
Jangan lupa beri like ya 😉
___________________________
"Akhirnya aku paham kenapa mereka tidak bisa aku kalahkan! Baiklah mari aku coba," ungkap Shua Xie pelan sambil melangkah melewati satu prajurit roh yang tadi bertarung dengannya.
Dan benar saja, prajurit roh itu tidak menyerang atau bahkan bergerak sedikit pun dari tempatnya. Semua sesuai dengan tebakan Shua Xie, saat dia bermeditasi tadi, Shua Xie merasakan satu kejanggalan. Yaitu tidak merasakan adanya keberadaan para prajurit roh padahal prajurit roh itu tampak jelas berdiri di depan matanya.
Shua Xie berpikir ada kemungkinan kalau prajurit roh itu adalah boneka roh. Secara penjelasan prajurit roh itu akan menyerang jika dia merasa dalam keadaan berbahaya. Selama beberapa menit tadi Shua Xie terus berusaha mengalahkan satu prajurit roh tapi tidak satu pun serangannya mampu melukai prajurit roh itu. Akhirnya Shua Xie bisa memahaminya, prajurit roh itu digunakan hanya untuk mengecoh Shua Xie. Awalnya Shua Xie beranggapan kalau prajurit roh itu harus dilenyapkan jika tidak maka keadaan akan menjadi sebaliknya. Tapi setelah mencoba mengalahkannya, ternyata Shua Xie tidak bisa.
Akhirnya Shua Xie memutuskan bermeditasi selama beberapa menit dan mendapatkan jawabannya.
Shua Xie terus berjalan melewati ratusan prajurit roh itu, asalkan tidak menyerangnya Shua Xie tidak akan diserang balik dan itu benar. Shua Xie terus melewati hingga bertemu prajurit roh terakhir, saat akan melewatinya tiba-tiba saja prajurit roh itu menyerang Shua Xie membuat Shua Xie terkejut.
Shua Xie menangkis serangan pukulan prajurit roh itu dengan tangannya, "Sudah aku tebak tidak akan semudah ini melewatinya," tukas Shua Xie kesal, tangan Shua Xie menarik tangan prajurit roh itu dengan kuat lalu melambungnya ke udara. Shua Xie sudah menebak ini akan terjadi, sebelumnya Shua Xie merasa ada yang aneh dengan prajurit roh terakhir.
Tubuh prajurit roh itu melambung ke udara, tapi prajurit roh malah melayang di udara bukannya jatuh ke bawah. Shua Xie mengumpat keras, seorang Kultivator yang mampu terbang hanya Kultivator di tahap Jindan ke atas, berarti prajurit roh itu berada di tahap Jindan. Shua Xie tidak tahu akan hal itu, sebelumnya Shua Xie memang tidak bisa merasakan tahap pelatihan prajurit terakhir.
"Cih, kali ini lawanku lumayan sulit."
Prajurit roh yang lainnya menghilang secara perlahan menyisakan satu prajurit roh yang masih melayang di udara. Di bawah Shua Xie masih setia menatap prajurit roh itu dengan tajam, ali-ali menunggu prajurit roh itu menyerangnya lebih dulu.
'Serap ....'
Shua Xie tertegun, tiba-tiba saja muncul suara asing di otaknya mengatakan 'serap' tapi apa yang diserap. Shua Xie bertanya balik saat suara itu terus berulang kali mengatakan 'serap' tapi suara itu tidak mengatakan apapun selain kata 'serap'.
"Siapa? Siapa yang berbicara?" gumam Shua Xie pelan penuh rasa penasaran.
'Serap ....'
Shua Xie benar-benar tidak paham apa maksud dari suara itu, apalagi suara itu hanya mengatakan 'serap' berulang kali tanpa menjelaskan apa yang harus diserap. Karena suara itu juga membuyarkan kefokusan Shua Xie, hingga Shua Xie tidak sempat mengelak saat prajurit roh menyerangnya dengan pukulan fisik yang memukul keras perutnya.
Shua Xie terpukul mundur beberapa meter, belum sempat Shua Xie berdiri prajurit roh itu sudah melesatkan serangan ke duanya lagi. Kali ini prajurit roh itu menendang kepalanya begitu keras, Shua Xie terpental ke samping dan hampir saja dia jatuh ke jurang tak berdasar itu. Shua Xie menggenggam erat sisi tangga dengan tangan kirinya, samar-samar terdengar suara tulang bergeser di bahu kiri Shua Xie.
