
Tolong jangan lupa beri like ya
_____________________________
Suara decitan lantai kayu terdengar saat Shua Xie melangkah mendekati Xiao Mei yang telah duduk silah di lantai. Tampak dua gulungan di ke dua tangan Shua Xie, satu gulung berwarna merah dan satunya lagi berwarna biru. Shua Xie duduk tepat di depan Xiao Mei.
"Ini dua gulungan teknik yang sangat cocok untuk orang bertubuh spesial sepertimu, teknik ini sudah lama hilang dari dunia Kultivator, kira-kira lima ribu tahun yang lalu, aku sudah menulis jelas semuanya di dalam Gulung ini. Gulung berwarna biru ini adalah teknik pengembangan tubuh kristal es menjadi pusaka abadi, dan gulungan berwarna merah ini terdapat lima jurus elemen es yang sangat cocok untuk kau pelajari. Aku mau kau memperlajari gulungan biru ini dulu, setelah berhasil, maka aku boleh melanjutkan ke gulung berwarna merah lagi, usahakan pelajari dengan cepat, cukup dasarnya saja dulu. Kau pelajari sedikit demi sedikit," jelas Shua Xie, tangan kanannya menyerahkan gulungan berwarna biru pada Xiao Mei.
Xiao Mei mengambil gulungan berwarna biru, setelah menerimanya dia menatap Shua Xie, "Dari mana Kak Shua dapatkan jurus hebat seperti ini? Bukankah Kak Shua katakan dua jurus ini sudah hilang sekitar lima ribu tahun yang lalu?" tanya Xiao Mei.
Shua Xie tersenyum kecil, "Dari seseorang," jawab Shua Xie, sebenarnya jurus itu Shua Xie dapatkan dari Phoe yang memberitahukannya dan Shua Xie menulisnya. Phoe mengatakan 2 jurus itu lumayan hebat yang sangat cocok untuk orang bertubuh spesial seperti Xiao Mei.
"Dia pasti orang yang hebat sampai mengetahui dua jurus yang telah lama hilang," puji Xiao Mei sambil menatap takjub dua gulung di tangannya.
Shua Xie beranjak berdiri lalu berjalan menuju pintu, "Tidak juga, menurutku dia lemah. Kalau dia kuat seharusnya dia tidak perlu meminta bantuan padaku," gumam Shua Xie pelan tapi tidak terdengar Xiao Mei, karena dia sibuk menatapi isi gulungan berwarna biru.
"Berlatih, jangan keluar dari kamar tanpa ada izin dariku. Aku akan keluar sebentar mencarikan senjata yang bagus untukmu." Lanjut Shua Xie lagi, Shua Xie menutup pintu kayu tapi sebelum dia menutupnya dia melihat Xiao Mei sekali lagi, tampak Xiao Mei sedang sibuk membaca gulungan pemberian Shua Xie dengan sangat serius.
"Dasar dia, antusias sekali," gumam Shua Xie pelan sambil menutup pintu.
***
Shua Xie berjalan pelan sambil melihat deratan pedang terpampang jelas di rak-rak kayu. Sejauh ini Shua Xie masih belum melihat senjata yang cocok untuk Kultivator berkekuatan es seperti Xiao Mei. Shua Xie ingin membelikan senjata yang paling cocok untuknya, walau pun kualitasnya tidak terlalu tinggi.
Di dalam cincin Ruangnya tidak ada senjata yang cocok untuk Xiao Mei berkekuatan es, membuat Shua Xie harus mencarikannya di toko penjualan senjata.
Tidak lama Shua Xie menyusuri satu persatu pedang, Shua Xie terpana pada satu pedang berwarna biru dan putih yang mengeluarkan aurah begitu besar dari pedang lainnya. Mungkin sebagian orang tidak bisa merasakan aura pedang itu sebab tak ada satu pun pelanggan tertarik padanya, padahal di dalam toko begitu banyak Kultivator, apalagi pedang itu terpampang jelas di ruang tengah toko, dari segala penjuru pun kita bisa melihat pedang itu.
Shua Xie berjalan mendekati pedang yang tertutup kaca, dan berhenti tepat di depannya.
'Beli pedang itu.' Terdengar suara Phoe di otak Shua Xie.
"Tapi pedang ini terlihat setengah jadi, tidak memiliki ujung seperti pedang umumnya, dan juga panjangnya tidak bisa dikatakan pedang lebih tepatnya pedang yang patah," balas Shua Xie, matanya masih fokus menatap pedang setengah jadi itu.
