Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 42


__ADS_3

Karena tak kuasa menahan sakit, akhirnya Shua Xie membuka matanya. Mengerang dia sekuat mungkin sambil terus memegang pinggiran bak kayu. Ini kali pertamanya Shua Xie merasakan sakit, tidak lebih tepatnya ke dua Kalinya. Pertama kalinya karena petir Emas sewaktu dia melewati ujian buku ilahi.


"Sial! Rasa sakit ini tidak sebanding dengan petir Emas!" umpat Shua Xie keras. Dinding gua semakin bergetar, sedari tadi Shua Xie tak habis-habisnya berteriak.


Di sisi lain Phoe mulai sampai risih mendengarnya. Menghela nafas Phoe karena merasa kasihan pada Shua Xie, 'Coba serap perlahan dengan mengarahkan energimu pada satu titik, kalau kau menyerap dari segala arah memang akan menyakitkan. Apalagi air obat ini bukan air obat biasa.'


Shua Xie tersenyum kecil namun wajahnya terlihat sedang menahan kesakitan, "Kenapa tidak bilang dari tadi?" sahut Shua Xie sedikit kesal, tapi dia tetap mengikuti intruksi dari Phoe. Seperti yang dikatakan Phoe, Shua Xie menyerap pada satu titik, yaitu di perutnya.


Air obat mulai bergelombang, secara perlahan warna air obat mulai memudar. Tapi pemusatan itu tidak bertahan lama, sebab 8 bagian tubuh lainnya mulai langsung menyerap secara bersamaan tanpa Shua Xie perintahkan. Kembali lagi rasa sakit itu, membuat Shua Xie berteriak keras lagi.


'I-ini? Aku lupa kalau kau punya sembilan sajak Kutukan. Jadi sembilan sajak Kutukan menyerap khasiat obat secara bersamaan, tidak ada cara lain kau hanya bisa bertahan sampai prosesnya selesai,' ungkap Phoe dengan helaan nafas.


Shua Xie berdecak lidah kesal, mau tak mau dia harus mengikuti seperti yang Phoe katakan lagi, walau pun sakit, tapi demi menjadi Abadi dia akan selalu siap. Jalan Abdi memang tidak mudah ditempuh, butuh kerja keras kesabaran, usaha, dan tekad yang kuat.


Waktu mulai berlalu cepat, detik ke menit, menit ke jam, jam, ke hari, dan hari ke minggu. Tak terasa seminggu lebih Shua Xie menghabiskan waktu menyerap khasiat air obat. Ketika khasiat air obat habis dia pun membuka matanya.


Shua Xie dapat merasakan seluruh tubuh dipenuhi kekuatan, kultivasinya juga meningkat 2 tingkat, tidak dia sangka sewaktu dia menyerap air obat dia juga melakukan penerobosan tahap kultivasi. Saat ini kultivasi Shua Xie berada di Tahap Bumi level 7 hampir mendekati level akhir.


Tapi tidak hanya itu saja yang dia rasakan, Shua Xie juga merasakan tubuh fisiknya semakin kuat, ke enam inderanya juga semakin kuat. Shua Xie menatap ke arah air, terkejut dia saat dia melihat air obat sudah berubah warna hitam, sebelumnya air obat itu berwarna kehijauan lumut.


"I-ini? Apa air ini berubah hitam karena racun di dalam tubuhku." Shua Xie mengingat kalau tubuhnya ini masih tersisa sedikit racun. Hanya 90% racunnya sudah dinetralkan master misterius waktu itu, dan sekarang sisa dari semua racun dalam tubuhnya sudah tidak ada.


'Ternyata begitu ya, tubuhmu kuat juga bisa menahan racun. Walau racunnya hanya sedikit, tapi racun ini lumayan berbahaya. Tubuhmu unik juga, bisa menahan racun, mengeluarkan aura yang kuat memikat banyak roh monster spirit tingkat tinggi ingin memasukinya, lalu sajak Kutukan juga ikut melekat di tubuhmu. Sebenarnya tubuhmu itu punya berapa banyak rahasia?' Phoe juga cukup terkejut, dia benar-benar terpukau akan keunikan tubuh Shua Xie ini. Mungkin masih banyak hal-hal mengejutkan lagi ke depannya.


