
Xui Sukong menghela nafas, kali ini helahan nafasnya lebih berat dari sebelumnya. Sakura menatap suaminya, dia tahu apa yang sedang dipikir suaminya itu sekarang. Tentunya tentang banyaknya pejabat kerajaan yang mengundurkan diri sebab tak terima Shua Xie memimpin mereka.
Rapat tadi mengambil banyak waktu sebab Xui Sukong sebagai Raja mereka juga harus bisa bertindak tegas dan bijaksana agar tidak adanya kesalahan fatal yang terjadi di masa depan nanti. Apalagi banyaknya pejabat kerajaan yang mengundurkan diri dan juga dikeluarkan, sebagai mana ucapan Shua Xie pada Xui Sukong, dia tidak menghambat mau pun melarang mereka pergi.
"Suamiku, sedari tadi kau hanya menghela nafas begitu banyak. Apa kau masih memikirkan masalah mereka? Jika kau ragu kita kehilangan banyak pejabat kerajaan, kenapa tidak hentikan Nona Shua Xie? Aku yakin gadis itu akan mengerti jika kau jelaskan," ucap Sakura pelan sambil menatap Suaminya itu khawatir. Melihat Xui Sukong banyak merenung sambil terus menghela nafas berat, pastinya banyak hal di kepala Xui Sukong itu.
Xui Sukong mengangkat sedikit kepalanya, ditatapnya istrinya itu lembut penuh kasih, terbesit di pikirannya selalu istrinya yang bisa mengerti keadaannya. Tidak salah Xui Sukong menikahinya dulu, bahkan jika istrinya ini dulu wanita penghibur di rumah bordil. Tapi nyatanya Sakura tidak pernah membiarkan dirinya dinodai pria mana pun, sampai akhirnya dia jatuh hati pada Xui Sukong dan menikah.
"Tidak, aku hanya penasaran kenapa Nona Shua Xie membiarkan mereka pergi begitu saja. Jika mereka pergi, besar kemungkinan kerajaan Bora akan melemah, tapi untunglah prajurit masih setia pada kerajaan." Dengan berat hati, Xui Sukong susah melepaskan kepergian banyak pejabat yang sekarang hanya menyisahkan Penasihat Kerajaan, Jenderal Xiaotian, Menteri pertahanan, dan Xui Sukong sendiri. Sisanya sudah pergi mengundurkan diri dan dikeluarkan.
Sakura mendekati suaminya lalu menyandarkan kepalanya di pundak Xui Sukong, sambil tersenyum tipis Sakura menatap wajah Xui Sukong dari dekat. Wajah tampan perkasa itu tidak memudar walau sudah 16 tahun, Sakura sendiri heran kenapa suaminya ini begitu awet mudah dan tampan.
"Nona Shua Xie pasti punya rencana sendiri, aku akui walau pun dia masih begitu muda, tapi pemikirannya melampaui di atas usianya. Bahkan dia juga memikul beban berat, tidak muda gadis enam belas tahun menerima kenyataan hidupnya."
Xui Sukong sedikit tertegun namun tetap memilih tersenyum, dengan lembut dia membelai kepala sang istri, "Kau benar, Ratu masa depan kerajaan Langit memang sangat jenius. Aku pun mengakui itu," balasnya lembut.
"Lalu apakah suatu hari nanti kau akan meninggalkanku dan Chen Xui di sini? Maksudku kau akan pergi ke kerajaan Langit dan mengabdikan diri di sana," tanya Sakura sambil menatap serius suaminya. Dia bertanya hal itu sebab teringat akan kata-kata suaminya saat berhadapan dengan Shua Xie.
'Akan mengabdikan dirinya para Shua Xie sampai akhir hayatnya.'
Tentu saja Sakura sangat terkejut mendengar suaminya berkata seperti itu, tidak diragukan lagi suatu hari dia pasti akan ditinggalkan demi mengabdikan diri suaminya pada Ratu Langit. Tapi Sakura tidak pernah mengharapkan itu terjadi, semoga saja itu hanyalah pemikirannya saja.
Tangan Xui Sukong berhenti membelai rambut Sakura, ditatapanya istrinya itu yang juga menatapnya. Pertanyaan yang baru saja keluar dari mulut Sakura mampu membuatnya berdegub kencang, bukan karena cinta namun karena terkejut sekaligus khawatir. Tidak salah jika Sakura bertanya hal seperti itu, karena memang suatu saat hal itu akan terjadi padanya. Sumpah Xui Sukong mengabdi pada kerajaan Langit tidak akan bisa dia ingkari apalagi lupakan, jika suatu hari Shua Xie memintanya meninggalkan dunia Bawah dan ikut bersama Shua Xie, sudah dipastikan dia harus akan meninggalkannya.
