Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 81


__ADS_3

"A-apa maksudmu Kak Shua? Kau pikir aku suka Xue'er? Heh ... jangan bercanda." Xui Lang langsung berdalih keras saat mendengar Shua Xie mengatakannya menyukai Xue Mire. Walau pun memang benar, tapi tidak sebaiknya diekspos di depan umum, bisa jatuh harga dirinya sebagai Pangeran Sombong karena menyukai gadis sebayanya.


Shua Xie tersenyum sinis, melihat betapa buruknya Xui Lang berbohong, siapa pun akan tahu kalau Xui Lang ini sedang menyukai Xue Mire, dari caranya bertingkah menolak pernyataan Shua Xie saja sudah kentara.


Xui Cuisha dan Chen Xui tertawa kecil melihat wajah Xui Lang berbohong, sangat lucu dan polos, apalagi ketika telinganya berubah merah.


"Adik Xui Lang, sebaiknya kau berusaha menjadi kuat supaya bisa mendapat restu orang tua Xue'er dan Kak Shua. Aku mendukungmu," ucap Chen Xui jahil namun niatnya memberi semangat.


Xui Lang menatap Chen Xui semakin malu, "Ka-kau! Apa yang kau katakan Chen! Aku, aku hanya melihat adik Xue'er, tidak lebih." Dengan gelagapan Xui Lang menentang ucapan Chen Xui, walau aslinya dia sangat tidak ingin menentang ucapan Chen Xui, justru dia bersemangat. Namun apa kata warga kota Bora nantinya, jika Xui Lang si Pangeran Sombong jatuh hati pandangan pertama pada gadis yang baru saja dia temui.


Xui Cuisha mendekati Xui Lang lalu merangkul lehernya, dengan penuh semangat, dia tersenyum jahil pada Xui Lang.


"Adikku Xui Lang. Kau masih terlalu dini mengenal cinta, tapi aku bisa melajarkanmu cara-cara membuat wanita jatuh hati pada kaum pria."


"Kau! Apa yang kau katakan!" balas Xui Lang langsung dengan wajah merah padam.


Shua Xie tertawa kecil, melihat betapa lucunya Xui Lang saat ini. Walau pun kadang Xui Lang sangat mengesalkan, tapi harus Shua Xie akui, Xui Lang lah yang paling hebo di antara Chen Xui dan Xui Cuisha, bisa dikatakan Xui Lang paling banyak tingkah dan banyak mencairkan suasana. Apalagi jika menyangkut harga dirinya.


"Sudah, sudah. Seharusnya kalian melihat ekspresi Paman Wang dan Bibi Miriea, mereka tampak tidak suka pada pria yang tidak jujur dan tidak terus terang." Shua Xie melihat ke arah Wang Xue dan Miriea yang sedang memasang ekspresi tertawa kecil sangat jauh berbeda dari apa yang Shua Xie katakan.


Mendadak Wang Xue dan Miriea berhenti tertawa dan langsung menatap ke arah Shua Xie penuh tanda tanya? Bagaimana mungkin Shua Xie memanfaatkan mereka berdua demi kepercayaan diri Xui Lang? Shua Xie sungguh suka menjahili orang.


Xui Lang menatap ke arah Wang Xue dan Miriea bergantian, dia dapat melihat sepasang suami istri itu sedang tersenyum canggung karena ucapan Shua Xie. Walau pun niat Shua Xie hanya bercanda, dan ingin membangkitkan rasa kejujuran serta keterusterangan dari Xui Lang, tapi tetap saja membuat ke dua pasangan itu menjadi canggung dan salah tingkah.


Tatapan Xui Lang sedikit merendah, mungkin benar yang dikatakan Shua Xie dia harus jujur terdapat perasaannya agar dia tidak menyesal di kemudian hari karena terlalu gengsi mengakui perasaanya sendiri, tapi dia masih terlalu muda memikirkan masalah cinta. Lagi pun belum tentu keluarga Wang mau menerimanya, semua orang sudah tahu bagaimana watak Xui Lang selama ini. Semena-mena dan arogan.


Xui Lang membuka mulut ingin berbicara namun tidak ada satu kata pun yang keluar, Xui Lang pun menundukkan kepala sambil mengacak rambutnya, merasa frustasi tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Betapa lemahnya dia tidak bisa mengucapkan yang seharusnya dia ucapkan.


Shua Xie mendekati Xui Lang lalu menepuk bahunya, "Kau masih awal menyukainya, tidak tahu beberapa waktu ke depan apa perasaanmu itu masih sama atau tidak? Sebaiknya kau renungi dulu perasaanmu, setelah kau mendapat jawabannya. Barulah kau melakukan tindakan yang seharusnya." Setelah mengucapkan kata penyemangat, Shua Xie melihat ke belakang, "Ayo kita pulang."


