
"Aku tahu kalian lebih kuat dari manusia biasa, tapi kalian bahkan tidak akan bisa membuat pakaianku ini kotor." Lanjut Shua Xie lagi dengan senyuman sinis, seakan memang sengaja memancing kemarahan 2 ras itu.
Mie La tak tahan melihat betapa arogannya Shua Xie, meninggikan dirinya di hadapan 2 ras
Agung emang dia pikir dia itu siapa di mata Mie La? Pemimpin? Bukan!
Namun berbeda untuk Noa, dia tidak tersulut akan pancingan Shua Xie, tapi dia justru semakin bingung akan semua ucapan dan tindakan Shua Xie. Jika dipikir lagi, gadis manusia itu sangat berani walau dia sudah tahu derajat 2 ras Agung ini sangat dipandang tinggi. Lalu ditambah lagi dengan sikap gadis itu, seakan mentang 2 ras ini bertarung dengannya, ada apa dengan manusia itu? Apa otaknya tidak rusak? Begitulah pertanyaan di kepala Noa sekarang.
Dong Fei, yang sejak awal memilih diam menyimak keadaan, karena merasa Mie La bisa mengatasi manusia itu, tapi ternyata tidak sesuai dengan harapan Dong Fei.
Dong Fei mendekati Mie La, berdiri tepat di samping Mie La. Tatapannya pada manusia itu, sangat tajam seakan memandang status manusia itu lebih rendah setelah apa yang manusia itu tunjukkan pada Mie La dan lainnya.
"Manusia, ketahuilah kami tidak berniat mencari masalah di dunia-mu. Dan juga kau adalah Ratu dari kerajaan Peri Suci, tidakkah sikapmu itu sangat melunturkan kebajikan kerajaan Peri Suci?" ucap Dong Fei tenang.
Shua Xie langsung melirik ke pemilik suara pria itu, pria muda bersayap lebar serta memilik paras tampan. Ah ... lagi-lagi ras Phoenix memang menggemparkan dunia kecantikan, wajah mereka sangat rupawan, dan Shua Xie sangat mengakui itu.
Shua Xie tersenyum padanya membuat Dong Fei sedikit terkejut karena senyuman Shua Xie bukan sekadar senyuman biasa, namun senyuman seperti merendahkan, seakan kalimat yang Dong Fei keluarkan tadi tidak cocok untuk Shua Xie namun sebaliknya.
"Jika aku melunturkan kebajikan kerajaan Peri Suci, maka aku juga telah melunturkan kebajikan delapan kerajaan lainnya. Termasuk kerajaan Pheonix Agung," balas Shua Xie dengan nada dibuat selembut mungkin agar menusuk perasaan 2 ras itu dengan tajam.
Alis Mie La berkedut kuat setelah mendengar ucapan Shua Xie, melunturkan kebajikan kerajaan Pheonix Agung? Apa? Siapa manusia itu sampai berkipir sikapnya melunturkan kebajikan kerajaan Pheonix Agung? Mie La sungguh tidak tahan akan ucapan manusia itu yang semakin lama semakin tidak ada kewarasannya.
Shua Xie waras, hanya saja kejahilannya tingkat Dewa! Mantan murid nakal dari kehidupannya lalunya memang tidak akan bisa pudar, cap nakal akan terus bersanding di dekatnya.
Di sisi lain, Suxiao terus menatap Shua Xie berbeda. Seorang manusia tidak takut pada ras Agung adalah sebuah lelucon baginya, dia pernah mengeluarkan ucapan seperti itu saat Noa memberitahukannya tentang Kaisar Dunia manusia yang sekarang keberadaannya tidak pernah takut dengan ras apapun.
Dan sekarang Suxiao merasa dipertemukan dengan Kaisar dunia manusia, dia tidak tahu harus memberi berapa nilai poin akan keberanian Shua Xie. Ya ... Shua Xie memang Ratu mereka, tapi tidakkah Shua Xie bisa menjaga sikapnya di hadapan ras lainnya agar tidak membuat keributan? Sikap Shua Xie ini ... sungguh memicu kembalinya perang dunia ke 2.
"Manusia! Kau sungguh naif! Aku tidak tahu bahwa rumor di dunia Surgawi benar, para manusia itu bersifat serakah, naif dan menjijikan!" tukas Mie La dengan wajah dibuat jijik akan sikap Shua Xie.
