Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 36


__ADS_3


Cast: Soa Yun


_________________________________


'Ugh, padahal itu salah satu jurus terkuatku tapi hanya mampu menggores topengnya. Apa-apaan dia itu! Sebenarnya seberapa kuat dia?' Anoe Shin berdecak kesal, raut wajahnya kini mulai memburuk setelah mengetahui jurus terkuatnya hanya mampu menggores sedikit topeng Xiao Mei. Ini sudah jelas dia bukan tandingan Xiao Mei, apalagi Xiao Mei belum menggunakan kekuatan spiritnya.


Karena menyadari posisinya sangat tidak memungkinkan mengalahkan Xiao Mei, dia memilih menjaga jarak terlebih dahulu, setelah mengetahui cela untuk mengalahkannya, Anoe Shin akan menyerangnya dengan jurus terhebatnya lagi.


Di sisi lain Xiao Mei terdiam mengelus topengnya, mengingat janjinya dengan Shua Xie sebelumnya membuatnya sedikit marah, jelas saja dia tidak suka dikalahkan apalagi dia ingin membuat Shua Xie bangga padanya. Inilah yang dari dulu dia inginkan, menjadi Kultivator bebas, tidak harus lagi ditahan keluarganya. Dan Shua Xie sudah memberikannya hal itu, tentu saja dia tidak ingin membuat Shua Xie malu.


Ekspresi wajahnya mulai berubah, ekspresinya itu benar-benar menandakan dia tidak bersahabat dengan siapa pun. Xiao Mei menggenggam pedangnya lalu mengalirkan kekuatan spiritnya, sekejap saja pedang itu langsung diliputi serpihan es dan mulai memanjang lebih panjang dari ukuran sebelumnya. Tercengang semua orang melihat perubahan ke dua pedangnya, tidak hanya dia, Ye Linghui dan Shua Xie juga sampai terkejut.


Xiao Mei mengibas pedangnya membentuk tanda X, sabitan pedangnya langsung mengenai Anoe Shin sangat cepat. Dalam satu serangan Anoe Shin langsung membeku di tempat layaknya patung es, dari dalam es dia menatap Xiao Mei penuh ketakutan. Ingin dia berteriak keras mengatakan dirinya kalah, tapi seluruh tubuhnya sudah membeku membuatnya tidak bisa bergerak sedikit pun.


Dari depannya Xiao Mei berjalan pelan mendekatinya, tatapannya dari balik topeng membuat Anoe Shin semakin bergetar. Semakin Xiao Mei mendekatinya semakin ingin lunglai semua tulang-tulangnya. Es yang membekukannya ini benar-benar sangat murni, kalah murni dengan api spirit sejatinya, sebab itulah dia tidak bisa meloloskan dirinya dari es itu.


"Eenggg!" Mata Anoe Shin membulat besar tatkala pedang Xiao Mei mulai berayun ke atas lalu membela patung es itu. Dalam hitungan 2 detik potongan patung es itu jatuh ke tanah. Terdiam semua orang yang menyaksikan betapa tajamnya pedang Xiao Mei.


"Astaga! Rui itu hebat sekali! Benar-benar hebat!"


"Di-dia membela Anoe Shin menjadi dua dalam sekejap. I-ini pertarungan yang sangat menakjubkan!"


"Aku yakin dia akan mewakili kota Brotavia!"


"Hebat sekali!"


"Dia dewi kecil yang mematikan!"


Karena aksinya membuat semua orang tercengang terutama Ye Linghui sendiri sebagai keluarga pelaksana pertandingan. Sebelumya dia tidak ada mendapat kabar dari panitia kalau ada peserta ahli dalam spirit murni elemen es, jelas-jelas kekuatan seperti itu tidak perlu mengikuti ujian, dia bisa saja mengajukan dirinya ke Sakte Kilat sendiri dan sudah pasti Kultivator jenius sepertinya langsung diterima.


Tapi yang lebih mengejutkan Ye Linghui adalah kekuatan es Xiao Mei. Kekuatan es yang begitu murni jarang sekali ada di dunia Bawah, kalau pun ada hanya satu orang yang mempunyainya. Yaitu tubuh Kristal Es.


"Anak itu, jangan-jangan dia cucu Xiao Jhu?" gumam Ye Linghui pelan. Segera dia menoleh ke kiri lalu memanggil pengawalnya di belakangnya. Ye Linghui membisikkan padanya untuk menangkap peserta yang melawan Anoe Shin itu setelah acara pertandingan selesai.

__ADS_1


Di sisi lain, Shua Xie langsung mengirim pesan lewat telepati pada Xiao Mei. Shua Xie memintanya untuk tenang dan kendalikan kekuatannya, terlalu menonjol nantinya akan membuat keluarga Ye curiga. Tentunya Kultivator ahli dalam elemen es sangat jarang ditemukan di dunia Bawah, bagaikan 1 di antara 1000 orang. Karena biasanya Kultivator ahli dalam es memiliki kekuatan khusus, seperti tubuh Kristal Es atau sebagainya.


Mendengar pesan yang disampaikan padanya, Xiao Mei langsung tersadar. Dia benar-benar hampir kehilangan kendali dirinya sendiri, begitulah sisi kelemahan tubuh Kristal Es, apabila si pemilik tubuh tidak bisa mengendalikan rasa emosionalnya maka dia akan menjadi tidak terkendali. Akibatnya dia akan menyerang semua orang tanpa pandang bulu, mau orang itu salah atau tidak bersalah.


"Pe-pemanangnya Rui!"


***


"Hebat, ternyata kau sudah bisa menggunakan kekuatan tubuh Kristal Es walau masih kurang stabil. Aku sarankan kau segera masuk ke academy Awan Suci, di sana tempat di mana semua orang-orang spesial sepertimu dilatih," ujar Sao Yun pelan di samping Xiao Mei. Setelah Xiao Mei turun dari arena tadi, Soa Yun langsung menghampirinya bersama rekannya itu.


Terkejut Xiao Mei karena ucapan Soa Yun, "Kau, bagaimana bisa tahu aku memilikinya."


Sao Yun tersenyum kecil, disentuhnya pundak kanan Xiao Mei lalu berbisik, "Mudah saja, karena akulah yang sebelumnya menyegel kekuatan aslimu."


"Apa? Apa kau bilang?!"


"Jangan panik begitu, aku melakukan itu karena aku kasihan padamu. Banyak Kultivator ******** yang menginginkan tubuh murnimu itu, jika mereka bisa bersetubuh denganmu, maka kekuatan mereka akan bertambah lebih kuat. Itulah sebabnya aku menyegel kekuatanmu, Kakekmu juga tahu akan hal itu. Karena beliau lah yang memintaku melakukannya."


Semakin terkejut Xiao Mei mendengarnya, rahasia itu bagaimana bisa dia tidak tahu. Padahal Kakeknya sangat menyayanginya, tapi dia sendiri tidak tahu tentang dirinya. Jika saja dia tidak bertemu dengan Shua Xie, dia pasti tidak tahu tentang rahasia tubuhnya sendiri.


"Seharusnya segel itu tidak bisa dibuka Kultivator biasa, siapa yang membuka segel itu?" tanya Soa Yun sedikit serius.


"Kau tidak perlu tahu!" balas Xiao Mei tajam.


"Ah, baiklah. Tapi karena kau sudah menunjukkan jatih dirimu tadi, pastinya mereka keluarga Ye akan mengincarmu dari sekarang. Berdirilah di dekatku kalau kau tak mau ditangkap mereka," bisiknya lagi sambil berjalan dia meninggalkan Xiao Mei bersama rekannya.


Lama Xiao Mei terdiam akhirnya dia mengikuti Soa Yun sebab dia sadar diri dengan situasinya sekarang, andai saja dia tidak ceroboh tadinya, tentu saja kejadian seperti ini tidak akan terjadi dan dia tidak akan terancam. Apalagi mengingat kalau dia sedang berada di wilayah musuh.


Di arena muncul seorang pria dia adalah pembawa acara. Karena para penonton semakin riuh ingin melanjutkan lagi pertandingan, akhirnya pertandingan dimulai lagi. Kali ini babak ke 3.


"Baiklah, mari kita panggil pejuang hebat kita. Dia adalah Ye Guan Yu!" teriak pembawa acara sangat keras penuh semangat. Di stadion orang-orang semakin berteriak histeris penuh semangat.


Dari sisi arena kiri, Ye Guan Yu naik penuh dengan kepercayaan diri, sesekali dia melambaikan tangannya kepada semua penonton bahkan pada para Tetua keluarganya. Dia tuan muda keluarga Ye yang paling berbakat, di umurnya sekarang dia sudah menjadi Kultivator tahap Langit level 9. Sangat jarang kota Brotavia memiliki jenius sepertinya.


"Lawan Tuan Muda Ye Guan Yu adalah Rachel!" Sambungnya lagi.

__ADS_1


Rachel, dia adalah rekan Soa Yun, memiliki bakat dalam pertarungan tanpa memakai senjata apapun. Dari awal pertandingan dia selalu menang bertarung dengan tangan kosong, sedangkan pedang di punggungnya itu tidak pernah dia gunakan selama pertandingan berlangsung. Dia juga belum mengeluarkan kekuatan spiritnya, membuat para Tetua tinggi mengagumi kehebatannya.


Sebelum Rachel naik ke atas arena, Soa Yun sempat membisikan sesuatu padanya. Dia membalas bisikan Soa Yun dengan anggukan pelan, entah apa yang disampaikan Soa Yun padanya itu membuat Xiao Mei penasaran.


Rachel naik ke arena dari sisi kanan, ekspresi wajahnya itu sangatlah datar seakan tidak ekspresi lain lagi. Mungkin tidak ada hal menarik yang bisa membuat ekspresinya berubah, kalau pun berubah itu karena Soa Yun.


Pembawa acara berseru keras mengatakan bahwa pertandingan dimulai. Ye Guan Yu tersenyum sinis sambil mengelurkan tombak miliknya. Ditatapanya Rachel yang masih tidak bergeming di tempatnya.


"Kau cepatlah keluarkan senjatamu! Lawan aku dengan serius, kalau tidak kau akan menyesal!" teriak Ye Guan Yu keras, teriakannya itu lebih tepatnya menyindir kelemahan Rachel.


Rachel melirik ke arah Soa Yun, dan Soa Yun membalasnya dengan anggukan pelan. Rachel paham dengan kode Soa Yun, dengan perlahan dia menarik pedangnya dari sarungnya. Pedang berwarna merah darah itu, mengeluarkan aura gelap yang sangat pekat, saking pekatnya membuat wasit bahkan orang-orang semuanya yang menonton tertekan. Ada sebagian dari mereka pingsan karena tidak kuat dengan tekanannya, bahkan para Kultivator tingkat tinggi pun juga tertekan.


Ye Guan Yu bergetar hebat sambil berkeringat dingin, tombak di tangannya terlepas dari genggamannya. Rasanya keberaniannya merosot katuh ke bawah sangat cepat. Dalam hitungan 3 kali tarikan nafas, Ye Guan Yu jatuh terkapar di tanah sebab tidak tahan akan tekanan besar dari pedang Rachel.


"I-ini te-tekanan yang sa-sangat besar," gumam Ye Guan Yu bergetar.


Di kursi para tamu penting juga banyak Kultivator hebat yang tertekan, bahkan mereka tidak bisa bergerak dari tempat mereka karena tekanan itu. Ye Linghui hanya bisa menatap anaknya dari kursinya penuh kekhawatiran.


"Ye Guan Yu, bertahanlah. Kalau dia sampai membunuhmu, keluarga Ye tidak akan melepaskannya. Sialan! Tekanan sehebat ini, seharusnya dia Kultivator tahap Nirwana!" umpat Ye Linghui keras, dia benar-benar tidak bisa bergerak.


Di sisi lain, Gong Chen juga tertekan penuh keringat dingin. Ditatapanya Shua Xie yang masih duduk diam di kursinya, tapi tampak sekali wajah Shua Xie begitu tidak baik. Karena topengnya telah pecah, jadi dia bisa melihat ekspresi Shua Xie saat ini.


"Nona, apa anda baik-baik saja? Tekanan hebat ini, seharusnya dia di tahap Nirwana akhir. Apa yang membuatnya datang ke kota Brotavia?" gumam Gong Chen. Terdengar nafasnya mulai tidak berurutan, tekanan sehebat itu bahkan mampu melumpuhkan dia yang berada di tahap Jenderal Emas akhir.


Shua Xie menatap Rachel penuh keterkejutan, bagaimana mungkin anak muda sepertinya memiliki kekuatan hebat seperti itu? Ini sangat mengejutkan.


'Apa maksud dia mengeluarkan tekanan sehebat ini? Apa dia mau menyatakan perang dengan kota Brotavia?' ungkap Shua Xie dalam hatinya, dia benar-benar masih terkejut karena tekanan dari Rachel. Sebelumnya dia sempat merasakannya, tapi untunglah Phoe membantunya hilang dari tekanannya.


'Mungkin dia memang ingin mencari masalah dengan keluarga Ye,' jawab Phoe dengan nada serius. Phoe juga sama terkejutnya dengan Shua Xie, mereka berdua tidak menyangka ada Kultivator muda di tahap Nirwana, ini barulah bisa disebut 1 jenius yang cuman ada 10.000 tahun sekali. Bahkan ini bisa dikatakan pertama kalinya ada anak muda sehebat dia.


'Dia saja di tahap Nirwana setara dengan Lou Zho, bagaimana dengan Soa Yun itu? Mungkinkah dia lebih hebat dari Rachel?'


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2