Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 58


__ADS_3

Shua Xie tidak terkejut mendengar jawaban Long Suan sebab dia tahu pasti dialah yang diinginkan Long Suan setelah mengetahui Long Suan berasal dari Dunia Atas apalagi salah satu Jenderal Lou Zho. Namun berbeda lagi saat dia mendengar mereka juga menginginkan bulu Phoenix dan juga Singgasana Suci, Shua Xie langsung berdecak kesal.


'Ternyata begitu? Kau merupakan Putri Langit dari Dunia Atas. Sekarang aku paham ternyata kau memiliki status yang tinggi di kerajaan Langit. Aku pikir hanya tebakanku saja selama ini.' Terdengar suara Phoe di otak Shua Xie.


Shua Xie tersenyum kecut mendengar ucapan Phoe, 'Apa kau baru sadar aku ini Putri buronan? Selama ini apa yang kau pikirkan!'


'Kita pertama kali bertemu di dimensi buatanku. Dan saat itu sampai sekarang kau tidak pernah menjelaskan padaku siapa dirimu sebenarnya,' balas Phoe.


'Ah, apakah di saat seperti ini kita perlu membahas masalah itu? Kau tidak lihat di depan ada masalah.' Shua Xie kembali fokus terhadap pemuda di depannya.


Long Suan tersenyum kecil, "Putri lebih baik ikut kami saja, aku tidak ingin melukai wajah cantikmu itu. Sayang bukan jika kecantikanmu disia-siakan, barangkali Tuan Lou Zho menyerahkanmu padaku?" Long Suan menjilati bibirnya penuh nafsu melihat Shua Xie begitu cantik dan sangat seksi menurut pandangannya.


Sebenarnya Long Suan bisa saja langsung menyerang Shua Xie sampai Shua Xie sudah tidak sanggup lagi berdiri, dan setelah itu dia bisa membawanya ke dunia Atas. Tapi melihat Shua Xie begitu cantik dari apa yang dia bayangkan, menurutnya akan berkurang kecantikannya jika Shua Xie terlihat lecet.


Shua Xie meludah dengan ekspresi marah, "Cuih! Singkirkan wajah bajianganmu itu. Kau pikir aku ini lemah dan takut padamu, sehingga aku mau ikut denganmu begitu saja? Mimpi saja kau!" balas Shua Xie tajam.


Long Suan justru tertawa mendengar ucapan Shua Xie, melihat Shua Xie marah membuat hasratnya semakin tinggi, rasa keinginan mengotori tubuh Shua Xie tidak bisa dia bendung lagi. Bagaimana pun kecantikan Shua Xie saat ini bisa dikatakan kecantikan nomer 1 di 3 dunia, bahkan mengalahkan kecantikan Shu Hua ibunya sendiri. Hanya saja usia Shua Xie dan perawakannya saat ini membuatnya terlihat seperti gadis biasa yang memiliki kecantikan alami.


"Hais, semakin marah kau malah membuatku semakin bergairah. Baiklah kita bisa bermain-main sedikit." Lang Suan bergerak maju sangat cepat dan dalam sekejap saja dia sudah berada di dekat Shua Xie.


Shua Xie merasakan keberadaan Long Suan langsung menyerangnya dengan tangan kosong, lebih tepatnya menggunakan kekuatan dari sajak Kutukan.


Long Suan yang tidak mengetahui bahwa Shua Xie memiliki kekuatan sajak Kutukan hanya menahannya dengan satu tangan yang sudah dialiri QI. Saat tangan Shua Xie menghantam tangannya, barulah dia sadar kekuatan besar dari pukulan Shua Xie.


Long Suan langsung terpental cukup jauh hingga menabrak bangunan. Cukup banyak yang melihat Long Suan terpental langsung terkejut hebat, sebab tidak menyangka gadis manis ternyata memiliki kekuatan monster.

__ADS_1


Shua Xie tersenyum kecil lalu melihat ke arah tangannya, "Apakah aku terlalu berlebihan menggunakan semua kekuatan sajak Kutukan? Aku pikir dia hanya akan terpukul beberapa meter saja."


Long Suan keluar dari reruntuhan yang menimbunnya, dengan raut wajah sedikit berbeda dia mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya. Long Suan menatap Shua Xie dari kejauhan dengan tatapan sedikit berbeda dari sebelumnya.


"Keturunan klan Langit memang sesuai seperti yang dirumorkan. Tidak hanya berparas rupawan namun juga memiliki kekuatan yang hebat. Tidak aku sangka pukulan Putri Langit mampu membuatku merasakan sakit yang bahkan hampir kulupakan bagaimana rasanya."


"Tapi kau justru membuatku semakin bergairah!"


Long Suan tiba-tiba muncul di hadapan Shua Xie membuat Shua Xie terkejut. Dengan cepat Shua Xie menjauhkan diri dari Long Suan sebab merasakan sesuatu buruk akan terjadi jika dia tidak segera menjauh.


Long Suan tersenyum kecil, bersamaan dengan senyumannya tombak yang sebelumnya hilang kini muncul lagi. Tombak yang telah menyerap habis esensi kehidupan 4 Tetua sekaligus. Aura hitam juga keluar dari tombaknya membuat semua orang tertekan, bahkan Shua Xie juga sedikit tertekan karenanya.


