Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 57


__ADS_3

Kemunculan pemimpin aliansi Gold Lion yang tiba-tiba membuat semua anggota aliansi terkejut dan langsung memberi hormat, tidak hanya anggota saja, Shua Xie dan yang lainnya juga sama. Shua Xie tidak pernah menyangka bisa bertemu pemimpin aliansi Gold Lion secepat ini, dan Shua Xie tidak menduga ternyata pemimpin aliansi Gold Lion adalah seorang wanita.


Namun yang menjadi sorotan sekarang bukanlah pemimpin aliansi Gold Lion, tapi seorang pemuda berpakaian hitam tengah menatap pemimpin aliansi Gold Lion dengan santai sambil bergaya arogan, tidak hanya itu dia bahkan berani mengatakan pilar Putih hanyalah mainan yang tak pantas digunakan.


Lan Susu geram mendengar ucapan pemuda di hadapannya, tapi dia tetap berusaha menahan kemarahannya sebab dia tidak ingin langsung menggunakan kekerasan sebagai mana janjinya dulu jika bertemu musuh dia tidak akan menyerang langsung namun mencoba bernegoisasi.


Tapi berbeda bagi mereka anggota aliansi Gold Lion, mereka justru marah dan mengatai pemuda berpakaian hitam itu dengan keras. Bahkan ada beberapa yang ingin menyerang mereka, seperti 4 Tetua aliansi Gold Lion yang sedari tadi hanya menyaksikan dari kejahuan, namun setelah melihat Lan Susu turun tangan, mereka pun langsung ikut berkumpul di belakang Lan Susu.


"Anak Muda, beraninya kau berkata seperti itu di depan Pemimpin kami!" seru Tetua Hong kesal hendak maju memberi pelajaran pemuda itu tapi Lan Susu mencegatnya. Tetua Wei, Tetua Yulo dan Tetua Ming juga bersiap menyerang namun terhenti karena Lan Susu.


Lan Susu menggelengkan kepalanya, "Kita tidak boleh bertindak seperti aliran hitam." Itulah yang Lan Susu ingatkan pada Tetua Hong. Tetua Hong segera mengurung niatnya saat Lan Susu mengingatkan padanya.


Lan Susu kembali beralih menatap pemuda di depannya, kali ini dia memandang sedikit berbeda.


"Anak Muda, aku akui kamu sangat berbakat, aliansi Gold Lion pasti akan sangat terbantu jika kamu bergabung. Tapi melihat caramu sekarang, bahkan jika kamu jenius, kami tidak akan menerimamu di aliansi Gold Lion," ujar Lan Susu dengan nada tenang.


Pemuda itu justru tertawa keras saat mendengar ucapan Lan Susu, sebelum akhirnya dia berhenti tertawa dan memaparkan tatapan tajamnya. Semua orang yang melihat tatapannya itu lansung terkejut bahkan berkeringat dingin. Entah kenapa saat tatapan pemuda itu berubah, seperti ada aura tajam yang membuat mereka bergetar.


"Kau pikir aku mau masuk ke aliansi ini? Pikiranmu terlalu jauh Nenek tua," balas pemuda itu dengan nada dingin.

__ADS_1


Semua orang terkejut lagi mendengar ucapan pemuda itu mengatakan Lan Susu nenek tua. Walau pun memang Lan Susu tidak semuda parasnya, tapi tidak baik menyinggung Kultivator terhebat ke 2 di kota Kekai. Bahkan walikota saja tidak berani mencari masalah dengan Lan Susu.


Shua Xie sendiri tersedak mendengar ucapan pemuda itu, bahkan dia hampir tertawa lepas sebab tak kuasa menahan ekspresi yang dikeluarkan Lan Susu. Shua Xie sendiri tahu kalau Lan Susu memang tidak muda seperti parasnya, mengingat umur Lan Susu sudah ratusan tahun. Shua Xie saja bingung apa yang digunakan Lan Susu sampai wajahnya terlihat lebih muda.


Lan Susu memang bisa sabar jika berhubungan dengan lainnya, namun berbeda lagi jika wajahnya disinggung apalagi umurnya. Lan Susu begitu geram langsung mengeluarkan aura membunuhnya membuat semua orang tertekan bahkan Tetua Hong sekali pun. Namun tidak untuk Shua Xie, dia memiliki sajak kutukan, selama Kultivator itu tidak berada di tahap Jindan ke atas maka dia tidak tertekan.