Sejenak Xui Sukong tertegun namun dia kembali tersenyum, "Nona Shua Xie tidak akan tega memisahkan keluargaku, kau tahukan dia sangat peduli dengan kita. Dia sendiri mengatakan akan melindungi keluarga Xui bahkan jika nyawanya menjadi taruhan, apa kau meragukan perkataannya, Sayang?" jelasnya di akhiri dengan pertanyaan.
"Bukan niatku meragukannya, hanya saja aku takut suatu hari kau akan meninggalkanku dan Chen Xui, seperti Xui Sha Putri kita. Entah bagaimana kabarnya saat ini?" balas Sakura lirih sambil mengangkat kembali kepalanya dari pundak suaminya.
Namun sebelum kepalanya jauh meninggalkan pundaknya, Xui Sukong langsung menahan kepala istrinya dan kembali menyadari kepala istrinya di pundaknya. Sakura sedikit terkejut lalu menatap suaminya.
"Letnan Go Fei pasti menemukan Xui Sha. Sudah satu setengah tahun Letnan Go Fei belum kembali, berarti dia masih mencari Xui Sha. Kita tunggu saja kabar darinya, aku dapat kabar dari pesan burungnya dia akan kembali besok."
"Benarkah? Semoga saja dia membawa kabar baik," balas Sakura senang dengan senyuman merekah.
Xui Sukong mengangguk mengiyakan ucapan istrinya kemudian dia mengecup lembut kening Sakura membuat Sakura tertegun lagi. Walau pun mereka sudah lama menikah, tapi tetap saja Sakura terus terkejut akan perlakukan kasih sayang suaminya, pasalnya akhir-akhir ini Xui Sukong disibukan rapat mengenai acara pertandingan pemilihan calon murid sekte Kilat yang akan di adakan di kota Yufeng, tepatnya di kerajaan Pilar Emas. 5 kerajaan sepakat akan mengadakan seleksi besar-besaran yang mengundang semua pemuda-pemudi Kultivator di daratan tengah ini mengikuti pertandingan, yang akan diadakan 2 hari lagi, namun peserta diharapkan datang esok hari di kota Yufeng agar kiranya tidak ketinggalan informasi dari pihak penyelenggara. Tentu saja banyak menyita waktu Xui Sukong hingga hampir melupakan keluarganya sendiri, Sakura pun sampai rindu kasih sayangnya. Tidak heran jika terkejut atas perlakukan suaminya yang mendadak tadi.
__ADS_1
Shua Xie memang menjadi Pemimpin kerajaan Bora, namun jabatan Raja maupun Ratu tidak ingin dia ambil. Dia tahu jabatan itu lebih cocok untuk Xui Sukong dan Istrinya, Shua Xie hanya ingin memimpin kerajaan ini tanpa jabatan. Itu saja tidak lebih, jika masalah kerajaan dia tidak akan ikut campur, namun jika masalah memperbesar wilayah kerajaan dia akan ikut campur. Karena Shua Xie percaya Xui Sukong tidak akan mengecewakan rakyatnya.
Tidak heran berbagai taktik yang Shua Xie pelajari di kehidupan pertamanya dari Ayahnya bisa dia gunakan di kehidupan ke duanya, bahkan banyak informasi memajukan kesejahteraan rakyat pun dia beritahukan pada Xui Sukong. Tentu nya agar bisa membantu di masa kepemimpinan Xui Sukong saat ini.
"Bagaimana dengan besok? Siapa saja dari keluarga kerajaan Bora yang akan mengikuti pertandingan nanti?" tanya Sakura mengganti topik.
Xui Sukong terdiam sejenak lalu menjawab, "Bukan pertandingan, namun penyeleksian. Peserta yang lolos akan menjadi murid sekte Kilat, jika bertanding, pernyataan itu terdengar seperti sedang beradu kejeniusan dari lima pihak kerajaan. Kami sepakat tidak ada dendam maka dari itu kami membuat acara seleksi besar-besaran agar kiranya banyak pemuda Kultivator dari luar bahkan dalam kota bisa mengikutinya. Pihak sekte Kilat pun juga menyetujuinya, bahkan Tetua utama sekte Kilat akan datang ke acara seleksi itu sendiri."
Mulut kecil Sakura membentuk bundar sambil mengangguk paham mendengarkan pembenaran suaminya, "Seperti itu ya. Lalu siapa saja yang dari pihak keluarga kerajaan Bora yang akan mengikuti seleksinya?"