'Tapi kau menghabiskan waktu seminggu lebih di sini, terlalu lama.' Lanjut Phoe lagi.


Shua Xie keluar dari bak mandi, lalu dia mengeluarkan pakaiannya dari cincin Ruangnya. Pakaian yang sebelumya pernah dia pakai sudah membeku di samping bak. Shua Xie pikir penyerapan air obat ini akan berlangsung cepat, tapi ternyata melamban karena 9 sajak Kutukan.


Shua Xie memakai bajunya secepat mungkin, setelah itu dia memasukkan kembali bak kayu itu ke dalam cincin Ruangnya.


'Sepertinya sajak Kutukan tidak memberontak di tubuhmu, tapi justru membuatmu semakin kuat. Tapi anehnya tato aura spirit-mu masih belum bangkit, apa kau memang tidak punya tato aura? Tapi itu tidak mungkin, kalau kau tidak memilikinya akan sulit bagimu menapaki jalan Abadi.'

__ADS_1


"Mungkinkah aku memang tidak memilikinya?" sahut Shua Xie dengan nada acuh, sejujurnya dia tidak peduli memiliki tato aura atau tidak, sebab dia selalu merasa kuat tanpa tato aura sekali pun. Shua Xie tidaklah lemah.


'Hanya manusia tidak berguna yang tidak memiliki tato aura, harusnya kau tahu itu. Lagi pun akan sulit bagiku melatih elemen spirit kalau tato aura-mu belum bangkit,' ungkap Phoe terus terang.


Shua Xie berdecak kesal, kepalanya menoleh ke kiri, "Mungkin saja tato aura-ku masih belum bangkit. Mungkin butuh sedikit proses lagi," sela Shua Xie pelan.


Phoe mengangguk pelan, 'Cepat makan pil yang sudah kau beli. Pil yang berwarna merah darah berbecak kuning dan botol berwarna merah.'


Shua Xie mengeluarkan satu botol dari cincinnya, dalam botol itu terdapat 15 butir pil yang Phoe sebutkan tadi. Segera Shua Xie memakan semua pil itu tanpa bertanya berapa pil yang harus dia makan.


Setelah menelan 15 pil itu, tiba-tiba tubuh Shua Xie terasa panas, sangat panas. Sontak Shua Xie terkejut karena merasa kepanasan seperti sedang di bakar dalam oven.


"Phoe! Pil apa ini? Kenapa aku jadi merasa panas?"


'Bodoh! Kenapa kau makan semuanya! Seharusnya kau makan dua saja, cepat serap pil itu. Jangan sampai dantianmu meledak karena kebanyakan makan pil.'


"Ck! Kenapa tidak bilang dari awal!" decak Shua Xie kesal. Segera Shua Xie mengambil posisi duduk lotus kemudian menyerap semua pil yang telah dia telan. Karena Shua Xie terlalu banyak menelan akhirnya butuh waktu 7 jam proses penyerapannya.


"Hebat, dalam waktu seminggu aku melakukan dua kali penerobosan. Bukanlah aku ini jenius?" Shua Xie memuji dirinya sendiri membuat Phoe ingin sekali tertawa.


'Ck! Jenius apaan? Kalau bukan karena sajak Kutukan kau pasti belum menerobos, mungkin butuh waktu setahun bahkan dua tahun.'


"Berisik!"


***


Mo Gui melompat dari atap perumahan warga, dia berjalan menghampiri ke dua rekannya yang sedang menunggunya. Mereka bertiga sepakat setelah menelusuri seluruh kota akan kembali ke titik pertemuan awal.


"Sudah seminggu, tapi kita tidak menemukannya," ujar Mo Lang.


Mo Lang menyilangkan ke dua tangannya di dadanya, dialah yang paling kesal di antara 2 rekannya sebab belum menemukan keberadaan gadis yang mereka cari. Padahal mereka sudah seminggu menelusuri seisi kota.

__ADS_1


"Dari analisis, gadis itu tinggal di penginapan Kuro. Pemilik penginapan mengatakan bahwa gadis itu belum pulang semenjak meninggalkan penginapan seminggu yang lalu."


"Kemungkinan setelah gadis itu menyewa penginapan dia pergi langsung ke paviliun penjualan senjata."


Mo Gui menghela nafas pelan, "Aku juga mendapat info kalau gadis itu pergi ke kedai makan mie. Ada banyak uang yang dia tinggalkan di sana, kemungkinan latar belakang gadis itu seorang bangsawan?" ungkap Mo Gui sedikit cemas. Tentu saja dia cemas kalau sampai berurusan dengan keluarga kerajaan, apalagi kalau kerajaan besar pasti dia akan mendapat masalah.


"Di barat aku juga menemukan informasi, kalau dia membeli begitu banyak tanaman herbal dan pil-pil dengan inti batu spirit monster. Pemilik paviliun itu mengatakan batu spirit monster milik gadis itu tidak memiliki kecacatan. Mungkinkah dia seorang Kultivator hebat dengan latar belakang bangsawan?" ujar Mo Wan. Dia memang sempat pergi ke paviliun obat terbesar di kota, dia menebak kemungkinan mungkin gadis itu akan mengunjungi paviliun itu.


Mo Wan semakin tidak tenang, sedari tadi kakinya itu terus menghentak-hentak di tanah membuat Mo Gui dan Mo Lang kebingungan.


"Bagaimana denganmu Mo Lang? Apa kau ada dapat sedikit informasi tentang gadis itu?" tanya Mo Gui sembari melihat ke arahnya.


Mo Lang menatap Mo Gui, "Ada. Saat aku mendatangi aliansi Gold Lion, seorang penjaga gerbang mengatakan dia sempat bertemu seorang gadis. Gadis itu ingin mendaftar menjadi anggota dari aliansi itu, tapi ditolak karena tahap kultivasinya masih belum di berada di akhir tahap Bumi," jawab Mo Wan pelan.


Mo Gui dan Mo Lang sedikit terkejut, mereka berdua saling beradu pandangan cukup lama. Awalnya mereka kira gadis yang mereka cari berada di tahap kultivasi yang lebih tinggi dari mereka, tapi ternyata dugaan mereka salah.


Mo Lang tersenyum sinis, "Masih di tahap Bumi? Aku pikir dia lebih hebat dari kita, ternyata kitalah yang terlalu menyanjung tinggi gadis itu." Begitulah Mo Lang, dia paling suka merendahkan orang lain yang berada di bawahnya tanpa pernah melihat secara langsung kekuatan orang itu.


Mo Wan menggelengkan kepalanya, dia tidak sependapat dengan apa yang dikatakan Mo Lang. Sebab dia tahu apa yang para Tetua katakan waktu itu sebelum dia meninggalkan klan Mo mencari gadis itu.


"Tidak. Jangan meremehkan gadis itu, aku sempat mendengar perbincangan para Tertua sebelum aku pergi. Mereka bilang Tuan Muda Guwei Mo menderita luka parah karena pukulan gadis itu. Apa kalian tahu, gadis itu memukul tanpa menggunakan energi spirit? Kira-kira bagaimana jika dia menggunakannya? Mungkinkah perut Tuan Muda akan hancur?" ungkap Mo Lang, terkejut hebat ke dua rekannya mendengar ceritanya.


"Yang benar saja! Lalu seberapa kuat gadis itu? Apa kita bisa mengalahkannya?" Kejut Mo Gui hebat. Dia jadi meragukan kekuatannya sendiri setelah mendengar cerita Mo Lang.


Mo Wan semakin memasang wajah masam, melangkah dia melewati ke 2 rekannya yang masih mematung karena terkejut. Seumur-umur mereka belum pernah melihat manusia memiliki kekuatan seperti itu.


"Tapi kita tidak boleh pulang sebelum membawa gadis itu, atau Tetua akan membunuh kita."


Mo Gui beralih menatap Mo Lang yang ada tak jauh di depannya, "Pulang mati, pergi juga mati. Apalah tidak ada jalan lain?" keluhnya sambil ikut berjalan mendekati Mo Lang yang sudah mulai menjauh darinya.


Mo Wan menggaruk tengkuknya, tiba-tiba saja pikirnya terasa jadi dangkal setelah mendengar cerita Mo Lang. Dia juga sama seperti Mo Gui, terkejut hebat ketika mendengar cerita itu. Terbenak di kepalanya apakah gadis itu masih manusia atau monster?

__ADS_1


__ADS_2