Shua Xie menjerit ketika sendi bahunya bergeser, karena tekanan terus membuat seluruh tubuhnya menjadi berat, ditambahkan lagi luka-luka yang dia dapat dari pertarungan sebelumnya dengan monster spirit. Shua Xie berusaha menggapai sisi tangga lain dengan tangan kanannya, tapi saat ia mau memegang muncul kaki yang menginjak jari tangannya membuat Shua Xie hampir terlepas dari genggamannya.
Kaki prajurit roh itu terus menginjak jari tangan kiri Shua Xie dengan kuat, bahkan suara patahan tulang sampai terdengar. Shua Xie menjerit keras kala saat jari tangannya sudah mati rasa karena diinjak.
"Aarggg! Sakit sekali!" jerit Shua Xie keras.
'Serap ....' lagi-lagi muncul suara itu di otak Shua Xie dan terus berucap berulang kali.
Tanpa di sadari keluar sesuatu energi spirit sejati berwarna hitam dari telapak tangan kanan Shua Xie. Energi spirit sejati itu terus keluar dan mendekati prajurit roh. Tanpa disadari prajurit roh itu, energi spirit sejati meliliti kaki kirinya hingga ke seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Prajurit roh itu menjadi kalang kabut saat seluruh tubuhnya mulai tertutupi energi spirit sejati. Semakin lama energi spirit sejati itu mulai membentuk gumpalan besar yang menutupi prajurit roh seperti kepompong raksasa. Tidak lama berselang energi spirit sejati mulai menyusut seperti semula lalu masuk kembali ke tubuh Shua Xie.
Shua Xie terkejut menyaksikan energi spirit sejati yang ternyata memakan habis prajurit roh itu lalu mentransfernya ke tubuh Shua Xie. Shua Xie mendadak bisa melayang di udara seperti mana prajurit roh itu melayang di udara. Tahap pelatihan Shua Xie juga naik satu level menjadi tahap Bumi level 6.
"I-ini sebenarnya apa yang terjadi?" ungkap Shua Xie masih dalam keadaan terkejut.
Shua Xie mendarat kembali di tangga, dia terus melihat tangan kanannya begitu lama sambil mengingat energi spirit sejati gelap yang keluar dari tangannya.
"Dari mana energi spirit sejati itu tadi datang? Apa mungkin dari tubuhku, tapi kapan? Kenapa aku tidak menyadari kalau aku memiliki energi spirit sejati. Tubuh ini banyak sekali memiliki rahasia yang tidak aku ketahui!"
"Dan juga tadi aku bisa terbang, sedangkan hanya tahap Jindan ke atas yang bisa terbang. Dan aku belum mencapai tahap itu, mungkinkah karena energi spirit sejati menyerap prajurit roh tadi?"
"Hebat!" Shua Xie terkagum melihat tangan kanannya, "Ternyata aku memiliki rahasia, lain kali aku akan cari tahu."
***
"Selamat Tuan berhasil lulus ujian ke dua."
Shua Xie sedikit memberikan kesan pada Lie Li dan tidak menceritakan masalah yang baru saja dia hadapi tadi saat ujian. Melawan prajurit roh ternyata ujian terakhir ke dua, Setelah berhasil mengalahkannya Shua Xie akhirnya mencapai puncak. Di puncak Lie Li berdiri tegap menunggu kedatangan Shua Xie.
"Hah, lanjut ke ujian ke tiga."
"Ujian ke tiga tidak sulit. Tuan hanya perlu menjawab pertanyaan teka-taki dari batu prasasti di sana." Lie Li menunjuk satu batu yang tak jauh dari mereka, "Jika Tuan berhasil menjawabnya, maka Tuan akan lulus."
"Ehh, semudah itu?" tanya Shua Xie dibalas anggukan pelan dari Lie Li.
"Bercahaya tenang, membawa dampak pada umat manusia. Takdirnya memang sudah ditetapkan, perubahan atau tidak membawa dampak pada semuanya." Begitulah Shua Xie mengejakan bahasa Inggris dengan lancar.
"Tuan ternyata bisa membaca bahasa suci." Puji Lie Li sambil menatap Shua Xie.
"Apa sulitnya membaca bahasa Inggris? Di academy aku mendapat nilai tinggi dalam pelajaran ini," gumam Shua Xie tanpa suara menimpali ucapan Lie Li.
Shua Xie berjongkok di hadapan batu prasasti lalu menyapuh sesuatu di bawah tulisan itu. Ternyata ada lagi sambungan kata yang tertutup di batu prasasti itu.
"Yes or no?" ungkap Shua Xie pelan membaca kelanjutan tulisan sambungan.