Xui Sukong tersenyum, "Aku akan mengirim empat generasi mudah terbaik kita. Chen Xui, Xui Cuisha, Xui Miaoyu dan Shua Xie yang akan menyamarkan diri sebagai Xui Sha. Aku sudah melihat potensi mereka semua sangat bagus, bahkan di atas rata-rata usia mereka, walau kultivasi Nona Shua Xie paling rendah, tapi aku yakin dia menyembunyikan kekuatan aslinya. Atau mungkin dia tidak sadar memiliki kekuatan yang tersembunyi."
Xui Sukong akui kultivasi Shua Xie termasuk paling lambat dari generasi seusianya, tidak tahu faktor apa yang memperlambatnya. Tapi Xui Sukong dapat merasakan adanya aura besar dari dalam tubuh Shua Xie yang tertahan entah karena apa, tapi yang pasti jika suatu saat aura besar itu sudah keluar, Xui Sukong yakin dia tidak akan bisa menahan aura itu.
Perlu kalian ketahui Xui Sukong memiliki sedikit keahlian dari melihat aura setiap mahluk hidup, dia dapat merasakan semua aura mahluk hidup dari yang kecil sampai yang besar. Kelebihannya ini dia dapatkan sebab dia keturunan klan Langit, kenyataanya Xui Sukong berinisial asli Shu Feng Min. Namun karena dia berada di dunia Bawah, dia menyembunyikan nama aslinya serta identitasnya, dia hanya mengatakan dia mantan pasukan pengabdi kerajaan Langit bukan keturunan klan Langit. Hanya istrinya saja yang tahu identitas aslinya.
Xui Sukong memang keturunan klan Langit, namun dia bukan keturunan murni seperti keluarga bangsawan. Dan juga mata merah hanya dimiliki para keluarga bangsawan murni klan Langit.
"Benarkah begitu? Seberapa kuat?" tanya Sakura antusias.
"Sangat kuat, aku pun sampai ngeri membayangkan kekuatannya itu. Seperti dia sedang memikul kekuatan besar, namun masih belum bisa dia keluarkan. Mungkin saja ada kunci-kunci tertentu agar semua kekuatannya itu bisa terbuka."
Sakura sebagai Kultivator namun tidak terlalu kuat hanya bisa terkejut mendengar ucapan suaminya, jika suaminya mengatakan kekuatan Shua Xie sangatlah besar, maka seberapa besar kekuatan itu? Sakura tahu Xui Sukong bisa merasakan kekuatan dan aura seseorang hanya dari melihatnya, bahkan jika dari jarak jauh.
"Sebegitu mengerikannya? Apa semua keturunan murni klan Langit memang mengerikan seperti monster? Bahkan kau saja yang bukan keturunan murni saja sudah sangat kuat, lalu bagaimana dengan keturunan murninya? Tapi yang mengherankan kenapa mereka semua bisa kalah saat Lou Zho menyerang? Apa Lou Zho lebih kuat dari Raja Langit?"
Xui Sukong menarik nafas lalu menghembuskannya sedikit kasar, "Lou Zho menang karena dia membawa Raja Iblis. Raja Iblis dari dunia Surgawi, jadi wajar Raja Shujin Xian tidak bisa menang melawannya, karena memang kenyataan kekuatan Raja Iblis di atas kekuatan Raja Shujin Xian. Kami semua tidak bisa memungkiri kami hanya terlihat seperti semut di mata Raja Iblis. Tapi Raja Iblis sedang tersegel saat ini, entah kapan dia akan memberontak lagi. Namun aku berharap dia akan selalu tersegel selamanya."
***
Shua Xie menatap tajam ke arah pemuda yang baru saja menabraknya, begitu pun sebaliknya pemuda itu. Ketika dia mendengar Shua Xie mengatakan dirinya sampah, dia langsung berhenti dan menatap Shua Xie.
Shua Xie tersenyum sinis sebelum dia menatap Chen Xui dan lainnya.
"Sudahlah aku malas bermasalah hari ini, kalau mau bertengkar besok saja. Atau mungkin lusa, masih banyak hal yang harus aku kerjakan. Chen Xui ayo masuk ...."
__ADS_1
Shua Xie melangkah masuk tanpa memperdulikan segerombolan pemuda itu, awalnya dia berniat menghajar mereka semua sebab tidak memiliki sopan santun, tapi karena Phoe mengingatkannya. Mau tidak mau dia mendengarkan Phoe saja, memang benar kata Phoe.
Waktu Shua Xie sangatlah berharga, hanya buang-buang tenaga saja jika meladeni mereka semua.