***


Dalam perjalanan menuju kota, tidak lama Shua Xie mulai merasakan ada yang aneh dengan sekitar. Tiba-tiba saja tanah yang dia pijak bergetar tapi tidak terlalu kuat. Shua berhenti dan berbalik menatap Chen Xui dan lainnya.


"Apa kalian merasakan sesuatu?" tanya Shua Xie.

__ADS_1


Chen Xui mengerutkan sedikit keningnya, "Merasakan apa? Apakah ada aura musuh yang mendekat?" Chen Xui justru bertanya balik.


"Kepekaan Kak Shua terlalu tinggi, bahkan di saat kita sedang santai, ternyata Kak Shua sangat waspada," sahut Xui Lang memuji, yang sebenarnya menghina kewaspadaan Shua Xie yang terlalu berlebihan, anggaplah ini balaskan setelah Xui Lang dibuat malu oleh Shua Xie tadi.


Xui Cuisha menepuk keras bahu Xui Lang, tak lupa dia memberikan tatapan tajam agar Xui Lang tidak berani berucap sembarangan lagi.


'Apakah Adik Lang tidak jera setelah dipaksa bertarung tadi? Adik Lang ini sangat suka mencari masalah dengan Kak Shua. Kuharap Kak Shua tidak terlalu mempedulikannya,' ucap Xui Cuisha dalam hatinya.


Xui Lang mantap kesal ke arah Xui Cuisha, "Aku hanya membalas dendam sedikit saja. Dia sudah membuatku malu," bisik Xui Lang.


Di sisi lain Wang Xue menatap Shua Xie, dia yakin Shua Xie pasti merasakan sesuatu bahaya atau apalah yang tidak bisa Wang Xue rasakan.


"Ada apa Nona? Apakah ada sesuatu yang mendekat?" Wang Xue memberanikan diri bertanya.


Shua Xie mencoba merasakan getaran itu lagi, tapi ternyata getaran itu sudah hilang. Shua Xie semakin mengerutkan keningnya. Apakah getaran tadi hanya perasaanya saja?


Shua Xie beralih menatap Wang Xue yang masih menunggu jawaban darinya, "Tidak. Hanya perasaanku saja, ayo kita lanjutkan lagi," balas Shua Xie datar sambil kembali berjalan.


Semua menatap Shua Xie bingung, tapi tidak ada satu pun yang bertanya lagi. Mereka tetap mengikuti Shua Xie menuju kerajaan Bora.


Tidak lama, getaran yang sama dapat Shua Xie rasakan lagi membuat Shua Xie sedikit terkejut dan bingung. Mungkin getaran tadi memang bukan perasaannya saja?


Kenapa cuma dia saja yang merasakannya?


Shua Xie sudah berniat bertanya pada Phoe, tapi tiba-tiba saja Phoe tertidur pulas dan tidak bisa dibangunkan. Berbagai cara Shua Xie gunakan untuk membangunkan Pheo, hasilnya percuma, bahkan Phoe saja tidak menunjukkan reaksi terganggu. Mau dikatakan mati tapi Phoe masih bernafas, tidak ada pilihan lain Shua Xie hanya bisa mencari kebenarannya sendiri atau rasa penasarannya akan terus menghantui benaknya.


Shua Xie berhenti berjalan membuat rombongan yang mengikutinya juga berhenti berjalan. Xui Lang mengerutkan kening, penasaran kenapa Shua Xie tiba-tiba berhenti.


"Kak Shua? Ada apa?" Chen Xui memberanikan dirinya bertanya.


Shua Xie tidak terlalu mendengarkan pertanyaan Chen Xui. Dia lebih fokus merasakan getaran yang kian lama semakin besar, bahkan hampir membuatnya tidak seimbang. Semua semakin menatap Shua Xie aneh, sebab Shua Xie tidak merespon pertanyaan Chen Xui.


'Mungkinkah? Nona Shua sedang merasakan sesuatu yang tidak bisa kami rasakan?' gumam Wang Xue dalam hatinya. Dia ingat Shua Xie tidak lama tadi Shua bertanya padanya tentang getaran yang Shua Xie rasakan.


Shua Xie berbalik dengan raut wajah serius, tatapannya tertuju pada rombongan kecil di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"Kalian pergi saja lebih dulu. Ada hal yang harus aku lakukan," ucap Shua Xie tanpa menjelaskan lebih detail. Shua Xie pun langsung meninggalkan mereka dan masuk ke arah hutan tanpa menunggu balasan dari mereka.


Tingkah Shua Xie membuat semua orang hanya bisa tercengang, cukup lama mereka melihat kepergian Shua Xie sampai punggung gadis itu tidak terlihat lagi. Chen Xui menghela nafas, dia rasa Shua Xie pasti sedang merasakan sesuatu, tapi tidak ingin melibatkan banyak orang.