Tangan Shua Xie menyentuh kaca yang membatasi pedang itu dengannya, "Tapi aku bisa merasakan aura besar dari pedang ini." Lanjut Shua Xie lagi dengan suara pelan.
'Kalian manusia menang tidak bisa menilai pedang. Pedang itu memang berbentuk seperti itu, bukan setengah jadi. Karena pedang itu terbuat secara khusus dan hanya orang-orang tertentu yang bisa memakainya, seperti anak kecil bertubuh kristal es yang bersamamu itu.'
__ADS_1
Shua Xie sedikit terkejut, "Benarkah?"
Phoe tersenyum kecil, 'Pedang itu bernama pedang Bulan Es, terbuat dari sisik Naga Es yang ada di utara laut tanpa batas. Aku tidak tahu bagaimana bisa pemilik toko itu mendapatkan pedang Bulan Es, tapi yang jelas kau harus membelinya. Mungkin orang-orang berpikir pedang itu hanya pedang tak berguna, tapi bagi mereka yang tidak bisa merasakan aura hebat dari pedang itu tentu saja tidak tahu seberapa bagusnya pedang Bulan Es,' jelas Phoe. Phoe tampak seperti buku ensklopedia yang serba tahu.
Aura pedang Bulan Es semakin memancar saat Shua Xie mengeluarkannya dari kaca yang menghalanginya. Gigitan dingin dapat Shua Xie rasakan dari pedang Bulan Es, serpihan-serpihan es kecil mulai muncul di telapak tangannya. Shua Xie menatap pedang itu cukup lama.
Tiba-tiba muncul tangan lain yang merebut pedang Bulan Es dari genggaman Shua Xie, yang merebutnya ialah pria tua berjenggot putih panjang, berbadan kurus, dan berwajah dingin. Shua Xie terkejut ketika melihat pria tua itu, sebab ia tidak merasakan kapan datangnya pria tua itu.
"Jangan sembarangan menyentuhnya, kau bisa membeku karena pedang ini. Hanya Kultivator berelemen es yang bisa menyetuhnya," ujar pria tua itu dengan sorotan mata tajam.
Shua Xie menatap telapak tangannya, tampak serpihan es yang tadinya hampir memenuhi tangannya sudah mulai menghilang. Sebenarnya Shua Xie membiarkan tangannya membeku sebab energi spirit sejati Phoe menyerapnya secara perlahan. Beralih Shua Xie menatap pria tua itu yang masih menatapnya tajam.
"Maaf, aku hanya penasaran saja dengan pedang itu. Apakah Kakek penjual pedang itu?" tanya Shua Xie, tangan kanannya menurunkan penutup kepala jubah miliknya.
"Kau tidak memiliki spirit elemen es, buat apa kau membelinya?" Pak tua itu justru bertanya balik, tatapan matanya semakin tajam. Shua Xie merasa terintimidasi karena tatapannya.
"Ah, itu sebab adikku memiliki spirit elemen es, aku rasa dia cocok dengan pedang Bulan Es," jawab Shua Xie sambil tertawa canggung.
'Pak tua ini kenapa? Tatapannya tajam sekali, seakan-akan aku ini orang yang patut dicurigai.' Kesal Shua Xie dalam hatinya.
"Kakek, apa kau penjual pedang itu-"
"Dari mana kau tahu nama pedang ini?" Pak tua itu menyela ucapan Shua Xie, pedang yang digenggamnya tiba-tiba berubah bentuk tidak seperti sebelumnya. Tampak pedang itu memanjang dengan serpihan es yang membeku di sisi pedang. Aura dingin tiba-tiba meluas di sekitarnya dan sekitar Shua Xie. Entah kapan pak tua itu mengaktifkan pedang itu.
'Pak tua ini memiliki spirit elemen es murni? Sungguh luar biasa.' Shua Xie terkejut ketika merasakan aura spirit es yang dikeluarkan Pak tua itu begitu murni.
'Jawab saja kau tahu dari gurumu, dia tidak ada maksud jahat. Aku dapat merasakan hawa baiknya lebih kuat dari hawa membunuhnya,' ucap Phoe. Melihat Shua Xie lama tidak menjawab akhirnya Phoe memberinya bantuan.