Chen Xui menatap Xui Lang dan Xui Cuisha sambil menganggukkan kepala, meminta agar dua sepupunya itu segera mengikuti Shua Xie masuk ke dalam.
Namun belum sampai sepuluh langkah Shua Xie berjalan, tiba-tiba saja suara teriakan keras memanggilnya, refleks Shua Xie langsung berhenti dengan wajah malas. Malas mendengar suara itu yang tak lain suara Xui Lang si bocah penakut.
Shua Xie berbalik dan menatap Xui Lang yang tengah menatapnya dengan ekspresi sedih sekaligus takut, yang mana menurut Shua Xie seharusnya ekspresi itu tidak dikeluarkan untuk seorang pria.
Shua Xie dapat melihat pemuda yang tadi menyenggolnya sedang menarik kerah baju Xui ke atas hingga membenamkan leher Xui Lang. Pemuda yang memegang kerah baju Xui Lang tersenyum sinis ke arah Shua Xie, seolah mengisyaratkan padanya, rekanmu telah kugenggam kalau kau pergi maka dia akan kuhajar.
Shua Xie mendengus pelan, "Oh, ayolah ... aku sedang malas bertengkar hari ini." Tertahan sejenak mengembalikan ekspresi wajah dinginnya, disertai tatapan tajam pada pemuda itu, "Tapi kalau kau berani melukainya dengan tanganmu, percayalah memisahkan tanganmu dari tempat bukan hal sulit bagiku."
Sejenak suasana mendadak hening saat Shua Xie mulai memasang tampang serius bahkan melontarkan ucapan mengancam. Tidak lama berselang suara tawa meledak keras membuat semua orang yang tadinya tegang kini menatap ke sumber tawa itu, seorang pemuda yang mencengkeram kerah baju Xui Lang tertawa terbahak-bahak.
"Kau memotong tanganku? Lelucon macam apa itu?!
"Gadis manis, wajahmu sangat cantik sampai aku tidak fokus tadi berjalan. Kau lebih cocok menjadi selir atau permaisuri agar tidak memudarkan kecantikanmu itu! Bagaimana jika kau jadi kekasihku dan melayaniku setiap ha-"
Belum selesai berbicara pemuda itu berbicara, tiba-tiba saja tangannya yang sebelumnya mencengkeram kerah baju Xui Lang terepas dari tempatnya. Xui Lang sendiri langsung terkejut hebat dan melonjak jijik sambil melepaskan potongan tangan yang memegang kerah bajunya.
Pemuda yang tadi berbicara menghina berubah menjerit keras saat tangannya terpisah dari tubuhnya, sambil menjerit dia melangkah mundur 3 langkah sampai akhirnya pemuda itu jatuh berlutut di tanah sambil memegang bahu kanannya yang terus mengeluarkan darah.
Semua orang melihat ke arah Shua Xie yang tiba-tiba saja muncul di dekat dan memotong tangan pemuda tadi, entah kapan dia berpindah tempat dan kapan pula dia menarik pedangnya? Tidak ada yang bisa melihat itu, semua terjadi begitu cepat.
Rekan pemuda yang sudah berlutut di tanah segera mundur beberapa langkah menjauhi ketika Shua Xie yang berjalan mendekati rekannya yang kini terluka parah, tentu saja mereka sangat takut jika mereka yang akan dijadikan sasaran berikutnya. Shua Xie menatap datar pemuda itu, tanpa peduli jeritan keras dari pemuda di hadapannya. Sesakit apapun yang pemuda itu rasakan, jangan harap dia mendapat balas kasihan dari Shua Xie.
"Awalnya aku hanya berniat memotong tanganmu kalau kau melukai Xui Lang. Tapi karena kau berkata yang tidak sepantasnya, anggaplah itu hadiah perkenalan dariku." Shua Xie menyarungkan kembali pedangnya yang kini tinggal satu, pedang yang satunya telah patah saat menahan serangan Shu Chin.
Shua Xie berbalik kemudian melangkah mendekati Chen Xui dan Xui Cuisha yang diam membantu di tempat mereka berdiri. Mungkin tidak menyangka bahwa Shua Xie memiliki kekuatan yang mengerikan. Dengan teganya memotong tangan seseorang tanpa peduli masa depan pemuda itu nantinya.
Shua Xie berhenti sejenak kemudian berkata, "Bermimpi aku menjadi kekasihmu? Mimpimu terlalu tinggi, bahkan kau tidak layak dibandingkan dengan seseorang yang sudah lebih awal mengungkapkan perasaannya padaku. Setidaknya dia lebih kuat dan pintar darimu."
"Bahkan hewan pun tidak ingin melayani pria bejat sepertimu!"
__ADS_1