Shua Xie melirik tajam ke arah Mie La, dari sejak Shua Xie bersuara, gadis itulah yang secara terang-terangan tidak menyukainya, dan bahkan tidak segan menghina sikap Shua Xie sebagai manusia. Shua Xie maklumi akan ucapan kasar Mie La kalau itu untuknya, tapi kalau sampai menghina semua umat manusia, Shua Xie pikir itu sudah kelewatan.
"Kau, entah kenapa otakmu lebih bodoh dari otak hewan. Kau mengatakan seakan hanya manusia bersifat serakah? Lalu bagaimana dengan delapan ras berperang begitu lama hanya merebut kekuatan berkah ilahi? Sungguh konyol ... mengatakan diri Phoenix namun aslinya hanyalah Ayam yang lupa bulunya sendiri." Shua Xie tersenyum sinis sambil berdecak kecil.
"Apa kau bilang! Aku ayam? Aku ini Phoenix, bukan Ayam." Tak tahan lagi akan ucapan Shua Xie, Mie La langsung menyerang Shua Xie dengan tangan kosong. Berpikir kalau dia bisa melukai Shua Xie, tapi ternyata Shua Xie justru menangkap tangannya lalu memilintirnya ke belakang sehingga pergerakan tangan Mie La terkunci.
Tidak diam begitu saja, Mie La langsung menendang ke belakang berniat melumpuhkan kaki Shua Xie dengan sekali tendangan. Tapi ternyata Shua Xie sempat menghindari kaki Mie La, dan justru memelintir tangan Mie La semakin kuat, membuat gadis itu menjerit keras.
"Aakkkhhh!"
Shua Xie tersenyum sinis melihat Mie La takluk dalam sekali tangkapan, kemudian Shua Xie melihat ke depan, ada Dong Fei dan para pasukannya bersiap menyerang, namun sebelum itu terjadi Shua Xie langsung bersuara.
"Jika kau maju, jangan salahkan tangan rekanmu ini lepas." Shua Xie tersenyum mengancam pada Dong Fei, memperlihatkan bahwa dia tidak akan main-main dengan ucapannya.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Dong Fei langsung berhenti, tangan kirinya juga membentang meminta pasukan di belakangnya berhenti. Shua Xie memudarkan senyumannya, namun di dalam hatinya dia cukup senang melihat pria itu lumayan peduli dengan wanita di tangan Shua Xie.
Noa terdiam melihat betapa beraninya Shua Xie, walau pun gadis itu adalah Ratu mereka tapi tidak seharusnya gadis itu bertindak sesukanya. Hal itu bisa saja membuat ras Peri Elf terancam. Dalam situasi seperti ini, di mana para pemimpin 8 ras di dunia Surgawi menghilang tanpa jejak mereka harus waspada. Kehilangan pemimpin sama saja kehilangan penyangga kerajaan. Sebelum itu, mereka harus memikirkan secara matang tindakan mereka, agar ras mereka tidak akan terancam.
Mie La mengumpat keras dalam hatinya, bagaimana mungkin dia bisa terjebak seperti ini karena manusia? Sebagai ras Agung ini sangat memalukan ras Pheonix. Mie La berniat memutar balik keadaan dengan memutar tubuhnya, namun sebelum itu terjadi Shua Xie langsung menendang kaki kanannya keras hingga terdengar suara patahan dari sana.
Mie La menjerit keras lagi, "Aakkkhh! Kau!"
Dong Fei terkejut mendengar suara patahan dari kaki Mie La, dia berniat maju menyelamatkan Mie La, namun Shua Xie langsung bersuara.
"Berani maju, tidak hanya kakinya, lehernya pun bisa aku patahkan."
Dong Fei menatap Shua Xie geram, tidak bisa berbuat apa-apa, maju salah tapi tak maju Mie La akan dalam masalah.
"Manusia, kau sungguh tidak punya hati. Kau berkata tidak akan mematahkan, tapi kenapa kau justru berdusta!" ucap Dong Fei geram sambil menunjuk ke arah Shua Xie.
Shua Xie tersenyum lebar, "Kapan aku mengatakan tidak akan mematahkan kakinya? Lagi pun, salah dia berani menyerangku, aku sudah katakan ... aku ini tidak akan segan. Bahkan jika kau adalah adikku, jika salah harus dihukum. Bersyukurlah aku tidak mencabut nyawanya, bukan tidak mudah bagiku membunuhnya sekarang."
"Kau! Berani sekali kau!" sahut Dong Fei langsung.
"Tentu saja aku berani, kalian adalah bawahanku buat apa aku takut?" balas Shua Xie dengan memasang wajah gelap, begitu mengerikan untuk dipandang.
Dong Fei meneguk salivanya kasar, tatapan Shua Xie sungguh mengerikan. Dong Fei beralih melirik ke arah Noa berniat meminta penjelasan kenapa Ratu Peri Elf begitu tidak tahu aturan. Bahkan berani menyerang ras lain secara terang-terangan. Dan lebih mengejutkannya lagi, gadis itu berani mengatakan dirinya pemimpin.
Tapi setelah melihat raut wajah Noa dan Suxiao begitu aneh, tampak seperti tidak percaya bahwa Ratu mereka berperilaku seperti itu, bagaimana pun ras Peri Elf terkenal anggun dan bijaksana, tidak mungkin memiliki sifat buruk seperti gadis itu. Dong Fei langsung sadar, kalau Noa juga tidak akan setuju memiliki pemimpin seperti gadis itu.
"Nona, aku rasa kau sudah kelewatan batas, aku sangat yakin, keturunan dari Ratu Lia, tidak akan seperti Nona," ucap Noa dengan sikap bangsawannya.
Shua Xie langsung melirik ke arah pria paruh baya, yang baru saja mengatakan dirinya bukan keturunan dari Ratu Lia. Shua Xie menatap tajam ke arah pria paruh baya itu, kemudian berbicara.
"Sejak kapan aku mengakui aku adalah keturunan dari Ratu Lia kalian?"
Ucapan Shua Xie sontak membuat semua telinga yang mendengarnya terkejut. Gadis itu mengakui dirinya bukan keturunan dari Ratu Lia? Lalu dari mana sayap putih kebiruan cantik itu? Sayap khas ras Peri Elf! Tidak mungkin gadis itu bukan dari ras Peri Elf.
Noa pun yakin, selama ini tidak pernah ada cerita cinta beda ras. Antara manusia dan Peri Elf, lebih lagi tidak mungkin Ratu mereka memiliki hubungan dengan manusia, hubungan terlarang.
Suxiao maju, dia semakin curiga kalau gadis itu mendapatkan kekuatan dengan cara curang atau cara melanggar hukum langit. Kalau itu benar, maka manusia itu tidak boleh dibiarkan hidup.
"Kau menggunakan cara curang demi menjadi kuat! Katakan dari mana kau bisa memiliki sayap Peri Elf? Tidak pernah ada kasus di bangsa kami ada cinta antara manusia dan Peri Elf." Suxiao menatap Shua Xie tajam penuh kecurigaan mendalam. Entah kenapa hatinya sangat yakin, Shua Xie memiliki kekuatan yang melanggar hukum langit.
Shua Xie terdiam sejenak mendengar ucapan Suxiao, tapi beberapa beberapa detik kemudian dia tertawa, tertawa seolah ucapan Suxiao tadi adalah lawakan lucu untuknya.
Ya itu memang lucu di telinga Shua Xie.
__ADS_1
"Hahaha ... kalian sungguh lucu. Baiklah akan kuberi tahu dari mana aku mendapatkan sayap ini." Shua Xie berhenti tertawa, namun raut wajah meledek masih terpampang jelas, "Sayap ini, aku dapatkan karena aku beruntung." Lanjut Shua Xie.
"Omong kosong! Jawaban apa itu! Apa kau pikir kami ini bodoh!?" sahut Suxiao langsung, sungguh tidak terima akan jawaban Shua Xie seakan sedang mempermainkan dirinya.
"Kalau kau berpikir begitu, berarti kau memang bodoh," balas Shua Xie dengan senyuman meledek.
"Sialan! Kau mempermainkanku!" pekik Suxiao geram, hendak maju menyerang Shua Xie karena sudah tidak tahan lagi dengan ucapan Shua Xie. Namun Noa langsung menahan Suxiao.