"Aku hanya membuat anda sedikit terluka, tapi aku jamin tidak akan membuat anda mati. Mungkin kaki atau tangan anda yang hilang," ujar Long Suan pelan namun bisa didengar semua orang.


Shua Xie tersenyum kecut saat merasakan tombak milik Long Suan bukanlah tombak biasa. Bisa jadi tombak itu adalah pusaka tingkat tinggi. Tapi biasanya pusaka tingkat tinggi membutuhkan bayaran yang setimpal jika menggunakannya.


Shua Xie mengaktifkan sajak Kutukan di kaki dan tangannya, lalu bergerak maju menyerang Long Suan. Ketika sudah dekat mereka saling menghantamkan senjata. Senjata mereka berdua saling berdentuman sangat keras membuat tanah yang mereka pijak menjadi retak.


Long Suan cukup kaget melihat Shua Xie bisa menahan kekuataannya sejauh ini, menurutnya Shua Xie bukan lagi di tahap Bumi level akhir melainkan tahap Raja Putih. Long Suan berpikir Shua Xie pasti menyembunyikan aura pelatihannya sebab itu hanya merasakan Shua Xie berada di tahap Bumi. Karena tidak mungkin Kultivator tahap Bumi bisa menahan serangannya walau pun Long Suan belum mengerahkan semua kekuatannya.


Shua Xie dan Long Suan langsung saling bertukar serangan dalam kecepatan yang sama. Hal itu lagi-lagi membuat Long Suan terkejut, pasalnya tidak mungkin tahap Raja Putih bisa mengimbangi kecepatannya. Berbeda dengan Shua Xie, dia sendiri justru kewalahan mengimbangi kecepatan Long Suan, sekali pun dia sudah menggunakan kekuatan penuh sajak Kutukan. Nyatanya karena tahap pelatihan Shua Xie masih rendah, kemampuan sajak Kutukan pun juga terbatas.


"Teknik Tombak - Cahaya Gelap!"


Long Suan meluncurkan 1 jurus tombaknya setelah melihat ada cela untuk menyerang. Cahaya berwarna hitam melesat cepat menuju Shua Xie.

__ADS_1


"Teknik Pedang Tanah - Perisai Tanah!"


Shua Xie langsung menggunakan teknik Pedang Tanah jurus yang ke 4. Ke 2 pedangnya menancap di tanah lalu tanah di depannya bergerak membuat perisai sebanyak 10 lapisan. Teknik Pedang Tanah memang bukan jurus yang terlalu kuat, namun jurus itu mampu mengalahkan Kultivator tahap Jenderal Emas level 1 tergantung sampai mana penguasaan yang dikuasai.


Jurus Long Suan menghantam keras perisai tanah milik Shua Xie. Karena tahap kultivasi Long Suan lebih tinggi darinya, perisai tanah milik Shua Xie tidak mampu menahannya. Shua Xie terpukul bahkan sampai terguling-guling beberapa kali di tanah, kepalanya pun juga terpukul keras pada tiang bangunan. Andaikan Shua Xie tidak mengaktifkan sajak Kutukan di kepalanya tentu saja kepalanya sudah terluka parah bahkan hancur.


Long Suan tidak menyia-nyiakan kesempatan Itu, dengan cepat dia langsung berpindah tempat dan berdiri di dekat Shua Xie. Long Suan menarik kerah baju Shua Xie lalu mengangkatnya tinggi hingga kaki Shua Xie tidak menggapai di tanah.


"Ternyata Putri memiliki tato aura elemen tanah, aku tidak menduga tato aura anda terlalu lemah!"


"Akh!" Shua Xie meringis keras saat merasakan tangan Long Suan yang satunya memukul keras perutnya.


Long Suan tertawa melihat ekspresi menyedihkan Shua Xie, "Ayo keluarkan lagi ekspresi itu! Buat aku semakin bergairah!"


Long Suan memukul lagi perut Shua Xie dengan keras membuat Shua Xie meringis keras bahkan memuntahkan darah. Saat dia ingin memukul lagi tiba-tiba muncul tangan lain yang menghentikan tangannya.


"Kau pikir aku sudah mati sampai kau lupa akan kehadiranku di sini!" Lan Susu menatap tajam Long Suan.


Long Suan langsung menatap tajam ke arah Lan Susu, "Kau dasar semut pengganggu!" Long Suan menendang keras perut Lan Susu hingga Lan Susu terpental cukup jauh ke belakang.


Shua Xie sendiri tidak menyia-nyiakan kesempatan saat pandangan Long Suan teralihkan. Dengan cepat Shua Xie menghantam wajah Long Suan dengan sekuat tenaganya hingga Long Suan terlempar beberapa meter ke samping.


Shua Xie terjatuh ke tanah setelah Long Suan melepaskannya, dengan sisa-sisa tenaganya Shua Xie berusaha berdiri sambil memegang perutnya yang sakit. Sesekali Shua Xie batuk darah karena organ lumayan terluka.


Shua Xie tersenyum sinis ke arah Long Suan, "Jangan meremehkanku, asal kau tahu banyak orang yang meremehkanku namun berakhir sial."

__ADS_1


***


Jangan lupa like ya;)


__ADS_2