"Master terlalu berlebihan sampai membangkitkan bentuk asli pedang itu? Apakah aku ini terkesan sedang mencari musuh? Padahal aku hanya ingin mampir membeli pedang, Guruku berkata kalau pedang Bulan Es sangat cocok dengan adikku, dan pedang itu ada di toko ini," ujar Shua Xie, terdengar dia menghela nafas seolah merasa disalahkan.
Pak tua itu mendekati Shua Xie, "Siapa nama Gurumu?" tanya pak tua itu lagi masih dengan nada dingin.
Shua Xie melirik pak tua, dahinya sedikit mengerut, "Haruskah aku menjawab pertanyaan itu? Padahal aku hanya ingin membeli pedang, tapi kenapa anda seperti sedang memcurigaiku. Bahkan terus bertanya pertanyaan yang tak seharusnya ditanya," balas Shua Xie dengan nada sedikit tajam.
"Jawab saja, setelah itu aku akan menjual pedang ini untukmu."
"Haih, sayangnya nama Guruku tidak boleh diketahui siapapun. Guruku berpesan siapa pun yang bertanya namanya, aku tidak boleh menjawab. Nama Guru sangat diprivasikan dari publik."
__ADS_1
"Aku tidak akan memberitahukan kepada siapapun nama Gurumu. Cukup beritahu, setelah itu kau boleh membawa pedang ini tanpa harus membayarnya," balas pak tua itu semakin serius.
Shua Xie tergelak kaget saat pak tua itu mengatakan tidak perlu membayarnya. Jelas sekali ini adalah keberuntungan mendadak, tahu saja kalau Shua Xie lagi tidak membawa uang. Semua uang di Cincin Ruang Shua Xie, dan cincin itu tertinggal di tas Xiao Mei. Shua Xie hampir tersedak mendengar ucapan pak tua itu.
Shua Xie berdehem pelan, "Ehem, apa yang Kakek katakan itu benar?"
"Ya, jadi cepat katakan." Tampak pak tua itu sangat ingin tahu nama Guru Shua Xie.
Shua Xie tertawa keras dalam hati bahkan sampai Pheo risi mendengar tawa jahatnya itu. Shua Xie melangkah mendekati Pak tua itu lalu membisikkannya di telinganya, sontak pak tua itu terkejut saat mendengar nama orang yang disebut Shua Xie.
Shua Xie menatap pak tua itu yang masih terdiam setelah mendengar jawabannya, tapi tidak lama setelah itu, Pak Tua itu melemparkan pedang Bulan Es ke arah Shua Xie. Shua Xie menangkapnya dengan satu tangan, tak lupa juga ia menyunggingkan senyum kecil di bibirnya yang tertutup cadar.
"Seperti yang Kakek katakan, pedang ini gratis untukku setelah Kakek mengetahui nama Guruku." Shua Xie menatap pedang di tangannya bergantian lagi menatap ke arah Pak tua yang menatapnya dingin. Tatapannya itu benar-benar membuat Shua Xie kesal.
"Pergilah!" ujar pak tua itu, Shua Xie menatapnya terkejut.
"Apakah anda mengusir saya, karena menyesal memberiku gratis?" tanya Shua Xie dengan tatapan sok polos.
Pak tua itu berbalik badan lalu berjalan meninggalkan Shua Xie, tampaknya dia sangat tidak peduli dengan apa yang Shua Xie ucapkan. Shua Xie menggelengkan kepalanya menatap kepergian pak tua itu tanpa memberikannya penjelasan yang masuk akal. Bagi Shua Xie memberikan pedang pusaka seperti pedang Bulan Es tanpa penjelasan yang masuk akal, kemungkinan ada maksud lain dari pak tua itu.
'Sepertinya orang itu mengenal nama yang kau sebut tadi,' ujar Phoe.
Shua Xie melirik ke arah pedang di tangannya, tampaknya pedang itu sudah tidak mengelurkan serpihan es seperti sebelumya, "Tidak mungkin. Dia tidak mungkin mengenali namaku, aku menyebut namaku sebagai nama Guruku. Tapi sepertinya dia menetralkan pedang Bulan Es ini, aku sudah tidak merasakan dingin lagi saat menyentuh pedang ini, Master hebat dalam sekejap bisa menetralkan pedang Bulan Es," balas Shua Xie pelan.
.
.
.
.
.
**Bersambung
Terimakasih atas dukungannya** ^-^
__ADS_1