Lama Shua Xie mencermati makna dari tulisan itu akhirnya Shua Xie mengerti maksud dari tulisan batu prasasti itu. Shua Xie kembali beranjak berdiri lalu meletakkan tangan kanannya di dada kirinya.
'Hanya perlu mengatakan menerimanya atau tidak.'
"Harapan. Ya, aku menerimanya karena ini sudah menjadi takdirku," ungkap Shua Xie pelan sambil menutup ke dua matanya. Tiba-tiba Shua Xie merasa tubuhnya melayang di udara, ada sensasi hangat dingin yang bercampur aduk di sekitarnya, tapi Shua Xie merasa tenang dan nyaman saat merasakan itu.
Tidak lama, tiba-tiba Shua Xie merasakan sesuatu aura yang begitu dingin seperti menyelimuti tubuhnya. Shua Xie membuka secara perlahan matanya dan melihat Xiao Mei tengah tidur duduk di sampingnya sambil memegang tangannya.
__ADS_1
"Xiao Mei," panggil Shua Xie berulang kali sampai Xiao Mei terbangun dari tidurnya.
"Kak Shua! Syukurlah Kakak sudah sadar! Syukurlah," ujar Xiao Mei serak sambil memeluk Shua Xie.
"Xiao Mei mana yang lain? Dan di mana ini?" Shua Xie merasa ada yang tidak asing lagi di matanya, ukiran dan bangunan ruangan yang ditempatinya sekarang benar-benar megah seperti kamar kerajaan.
"Kak Shua, keluargaku semuanya sudah tidak ada. Keluarga Ye menyerang keluarga Xiao, hanya aku yang selamat bersamamu. Bibiku mengirim kita lewat formasi teleportasi ke tempat yang jauh, dan seorang Pangeran menolongku saat dia melihat kita," jawab Xiao Mei mulai menangis.
Shua Xie terkejut, dalam sekejap dia langsung duduk dan memeluk erat Xiao Mei. Shua Xie meminta Xiao Mei menjelaskannya secara rinci dan perlahan apa yang terjadi selama dia tidur panjang.
Xiao Mei akhirnya menjelaskan bahwa keluarga Ye tidak terima akan kekalahannya jadi mereka langsung memberontak di desa Bintang. Ternyata keluarga Ye menginginkan Xiao Mei, tapi Bibinya sempat mengirim Xiao Mei sejauh mungkin dari desa Bintang menggunakan formasi teleportasi. Dan Xiao Mei datang di tengah hutan asing, selama beberapa hari Xiao Mei membopong tubuh Shua Xie keluar dari hutan. Dan setelah keluar tidak sengaja Xiao Mei bertemu dengan salah satu Pangeran kerajaan Bora yang baru saja pulang dari perguruannya. Pangeran itu menolong Xiao Mei dan membawanya pulang ke kerajaannya.
"Keluarga Ye benar-benar keterlaluan! Dia pasti tahu rahasia tubuh Es Kristal, makanya dia menginginkanmu," bentak Shua Xie kesal, tangan kanannya tanpa sadar memukul kasur hingga membuatnya rusak. Shua Xie juga terkejut saat kasur itu rubuh karena pukulannya.
"Kak, kau tidak apa-apa?" tanya Xiao Mei pelan sambil menatap Shua Xie terkejut karena kasur yang dipukul Shua Xie menjadi rubuh.
"Aku tidak apa-apa. Aku hanya kesal saja mendengar ceritamu, lalu apakah Lou Yue juga mati karena mereka?"
Xiao Mei tertunduk saat mendengar nama Lou Yue, "Kak Lou Yue meninggalkan desa Bintang dua hari sebelum terjadinya masalah," jawab Xiao Mei.
Shua Xie mengerutkan keningnya, "Pergi? Ke mana? Kenapa dia meninggalkan kalian?"
"Tidak ada yang tahu, Kak Lou Yue pergi tanpa memberitahukan masalahnya."
"Hah, dasar dia! Sampai bertemu lagi dengannya akan kupatahkan semua tulang rusuknya! Bisa-bisanya dia meninggalkan kalian sebelum perang."
"Kak Shua peduli dengan Kak Lou Yue?" tanya Xiao Mei pelan tanpa sadar keluar dari mulutnya.
Shua Xie langsung melirik ke arah Xiao Mei lalu tertawa, "Hahaha ... tentu saja tidak. Dia pengkhianat buat apa dipedulikan?" jawab Shua Xie sinis dingin.
"Hah? Apa Kak Shua sudah tahu dari awal?"
"Tentu, aku hanya pura-pura menerimanya dari awal. Aku ada alasan tertentu dekat dengannya," balas Shua Xie diiringi seringai jahat.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung