisa dibuat oleh siapa pun, karena cara pembuatannya sangat detail dan sulit, hanya leluhur pertama kerajaan yang bisa membuatnya. Bahkan leluhur kerajaan menghabiskan waktu ratusan tahun baru bisa menyelesaikannya.


Tentunya di dunia manusia, tidak ada seorang manusia bisa membuatnya. Mengingat betapa sulit dan lamanya leluhur pertama membuat token kepemimpinan kerajaan. Terlebih lagi, setiap ukiran dan tepaan pembuatan token itu membutuhkan tenaga super kuat.


Jikalau ada manusia bisa menirunya sudah bisa dipastikan manusia itu memiliki kekuatan setara dengan leluhur kerajaan di dunia Surgawi.


Shua Xie memudarkan senyumannya, pertanyaan Noa membuatnya sedikit merasa canggung. Di mana dia mendapatkan itu? Shua Xie pun secara tidak sengaja menemukannya di tempat di mana dia bertemu dengan 9 pemimpin ras, di tanah kutukan.


Saat Shua Xie menerima kekuatan dari 9 ras itu naluri kepakaannya semakin kuat dan tajam, sehingga dia tak sengaja menemukan 9 token kepemimpinan yang tersebar ke sembilan arah yang berbeda. Shua Xie awalnya tidak ingin mengambil benda itu, tapi teringat benda itu adalah token kepemimpinan kerajaan, yang pastinya bisa membantu Shua Xie nantinya.


Shua Xie mendengus pelan kemudianΒ  menjawab, "Aku menemukannya karena aku beruntung." Lagi-lagi jawaban simpel yang membuat rasa kesabaran Mie La dan lainnya semakin memuncak.


"Keberuntungan saja tidak cukup untuk bisa menemukannya kecuali kau sendiri yang mencarinya!" jelas Dong Fei, seakan menambahkan kalau Shua Xie sengaja mencari token kepemimpinan kerajaan dan beruntungnya lagi langit mendukung Shua Xie menemukan token itu.


Noa mengangguk pelan, setuju akan pernyataan Dong Fei. Karena tidak mungkin sekali gadis itu bisa menemukan kecuali gadis itu memang mencarinya dan langit berpihak pada gadis itu. Sangat sulit dipercaya kalau Shua Xie memang tidak sengaja menemukannya, apalagi token itu telah hilang begitu lama bersama pemimpin mereka.


"Sudah aku duga, kau pasti menggunakan cara curang! Berharap kami akan tunduk kepadamu hanya karena kau memiliki token kepemimpinan? Naif sekali dirimu wahai manusia hina!" sahut Mie La keras di belakang Dong Fei, dia masih menyembunyikan dirinya sambil memulihkan kakinya yang patah dengan tanaga dalam.


"Nona, kau-" belum sempat Suxiao menyelesaikan ucapannya, terdengar suara gelak tawa keras membuat Suxiao berhenti berbicara. Sontak semua orang kebingungan atas tawanya gadis itu, dia tertawa tanpa sebab seperti orang gila, tentu saja membingungkan mereka.


Shua Xie menjambak rambutnya sendiri sambil tertawa lumayan keras, lucu mengingat ucapan Mie La barusan.


Shua Xie menggunakan cara curang demi menjadi kuat? Dia bahkan tidak pernah berpikir untuk menjadi seperti ini, jika bukan karena kehendak takdir, tentu saja Shua Xie lebih memilih hidup di kehidupan pertamanya, masih terbilang sangat jauh dari perkelahian. Paling tidak di sana dia memiliki banyak orang kepercayaan.


"Hahahaha ... kalian sungguh lucu. Baiklah terserah kalian mau mengatakan aku menggunakan cara curang atau baik, tapi yang jelas takdir baik berpihak padaku. Aku hanya ingin kalian ikut denganku, di bawah kepemimpinanku, percayalah kalian akan terus berjaya." Shua Xie mengulurkan tangannya ke depan pada Noa dan lainnya, dia ingin meraih mereka dengan cara baik. Walau pun sempat membuat Mie La terluka, tapi percayalah Shua Xie hanya ingin mengingatkan mereka jangan membuatnya marah. Karena jika dia sudah marah, mau tua atau muda, perempuan atau pria, tetap akan Shua Xie berikan hukuman.

__ADS_1


Lagi pun Shua Xie sangat tahu, ras Pheonix tidak akan mati hanya karena tendangan Shua Xie tadi. Itu bahkan mungkin hanya menyakiti mereka sementara.


Dong Fei mengerutkan keningnya, dia paham maksud dari uluran tangan Shua Xie, hanya saja dia tidak paham dengan sifat Shua Xie. Sejenak baik, sebentar pemarah, sebentar lagi tidak berperasaan, ada apa dengan psikolog Shua Xie, apakah dia mengalami gangguan psikologis? Semudah itu mengulurkan tangan seakan Dong Fei dan lainnya akan menerima uluran tangannya.


"Nona tahu apa kau tentang kejayaan? Kau bahkan tidak bisa membuat dunia manusia tunduk di bawahmu. Dan kau dengan mudahnya mengatakan ingin menundukkan kami?" balas Dong Fei tenang.


"Benar! Kau bahkan tidak bisa menundukkan duniamu sendiri." Mie La ikut menambahkan. Tangan Mie La terangkat menunjukkan ke arah Shua Xie, "Manusia rendah sepertimu tidak pantas menjadi-" belum selesai Mie La menyelesaikan ucapannya, sesuatu pukulan keras langsung menghantam perutnya. Pukulan itu sangat kuat, membuatnya melesat cepat jatuh ke bawah.


Dong Fei selaku paling dekat dengan Mie La hanya bisa mengerjapkan matanya beberapa kali, tidak bisa menduga serangan apa yang baru saja membuat Mie La terjatuh ke bawah dengan cepat. Dong Fei menatap tajam ke arah Shua Xie. Gadis itu masih berada di tempatnya, lalu kapan gadis itu menyerang Mie La.


"Kau! Beraninya-" Dong Fei belum selesai berbicara, tiba-tiba saja sesuatu berbentuk bola api langsung menyerangnya sangat cepat. Dong Fei tidak sempat menghindar, akhirnya dia terjatuh ke bawah sangat cepat menyusul Mie La.


Shua Xie menjambak rambutnya sambil tersenyum kecil, dia menatap dingin ke arah pasukan Dong Fei dan Noa berserta Suxiao.


"Kau tahu, Aku sangat tidak ingin menggunakan kekerasan. Tapi sepertinya Kalian hanya akan mau tunduk kalau aku menggunakan kekerasan. Terutama ras Pheonix, dua Raja kalian ada bersamaku dan bahkan mereka tunduk padaku, tapi kenapa kalian hanya bawahan mereka begitu angkuh? Menghina diriku, heh ... aku bukan gadis baik dengan hati bersih." Shua Xie mengepalkan tangan kanannya, dia sudah berpikir akan menghajar mereka semua dan menundukkan mereka dengan kekuatannya.


Noa dan Suxiao menjadi sangat waspada setelah melihat Dong Fei dan Mie La diserang dengan cepat bahkan tak sempat ditangkap mata mereka berdua. Kecepatan Shua Xie sungguh diluar batas kekuatan manusia. Apalagi adanya kepulan asap di sekitar mereka mengganggu pandangan mereka semua.


Namun belum sempat Suxiao bersikap waspada, tiba-tiba saja sebuah pukulan keras mendarat di pipinya, sangat kuat sampai beberapa giginya terlepas. Suxiao juga terpukul jatuh ke bawah dengan sangat cepat. Noa berniat menggapai tangan Suxiao agar sosok pria muda itu tidak jatuh ke bawah, namun tidak Noa sangka dia juga akan mendapat serangan telak. Serangan telak itu tepat di punggungnya, sangat kuat hingga beberapa tulang belakangnya patah. Noa pun juga itu terjadi ke bawah dengan cepat.


Suara benda jatuh sangat keras terdengar beberapa kali, Shua Xie tidak berhenti menyerang pasukan yang tersisa di dalam kepulan asap. Ada gunanya kepulan asap itu membuat Shua Xie berkerja dengan cepat tanpa perlawanan, sebab para pasukan itu tidak dapat melihat dengan jelas. Bahkan tanpa mereka sadari ada sebagaian dari mereka saling menyerang.


Tidak sampai beberapa menit, semua pasukan itu sudah diatasi dengan baik. Kini tinggallah Shua Xie seorang diri di dalam kepulan asap, setelah perlahan asap itu mulai menghilang Shua Xie dapat melihat di bawah sana, cukup banyak lubang akibat jatuhnya para pasukan yang baru saja Shua Xie hajar.


"Kalian yang memintanya, aku hanya mencobanya pada kalian." Shua Xie menjatuhkan dirinya, membuat dia terjun bebas ke bawah, dua sayapnya itu telah hilang sesaat dia mengembalikan sajak Kutukan seperti semula.


"Mereka membuatku marah, sebab itulah aku memberi mereka sedikit pelajaran," jawab Shua Xie dengan senyuman singkat. Shua Xie menatap Xui Sukong, tapi sejenak teralihkan saat dia melihat pandangan Raja lain tertuju kepadanya.


Xui Sukong terdiam tidak dapat bisa berbicara lagi, dia hanya melihat sosok bersayap di depannya sedang bersujud meminta ampun dengan luka parah. Semua itu karena Shua Xie, Shua Xie memberi sosok bersayap itu peringatan untuk jangan membuatnya marah. Membayakangkan seberapa negerinya Shua Xie pada sosok itu, Xui Sukong tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika salah satu prajuritnya membuat Shua Xie marah.


Mungkinkah nyawa mereka tidak akan bisa diselamatkan lagi?


Huang Foling menatap ke arah Shua Xie sambil menggelengkan kepalanya pelan, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengarkan. Shua Xie memberi sosok bersayap itu peringatan hanya karena telah membuat dirinya marah? Hanya satu pertanyaan di kepala Huang Foling, seberapa kuat Shua Xie?


Jika dibayangkan, kekuatannya pasti di luar nalar manusia. Mengingat sosok bersayap itu sangatlah kuat, bahkan jauh di atas kekuatan Huang Foling maupun Tetua Wuyin sendiri. Huang Foling sempat berpikir bahwa nasib kerajaannya akan buruk setelah kedatangan pasukan bersayap itu, tapi sekarang ... Huang Foling hanya bisa bersyukur.


Di sini lain, Wuyin semakin dibuat penasaran oleh Shua Xie. Shua Xie memiliki kekuatan jauh di atasnya, atau bahkan jauh di atas kekuatan pemimpin Menara Felix. Lalu buat apa Shua Xie mengikuti pertandingan? Apa tujuan Shua Xie sebenarnya. Tidak mungkin dia hanya ingin memasuki sekte Kilat tanpa tujuan tertentu.


"Nona, aku tidak akan menutup lagi. Coba katakan apa tujuanmu mengikuti pertandingan ini? Kekuatanmu jauh di atas kami semua, tapi kau justru mengikuti pertandingan ... jelaskan apa tujuanmu?" Wuyin langsung berterus terang setelah melihat semuanya, tidak ada gunanya lagi dia menutupi pertanyaannya.


Semua mata langsung tertuju pada Wuyin, sebagian bingung dengan pertanyaan Wuyin, namun ada sebagian sependapat dengannya. Terutama ke 5 Raja, mereka berpikir sama seperti Wuyin.


Shua Xie kuat dan cerdik, pasti ada sesuatu yang diinginkan Shua Xie.


Kembali lagi mereka menatap ke arah Shua Xie menunggu jawaban dari gadis itu.

__ADS_1


Shua Xie terdiam sejenak, tapi beberapa detik dia melebarkan senyuman. Senyuman itu, begitu mengerikan, seakan terkandung niat buruk dari senyumannya.


"Apakah jika aku memberitahukannya kalian akan setuju dengan ucapanku?" balas Shua Xie, alis kanannya naik sebelah memperlihatkan sorot pandangan menantang.


Terdimlah Wuyin berserta 4 Raja lainnya, mendengar ucapan Shua Xie, gadis itu menginginkan sesuatu pada mereka. Sesuatu yang mungkin sangat besar, dan menguntungkan Shua Xie.


Jiang Yuer memandang Shua Xie sejenak kemudian berpikir, Shua Xie adalah gadis kuat dan cerdik, baru kali ini Jiang Yuer menemukan sosok kuat seperti Shua Xie. Ditambah lagi gadis itu diberikan kecantikan luar biasa, tebak seberapa besar takdir baik mengikuti gadis itu? Yang pastinya takdirnya itu membuat siapa saja akan iri padanya.


"Mungkin bisa kami pikiran setelah mendengar apa tujuanmu," balas Jiang Yuer.


"Ya benar ... kau sangat kuat. Akan menguntungkan jika kerajaan kami memiliki pendukung sepertimu." Lu Qiaohu ikut menambahkan. Karena dia sudah berpikir Shua Xie pasti akan sangat berguna jika dia bisa mendapatkan orang seperti Shua Xie.


Kebetulan juga, Shua Xie menginginkan sesuatu, dengan begitu Lu Qiaohu bisa mengajak Shua Xie berkerja sama. Dia akan memenuhi keinginan Shua Xie, dan Shua Xie harus siap menjadi pelindung kerajaannya jika ada masalah besar mendatangi kerajaannya.


Biao Shen melirik tajam ke arah Lu Qiaohu kemudian mendengus dalam hatinya, 'Lu Qiaohu ingin memanfaatkan Nona Shua Xie? Apa dia pikir Nona Shua Xie semudah itu ditaklukan?'


"Asalkan Nona bisa berkontribusi keamanan pada kerajaan kami, apapun permintaannya anda mungkin bisa kami berikan. Bahkan posisi baik untuk anda pun akan kami siapkan." Tambah Huang Foling lagi, paling tidak dia menjelaskan singkat, kekuatan Shua Xie sangat dibutuhkan kerajaannya.


Shua Xie menggelengkan kepalanya pelan, benar-benar lucu akan tawaran Huang Foling. Huang Foling memang paling mudah mengajak kerjasama dengan menawarkan posisi baik, tapi sayangnya dia menawarkan kepada Shua Xie. Gadis berkeinginan besar dan berambisi luas.


"Benarkah? Kalian akan memberikanku posisi baik?" tanya Shua Xie lagi. Dia masih ingin memastikan apakah benar para Raja menawarkan sesuatu sebelum berpikir lebih panjang lagi.


Shua Xie ini sangat kuat, dia tidak butuh posisi baik. Dengan kekuatannya sendiri dia bisa saja menduduki kursi Raja mereka, tidakkah mereka berpikir di situ?


"Ya, katakan apa yang kau inginkan?" sahut Biao Shen.


Shua Xie menghela nafas, lalu memudarkan senyumannya sambil melipat tangannya di depan dadanya, "Tapi sayangnya aku tidak butuh posisi apapun dari kalian," balas Shua Xie.


"Benarkah? Tapi kenapa? Kami bisa saja memberikanku kursi Jenderal tertinggi dan terhormat!" sahut Lu Qiaohu langsung.


Xui Sukong menghela nafas berat mendengar sahutan Lu Qiaohu. Dia tahu penawaran ke 4 sahabatnya itu tidak akan cukup memuaskan Shua Xie. Jabatan Jenderal? Bahkan di kerajaan Bora saja, Shua Xie manjadi pemimpin tertinggi. Tentu saja jabatan Jenderal tidak akan diterima Shua Xie.


Shua Xie tertawa kecil, tangan kecilnya itu menutup mulut mungilnya yang mengeluarkan tawa kecil. Kerutan mata sipit serta lesung pipi di kiri tergambar jelas, membuat hati pemuda mana saja akan merasa bergetar melihat senyuman manis Shua Xie.


"Aku tidak butuh jabatan Jenderal, karena aku menginginkan kalian menjadi pengikutku," jawab Shua Xie dengan polosnya.


Sejenak semua diam mencerna jawaban Shua Xie, namun beberapa detik berikutnya mereka langsung sadar.


"Apa!? Kami menjadi pengikutmu? Mustahil!" sahut 4 Raja bersamaan dengan wajah sangat terkejut setelah mendengar jawaban Shua Xie.


_________


**A/N : hum semua Raja terkejut gaes, apa yang akan terjadi di berikutnya? apa mereka akan menerima atau tidak? semua akan terjawab di bab berikutnya.


Gaes aku sudah punya grup loh, bagi kalian yang mau masuk silakan masuk, di grup itu nanti kita bisa saling berinteraksi lebih dekat lagi. Dan juga jika saya mendadak gak up saya bisa memberitahu di grup itu. Yuk join grup aku πŸ˜‰πŸ˜„ aku menunggu kalian, kita bisa saling sapa di sana πŸ˜™

__ADS_1


jangan lupa like ya dan vote juga biar gak banyak kok πŸ˜ƒπŸ˜‰ 10 vote saja saya udah seneng πŸ˜πŸ‘‘**


__ADS_2