"Anak Muda mulutmu bagus begitu tidak baik bersikap tidak sopan pada orang tua. Lalu kenapa jika aku tua? Apa kau iri aku terlihat lebih muda dari pada umur asliku?" Terdengar suara tawa kecil keluar dari mulut Lan Susu, tawanya itu terdengar sedang meremehkan pemuda di depannya.


"Heh? Lucu sekali leluconmu. Tapi tugasku di sini sudah selesai, kalian semua keluarlah." Setelah berucap demikian 3 orang berpakaian merah muncul di belakangnya. Ke 3 orang itu membawa 1 peti kecil berwarna merah berukiran burung Phoenix.


Lan Susu paling mengenali peti kecil itu langsung bergerak menyerang pemuda di depannya. Dengan tangan yang sudah dialirkan tenaga QI besar, tangannya itu langsung bergerak menuju perut pemuda itu.


"Trik murahan! Kalau mau menyerang gunakan jurus terkuatmu," ujar pemuda itu sambil tersenyum.


"Sebaiknya kau turun jabatan saja! Tidak pantas menyandang sebagai pemimpin!" Pemuda itu langsung memutar tangan Lan Susu lalu melemparnya ke kanannya hingga menghantam bangunan.


"Ketua!" seru semua Tetua bersamaan dan juga para anggota aliansi Gold Lion. Mereka semua langsung membantu Lan Susu, tapi berbeda dengan para Tetua, mereka justru menyerang pemuda itu.


"Heh? Mau menyerang ya? Ketua kalian saja tidak sanggup, apalagi kalian."

__ADS_1


Pemuda itu mengeluarkan senjatanya tombak berwarna hitam dan merah. Pemuda itu menyambut 4 serangan senjata dari pada Tetua aliansi Gold Lion, lalu kemudian memukul semua senjata mereka hingga terlepas dari tangan mereka semua.


Tidak hanya berhenti di situ, pemuda itu juga menghujam 4 Tetua sekaligus dengan tombaknya dengan cepat. Dalam sekali tusukan di perut mereka, ke 4 Tetua itu langsung muntah darah begitu banyak. Sebelum akhirnya mereka semua tiba-tiba mengurus tinggal tulang dibaluti kulit.


"Mus-mustahil! Jurus apa yang dia keluarkan? Dalam sekejap para Tetua langsung kering seperti tulang!"


"Itu pasti ilmu iblis! Lari! Jangan sampai kita mati!"


Para anggota baru yang sebelumnya tidak lulus ujian kini berhamburan keluar. Pemuda itu tertawa melihat mereka semua lari ketakutan. Sekarang yang tersisa hanyalah anggota yang diterima dan anggota aliansi Gold Lion lainnya. Mereka semua sudah siap siaga jika pemuda itu tiba-tiba menyerang mereka.


Berbeda dengan Shua Xie, dia justru terkejut sebab mengenali jurus yang baru saja pemuda itu gunakan. Jurus yang pernah dia lihat sekali saat berlawanan dengan monster spirit.


"Jurusmu! Apa kau dari dunia Atas? Anggota dari Lou Zho," tanya Shua Xie sambil menatap pemuda itu tajam.


Pemuda itu sedikit terkejut mendengarnya sebelum akhirnya dia tersenyum lebar. Senyum lebar yang begitu mengerikan.


"Oh, ternyata kau mengenalku, Putri Langit."


Shua Xie tersentak kaget, "Kau! Ternyata pasukan kiriman Lou Zho, apa yang kau inginkan di sini?!"

__ADS_1


"Oh, karena kau Putri Langit maka aku akan menjawab pertanyaanmu itu. Tapi sebelum itu kenalkan, aku Long Suan salah satu Jenderal Tuan Lou Zho ...."


"Tugas kami ke sini karena dua hal, pertama mencari keberadaan singgasana Suci milik Ratu Shu Hua. Ke dua membawa anda ke hadapan Tuan Lou Zho. Lalu kami melihat ada harta luar biasa di aliansi ini, tentu kami juga akan mengambilnya. Tuan Lou Zho pasti senang melihat bulu Phoenix Agung, dan tidak disangka juga akan bertemu langsung dengan anda di sini. Jadi tidak perlu susah payah lagi mencari anda."


__ADS_2