"Paman Wang, kita kembali ke kota. Seperti yang dikatakan Kak Shua, kita tidak perlu menunggunya," ucap Chen Xui sambil menatap Wang Xue dan lainnya.


"Apa tidak masalah kita meninggalkan, Nona Shua?" Miriea merasa sedikit khawatir jika meninggalkan gadis seperti Shua Xie seorang diri di tengah hutan. Sebagai sesama wanita dia tahu, wanita paling tidak boleh ditinggal sendirian apalagi di tempat sepi, sangat berbahaya untuk seorang gadis apalagi secantik Shua Xie.


Tapi berbeda dengan Shua Xie, dia memang cantik tapi bisa menjaga dirinya sendiri.


Chen Xui tersenyum mendengar ucapan Miriea, tampaknya wanita berkepala dua (note: berumur 20) itu sangat khawatir akan keselamatan Shua Xie. Tapi Chen Xui tahu, gadis seperti Shua Xie tidak perlu dikhawatirkan, dia bisa menjaga dirinya sendiri.


"Tidak perlu khawatir, dia bisa menjaga dirinya sendiri," balas Chen Xui lembut penuh keyakinan.


"Benarkah?" tanya Miriea masih tampak khawatir.


Wang Xue menepuk pundak istrinya, saat Miriea menatapnya Wang Xue langsung memberikan senyuman hangat.


"Tidak apa-apa. Dia bisa menjaga dirinya sendiri."


Di dalam lebatnya hutan, Shua Xie terus berjalan maju tanpa gentar, rasa penasarannya akan getaran tanah semakin memuncak. Semakin dia mendekati asal getaran itu, Semakin kuat tanah bergetar. Tapi masalahnya hanya dia yang merasakan getaran itu, sedangkan area sekitarnya tidak ada menunjukkan adanya pergerakan akibat getaran itu. Semua tampak seperti biasa saja.


Shua Xie kah yang terlalu banyak berhalusinasi atau bagaimana?


Tidak lama berjalan, Shua Xie berhenti tepat di mana dia merasakan getaran itu sangat kuat. Shua Xie melihat ke sekitar, tidak ada tanda-tanda adanya bahaya, atau lainnya. Tapi kenapa bisa ada getaran kuat di tempat ini? Pikir Shua Xie.


Tiba-tiba terdengar suara retakan, suara retakan itu terdengar jelas di telinga Shua Xie. Shua Xie semakin meningkatkan kewaspadaannya, tak lupa juga dia melihat ke sekitar memeriksa dari arah mana suara retakan itu. Suara retakan sangat jelas dan seharusnya berada di dekat Shua Xie, tapi di mana asal suara itu?


Lagi-lagi terdengar suara retakan lebih keras, asal suara itu dari atas kepala Shua Xie. Shua Xie langsung menengadah ke atas, dan dapat melihat ruang hampa di atas kepalanya pecah seperti mana kaca.


"Ini?! Bagaimana mungkin ruang hampa bisa pecah?" gumam Shua Xie takjub sekaligus khawatir.


Teringat ia akan ucapan Phoe tentang inti dari Sajak Kutukan, yang berperan penting melindungi dunia manusia dari pecahan-pecahan dimensi yang menyambungkan pintu ke segala dunia, terlebih lagi dunia Surgawi dan dunia iblis. Tapi walau pun pecahan dimensi dijadikan pintu utama mendatangi semua dunia, tapi pintu itu tidak bisa digunakan sembarangan, karena bisa saja pencoba pecahan dimensi akan berakhir tragis. Sudah banyak hal seperti itu terjadi.


"Bukankah, masih butuh waktu ratusan tahun? Tapi kenapa pecahan dimensi lebih cepat dari waktunya? Apakah ada faktor yang membuat pecahan dimensi lebih cepat dari waktu yang ditetapkan?" Shua Xie menggelengkan kepalanya, tanpa bantuan Phoe dia menjadi sulit memahami tentang pecahan ruang dimensi.

__ADS_1


Semakin lama pecahan dimensi itu semakin besar, ukuran lubang pecahan itu bisa dimasuki untuk seorang manusia manusia. Shua Xie tidak perlu pikir panjang lagi, jika dia penasaran maka dia harus masuk ke dalam. Shua Xie sudah yakin kosnsekuesi apapun yang dia dapat, akan tetap dia terima meski nyawanya menjadi taruhan.


Dengan perlahan Shua Xie memegang lubang pecahan dimensi yang semakin membesar, sekuat tenaga Shua Xie memanjat lubang itu, tanpa penyangga kaki dia harus bisa berusaha dengan kekuatan otot tangannya. Tidak butuh waktu lama Shua Xie pun berhasil dan langsung masuk ke dalamnya.


__ADS_2