Melihat Noa menahannya, Suxiao langsung bertanya, "Tetua, kenapa anda menghentikanku. Biarkan aku menghajar gadis tidak tahu malu itu!" Sekarang Suxiao benar-benar tidak tahan ingin menghajar gadis itu.
"Suxiao jangan bertindak gegabah, lihatlah Nona Mie La. Dia sudah tertangkap dengan mudah, kau tak jauh berbeda dengan Nona Mie La. Jika kau maju, kau akan berakhir memalukan," bisik Noa dengan suara pelan, mengingatkan Suxiao untuk tidak bertindak gegabah.
Suxiao terdiam mendengar bisikan Noa, sejenak dia menjadi tenang kembali. Sadar kalau yang dikatakan Noa ada benarnya, gadis itu bukan manusia biasa, kekuatannya bisa saja di atas kekuatan Noa. Jika salah bertindak, nyawa bisa melayang melihat gadis itu tidak berbohong dengan ucapannya.
Shua Xie melirik ke arah Noa, melihat pria itu tetap tenang akan semua ucapan yang Shua Xie terus katakan sejak tadi tapi tidak membuat pria paruh baya itu tergoyah, sungguh penyabar. Shua Xie senang memiliki bawahan setenang Noa.
Shua Xie kembali melirik ke arah Mie La yang memilih diam dalam genggamannya. Melihat Mie La sudah tidak memberontak, Shua Xie melepaskan ganggamannya. Saat genggaman Shua Xie sudah terlepas, Mie La langsung menjaga jarak dari Shua Xie. Dia sungguh tidak ingin berurusan dengan gadis psikopat itu lagi.
"Kalian, ada sesuatu yang aku ingin tanyakan," ucap Shua Xie dengan raut wajah serius. Suasana hatinya langsung berubah seketika.
"Nona, suasana hatimu cepat sekali berubah. Sepertinya semua perlakukan tadi hanyalah perkenalan bagi kami?" Noa menatap Shua Xie dengan satu alis terangkat ke atas. Dan tetap bergaya seperti pejabat bangsawan yang berikat.
"Kalau kau berpikir demikian, tidak masalah. Bagiku perkenalan atau tidak, yang jelas, kalian adalah bawahanku," balas Shua Xie tenang.
Lagi-lagi jawaban itu keluar dari mulut Shua Xie, membuat Suxiao dan Mie La geram mendengarnya. Bagaimana mungkin ada manusia senarsis gadis itu, sejak tadi dia mengatakan dirinya pemimpin 2 ras itu, apa dia punya buktinya. Ucapannya itu hanya terdengar bualan naif dari seorang manusia.
"Nona, kau terus berkata seperti itu. Apakah ada bukti kalau kau memang pemimpin kami?"
"Pertanyaan yang bagus," balas Shua Xie sambil tersenyum. Kemudian Shua Xie mengibaskan tangannya, keluarlah sesuatu dari dalam cincin Ruangnya. Sesuatu benda berbentuk bulat terbuat dari emas dan perpaduan giok. 2 benda itu melayang di udara tepat di depan Shua Xie.
Shua Xie tersenyum tipis melihat 2 benda berharga itu melayang di depannya. Di sisi lain, 2 ras di depannya ternganga lebar melihat 2 benda itu keluar, bergantian mereka menatap Shua Xie dan 2 benda itu. Sangat terkejut bagaimana bisa manusia itu memiliki benda berharga itu.
"Itu ... bagaimana bisa kau memilikinya? Katakan dari mana kau bisa mendapatkannya!"
________
A/N : Aigo benda apa itu? coba tebak, benda itu bisa membuat 2 ras itu terkejut hebat, seberapa berharganya benda itu?
Maaf lagi nih lambat up, semalam saya menulis tapi karena sambil menonton jadi gak fokus 😅 hehehe maaf nih.
makasih buat kalian yang mando'akan perjalananku, alhamdulillah lancar 🍀 semua berkat do'a orang tua dan kalian ❤ sehat selalu semuanya ❤
pemberitahuan nih, selama aku di samarinda, up nya siang gak nantu jam berapa, bisa pagi, siang atau malam. mungkin juga subuh, jadi tenang aja aku tetep up ❤ tapi gak tentu jam berapa 😉
__ADS_1